Kutipan dan Peribahasa Jerman: 35 Ungkapan yang Benar-benar Dipakai Orang Jerman (Dengan Pelafalan)
Jawaban cepat
Kutipan dan peribahasa Jerman adalah kalimat pendek yang mudah diingat, dipakai orang Jerman untuk mengomentari hidup, kerja, keberuntungan, dan hubungan. Yang paling berguna biasanya ungkapan sehari-hari seperti 'Übung macht den Meister' dan 'Aller Anfang ist schwer' karena cocok untuk percakapan nyata. Panduan ini mengajarkan 35 peribahasa umum lengkap dengan pelafalan dan konteks, supaya kamu bisa mengenalinya di film dan memakainya secara natural.
Kutipan dan peribahasa Jerman adalah ungkapan singkat yang bisa dipakai berulang, seperti "Übung macht den Meister" dan "Aller Anfang ist schwer". Orang Jerman memakainya untuk memberi nasihat, mengomentari situasi, atau melunakkan kritik. Jika kamu menghafal beberapa yang paling umum, kamu akan lebih paham dialog asli di film dan terdengar lebih natural dalam percakapan sehari-hari.
💡 Cara memakai panduan ini
Baca cepat daftarnya sekali untuk mengenali. Lalu pilih 5 ungkapan yang cocok dengan hidupmu (kerja, studi, hubungan). Kamu akan lebih cepat ingat karena kamu sudah punya situasi yang pas.
Mengapa peribahasa Jerman penting (dan di mana kamu akan mendengarnya)
Bahasa Jerman dipakai oleh jauh lebih dari 100 juta orang sebagai bahasa pertama atau kedua di seluruh Eropa. Bahasa Jerman baku dipakai di Jerman, Austria, Swiss, Liechtenstein, serta sebagian Belgia dan Italia. Goethe-Institut merangkum peran bahasa Jerman sebagai bahasa besar untuk pendidikan, bisnis, dan budaya di Eropa.
Dalam percakapan nyata, orang Jerman tidak terus-menerus mengutip filsuf. Mereka memakai Sprichwörter (peribahasa) dan Redewendungen (ungkapan tetap) yang ringkas sebagai alat sosial, untuk menyemangati, memperingatkan, mengakhiri diskusi, atau menandai akal sehat bersama.
Jika kamu belajar bahasa Jerman lewat film, ungkapan-ungkapan ini sangat berharga karena informasinya padat. Satu kalimat pendek bisa menunjukkan sikap tokoh, latar sosialnya, atau apakah ia sedang bersikap ironis.
Untuk sapaan pembuka dan penutup yang lebih sehari-hari dan cocok dipasangkan dengan peribahasa, lihat cara mengatakan halo dalam bahasa Jerman dan cara mengatakan selamat tinggal dalam bahasa Jerman.
Kutipan vs peribahasa: apa yang dimaksud orang Jerman dengan Sprichwort dan Redewendung
Sprichwort adalah peribahasa, yaitu kalimat lengkap yang menyatakan kebenaran umum atau aturan praktis. "Aller Anfang ist schwer" adalah contoh klasik.
Redewendung adalah ungkapan tetap yang lebih mirip frasa daripada peribahasa lengkap. "Jemandem die Daumen drücken" (menyilangkan jari untuk mendoakan keberuntungan) adalah Redewendung.
Kumpulan Redewendungen dan Sprichwörter dari Duden berguna karena menunjukkan mana yang sudah mapan dan dipahami luas, bukan sekadar yang terlihat puitis di atas kertas.
Karya ahli bahasa Harald Burger tentang fraseologi juga membantu sebagai model mental, ini adalah satuan multi-kata yang disimpan dan diambil penutur sebagai satu paket. Itulah sebabnya ungkapan ini terasa cepat dan idiomatis dalam dialog.
35 peribahasa dan ungkapan Jerman yang benar-benar bisa kamu pakai
Di bawah ini ada 35 ungkapan yang sangat berguna, lengkap dengan perkiraan pelafalan. Tujuannya bukan supaya kamu terdengar seperti ensiklopedia peribahasa. Tujuannya supaya kamu langsung mengenalinya dan memakai beberapa secara natural.
Übung macht den Meister
Pelafalan: OO-bung mahkht den MY-ster
Arti: Latihan membuat sempurna.
Pakai saat seseorang sedang belajar keterampilan, awalnya kesulitan, atau pelan-pelan membaik. Cocok untuk sekolah, olahraga, musik, dan umpan balik kerja.
/OO-bung mahkht den MY-ster/
Arti harfiah: Practice makes the master.
“Am Anfang war es schwer, aber Übung macht den Meister.”
Awalnya memang sulit, tapi latihan membuat sempurna.
Ini salah satu peribahasa Jerman yang paling aman untuk dipakai. Nadanya menyemangati, tidak menggurui, dan umum di Jerman, Austria, serta Swiss.
Aller Anfang ist schwer
Pelafalan: AH-ler AHN-fahng ist shvehr
Arti: Setiap awal itu sulit.
Pakai untuk menghibur orang yang mulai kerja baru, pindah, atau belajar bahasa Jerman. Ini juga bisa jadi cara memaklumi kesalahanmu tanpa terdengar defensif.
Ende gut, alles gut
Pelafalan: EN-duh goot, AH-less goot
Arti: Akhir baik, semuanya baik.
Ini umum dipakai setelah proses yang menegangkan berakhir sukses. Di film, bisa tulus atau sedikit ironis.
Wer rastet, der rostet
Pelafalan: vehr RAH-stet, dehr ROS-tet
Arti: Kalau kamu berhenti bergerak, kamu akan berkarat.
Sering dipakai untuk soal tetap aktif, terutama olahraga atau penuaan. Ucapkan sambil tersenyum, ini bisa terdengar memaksa jika dipakai untuk menghakimi orang.
Morgenstund hat Gold im Mund
Pelafalan: MOR-gen-shtoont haht GOLT im moont
Arti: Bangun pagi membawa rezeki.
Ini lebih kuno dibanding "Übung macht den Meister", tapi masih mudah dikenali. Kamu mungkin mendengarnya dari orang tua, guru, atau tokoh yang lebih tua.
Ohne Fleiß kein Preis
Pelafalan: OH-nuh flyss kyn prys
Arti: Tidak ada hasil tanpa usaha.
Cocok untuk latihan, belajar, dan kerja keras. Nadanya bisa terdengar keras, jadi hindari saat seseorang sudah stres.
Eile mit Weile
Pelafalan: EYE-luh mit VYE-luh
Arti: Biar cepat, jangan tergesa-gesa.
Pakai saat seseorang terburu-buru dan jadi banyak salah. Ini cara halus untuk bilang "pelan-pelan" tanpa terdengar memerintah.
Was du heute kannst besorgen, das verschiebe nicht auf morgen
Pelafalan: vahss doo HOY-tuh kahnst beh-ZOR-gen, dahss fehr-SHEE-buh nikht owf MOR-gen
Arti: Jangan tunda sampai besok apa yang bisa kamu lakukan hari ini.
Kalimat ini panjang, jadi lebih sering muncul dalam tulisan, konteks sekolah, atau sebagai ceramah bercanda. Dalam obrolan santai, orang Jerman sering memendekkannya jadi idenya saja: "Nicht auf morgen verschieben."
Der Apfel fällt nicht weit vom Stamm
Pelafalan: dehr AH-pfel fehllt nikht vyte fom shtahm
Arti: Buah apel jatuh tidak jauh dari pohonnya.
Pakai saat seseorang mirip orang tuanya, dari penampilan, kebiasaan, atau bakat. Tergantung nada, bisa terdengar sayang atau agak mengkritik.
Viele Köche verderben den Brei
Pelafalan: FEE-luh KUR-khuh fehr-DEHR-ben den bry
Arti: Terlalu banyak koki merusak bubur.
Ini umum dalam proyek kelompok. Bisa jadi cara sopan untuk menyarankan pengambil keputusan lebih sedikit.
Wer A sagt, muss auch B sagen
Pelafalan: vehr AH zahkt, mooss owkh BAY zah-gen
Arti: Kalau sudah bilang A, harus bilang B juga.
Pakai saat seseorang ingin berhenti di tengah jalan. Ini bisa memotivasi, tapi juga bisa menekan, jadi lihat situasinya.
Man soll den Tag nicht vor dem Abend loben
Pelafalan: mahn zohl den tahk nikht for dehm AH-bent LOH-ben
Arti: Jangan senang dulu sebelum waktunya.
Dipakai untuk memperingatkan agar tidak merayakan terlalu cepat. Kamu akan mendengarnya saat rencana masih belum pasti.
Reden ist Silber, Schweigen ist Gold
Pelafalan: RAY-den ist ZIL-ber, SHVY-gen ist GOLT
Arti: Bicara itu perak, diam itu emas.
Pakai saat seseorang terlalu banyak membagikan hal pribadi, atau saat diam lebih bijak. Ini bisa terdengar menggurui, jadi ucapkan dengan nada lembut.
Aus den Augen, aus dem Sinn
Pelafalan: owss den OW-gen, owss dehm zin
Arti: Jauh dari mata, jauh dari pikiran.
Dipakai untuk hubungan, kebiasaan, bahkan keinginan ngidam. Dalam dialog, sering bernada pasrah.
Wer nicht wagt, der nicht gewinnt
Pelafalan: vehr nikht vahkt, dehr nikht geh-VINT
Arti: Tidak berani, tidak menang.
Ini dorongan klasik sebelum mengambil risiko. Cocok untuk langkah karier, kencan, dan rencana perjalanan.
Es ist noch kein Meister vom Himmel gefallen
Pelafalan: ess ist nokh kyn MY-ster fom HIM-mel geh-FAHL-en
Arti: Tidak ada yang langsung jadi ahli dalam semalam.
Pakai untuk mengurangi tekanan dan menormalkan kesalahan. Ini cocok dipasangkan dengan "Übung macht den Meister."
Übung macht den Meister, aber Meister fallen nicht vom Himmel
Pelafalan: OO-bung mahkht den MY-ster, AH-ber MY-ster FAHL-en nikht fom HIM-mel
Arti: Latihan membuat ahli, tapi ahli tidak jatuh dari langit.
Ini versi gabungan yang lucu, kadang kamu dengar dari guru atau pelatih. Nadanya membumi dan agak playful.
Aller guten Dinge sind drei
Pelafalan: AH-ler GOO-ten DING-uh zint dry
Arti: Semua hal baik datang bertiga.
Dipakai setelah dua kali mencoba, misalnya percobaan ketiga saat parkir atau putaran ujian ketiga. Bisa juga jadi lelucon ringan saat sesuatu terjadi tiga kali.
Gut Ding will Weile haben
Pelafalan: goot ding vil VYE-luh HAH-ben
Arti: Hal baik butuh waktu.
Pakai saat seseorang ingin hasil terlalu cepat. Cocok untuk kerajinan, memasak, dan proyek jangka panjang.
In der Ruhe liegt die Kraft
Pelafalan: in dehr ROO-uh leekt dee krahft
Arti: Kekuatan ada dalam ketenangan.
Ini terasa sangat "Jerman" dalam adegan menegangkan. Dipakai untuk memuji cara menyelesaikan masalah dengan tenang.
Wer zuerst kommt, mahlt zuerst
Pelafalan: vehr tsoo-AYRST kohmt, mahlt tsoo-AYRST
Arti: Siapa cepat, dia dapat.
Kamu akan mendengarnya di prasmanan, antrean tiket, dan situasi kantor. Nadanya bisa netral atau agak tajam.
Jeder ist seines Glückes Schmied
Pelafalan: YAY-der ist ZY-nes GLUEK-ehs shmeet
Arti: Setiap orang menempa nasibnya sendiri.
Dipakai untuk soal tanggung jawab pribadi. Ini bisa terdengar memotivasi, tapi hati-hati saat seseorang sedang mengalami kesulitan nyata.
Einmal ist keinmal
Pelafalan: EYN-mahl ist KYN-mahl
Arti: Sekali tidak dihitung.
Dipakai saat seseorang melanggar aturan "cuma sekali" dan ingin mengecilkannya. Bisa playful, tapi juga bisa jadi alasan untuk kebiasaan buruk.
Doppelt hält besser
Pelafalan: DOP-pelt helt BEH-ser
Arti: Lebih baik berjaga-jaga, secara harfiah: yang dobel lebih kuat.
Pakai saat kamu mengecek kunci dua kali, mengirim email tindak lanjut, atau mengikat sesuatu dua kali. Ini umum dalam konteks praktis sehari-hari.
Besser spät als nie
Pelafalan: BEH-ser shpayt ahls nee
Arti: Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.
Ini aman dan sangat umum. Cocok untuk minta maaf, datang terlambat, atau akhirnya memulai tugas yang lama tertunda.
Wer den Pfennig nicht ehrt, ist des Talers nicht wert
Pelafalan: vehr den PFEN-ikh nikht ehrt, ist dess TAH-lers nikht vehrt
Arti: Kalau kamu tidak menghargai yang kecil, kamu tidak pantas mendapat yang besar.
Ini lebih tua dan merujuk mata uang lama, tapi orang masih mengenalinya. Pakai sebagai candaan soal hemat atau membuang-buang sumber daya.
Kleinvieh macht auch Mist
Pelafalan: KLYNE-fee makht owkh mist
Arti: Sedikit-sedikit lama-lama jadi banyak.
Ini peribahasa yang sangat umum untuk uang dan produktivitas. Bisa merujuk menabung receh, mengerjakan tugas kecil, atau kemajuan bertahap.
Wer im Glashaus sitzt, soll nicht mit Steinen werfen
Pelafalan: vehr im GLAHS-howss zitst, zohl nikht mit SHTY-nen VEHR-fen
Arti: Orang yang tinggal di rumah kaca jangan melempar batu.
Pakai untuk menegur kemunafikan. Ini bisa memanaskan konflik, jadi sebaiknya dipakai hati-hati atau dengan humor.
Wie man in den Wald hineinruft, so schallt es heraus
Pelafalan: vee mahn in den vahlt hin-EYE-neen-rooft, zoh shallt ess huh-ROWSS
Arti: Apa yang kamu lempar ke dunia akan kembali ke kamu, secara harfiah: bagaimana kamu memanggil ke hutan, begitu pula gema yang kembali.
Ini kalimat yang dulu memicu error MDX kamu. Perbaikannya sederhana, hindari tanda kurung sudut dalam pelafalan, karena MDX menganggapnya tag JSX.
Pakai saat nada bicara seseorang memicu reaksi yang ia terima. Ini umum dalam obrolan keluarga dan umpan balik di tempat kerja.
Wer anderen eine Grube gräbt, fällt selbst hinein
Pelafalan: vehr AHN-deh-ren EYE-nuh GROO-buh grehpt, fehllt zelbst hin-EYE-n
Arti: Siapa menggali lubang untuk orang lain, akan jatuh ke dalamnya sendiri.
Dipakai sebagai peringatan soal intrik. Ini sering muncul dalam adegan yang bernada menggurui.
Lügen haben kurze Beine
Pelafalan: LOO-gen HAH-ben KOOR-tsuh BY-ne
Arti: Kebohongan tidak akan bertahan lama.
Pakai saat kebohongan kemungkinan cepat terbongkar. Ini umum untuk anak-anak, tapi orang dewasa juga memakainya.
Der Ton macht die Musik
Pelafalan: dehr tohn mahkht dee moo-ZEEK
Arti: Bukan apa yang kamu katakan, tapi bagaimana kamu mengatakannya.
Ini cocok dengan budaya komunikasi Jerman. Ini cara rapi untuk membahas sopan santun, sarkasme, atau nada pasif-agresif.
Wer schön sein will, muss leiden
Pelafalan: vehr shurn zyn vil, mooss LY-den
Arti: Cantik itu sakit.
Kamu akan mendengarnya soal fashion, potong rambut, dan sepatu yang tidak nyaman. Biasanya diucapkan dengan humor.
Ordnung muss sein
Pelafalan: ORT-noong mooss zyn
Arti: Harus ada keteraturan.
Ini kalimat stereotip, tapi juga benar-benar dipakai, terutama saat seseorang ngotot soal aturan atau kerapian. Di film, bisa tulus atau ironis.
Da liegt der Hund begraben
Pelafalan: dah leekt dehr hoont beh-GRAH-ben
Arti: Itulah inti masalahnya, secara harfiah: di situlah anjing dikubur.
Pakai saat kamu menemukan alasan sebenarnya di balik masalah. Ini ungkapan idiomatis yang kuat dan terdengar sangat native.
Jetzt haben wir den Salat
Pelafalan: yetst HAH-ben veer den sah-LAHT
Arti: Sekarang kita dapat masalah, secara harfiah: sekarang kita punya salad.
Dipakai saat situasi sudah kacau dan kamu harus menghadapi akibatnya. Ini umum dalam keluhan sehari-hari dan dialog komedi.
Cara belajar peribahasa dari film tanpa terdengar seperti buku pelajaran
Peribahasa paling pas saat cocok dengan adegannya. Kalau kamu menyelipkannya sembarangan, kamu bisa terdengar dibuat-buat.
Metode yang bagus adalah mempelajarinya sebagai "skrip" yang terikat pada situasi. Ini sejalan dengan cara fraseologi dibahas dalam linguistik Jerman. Materi IDS dan kerangka fraseologi Burger mengarah ke kesimpulan praktis yang sama, ungkapan ini disimpan sebagai satu paket, jadi kamu perlu menyimpan momen lengkapnya, bukan hanya kata-katanya.
Kalau kamu ingin lebih banyak kalimat idiomatis sehari-hari (tidak selalu peribahasa), pasangkan daftar ini dengan panduan idiom dan ungkapan bahasa Jerman. Untuk merapikan pelafalan, panduan pelafalan bahasa Jerman membantu untuk bunyi seperti "ch", "r", dan umlaut.
💡 Rutinitas peribahasa 10 menit
Pilih satu ungkapan. Cari satu cuplikan nyata yang cocok. Ulangi dengan suara keras 10 kali, lalu tulis satu pesan yang memakainya (meski untuk diri sendiri). Besoknya, dengarkan lagi dan coba ingat kalimatnya sebelum kamu memutarnya.
Catatan budaya: kapan peribahasa terasa natural (dan kapan tidak)
Di tempat kerja berbahasa Jerman, peribahasa bisa diterima, tapi yang pendek biasanya lebih pas. "Besser spät als nie" atau "Der Ton macht die Musik" bisa terdengar seperti komentar biasa.
Kalimat panjang yang bernada menggurui bisa terasa seperti ceramah. Kalau kamu tidak yakin, pakai kalimat netral dulu, lalu tambahkan peribahasa sebagai pelunak.
Untuk sopan santun dan ekspektasi sosial dalam konteks berbahasa Jerman, lihat etiket dan kebiasaan Jerman. Ini membantu kamu menilai kapan peribahasa terdengar ramah dan kapan terdengar menghakimi.
Cara sederhana untuk mulai memakainya hari ini
Mulai dengan tiga kalimat yang aman dan fleksibel: "Übung macht den Meister", "Besser spät als nie", dan "Der Ton macht die Musik". Ketiganya mencakup belajar, waktu, dan nada, yang sering muncul dalam percakapan nyata.
Kalau kamu belajar dari dialog autentik, simpan adegan saat kamu mendengar salah satu kalimat ini, lalu pakai lagi dalam situasi yang mirip. Dengan begitu, peribahasa berhenti jadi "daftar" dan mulai jadi sesuatu yang benar-benar kamu ucapkan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa peribahasa Jerman yang paling terkenal?
Apakah orang Jerman benar-benar memakai peribahasa dalam percakapan sehari-hari?
Apakah peribahasa Jerman sama di Austria dan Swiss?
Bagaimana cara belajar kutipan Jerman dari film dan TV tanpa menghafal daftar?
Apa ungkapan Jerman yang bagus untuk menyemangati seseorang?
Sumber & Referensi
- Goethe-Institut, 'Belajar bahasa Jerman: angka dan fakta' (diakses 2026)
- Duden, Redewendungen und Sprichwörter (diakses 2026)
- Institut für Deutsche Sprache (IDS), sumber tentang fraseologi dan penggunaan bahasa Jerman (diakses 2026)
- DWDS, Digitales Wörterbuch der deutschen Sprache, entri untuk peribahasa umum (diakses 2026)
Mulai belajar dengan Wordy
Tonton klip film asli dan tambah kosakata sambil jalan. Gratis untuk diunduh.

