← Kembali ke Blog
🇩🇪Jerman

Preposisi Dua Arah Bahasa Jerman (Wechselpräpositionen): Panduan Jelas dengan Contoh

Oleh SandorDiperbarui: 27 Juni 202612 mnt baca

Jawaban cepat

Preposisi dua arah bahasa Jerman (Wechselpräpositionen) memakai akusatif saat kamu menjelaskan gerak menuju tujuan (wohin?), dan datif saat kamu menjelaskan lokasi atau posisi (wo?). Kelompok intinya: an, auf, hinter, in, neben, über, unter, vor, zwischen. Jalan pintas yang paling aman: jika kalimat menjawab 'ke mana?', pakai akusatif, jika menjawab 'di mana?', pakai datif.

Preposisi dua arah bahasa Jerman (Wechselpräpositionen) adalah sembilan preposisi Jerman yang umum, yang memakai akusatif saat kamu membicarakan tujuan (wohin?), dan datif saat kamu membicarakan lokasi (wo?): an, auf, hinter, in, neben, über, unter, vor, zwischen.

Ini penting karena ini salah satu cara tercepat bahasa Jerman memberi makna tanpa kata tambahan, dan ini muncul terus dalam situasi sehari-hari, dari tiba di suatu tempat sampai menaruh benda.

💡 Tes satu baris

Ajukan pertanyaan: wohin? (ke mana?) berarti akusatif, wo? (di mana?) berarti datif. Jika kamu bisa menjawab dengan tujuan, pakai akusatif. Jika kamu menjawab dengan posisi, pakai datif.

Bahasa Jerman juga bahasa yang berdampak besar untuk dipelajari: Ethnologue memperkirakan sekitar 90 juta penutur asli dan kira-kira 130 juta total penutur di seluruh dunia (Ethnologue, edisi ke-27, 2024). Artinya, poin tata bahasa ini berguna di Jerman, Austria, Swiss, dan jauh di luar itu.

Jika kamu ingin bahasa Jerman sehari-hari yang cocok dipasangkan dengan tata bahasa ini, mulai dari cara mengatakan halo dalam bahasa Jerman dan cara mengatakan selamat tinggal dalam bahasa Jerman, lalu kembali lagi dan perhatikan seberapa sering preposisi muncul di kalimat-kalimat pendek itu.

Apa arti "dua arah" dalam bahasa Jerman

Preposisi dua arah tidak acak. Ini kelompok kecil yang stabil, di mana kasus mengodekan makna.

Dalam tata bahasa rujukan seperti Duden dan IDS grammis, gagasan utamanya begini: preposisi ini bisa menggambarkan hubungan statis (lokasi) atau hubungan berarah (tujuan). Bahasa Jerman menandai perbedaan itu dengan datif vs akusatif.

Sembilan Wechselpräpositionen inti

Hafalkan daftar ini dulu, lalu pelajari aturan penentunya.

  • an (ahn)
  • auf (owf, berima dengan "cow" + f)
  • hinter (HIN-ter)
  • in (in)
  • neben (NAY-ben)
  • über (OO-ber)
  • unter (OON-ter)
  • vor (for)
  • zwischen (TSVISH-en)

Ejaan bahasa Jerman konsisten, tetapi perhatikan ü pada über. Ucapkan seperti "oo sambil tersenyum" (OO-ber), bukan "you-ber".

⚠️ Jangan otomatis menambahkan 'gegenuber' ke daftar ini

Pelajar sering mengira semua preposisi lokasi itu dua arah. gegenüber biasanya memakai datif dalam pemakaian standar. Fokus dulu pada sembilan di atas sampai benar-benar otomatis.

Aturan yang paling bekerja: wohin? vs wo?

Banyak pelajar mendengar "gerak sama dengan akusatif, lokasi sama dengan datif". Itu hampir benar, tetapi bisa menyesatkan.

Aturan yang lebih baik adalah tujuan vs posisi.

Jika frasa menjawab wohin? kamu pakai akusatif karena kamu menyatakan titik akhir yang dituju. Jika menjawab wo? kamu pakai datif karena kamu menjelaskan sesuatu berada di mana.

Akusatif: tujuan atau titik akhir (wohin?)

Pakai akusatif saat sesuatu berakhir di tempat yang baru.

  • Ich gehe in die Küche.
    Saya pergi ke dalam dapur.

  • Ich stelle die Tasse auf den Tisch.
    Saya menaruh cangkir ke atas meja.

  • Wir hängen das Bild an die Wand.
    Kami menggantung gambar ke dinding.

Datif: lokasi atau posisi (wo?)

Pakai datif saat sesuatu sudah berada di suatu tempat.

  • Ich bin in der Küche.
    Saya berada di dapur.

  • Die Tasse steht auf dem Tisch.
    Cangkir itu ada di atas meja.

  • Das Bild hängt an der Wand.
    Gambar itu tergantung di dinding.

Dalam Hammer's German Grammar and Usage (Durrell), kontras ini diperlakukan sebagai perbedaan makna, bukan trik hafalan. Saat kamu menganggapnya sebagai makna, pilihan kasus tidak terasa sewenang-wenang.

Artikel yang wajib kamu tahu (karena kasus ada di sana)

Dengan preposisi dua arah, pelajar sering tahu aturannya tetapi gagal pada akhiran artikel.

Berikut bentuk minimum yang kamu butuhkan untuk nomina tunggal.

Artikel akusatif (tujuan)

  • maskulin: den
  • feminin: die
  • netral: das
  • jamak: die

Artikel datif (lokasi)

  • maskulin: dem
  • feminin: der
  • netral: dem
  • jamak: den (sering dengan -n pada nomina jika memungkinkan)

Jadi kamu dapat pasangan seperti:

  • in den Park (mask, akus) vs in dem Park (mask, dat)
  • auf die Straße (fem, akus) vs auf der Straße (fem, dat)
  • unter das Bett (net, akus) vs unter dem Bett (net, dat)

Jika kamu ingin penyegaran yang lebih mendalam tentang kasus, topik ini terhubung langsung ke penjelasan kasus bahasa Jerman dan kasus datif bahasa Jerman.

Kontraksi yang akan kamu dengar terus: im, am, ins, ans

Penutur asli jarang mengatakan in dem dalam percakapan santai. Mereka mengontraksikannya.

Kontraksi ini bukan slang, ini standar.

  • in dem = im (im)
  • an dem = am (ahm)
  • in das = ins (ins)
  • an das = ans (ahns)

Perhatikan yang terjadi: im/am itu datif, ins/ans itu akusatif.

Artinya, kamu sering bisa mendengar kasusnya secara instan.

  • Ich bin im Büro. (datif, lokasi)
  • Ich gehe ins Büro. (akusatif, tujuan)

Ini salah satu alasan preposisi dua arah sangat berguna saat mendengarkan, terutama di film dan TV ketika orang berbicara cepat.

Preposisi yang paling umum, dijelaskan dengan gambaran mental yang nyata

Di bawah ini, setiap preposisi punya makna praktis, lalu kontras akusatif vs datif dengan contoh yang bisa kamu salin.

an

an sering berarti "di" pada batas, tepi, atau permukaan vertikal.

Bayangkan: dinding, jendela, pintu, tepi sungai, tepi laut.

  • Ich hänge das Poster an die Wand. (tujuan, akus)
  • Das Poster hängt an der Wand. (lokasi, dat)

Juga umum: am Meer (di laut), am Fenster (di dekat jendela).

auf

auf sering berarti "di atas" suatu permukaan, atau "ke atas" permukaan itu.

  • Ich lege das Buch auf den Tisch. (akus)
  • Das Buch liegt auf dem Tisch. (dat)

Ini juga dipakai dengan institusi dalam beberapa frasa tetap, tetapi pegang dulu gambaran fisiknya.

hinter

hinter berarti "di belakang".

  • Der Hund läuft hinter das Auto. (akus, berakhir di belakangnya)
  • Der Hund sitzt hinter dem Auto. (dat, sudah di belakangnya)

in

in berarti "di dalam/ke dalam". Ini preposisi dua arah yang paling sering dalam bahasa Jerman sehari-hari.

  • Sie geht in die Schule. (akus, ke dalam sekolah)
  • Sie ist in der Schule. (dat, di sekolah)

Bagi pelajar, pasangan ini demonstrasi paling jelas tentang cara bahasa Jerman memakai kasus untuk mengodekan makna.

neben

neben berarti "di sebelah".

  • Stell den Stuhl neben den Tisch. (akus)
  • Der Stuhl steht neben dem Tisch. (dat)

über

über berarti "di atas", kadang "melintasi" tergantung verba.

  • Er hängt die Lampe über den Tisch. (akus, menempatkannya di atas)
  • Die Lampe hängt über dem Tisch. (dat, posisi)

unter

unter berarti "di bawah".

  • Ich schiebe die Tasche unter den Stuhl. (akus)
  • Die Tasche ist unter dem Stuhl. (dat)

vor

vor berarti "di depan" dan juga dipakai untuk waktu, tetapi sebagai preposisi dua arah ini bersifat spasial.

  • Stell dich vor den Spiegel. (akus)
  • Du stehst vor dem Spiegel. (dat)

zwischen

zwischen berarti "di antara".

  • Setz dich zwischen die beiden. (akus)
  • Du sitzt zwischen den beiden. (dat)

Datif jamak den sering jadi batu sandungan di sini.

Verba yang memicu tata bahasa ini sepanjang waktu

Preposisi dua arah jadi mudah saat kamu mengaitkannya dengan verba yang umum.

Verba yang sering memunculkan akusatif (menaruh, memindahkan ke suatu tempat)

Verba ini sering menyiratkan tujuan.

  • stellen (SHTEL-en): menaruh berdiri, menempatkan
  • legen (LAY-gen): menaruh mendatar, meletakkan
  • setzen (ZET-sen): menaruh, mendudukkan
  • hängen (HENG-en): menggantung (transitif)

Contoh:

  • Ich stelle das Glas auf den Tisch.
  • Ich lege das Handy neben das Bett.
  • Ich setze mich auf den Stuhl.
  • Ich hänge die Jacke an die Garderobe.

Verba yang sering memunculkan datif (berada, tetap, terletak)

Verba ini menjelaskan posisi.

  • sein (zine): menjadi, berada
  • bleiben (BLY-ben): tetap, tinggal
  • stehen (SHTAY-en): berdiri
  • liegen (LEE-gen): terletak, berbaring
  • sitzen (SIT-sen): duduk
  • hängen (HENG-en): tergantung (intransitif)

Contoh:

  • Das Glas steht auf dem Tisch.
  • Ich bleibe im Zimmer.
  • Die Jacke hängt an der Garderobe.

Pasangan terakhir itu penting: hängen bisa transitif atau intransitif, dan maknanya mengubah kasus.

Jebakan terbesar: bergerak tanpa tujuan

Kamu bisa bergerak dan tetap memakai datif.

Jika kamu bergerak di dalam suatu lokasi, bukan masuk ke sana sebagai tujuan, kamu menjawab wo?, bukan wohin?.

  • Ich gehe im Park spazieren. (datif, lokasinya taman)
  • Ich gehe in den Park. (akusatif, tujuannya taman)

Inilah alasan jalan pintas "gerak sama dengan akusatif" gagal. Tes pertanyaan tetap andal.

Daftar cek keputusan cepat (apa yang perlu kamu tanyakan)

Saat kamu melihat preposisi dua arah, lakukan ini berurutan:

  1. Verba itu sedang melakukan apa: menaruh, pergi, masuk, tetap?
  2. Tanyakan wohin? atau wo?
  3. Pilih kasus dan artikel.

Jika kamu ingin kalimat yang terdengar alami, tambahkan frasa waktu dan jaga verba di posisi kedua, seperti dijelaskan di urutan kata bahasa Jerman.

Contoh adegan mini yang bisa kamu pakai ulang di kehidupan nyata

Ini jenis kalimat yang benar-benar kamu dengar dalam dialog bahasa Jerman.

Di rumah

  • Kannst du das bitte in den Kühlschrank stellen?

  • Das ist schon im Kühlschrank.

  • Leg die Schlüssel auf den Tisch.

  • Die Schlüssel liegen auf dem Tisch.

Di kafe atau restoran

  • Setzen Sie sich bitte an den Tisch am Fenster.
  • Wir sitzen am Fenster.

Jika kamu sedang membangun permintaan sopan, pasangkan tata bahasa ini dengan cara mengatakan halo dalam bahasa Jerman karena salam dan pembingkaian sopan sering muncul dalam interaksi yang sama.

Di jalan

  • Stell dich nicht vor den Eingang.
  • Er steht vor dem Eingang.

Catatan pemakaian budaya yang membantu kamu terdengar seperti orang lokal

Penutur bahasa Jerman sering memilih verba penempatan yang presisi ketika bahasa Inggris memakai "put".

Artinya, preposisi dua arah muncul bersama stellen/legen/setzen lebih sering daripada yang pelajar kira.

Detail budaya kecil tetapi nyata: di banyak rumah tangga Jerman, terutama di apartemen, kamu akan sering mendengar instruksi praktis tentang ruang, sepatu di dekat pintu, sepeda di ruang bawah tanah, daur ulang di tempat sampah tertentu. Bahasa mengikuti kebiasaan organisasi yang presisi itu.

Pola sehari-hari lain adalah pemakaian bentuk kontraksi dalam ucapan. Dalam dialog cepat, ins, ans, im, am begitu umum sampai menjadi jangkar saat mendengarkan. Begitu kamu mengenalinya, pemahamanmu melonjak.

Latihan: ubah kalimat lokasi menjadi kalimat tujuan

Ambil kalimat datif dan ubah verbanya menjadi verba menaruh atau pergi. Lalu ganti ke akusatif.

  1. Das Buch liegt auf dem Tisch.
    -> Ich lege das Buch auf den Tisch.

  2. Der Hund ist im Auto.
    -> Der Hund springt ins Auto.

  3. Die Jacke hängt an der Tür.
    -> Ich hänge die Jacke an die Tür.

Ini juga cara kamu sebaiknya berlatih dengan cuplikan film: jeda, ulangi, lalu tukar verba dan kasus untuk melatih kontrasnya.

Jika kamu suka belajar dari dialog autentik, metode dalam cara belajar bahasa dengan film sangat cocok di sini karena preposisi dua arah terlihat di subtitle dan terdengar dalam adegan pendek.

Kesalahan umum (dan cara memperbaikinya cepat)

Kesalahan 1: Memakai datif setelah setiap preposisi dua arah

Pelajar melakukan ini karena datif terasa "lebih Jerman" atau karena mereka menghafal frasa tetap seperti im lalu menggeneralisasi berlebihan.

Perbaikan: paksa diri kamu untuk bertanya wohin? dengan suara keras. Jika kamu bisa menjawab dengan tujuan, pakai akusatif.

Kesalahan 2: Memilih kasus yang benar tetapi preposisi yang salah

Contoh: mengatakan auf der Wand saat kamu maksud gambar yang tergantung di dinding.

Perbaikan: bangun peta mental.

  • an der Wand: menempel pada dinding
  • auf der Wand: di permukaan dinding, tetapi bukan ungkapan yang biasa untuk benda yang digantung

Duden dan IDS grammis sama-sama menekankan bahwa preposisi mengodekan relasi ruang, bukan sekadar "lokasi". Anggap ini sebagai geometri.

Kesalahan 3: Lupa datif jamak "den"

  • zwischen den Häusern (dat jamak)
  • unter den Leuten (dat jamak)

Perbaikan: saat kamu melihat datif jamak, harapkan den dan sering ada -n tambahan pada nomina jika memungkinkan.

Mengapa bahasa Jerman memakai kasus di sini (penjelasan berbasis makna)

Bahasa Jerman mempertahankan sistem kasus yang kaya, dan preposisi dua arah adalah salah satu tempat di mana sistem itu masih membawa beban makna yang jelas.

Dalam linguistik kognitif, peneliti seperti Leonard Talmy membahas bagaimana bahasa mengemas peristiwa gerak, seperti jalur dan cara, dengan cara yang berbeda. Bahasa Jerman sering membuat jalur eksplisit lewat preposisi dan kasus, sementara verba bisa fokus pada aksi. Kamu tidak perlu teori untuk memakai tata bahasanya, tetapi ini menjelaskan mengapa pembedaan ini sangat stabil.

Bagi pelajar, intinya sederhana: kasus bukan hiasan. Itu informasi.

Catatan singkat tentang ragam bahasa dan bahasa Jerman di dunia nyata

Tata bahasa ini berlaku di semua ragam, dari formal sampai santai.

Entah kamu mengucapkan salam perpisahan yang sopan seperti di cara mengatakan selamat tinggal dalam bahasa Jerman atau bercanda dengan teman, pilihan kasus tetap memberi sinyal makna. Bahkan saat bahasa Jerman jadi pedas, strukturnya tetap sama, lihat kata makian bahasa Jerman untuk melihat bagaimana tata bahasa tetap utuh bahkan dalam ucapan informal.

Cara melatih ini dengan cuplikan (metode Wordy)

Pilih adegan pendek yang memuat gerak fisik: masuk ruangan, menaruh ponsel, menggantung mantel, duduk di meja.

Dengarkan kontraksinya dulu (im/ins, am/ans), lalu pastikan maknanya dengan bertanya wo? atau wohin? Ini salah satu cara tercepat membuat aturan jadi otomatis karena kamu mendengar kontrasnya pada kecepatan yang realistis.

Jika kamu ingin contoh romantis di mana penempatan dan gerak muncul dalam dialog sehari-hari, cara mengatakan I love you dalam bahasa Jerman adalah pendamping yang ternyata sangat bagus, pasangan sering membicarakan di mana bertemu, di mana duduk, dan di mana barang berada.

💡 Latihan harian satu menit

Tulis 5 pasang kalimat: satu kalimat dengan wo? (datif) dan satu dengan wohin? (akusatif). Pakai nomina yang sama setiap kali. Setelah seminggu, akhiran artikelmu mulai keluar otomatis.

Ringkasan yang bisa kamu simpan di kepala

Preposisi dua arah jadi sederhana begitu kamu menganggapnya sebagai makna.

  • wohin? tujuan, titik akhir, perubahan posisi: akusatif
  • wo? lokasi, posisi, tanpa titik akhir: datif

Pelajari sembilan preposisinya, pelajari bentuk artikelnya, lalu latihan dengan pasangan verba seperti legen/liegen dan stellen/stehen. Setelah itu, ini berhenti jadi topik tata bahasa dan berubah jadi keterampilan mendengarkan yang kamu pakai setiap hari.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu preposisi dua arah bahasa Jerman (Wechselpräpositionen)?
Preposisi dua arah bahasa Jerman adalah preposisi yang bisa memakai akusatif atau datif, tergantung maknanya. Pakai akusatif untuk gerak menuju tujuan (menjawab wohin?), dan datif untuk lokasi atau posisi (menjawab wo?). Yang paling umum: an, auf, hinter, in, neben, über, unter, vor, zwischen.
Benarkah aturannya 'gerak = akusatif, lokasi = datif'?
Sebagian besar benar, tetapi aturan yang tepat adalah tujuan vs posisi. Ada kalimat yang menunjukkan gerak tanpa tujuan, dan saat itu tetap memakai datif. Contoh: Ich gehe im Park (datif) spazieren, gerak di dalam taman, bukan masuk ke taman. Tanyakan wohin? vs wo? untuk memutuskan.
Kenapa 'in die Schule' akusatif, tetapi 'in der Schule' datif?
In die Schule (akusatif) berarti kamu pergi ke sekolah sebagai tujuan, jadi menjawab wohin? In der Schule (datif) berarti kamu sudah berada di dalam sekolah, jadi menjawab wo? Bahasa Jerman menandai perbedaan itu lewat kasus, karena itu pasangan seperti ini sangat penting dalam percakapan.
Bagaimana cara tahu kapan memakai 'an' atau 'auf'?
Aturan praktis: auf sering berarti 'di atas' permukaan (auf dem Tisch), sedangkan an sering berarti 'di' batas atau tepi vertikal (an der Wand, am Fenster, am Meer). Keduanya bisa dua arah, jadi kasus tetap ditentukan oleh wohin? vs wo? setelah kamu memilih preposisinya.
Apakah penutur asli selalu mengikuti aturan preposisi dua arah?
Ya, dalam bahasa Jerman baku, karena pilihan kasus membawa makna. Dalam ucapan cepat kamu bisa mendengar artikel yang dipendekkan (im, am, ans, ins), tetapi kasus dasarnya tetap ada. Ragam daerah bisa lebih sering memilih preposisi tertentu, namun kontras akusatif vs datif tetap menjadi sinyal tata bahasa utama.

Sumber & Referensi

  1. Duden, 'Wechselpräpositionen' (diakses 2026)
  2. Institut für Deutsche Sprache (IDS), grammis: Präpositionen und Kasus (diakses 2026)
  3. Goethe-Institut, Deutsch lernen: Grammatik (diakses 2026)
  4. Ethnologue, edisi ke-27, 2024

Mulai belajar dengan Wordy

Tonton klip film asli dan tambah kosakata sambil jalan. Gratis untuk diunduh.

Unduh di App StoreDapatkan di Google PlayTersedia di Chrome Web Store

Panduan bahasa lainnya