← Kembali ke Blog
🇩🇪Jerman

Panduan Preposisi Bahasa Jerman: Kasus, Makna, dan Penggunaan Nyata

Oleh SandorDiperbarui: 3 Mei 202612 mnt baca

Jawaban cepat

Preposisi bahasa Jerman adalah kata kecil yang mengatur makna dan tata bahasa, terutama kasus (akusatif, datif, atau genitif). Cara tercepat untuk menguasainya adalah mempelajarinya per kelompok: akusatif untuk arah/tujuan, datif untuk lokasi/keadaan, preposisi dua arah untuk gerak vs posisi, serta daftar singkat yang memakai genitif dalam bahasa Jerman formal.

Preposisi bahasa Jerman paling mudah dipelajari dengan mengingat kasus apa yang mereka minta dan makna apa yang mereka bawa dalam kalimat nyata, ada yang selalu memakai akusatif, ada yang selalu memakai datif, ada yang biasanya memakai genitif, dan preposisi dua arah berganti antara akusatif (gerak menuju tujuan) dan datif (lokasi). Setelah kamu mengelompokkan seperti ini, urutan kata dan artikel dalam bahasa Jerman jadi jauh lebih mudah ditebak.

Preposisi penting karena mereka melakukan dua tugas sekaligus, menambah makna (waktu, tempat, sebab, cara) dan mengendalikan tata bahasa (kasus). Kalau kamu masih membangun dasar, pasangkan ini dengan panduan der, die, das bahasa Jerman dan panduan penjelasan kasus bahasa Jerman.

Bahasa Jerman juga termasuk bahasa dunia besar, Ethnologue memperkirakan sekitar 90 juta penutur asli, ditambah jauh lebih banyak penutur bahasa kedua di seluruh Eropa dan di luar itu (Ethnologue, ed. ke-27, 2024). Itu berarti pola-pola di bawah ini layak kamu kuasai, karena kamu akan mendengarnya di mana-mana, dari berita sampai Netflix.

Aturan inti: preposisi "mengatur" kasus

Dalam tata bahasa Jerman, sebuah preposisi biasanya menetapkan kasus pada frasa nomina yang mengikutinya. Tata bahasa rujukan Jerman menyebut ini sebagai Rektion (government), preposisi menentukan apakah kamu memakai akusatif, datif, atau genitif.

Kamu belum memilih kasus berdasarkan apa yang "terasa benar". Kamu memilihnya karena preposisi menuntutnya, atau karena preposisi dua arah mengubah kasus sesuai makna.

💡 Kebiasaan cepat untuk belajar

Saat kamu mempelajari sebuah preposisi, selalu pelajari bersama bingkai mini: "mit + Dativ", "für + Akkusativ", "während + Genitiv". Ini mencegah kesalahan umum, yaitu menghafal hanya makna dalam bahasa Indonesia.

Preposisi akusatif (Akkusativ)

Preposisi akusatif sering menyatakan arah, gerak melewati sesuatu, tujuan, atau "sasaran" langsung dari sebuah tindakan. Mereka juga sering muncul dalam ungkapan tetap, jadi kamu akan bertemu sejak awal.

durch

durch (DOORKH, dengan bunyi "kh" dari tenggorokan) berarti "melalui" atau "dengan cara."

  • durch die Stadt: melalui kota
  • durch Zufall: kebetulan

Kalimat bergaya film yang umum adalah Ich gehe durch die Tür. (ikh GEH-uh doorkh dee TEUR) yang berarti "Aku berjalan melewati pintu."

für

für (FYOOR) berarti "untuk."

  • für dich: untukmu
  • für einen Moment: untuk sesaat

Jebakan pelajar: "untuk" dalam bahasa Indonesia bisa cocok ke beberapa struktur Jerman. Durasi waktu sering memakai für (für zwei Stunden), tetapi "untuk" dalam arti "karena" biasanya memakai wegen.

ohne

ohne (OH-nuh) berarti "tanpa."

  • ohne Zucker: tanpa gula
  • ohne mich: tanpa aku

gegen

gegen (GAY-gen) berarti "melawan" atau "sekitar" (perkiraan waktu).

  • gegen die Wand: ke arah dinding, menabrak dinding
  • gegen acht Uhr: sekitar jam 8

um

um (oom) adalah preposisi yang sangat sering dipakai untuk jam dan "mengelilingi" (secara fisik).

  • um 7 Uhr: jam 7
  • um den Tisch: mengelilingi meja

bis

bis (biss) biasanya berarti "sampai" atau "hingga." Sering muncul tanpa artikel dan bisa digabung dengan preposisi lain:

  • bis morgen: sampai besok
  • bis zum Bahnhof: sampai stasiun (bis + zu + dem)

Preposisi datif (Dativ)

Preposisi datif sering menyatakan lokasi, kebersamaan, alat, atau hubungan. Dalam bahasa Jerman sehari-hari, ini ada di mana-mana.

mit

mit (mit) berarti "dengan."

  • mit meiner Freundin: dengan pacarku
  • mit dem Auto: naik mobil

Kalau kamu ingin terdengar natural saat menyapa, mit juga sering muncul dalam obrolan ringan: Was ist mit dir los? (vahss ist mit deer lohs) yang berarti "Ada apa denganmu?"

Untuk pola sapaan lain, lihat cara mengatakan halo dalam bahasa Jerman.

bei

bei (by) adalah salah satu yang paling berguna dan paling sering disalahpahami. Bisa berarti "di" (di tempat seseorang), "dengan" (orang atau institusi), atau "selama" (sebuah acara).

  • bei mir: di tempatku, bersamaku
  • bei der Arbeit: di tempat kerja
  • bei Regen: kalau hujan, saat hujan

Catatan budaya: bei adalah penanda "konteks" khas Jerman. Orang Jerman memakainya untuk menambatkan situasi dengan tepat, terutama dalam obrolan kerja: bei uns (di perusahaan kami, di tim kami).

nach

nach (nahkh) berarti "ke" untuk kota dan negara tanpa artikel, dan "setelah" untuk waktu.

  • nach Berlin: ke Berlin
  • nach Deutschland: ke Jerman
  • nach dem Essen: setelah makan

Jebakan pelajar: zu dipakai untuk orang dan tempat yang dianggap tujuan seperti toko, acara, atau institusi. nach dipakai untuk kota, negara, dan makna "setelah."

zu

zu (tsoo) berarti "ke" (orang, janji, institusi) dan juga muncul dalam banyak frasa tetap.

  • zu meiner Mutter: ke ibuku
  • zum Arzt: ke dokter
  • zu Hause: di rumah

aus

aus (ows) berarti "keluar dari" atau "dari" (asal).

  • aus dem Haus: keluar dari rumah
  • aus Österreich: dari Austria

von

von (fon) berarti "dari" dan juga dipakai untuk kepemilikan dalam percakapan sehari-hari.

  • von der Schule: dari sekolah
  • das Auto von meinem Bruder: mobil kakak laki-lakiku

Dalam tulisan formal, bahasa Jerman sering lebih memilih genitif untuk kepemilikan, tetapi dalam percakapan, von sangat umum.

seit

seit (zyte) berarti "sejak" (titik awal yang berlanjut sampai sekarang).

  • seit gestern: sejak kemarin
  • seit zwei Jahren: selama dua tahun (dan masih berlangsung)

gegenüber

gegenüber (GAY-gen-oo-ber) berarti "berseberangan." Bisa muncul sebelum atau sesudah frasa nomina.

  • gegenüber dem Bahnhof: berseberangan dengan stasiun
  • dem Bahnhof gegenüber: berseberangan dengan stasiun

Preposisi dua arah (Wechselpräpositionen): lokasi vs tujuan

Preposisi dua arah adalah inti preposisi bahasa Jerman karena memaksa kamu berpikir lewat makna, bukan terjemahan. Mereka memakai:

  • Akusatif untuk tujuan atau gerak menuju sasaran (Wohin? ke mana?)
  • Datif untuk lokasi atau posisi (Wo? di mana?)

Daftarnya: an, auf, hinter, in, neben, über, unter, vor, zwischen.

Di sinilah bahasa Jerman terasa sangat "spasial." Seperti yang ditunjukkan karya Stephen Levinson tentang bahasa ruang, bahasa-bahasa berbeda dalam cara mengemas ruang dan sudut pandang, dan bahasa Jerman membuat kontras tujuan vs lokasi terlihat secara tata bahasa lewat kasus.

in

in (in) adalah preposisi dua arah yang paling sering.

  • Ich bin in der Küche. (ikh bin in dair KUEH-khuh) lokasi, datif
  • Ich gehe in die Küche. (ikh GEH-uh in dee KUEH-khuh) tujuan, akusatif

Jalan pintas yang praktis: kalau dalam bahasa Indonesia kamu bisa memaknainya sebagai "masuk ke", biasanya kamu perlu akusatif.

auf

auf (owf) berarti "di atas" atau "ke atas" dan dipakai untuk permukaan serta banyak institusi.

  • auf dem Tisch: di atas meja (datif)
  • auf den Tisch: ke atas meja (akusatif)

Catatan budaya: di banyak daerah, orang Jerman mengatakan auf der Arbeit, saat bahasa Indonesia biasanya mengatakan "di tempat kerja." Kamu juga akan mendengar bei der Arbeit. Keduanya umum, tergantung daerah dan kebiasaan pribadi.

an

an (ahn) sering berarti "di" (pada permukaan vertikal atau tepi) atau "ke" (mendekati batas).

  • an der Wand: di dinding (datif)
  • an die Wand: ke dinding (akusatif)

über

über (UE-ber) bisa berarti "di atas" secara ruang, dan "tentang" sebagai topik.

  • über dem Sofa: di atas sofa (datif)
  • über das Sofa: melewati sofa (akusatif, gerak)

Pemakaian topik sering akusatif dalam praktik: Wir reden über den Film. (veer RAY-den UE-ber den film) "Kami membicarakan film itu."

unter, vor, hinter, neben, zwischen

Ini mengikuti logika yang sama:

  • unter dem Bett (di bawah tempat tidur, lokasi) vs unter das Bett (ke bawah tempat tidur, tujuan)
  • vor der Tür (di depan pintu) vs vor die Tür (ke depan pintu)
  • zwischen den Stühlen (di antara kursi-kursi, lokasi) vs zwischen die Stühle (masuk ke ruang di antara kursi-kursi)

⚠️ Kesalahan ujian yang paling umum

Jangan tentukan kasus hanya dari verba "stehen/liegen/sitzen" vs "gehen/legen/stellen". Verba itu sering berkaitan dengan lokasi vs gerak, tetapi tes yang sebenarnya adalah pertanyaan: Wo? (datif) vs Wohin? (akusatif).

Preposisi genitif (Genitiv), dan apa yang terjadi dalam ujaran nyata

Preposisi genitif sering diajarkan sebagai daftar, tetapi pemakaian nyata tergantung ragam bahasa. Duden dan IDS grammis sama-sama menjelaskan bahwa genitif adalah standar untuk beberapa preposisi, sambil juga mendokumentasikan variasi dalam bahasa Jerman lisan.

Preposisi genitif yang umum meliputi: während, trotz, wegen, statt/anstatt, außerhalb, innerhalb, aufgrund.

wegen

wegen (VAY-gen) berarti "karena."

  • wegen des Wetters: karena cuaca (genitif, formal/standar)
  • wegen dem Wetter: umum dalam ujaran (varian datif)

Kalau kamu menulis email ke pemilik kos, guru, atau klien, genitif adalah pilihan yang lebih aman.

während

während (VAEH-rent) berarti "selama."

  • während des Films: selama film
  • während der Woche: selama minggu itu

trotz

trotz (trohts) berarti "meskipun."

  • trotz der Probleme: meskipun ada masalah

statt / anstatt

statt (shtaht) atau anstatt (AHN-shtaht) berarti "alih-alih."

  • statt eines Autos: alih-alih sebuah mobil

Preposisi untuk waktu: set yang benar-benar kamu butuhkan

Ekspresi waktu adalah area tempat pelajar sering menerjemahkan terlalu harfiah dari bahasa Indonesia. Bahasa Jerman memakai set kecil secara sangat konsisten.

um, am, im

  • um untuk jam: um 8 Uhr
  • am untuk hari dan tanggal: am Montag, am 3. Mai
  • im untuk bulan dan musim: im Mai, im Winter

Kalau kamu ingin penyegaran kosakata bulan yang lengkap, pasangkan ini dengan nama-nama bulan dalam bahasa Jerman.

seit vs vor

  • seit: sejak, berlanjut: seit 2020 (dan masih berlaku)
  • vor: yang lalu: vor zwei Tagen (dua hari yang lalu)

in (waktu)

in juga bisa berarti "dalam" untuk waktu masa depan, seperti "dalam dua hari."

  • in zwei Tagen: dalam dua hari
  • in einer Stunde: dalam satu jam

Preposisi untuk tempat dan gerak: "logika peta" bahasa Jerman

Bahasa Jerman sering memilih preposisi berdasarkan cara sebuah tempat dipahami, di dalam wadah, di atas permukaan, di batas, di area umum. Karena itu "di stasiun" sering menjadi am Bahnhof (an + dem), secara harfiah "di area atau batas stasiun."

bei vs in vs an vs auf

Empat ini paling sering membingungkan:

  • in: di dalam ruang: in der Schule (di gedungnya, atau secara konsep "sekolah")
  • bei: di tempat seseorang, bersama orang atau institusi: bei meiner Oma, bei Siemens
  • an: di tepi atau batas: am Meer (di laut), am Fenster (di jendela)
  • auf: di atas permukaan atau institusi atau acara tertentu: auf dem Tisch, sering auf der Party

Seperti yang dikemukakan Michael Tomasello dalam karyanya tentang pembelajaran bahasa berbasis pemakaian, pola menjadi andal saat kamu mempelajarinya dari contoh yang berulang dan bermakna. Preposisi adalah pola seperti itu, kamu butuh banyak pertemuan kecil, bukan satu aturan besar.

Kontraksi yang harus kamu kenali (dan pakai)

Bahasa Jerman lisan dan tulisan terus-menerus mengontraksikan preposisi + artikel. Kalau kamu tidak mengenalinya, mendengarkan akan terasa lebih cepat dari kenyataannya.

Yang umum:

  • an dem = am (ahm)
  • in dem = im (im)
  • zu dem = zum (tsoom)
  • zu der = zur (tsoor)
  • bei dem = beim (bym)
  • von dem = vom (fom)

Ini bukan slang, ini standar. Kamu akan melihatnya di subtitle dan mendengarnya di setiap percakapan.

Rencana belajar praktis (yang cocok dengan ujaran nyata)

Kalau kamu ingin preposisi menempel, pelajari sesuai urutan yang akan kamu dengar.

Langkah 1: kunci "10 sehari-hari"

Mulai dengan: in, auf, an, mit, zu, nach, bei, von, für, ohne.

Ini mencakup sebagian besar percakapan pemula, di mana kamu berada, ke mana kamu pergi, dengan siapa kamu bersama, apa yang kamu mau, dan apa yang kamu tidak punya.

Langkah 2: tambahkan struktur waktu

Tambahkan: um, am, im, seit, vor, bis, während.

Sekarang kamu bisa membuat jadwal, menjelaskan keterlambatan, dan bercerita. Ini cocok dipasangkan dengan rutinitas salam dan pamit, karena obrolan ringan bahasa Jerman sering dimulai dengan jangkar waktu (hari, minggu, akhir pekan). Lihat cara mengatakan selamat tinggal dalam bahasa Jerman untuk kalimat pamit yang natural dan memuat waktu.

Langkah 3: latih preposisi dua arah dengan satu jenis adegan

Pilih satu jenis adegan berulang dari TV, pulang ke rumah, masuk ruangan, menaruh sesuatu di meja, duduk. Adegan-adegan itu memaksa Wohin? vs Wo? terus-menerus.

Pembelajaran klip ala Wordy cocok di sini karena kamu bisa memutar ulang pola ruang yang sama dengan nomina dan verba berbeda, dan itulah cara otak membangun kategori.

Kesalahan umum (dan perbaikan cepat)

Tertukar antara nach dan zu

Pakai nach untuk kota dan negara tanpa artikel, dan zu untuk orang dan janji.

  • nach Berlin, nach Frankreich
  • zu Anna, zum Arzt

Terlalu sering memakai in untuk semuanya

"Di" dalam bahasa Indonesia bisa menjadi in, bei, an, dan auf tergantung gambaran mentalnya. Saat kamu mendengar penutur asli mengatakan am Bahnhof atau auf der Arbeit, anggap itu sebagai satu potongan, bukan teka-teki.

Lupa bahwa beberapa preposisi bisa berpindah posisi

gegenüber bisa muncul setelah frasa nomina, dan ini umum dalam ujaran: dem Kino gegenüber. Latih telingamu untuk ini, karena subtitle sering mempertahankan urutan yang lebih formal.

Catatan budaya: mengapa orang Jerman terdengar "presisi" dengan preposisi

Obrolan sehari-hari bahasa Jerman sering terdengar presisi karena preposisi mengodekan sudut pandang. Mengatakan am See vs im See bukan sekadar tata bahasa, itu gambaran mental yang berbeda, di danau (area tepi) vs di dalam danau (di air).

Ini juga penting secara sosial. Dalam budaya kerja Jerman, kejelasan dihargai, dan preposisi membantu penutur menyebut tanggung jawab, konteks, dan waktu dengan cepat: bei uns, im Team, am Freitag, wegen der Deadline. Kamu akan mendengar bingkai ini terus-menerus dalam adegan kantor dan wawancara.

Kalau kamu belajar untuk hubungan, preposisi juga muncul dalam rutinitas sayang: Ich bin bei dir. (Aku bersamamu, secara emosional dan fisik) terasa berbeda dari Ich bin mit dir. Keduanya mungkin, tetapi bei dir sering menyiratkan kedekatan dan kehadiran. Untuk bahasa hubungan lain, lihat cara mengatakan I love you dalam bahasa Jerman.

Catatan tentang "bahasa kasar" dan preposisi

Preposisi juga muncul dalam hinaan dan makian, sering sebagai bingkai tetap (misalnya, Was ist mit dir? bisa netral atau agresif tergantung intonasi). Kalau kamu penasaran tentang ragam bahasa dan kapan sebaiknya tidak meniru apa yang kamu dengar, baca panduan kata-kata makian bahasa Jerman.

🌍 Subtitle vs ujaran nyata

Subtitle bahasa Jerman sering terlihat lebih formal daripada audionya. Kamu mungkin mendengar datif setelah preposisi genitif dalam ujaran santai, tetapi melihat genitif di subtitle. Anggap subtitle sebagai versi yang dipoles, bukan transkrip sempurna tata bahasa sehari-hari.

Pakai preposisi seperti penutur asli: pelajari sebagai "bingkai"

Cara paling andal untuk berhenti menerjemahkan adalah mempelajari preposisi sebagai bingkai yang bisa kamu pakai ulang:

  • Ich bin + in/bei/auf/an + Dativ (lokasi)
  • Ich gehe/fahre + in/zu/nach + Akk/Dativ (pola tujuan)
  • wegen + Genitiv (sebab formal)
  • um + Uhrzeit, am + Tag, im + Monat (jangkar waktu)

Ini juga sejalan dengan yang ditekankan Harald Weinrich dalam karyanya tentang tata bahasa teks dan bagaimana makna dibangun lewat pemakaian nyata, tata bahasa bukan aturan terpisah, melainkan struktur yang berulang dalam konteks.

Inti akhirnya

Preposisi bahasa Jerman jadi lebih mudah saat kamu berhenti memperlakukannya sebagai satu daftar raksasa, lalu belajar (1) preposisi dengan kasus tetap, (2) preposisi dua arah sebagai Wo vs Wohin, dan (3) set genitif kecil untuk bahasa Jerman formal. Bangun intuisi lewat adegan yang berulang dan konkret, dan kasus-kasusnya akan mulai terasa bisa ditebak.

Kalau kamu ingin melatih pola ini dengan latihan mendengar yang nyata, mulai dengan beberapa klip sehari-hari dan fokus pada satu bingkai per hari, seperti in die vs in der, sampai terasa otomatis.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara tahu preposisi bahasa Jerman memakai datif atau akusatif?
Mulailah dengan menghafal kelompok preposisi yang kasusnya tetap (misalnya, mit selalu datif, durch selalu akusatif). Untuk preposisi dua arah seperti in dan auf, tentukan dari makna: gerak menuju tujuan memakai akusatif, lokasi yang tetap memakai datif. Kata kerja saja tidak cukup.
Apa saja preposisi dua arah dalam bahasa Jerman?
Preposisi dua arah (Wechselpräpositionen) yang umum adalah an, auf, hinter, in, neben, über, unter, vor, zwischen. Preposisi ini memakai akusatif untuk gerak menuju tujuan (Wohin?) dan datif untuk lokasi (Wo?). Pola ini sangat penting dalam bahasa Jerman sehari-hari.
Apakah orang Jerman masih memakai kasus genitif setelah preposisi?
Ya, terutama dalam tulisan formal dan tutur yang lebih baku, dengan preposisi seperti während, trotz, wegen, dan statt. Dalam percakapan santai, banyak penutur memakai datif untuk sebagian (misalnya, wegen dem Wetter), tetapi genitif tetap standar dalam bahasa Jerman yang diedit dan biasanya diharapkan di ujian.
Apakah boleh mengatakan 'wegen dem' вместо 'wegen des'?
Dalam bahasa Jerman lisan sehari-hari, 'wegen dem' umum di banyak daerah, tetapi panduan gaya dan kebanyakan buku pelajaran menganggap 'wegen' memakai genitif dalam penggunaan baku. Jika Anda menulis email kerja, esai, atau tugas yang dinilai, pilih genitif: 'wegen des Wetters'.
Apa kesalahan paling umum dengan 'in' dalam bahasa Jerman?
Pembelajar sering memakai datif di semua konteks karena 'in' sering menjelaskan lokasi. Kuncinya adalah membedakan lokasi dan tujuan: 'in der Schule' (di sekolah, lokasi, datif) vs 'in die Schule' (ke dalam sekolah, tujuan, akusatif). Logika yang sama berlaku untuk preposisi dua arah lainnya.

Sumber & Referensi

  1. Duden, 'Präposition' dan pengaturan kasus (diakses 2026)
  2. Institut für Deutsche Sprache (IDS), grammis: preposisi dan pengaturan kasus (diakses 2026)
  3. Goethe-Institut, sumber tata bahasa Jerman: kasus dan preposisi (diakses 2026)
  4. Ethnologue, edisi ke-27, 2024

Mulai belajar dengan Wordy

Tonton klip film asli dan tambah kosakata sambil jalan. Gratis untuk diunduh.

Unduh di App StoreDapatkan di Google PlayTersedia di Chrome Web Store

Panduan bahasa lainnya