← Kembali ke Blog
🇩🇪Jerman

Idiom dan Ungkapan Bahasa Jerman: 35 Ucapan yang Benar-benar Akan Kamu Dengar (Dengan Pelafalan)

Oleh SandorDiperbarui: 8 Mei 202612 mnt baca

Jawaban cepat

Idiom bahasa Jerman adalah ungkapan tetap yang jarang bisa diterjemahkan kata per kata. Jika kamu mempelajari yang paling umum, seperti 'Ich verstehe nur Bahnhof' dan 'Daumen drücken', kamu akan lebih cepat paham percakapan sehari-hari dan terdengar lebih natural di negara berbahasa Jerman.

Idiom dan ungkapan Jerman adalah frasa tetap yang dipakai orang Jerman untuk bereaksi cepat, menambah humor, dan memberi sinyal kedekatan sosial, dan mempelajari inti idiom membantu Anda memahami percakapan nyata jauh lebih baik daripada terjemahan harfiah.

Bahasa Jerman juga termasuk bahasa bernilai tinggi untuk dipelajari: Ethnologue memperkirakan sekitar 90 juta penutur asli dan kira-kira 130 juta penutur total di seluruh dunia, tersebar di Jerman, Austria, Swiss, dan komunitas lain. Jika Anda sudah menguasai dasar seperti salam dan perpisahan, idiom adalah salah satu cara tercepat agar terdengar kurang seperti buku teks dan lebih manusiawi, terutama dalam dialog TV dan film.

Jika Anda ingin pemanasan dulu, baca ulang cara mengucapkan halo dalam bahasa Jerman dan cara mengucapkan selamat tinggal dalam bahasa Jerman. Lalu kembali ke sini dan mulai perhatikan seberapa sering penutur asli mengandalkan frasa tetap.

Apa yang termasuk idiom dalam bahasa Jerman (dan mengapa itu penting)

Idiom (Redewendung) adalah ungkapan konvensional yang maknanya tidak sepenuhnya bisa ditebak dari kata-kata penyusunnya. Entri Redewendungen di Duden adalah pengecekan realitas yang bagus: jika sebuah frasa tercantum di sana, biasanya cukup umum untuk layak dipelajari.

Idiom penting karena mereka adalah jalan pintas pemrosesan. Dalam percakapan, orang tidak menyusun setiap kalimat dari nol, mereka memakai ulang potongan frasa, ini adalah gagasan inti dalam riset fraseologi yang terkait dengan peneliti seperti Alison Wray (karya tentang bahasa formulaik) dan Harald Burger (karya tentang fraseologi Jerman).

Cara belajar idiom tanpa menghafal 1.000 ungkapan acak

Fokus pada situasi yang sering muncul: kebingungan, dukungan, kejengkelan, keterkejutan, dan menenangkan orang. Ini muncul terus dalam dialog, terutama di adegan kantor, pertengkaran keluarga, dan komedi.

Pelajari juga “bingkai” di sekitar idiom. Banyak idiom cenderung memakai kata kerja atau pronomina tertentu, dan jika Anda meniru polanya utuh, Anda akan terdengar natural lebih cepat.

💡 Aturan praktis

Kalau Anda tidak bisa membayangkan diri Anda mengucapkannya minggu ini, lewati dulu. Idiom paling efektif saat cocok dengan hidup Anda: ujian, tenggat kerja, kencan, perjalanan, dan pertemanan.

35 idiom dan ungkapan Jerman yang benar-benar akan Anda dengar

Di bawah ini adalah idiom yang dipahami luas dalam bahasa Jerman Standar. Beberapa punya nuansa regional ringan, dan saya akan menandainya saat itu penting.

Daumen drücken

Pelafalan: DOW-men DRUEK-en

Arti: Menyilangkan jari untuk seseorang.

Pakai saat seseorang punya ujian, wawancara, kencan, atau janji medis. Orang Jerman secara harfiah “menekan ibu jari” untuk keberuntungan.

Santai

/DOW-men DRUEK-en/

Arti harfiah: To press thumbs

Ich drücke dir die Daumen für das Vorstellungsgespräch.

Aku menyilangkan jari untuk wawancaramu.

🌍

Sangat umum dan ramah. Anda bisa mengatakannya ke teman, rekan kerja, dan keluarga. Dengan orang asing, tambahkan nada sopan: 'Ich drücke Ihnen die Daumen'.

Ich verstehe nur Bahnhof

Pelafalan: ikh fer-SHTEH-uh noor BAHN-hohf

Arti: Saya tidak mengerti apa-apa.

Ini lebih kuat daripada “Wie bitte?” dan sering dipakai saat seseorang menjelaskan terlalu cepat atau terlalu teknis.

Santai

/ikh fer-SHTEH-uh noor BAHN-hohf/

Arti harfiah: I only understand train station

Kannst du das nochmal erklären? Ich verstehe nur Bahnhof.

Bisa jelaskan lagi? Aku sama sekali tidak paham.

🌍

Sering diucapkan sambil setengah tertawa untuk melunakkan pengakuan kebingungan. Dalam situasi formal, Anda bisa ganti ke 'Ich habe das nicht ganz verstanden'.

Alles in Butter

Pelafalan: AH-less in BOO-ter

Arti: Semuanya baik-baik saja.

Ini frasa yang menenangkan, dipakai setelah masalah kecil atau saat seseorang khawatir.

Jetzt geht’s um die Wurst

Pelafalan: yetst GAYTS oom dee VOORST

Arti: Sekarang saatnya penentuan, sekarang ini benar-benar penting.

Anda akan mendengarnya di olahraga, ujian, negosiasi, dan tenggat. Ini informal tapi tidak kasar.

Das ist nicht mein Bier

Pelafalan: dahss ist nikht mine BEER

Arti: Bukan urusan saya, bukan tanggung jawab saya.

Ini bisa terdengar menepis, jadi pakai dengan hati-hati. Aman di antara teman, berisiko di tempat kerja.

Tomaten auf den Augen haben

Pelafalan: toh-MAH-ten owf den OW-gen HAH-ben

Arti: Tidak melihat sesuatu yang jelas.

Pakai saat seseorang tidak bisa menemukan kunci yang ada tepat di depan mereka.

Jemandem einen Korb geben

Pelafalan: YEH-man-dem EYE-nen korp GAY-ben

Arti: Menolak seseorang secara romantis.

Ini umum dalam obrolan soal kencan, tapi bisa terasa blak-blakan jika diucapkan langsung kepada orangnya.

Ich bin fix und fertig

Pelafalan: ikh bin fiks oont FEHR-tikh

Arti: Saya capek sekali.

Ini bahasa Jerman lisan sehari-hari. Anda akan mendengarnya setelah kerja, perjalanan, atau hari yang menegangkan.

Das ist mir Wurst

Pelafalan: dahss ist meer VOORST

Arti: Saya tidak peduli, terserah.

Ini bisa terdengar cuek. Kalau ingin lebih lembut, ucapkan “Mir ist das egal” dengan nada netral.

Das ist mir schnuppe

Pelafalan: dahss ist meer SHNOO-peh

Arti: Saya tidak peduli.

Mirip “Das ist mir Wurst”, sering agak bercanda.

Da liegt der Hund begraben

Pelafalan: dah leekt der hoont beh-GRAH-ben

Arti: Itu masalah sebenarnya, itu inti persoalan.

Ini berguna di rapat saat Anda ingin menunjuk penyebab yang mendasari.

Ich glaub, es hackt

Pelafalan: ikh glowp ess hahkt

Arti: Seriusan?

Ini mengekspresikan kejengkelan atau tidak percaya. Simpan untuk konteks informal.

Das kann doch nicht wahr sein

Pelafalan: dahss kahn dokh nikht vahr zine

Arti: Itu tidak mungkin benar.

Reaksi umum terhadap sial, birokrasi, atau kabar mengejutkan.

Das ist der Hammer

Pelafalan: dahss ist der HAH-mer

Arti: Itu keren banget, itu gila.

Nada menentukan apakah ini positif atau sarkastik. Dalam komedi, sarkasme sering muncul.

Auf keinen Fall

Pelafalan: owf KINE-en fahl

Arti: Tidak mungkin.

Sangat umum dan aman. Untuk penekanan ekstra: “Auf gar keinen Fall.”

Das ist nicht ohne

Pelafalan: dahss ist nikht OH-neh

Arti: Itu tidak mudah, itu serius.

Orang memakainya untuk tugas sulit, situasi intens, atau efek yang ternyata kuat.

Ich bin dabei

Pelafalan: ikh bin dah-BYE

Arti: Aku ikut, aku gabung.

Bagus untuk rencana dan undangan. Ini kasual tapi juga normal di tempat kerja.

Ich bin raus

Pelafalan: ikh bin rows

Arti: Aku keluar.

Anda akan mendengarnya di grup chat, rencana, atau saat seseorang berhenti dari diskusi.

Das ist nicht mein Ding

Pelafalan: dahss ist nikht mine DING

Arti: Itu bukan gaya saya.

Cara sopan untuk menolak aktivitas tanpa terdengar menghakimi.

Das ist nicht so mein Fall

Pelafalan: dahss ist nikht zoh mine fahl

Arti: Aku tidak terlalu suka.

Sedikit lebih lembut daripada “nicht mein Ding”, sering dipakai untuk film, musik, atau makanan.

Da steppt der Bär

Pelafalan: dah shtaypt der BEHR

Arti: Tempat itu bakal ramai.

Anda mungkin mendengarnya tentang pesta, festival, atau bar yang sibuk. Ini bisa terdengar agak kuno, tapi masih dikenali.

Ich mach mir keinen Kopf

Pelafalan: ikh mahkh meer KINE-en kopf

Arti: Aku tidak memikirkannya sampai stres.

Berguna saat menenangkan seseorang. Ini memberi sinyal tenang, kadang tenang yang keras kepala.

Das ist mir durchgerutscht

Pelafalan: dahss ist meer DOORKH-geh-rootsht

Arti: Itu terlewat dari ingatanku.

Alasan umum saat lupa email atau tugas. Ini lebih natural daripada “Ich habe es vergessen.”

Ich habe die Nase voll

Pelafalan: ikh HAH-beh dee NAH-zeh fohl

Arti: Aku sudah muak.

Emosi kuat, tapi tidak cabul. Kalau ingin versi lebih ringan: “Ich habe genug.”

Das geht mir auf die Nerven

Pelafalan: dahss gayt meer owf dee NEHR-ven

Arti: Itu bikin aku kesal.

Sangat umum. Di tempat kerja, pertimbangkan yang lebih lembut: “Das ist etwas nervig.”

Das ist ein alter Hut

Pelafalan: dahss ist ine AHL-ter hoot

Arti: Itu berita lama.

Bagus untuk topik berulang atau ide yang sudah tidak menarik.

Das ist Schnee von gestern

Pelafalan: dahss ist shnay fon GES-tern

Arti: Itu sudah lewat, itu masa lalu.

Ini bisa terdengar menepis, tapi umum dalam obrolan hubungan dan pertengkaran.

Jemandem auf den Keks gehen

Pelafalan: YEH-man-dem owf den keks GAY-en

Arti: Mengganggu seseorang.

Ini informal dan sering dipakai dengan humor. Kata “Keks” membuatnya terdengar kurang agresif.

Ich habe einen Kater

Pelafalan: ikh HAH-beh EYE-nen KAH-ter

Arti: Aku mabuk alkohol (hangover).

Secara harfiah “kucing jantan”. Sangat umum setelah pesta.

🌍 Jebakan budaya kecil

Dalam bahasa Jerman, Kater berarti hangover. Dalam bahasa Indonesia, “kucing” tidak berarti hangover. Kalau Anda menerjemahkan harfiah, Anda akan membingungkan orang. Inilah alasan idiom paling baik dipelajari sebagai satu kesatuan.

Ich bin auf dem Holzweg

Pelafalan: ikh bin owf dem HOLTS-vayk

Arti: Aku berada di jalur yang salah.

Berguna saat Anda sadar asumsi Anda salah. Ini frasa koreksi diri yang enak dipakai.

Das ist ein Kinderspiel

Pelafalan: dahss ist ine KIN-der-shpeel

Arti: Itu gampang sekali.

Ini kasual, dan bisa terdengar sombong jika dipakai untuk tugas orang lain.

Übung macht den Meister

Pelafalan: UEH-boong mahkht den MY-ster

Arti: Latihan membuat sempurna.

Ini peribahasa, bukan sekadar idiom. Umum dalam konteks belajar, olahraga, dan kerajinan.

Ende gut, alles gut

Pelafalan: EN-deh goot AH-less goot

Arti: Akhir baik, semuanya baik.

Sering diucapkan setelah cerita menegangkan berakhir baik. Ini juga bisa dipakai secara ironis.

Ich hau mich aufs Ohr

Pelafalan: ikh how meekh owfs ohr

Arti: Aku mau tidur.

Sangat kasual, sering dipakai malam hari saat pamit dari obrolan atau pesta.

Ich bin platt

Pelafalan: ikh bin plaht

Arti: Aku capek banget.

Pendek, lisan, dan umum. Cocok untuk lelah sehari-hari.

Das ist nicht die feine Art

Pelafalan: dahss ist nikht dee FY-neh ahrt

Arti: Itu tidak sopan, itu bukan cara yang pantas.

Ini frasa penilaian sosial. Bisa berupa teguran ringan, sering dipakai penutur yang lebih tua.

Kapan idiom terdengar natural vs kapan terdengar aneh

Idiom adalah sinyal sosial. Jika dipakai dengan tepat, idiom menunjukkan Anda “nyambung” dalam percakapan, jika dipakai buruk, Anda bisa terdengar seperti sedang berakting.

Karya ahli linguistik Deborah Tannen tentang gaya percakapan berguna sebagai kacamata: orang memakai bahasa formulaik untuk mengelola keakraban, keterlibatan, dan jarak. Dalam bahasa Jerman, itu sering berarti memakai reaksi idiomatik pendek alih-alih penjelasan panjang.

Sesuaikan ragam bahasa

Sebagian idiom netral, seperti “Auf keinen Fall”. Yang lain membawa sikap, seperti “Das ist nicht mein Bier”.

Jika Anda ragu, pilih opsi netral dulu. Anda selalu bisa jadi lebih “berwarna” nanti.

⚠️ Waspada di tempat kerja

Di tempat kerja, hindari idiom yang terdengar menepis atau emosional sampai Anda paham budaya tim. 'Nicht mein Bier' dan 'Ich glaub, es hackt' bisa terdengar tidak sopan dalam rapat, meski normal di antara teman.

Perhatikan nuansa regional dan generasi

Bahasa Jerman bersifat plurisentris: Jerman, Austria, dan Swiss masing-masing punya ragam standar sendiri. Institut für Deutsche Sprache (IDS) membahas bagaimana pemakaian berbeda antarwilayah, dan Anda akan merasakannya pada idiom juga.

Dialek Swiss German menambah lapisan lain. Kebanyakan orang Swiss paham idiom bahasa Jerman Standar, tetapi percakapan sehari-hari di Zürich atau Basel bisa sangat kental dialek.

Jika Anda belajar untuk perjalanan, pasangkan artikel ini dengan frasa perjalanan bahasa Jerman agar Anda punya dasar praktis dan reaksi yang natural.

Idiom di film dan TV: mengapa Anda sering mendengarnya

Penulis naskah memakai idiom karena idiom memadatkan makna. “Ich bin raus” langsung menandakan mundur, “Da liegt der Hund begraben” menandakan analisis, dan “Ich habe die Nase voll” menandakan eskalasi emosi.

Itulah sebabnya belajar lewat cuplikan efektif: Anda mendengar idiom bersama ekspresi wajah, timing, dan situasi yang tepat. Jika Anda sedang membangun rutinitas belajar, gabungkan idiom dengan kosakata inti seperti 100 kata bahasa Jerman yang paling umum agar Anda paham kalimat di sekitarnya.

Pola mini yang membuat idiom ini lebih mudah

Anda bisa mendaur ulang bagian idiom untuk membuat kalimat baru.

Mir ist das ...

“Mir ist das egal”, “Mir ist das zu viel”, “Mir ist das peinlich” bukan idiom, tapi ini bingkai mirip idiom yang muncul terus. Ini membantu Anda menyatakan sikap dengan cepat.

Das geht mir auf ...

“Das geht mir auf die Nerven” adalah yang klasik, tapi Anda juga akan mendengar “Das geht mir auf den Geist”. Pelajari satu, kenali keduanya.

Ich bin ...

“Ich bin platt”, “Ich bin dabei”, “Ich bin raus” itu pendek dan kuat. Ini juga mudah diucapkan dan sulit salah secara tata bahasa.

Bagaimana dengan ungkapan kasar?

Bahasa Jerman juga punya banyak idiom kasar, tapi itu berisiko secara sosial. Jika Anda penasaran, pisahkan dari perangkat sehari-hari Anda dan pelajari dengan konteks dan tingkat kekasarannya.

Untuk itu, gunakan panduan kata makian bahasa Jerman kami. Ini membantu Anda mengenali yang Anda dengar tanpa tidak sengaja memperkeruh situasi.

Rencana latihan sederhana 7 hari (tanpa kebut)

Pilih 5 idiom dari daftar yang cocok dengan hidup Anda saat ini. Tulis satu kalimat pendek untuk masing-masing, lalu ucapkan keras-keras.

Lalu, selama seminggu, lakukan ini:

  • Hari 1: Dengarkan idiom itu di acara atau podcast, jangan ucapkan dulu.
  • Hari 2: Ikuti satu cuplikan baris demi baris, meniru ritmenya.
  • Hari 3: Pakai satu idiom dalam pesan teks.
  • Hari 4: Pakai satu idiom dalam momen bicara yang risikonya rendah.
  • Hari 5: Ganti dengan alternatif netral dan bandingkan nadanya.
  • Hari 6: Tinjau, lalu buang yang terasa tidak natural.
  • Hari 7: Tambahkan 2 idiom baru.

Jika Anda juga ingin bahasa romantis, idiom tidak selalu alat terbaik. Mulailah dari frasa langsung di cara mengatakan aku cinta kamu dalam bahasa Jerman, lalu tambahkan idiom yang lucu setelah bahasa Jerman untuk hubungan Anda terasa nyaman.

Gunakan idiom agar terdengar natural, bukan untuk pamer

Tujuannya bukan menaburkan ungkapan di setiap kalimat. Tujuannya adalah memahami maksud orang, merespons cepat, dan menjaga percakapan tetap mengalir.

Jika Anda mempelajari bahkan 10 idiom ini dengan baik, Anda akan merasakan lonjakan nyata dalam pemahaman mendengar dan rasa percaya diri. Untuk ide belajar lain dan latihan berbasis cuplikan, jelajahi blog Wordy dan bangun rutinitas kecil yang bisa diulang berdasarkan apa yang benar-benar Anda dengar dalam dialog nyata.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa idiom bahasa Jerman yang paling umum?
Beberapa idiom Jerman yang paling sering kamu dengar adalah 'Daumen drücken' (mendukung seseorang), 'Ich verstehe nur Bahnhof' (aku sama sekali tidak paham), dan 'Alles in Butter' (semuanya baik-baik saja). Idiom ini umum karena cocok untuk situasi sehari-hari: dukungan, kebingungan, dan menenangkan.
Apakah idiom bahasa Jerman bisa diterjemahkan secara harfiah ke bahasa Inggris?
Biasanya tidak. Banyak idiom Jerman bersifat metaforis atau punya latar sejarah, jadi terjemahan harfiah terdengar aneh. Misalnya, 'Tomaten auf den Augen haben' secara harfiah menyebut tomat di mata, tetapi artinya kamu melewatkan sesuatu yang jelas. Pelajari makna dan konteksnya, bukan hanya katanya.
Apakah idiom-idiom ini juga dipakai di Austria dan Swiss?
Banyak yang dipakai di seluruh wilayah berbahasa Jerman, tetapi ada juga yang lebih khas Jerman. Idiom Jerman Standar seperti 'Daumen drücken' dipahami luas, sementara yang lain bisa terasa regional. Jika kamu belajar untuk Swiss, ingat bahwa Swiss German adalah kumpulan dialek tersendiri, meski Jerman Standar dipakai dalam tulisan.
Bagaimana cara berlatih idiom bahasa Jerman tanpa terdengar dibuat-buat?
Mulailah dengan mengenali idiom dalam konteks sebelum memakainya sendiri. Pilih satu atau dua yang cocok dengan gaya bicaramu, lalu gabungkan dengan kalimat sederhana. Menonton cuplikan dan menirukan intonasinya sangat membantu. Terlalu sering memakai idiom bisa terdengar berlebihan, jadi gunakan secukupnya.
Apa bedanya idiom dan peribahasa dalam bahasa Jerman?
Idiom adalah ungkapan tetap yang dipakai di dalam kalimat, seperti 'Daumen drücken'. Peribahasa adalah pernyataan umum tentang hidup, seperti 'Übung macht den Meister'. Keduanya bersifat formulaik, tetapi peribahasa lebih seperti nasihat atau kearifan rakyat, sedangkan idiom adalah alat percakapan sehari-hari.

Sumber & Referensi

  1. Ethnologue, Ethnologue: Languages of the World, edisi ke-27, 2024
  2. Duden, Redewendungen (kamus online), diakses 2026
  3. Institut für Deutsche Sprache (IDS), sumber tentang penggunaan bahasa Jerman dan fraseologi, diakses 2026
  4. Goethe-Institut, sumber belajar Deutsch lernen, diakses 2026

Mulai belajar dengan Wordy

Tonton klip film asli dan tambah kosakata sambil jalan. Gratis untuk diunduh.

Unduh di App StoreDapatkan di Google PlayTersedia di Chrome Web Store

Panduan bahasa lainnya