Kala Depan Bahasa Jerman (Futur I & II): Cara Orang Jerman Sebenarnya Membicarakan Masa Depan
Jawaban cepat
Bahasa Jerman punya dua kala depan, Futur I dan Futur II, tetapi dalam percakapan sehari-hari orang Jerman sering memakai Präsens ditambah kata keterangan waktu. Gunakan Futur I (werden + infinitif) terutama untuk prediksi, janji, dan rencana formal. Gunakan Futur II (werden + Partizip II + haben/sein) untuk asumsi tentang sesuatu yang akan sudah selesai pada titik waktu di masa depan, atau untuk menebak tentang masa lalu.
Kala depan dalam bahasa Jerman lebih sederhana daripada kelihatannya: orang Jerman sering membicarakan masa depan dengan memakai present tense ditambah kata waktu, dan mereka memakai Futur I (werden + infinitif) terutama untuk prediksi, janji, dan rencana formal, sedangkan Futur II kebanyakan dipakai untuk asumsi tentang sesuatu yang sudah selesai atau akan selesai pada titik waktu tertentu.
Bahasa Jerman adalah salah satu bahasa besar di dunia, dengan sekitar 90 juta penutur asli dan jauh lebih banyak pengguna bahasa kedua di Eropa dan di luar Eropa (Ethnologue, edisi ke-27, 2024). Itu berarti kamu akan mendengar banyak variasi regional, tetapi pola dasar untuk masa depan tetap stabil.
Kalau kamu sedang membangun dasar, akan membantu jika kamu memasangkan tata bahasa dengan ujaran nyata. Mulailah dari pembuka sehari-hari seperti di cara mengatakan halo dalam bahasa Jerman, lalu kembali ke bentuk futur saat kamu sudah bisa mengenali akhiran kata kerja.
Tiga cara bahasa Jerman membicarakan masa depan
Bahasa Jerman punya dua kala depan secara tata bahasa, tetapi bahasa Jerman sehari-hari sangat mengandalkan opsi ketiga: present tense dengan penanda waktu masa depan. Duden dan Goethe-Institut sama-sama menekankan bahwa ini pemakaian normal, bukan bahasa gaul atau tanda malas.
1) Present tense ditambah kata waktu (paling umum dalam percakapan)
Ini pola yang akan kamu dengar terus-menerus:
- Ich komme morgen. (Aku datang besok.)
- Wir treffen uns nächste Woche. (Kita bertemu minggu depan.)
- In zwei Minuten bin ich da. (Aku sampai dalam dua menit.)
Kata kerjanya bentuk sekarang, tetapi frasa waktunya membuat maknanya menjadi masa depan. Ini sangat umum saat rencananya sudah diatur atau terasa pasti.
💡 Aturan cepat yang ampuh
Kalau kamu bisa menambahkan kata waktu yang jelas seperti "morgen", "gleich", "später", "nächste Woche", atau "in zwei Stunden", present tense biasanya pilihan yang paling alami dalam bahasa Jerman lisan.
2) Futur I: werden + infinitif (sikap, prediksi, nuansa formal)
Futur I dibentuk dengan werden sebagai kata kerja bantu, lalu infinitif di akhir:
- Ich werde morgen kommen. (Aku akan datang besok.)
- Es wird regnen. (Akan hujan.)
- Du wirst das schaffen. (Kamu akan berhasil.)
Dalam pemakaian nyata, Futur I sering menambah lapisan makna: prediksi, janji, menenangkan, atau nada resmi. Lapisan pragmatis ini membuatnya tetap berguna, walau present tense juga bisa merujuk ke masa depan.
3) Futur II: werden + Partizip II + haben/sein (penyelesaian atau asumsi)
Futur II terlihat berat, tetapi polanya sangat sistematis:
- Ich werde es bis morgen gemacht haben. (Aku akan sudah menyelesaikannya sebelum besok.)
- Er wird schon angekommen sein. (Dia mungkin sudah sampai, ini asumsi penutur.)
Poin pemakaian budaya yang penting: dalam bahasa Jerman sehari-hari, Futur II sering dipakai untuk menebak berdasarkan bukti, bukan hanya untuk penyelesaian di masa depan. Fungsi "asumsi" ini adalah salah satu alasan orang Jerman tetap memakai Futur II dalam percakapan.
Futur I: cara membentuknya (dan mengucapkannya dengan jelas)
Futur I punya satu bagian yang berubah: werden. Yang lain tetap dalam bentuk infinitif.
Rumus Futur I
werden (dikonjugasikan) + ... + infinitif (di akhir)
| Orang | Konjugasi "werden" | Contoh |
|---|---|---|
| ich | werde | Ich werde gehen. |
| du | wirst | Du wirst bleiben. |
| er/sie/es | wird | Es wird klappen. |
| wir | werden | Wir werden sehen. |
| ihr | werdet | Ihr werdet lachen. |
| sie/Sie | werden | Sie werden anfangen. |
Patokan pengucapan (perkiraan):
- werden sebagai kata kerja bantu: VEHR-den
- wirst: VEERST
- wird: VEERT
Perkiraan ini membantu pelajar agar tidak membaca "w" seperti dalam bahasa Inggris. Dalam bahasa Jerman, w lebih dekat ke bunyi v dalam bahasa Inggris.
Urutan kata dalam Futur I (infinitif pindah ke akhir)
Aturan urutan kata bahasa Jerman tetap berlaku. Kuncinya, infinitif kata kerja utama didorong ke akhir.
- Ich werde heute Abend arbeiten.
- Wir werden morgen in Berlin sein.
- Wann wirst du anrufen?
Kalau kamu juga sedang belajar urutan kata umum, panduan urutan kata bahasa Jerman akan membuat kalimat futur terasa jauh lebih tidak acak.
Negasi dan adverbia
- Ich werde nicht kommen. (nicht muncul sebelum infinitif)
- Er wird wahrscheinlich zu spät sein. (adverbia berada di "middle field")
- Wir werden das nie vergessen.
Kapan orang Jerman memilih Futur I vs present tense
Banyak pelajar terlalu sering memakai Futur I karena bahasa Inggris memakai "will" terus-menerus. Bahasa Jerman tidak membutuhkannya sesering itu.
Cara berpikir yang membantu: Futur I bukan hanya soal waktu, tetapi juga soal sikap.
Prediksi (sangat umum)
- Es wird kalt. (Akan jadi dingin.)
- Das wird teuer. (Itu bakal mahal.)
- Du wirst sehen. (Nanti kamu lihat.)
Dalam percakapan bahasa Jerman, Das wird ... adalah pola prediksi yang ringkas dan alami. Ini juga sering muncul di film, jadi cocok untuk latihan mendengar berbasis klip.
Janji dan komitmen
- Ich werde dir helfen. (Aku akan membantumu.)
- Ich werde es dir morgen sagen. (Aku akan bilang besok.)
Present tense juga bisa dipakai, tetapi Futur I bisa terdengar lebih sengaja, terutama saat kamu membuat komitmen.
Pengumuman formal dan bahasa resmi
Kamu akan melihat Futur I di:
- judul berita dan prakiraan
- pernyataan perusahaan
- bahasa hukum atau administrasi
Ini sejalan dengan yang dijelaskan tata bahasa berfokus pemakaian seperti Helbig & Buscha: beberapa kala bertahan karena mereka menjalankan fungsi wacana tertentu dengan baik, bukan karena penutur "butuh" mereka hanya untuk garis waktu.
🌍 Mengapa Futur I bisa terdengar 'resmi'
Di tempat kerja berbahasa Jerman, Futur I sering muncul dalam pengumuman karena membingkai rencana sebagai niat yang dinyatakan: "Wir werden die Preise anpassen." Dalam obrolan santai dengan rekan kerja, pesan yang sama bisa memakai present tense: "Wir passen die Preise nächste Woche an."
Futur II: bentuk yang menakutkan pelajar (tapi bisa diprediksi)
Futur II terlihat panjang karena bahasa Jerman menumpuk kata kerja di akhir. Logikanya rapi.
Rumus Futur II
werden (dikonjugasikan) + ... + Partizip II + haben/sein (infinitif)
Contoh:
- Ich werde das bis Freitag erledigt haben.
- Sie wird nach Hause gegangen sein.
- Wir werden es vergessen haben.
Memilih haben vs sein dalam Futur II
Pakai kata kerja bantu yang sama seperti Perfekt:
- sein dengan banyak kata kerja gerak/perubahan: gehen, kommen, fahren, einschlafen
- haben dengan sebagian besar kata kerja lain: machen, sehen, kaufen, lernen
Kalau Perfekt masih goyah, tinjau sebentar, lalu kembali lagi. Futur II pada dasarnya adalah "Perfekt plus werden".
Urutan kata dengan frasa waktu
Frasa waktu sering memperjelas apakah maksudmu "selesai sebelum saat itu":
- Bis morgen werde ich es gemacht haben.
- Ich werde es bis morgen gemacht haben.
Keduanya benar. Frasa "bis ..." bisa berpindah, tetapi gugus kata kerja tetap di akhir.
⚠️ Kesalahan umum pelajar
Jangan taruh "haben/sein" di tengah. Dalam Futur II, baik partisip maupun infinitif kata kerja bantu harus di akhir: "Er wird angekommen sein", bukan "Er wird sein angekommen".
Pemakaian Futur II yang paling penting dalam kehidupan nyata: asumsi
Kalau kamu hanya belajar Futur II sebagai "future perfect", kamu akan melewatkan cara orang Jerman memakainya dalam percakapan.
Menebak tentang masa lalu atau masa kini
-
Er wird schon zu Hause angekommen sein.
Arti: Aku berasumsi dia sudah sampai di rumah. -
Sie wird das vergessen haben.
Arti: Dia mungkin lupa. -
Du wirst das nicht gewusst haben.
Arti: Kamu mungkin tidak tahu.
Ini bukan hal langka. Ini cara yang sopan dan agak berjarak untuk menyimpulkan sesuatu tanpa menyatakannya sebagai fakta keras. Dalam pragmatik, penandaan "epistemik" seperti ini adalah jenis makna yang dibawa kala dan modal dalam interaksi nyata, tema yang sering muncul dalam kajian deskriptif tentang pemakaian bahasa Jerman (sumber IDS, diakses 2026).
Futur II vs kata kerja modal untuk menebak
Bahasa Jerman juga memakai kata kerja modal untuk menebak:
- Er muss zu Hause sein. (Dia pasti di rumah, inferensi kuat.)
- Er dürfte zu Hause sein. (Dia mungkin di rumah, lebih lembut.)
- Er wird zu Hause sein. (Dia akan di rumah, sering bermakna "aku berasumsi".)
Futur I dan Futur II bisa tumpang tindih dengan makna modal. Kalau kamu ingin terdengar alami, dengarkan pola ini di serial dan film, lalu tiru ritmenya.
Masa depan dengan kata kerja modal (jalan pintas yang praktis)
Kalau kamu membicarakan apa yang seseorang "harus" lakukan di masa depan, kamu sering tidak perlu Futur I sama sekali. Present tense ditambah kata waktu sudah cukup:
- Ich muss morgen früh arbeiten. (Aku harus bekerja besok pagi.)
- Wir können später reden. (Kita bisa bicara nanti.)
- Du sollst heute nicht so spät schlafen gehen. (Kamu seharusnya tidak tidur terlalu larut hari ini.)
Kalau kamu memakai Futur I dengan modal, kamu mendapat tumpukan kata kerja:
- Ich werde morgen arbeiten müssen. (Aku akan harus bekerja besok.)
Itu gramatikal, tetapi bisa terdengar lebih berat dari yang diperlukan dalam ujaran santai.
Untuk pembahasan lebih dalam tentang kata kerja ini, lihat panduan kata kerja modal bahasa Jerman.
Pertanyaan, ajakan, dan kesopanan "masa depan"
Bahasa Jerman sering memakai pertanyaan present tense untuk membicarakan rencana masa depan:
- Kommst du morgen? (Kamu datang besok?)
- Gehen wir später noch was trinken? (Nanti kita pergi minum sesuatu?)
- Wann sehen wir uns wieder? (Kapan kita bertemu lagi?)
Ini salah satu alasan kala depan terasa "kurang terlihat" dalam bahasa Jerman: bahasanya mengandalkan konteks, kata waktu, dan perencanaan bersama.
Kalau kamu ingin kalimat sosial yang siap pakai, pasangkan ini dengan cara mengatakan selamat tinggal dalam bahasa Jerman karena banyak frasa perpisahan secara alami memuat rujukan masa depan, seperti pola "sampai besok".
Panduan keputusan mini: bentuk masa depan mana yang sebaiknya kamu pakai?
Pakai ini sebagai daftar cek cepat di kepala.
Pakai present tense ketika:
- kamu punya kata waktu yang jelas
- itu rencana yang terjadwal
- kamu berbicara santai
Contoh:
- Ich bin gleich da. (Aku segera sampai.)
Pakai Futur I ketika:
- kamu sedang memprediksi
- kamu sedang berjanji atau menenangkan
- kamu ingin rencana yang formal dan diumumkan
Contoh:
- Das wird schon. (Nanti juga beres.)
Pakai Futur II ketika:
- kamu bermaksud "sudah selesai sebelum saat itu"
- kamu membuat asumsi tentang sesuatu yang sudah selesai
Contoh:
- Er wird es vergessen haben. (Dia mungkin lupa.)
Kesalahan umum yang membuat bahasa Jermanmu terdengar "terjemahan"
Ini kesalahan yang muncul karena memetakan "will" bahasa Inggris langsung ke bahasa Jerman.
Terlalu sering memakai Futur I untuk rencana sederhana
Kurang alami:
- Ich werde morgen ins Kino gehen.
Lebih alami dalam percakapan:
- Ich gehe morgen ins Kino.
Futur I tidak salah, hanya memberi nuansa "niat yang diumumkan" yang mungkin tidak kamu maksud.
Lupa menaruh infinitif di akhir
Salah:
- Ich werde gehen morgen.
Benar:
- Ich werde morgen gehen.
Tertukar antara werden (masa depan) vs werden (menjadi)
- Ich werde Arzt. artinya "Aku sedang menjadi dokter."
- Ich werde Arzt werden. artinya "Aku akan menjadi dokter."
Ya, bahasa Jerman bisa begitu. Biasanya konteks membuatnya jelas, tetapi pelajar perlu memperhatikan perbedaan antara werden sebagai kata kerja utama dan werden sebagai kata kerja bantu.
Catatan budaya: bicara masa depan dan keterusterangan dalam bahasa Jerman
Pelajar kadang menafsirkan present-untuk-masa-depan dalam bahasa Jerman sebagai "lebih pasti" atau "lebih blak-blakan". Dalam praktiknya, ini lebih soal efisiensi dan konteks bersama.
Dalam banyak konteks berbahasa Jerman, terutama di tempat kerja, kejelasan datang dari ungkapan waktu dan kata perencanaan yang konkret, bukan dari penandaan kala tambahan. Kamu akan mendengar kalimat seperti "Dann machen wir das so" (Lalu kita lakukan seperti itu) di mana makna masa depan dibawa oleh "lalu" dan keputusan itu sendiri.
Kalau kamu belajar bahasa emosional atau bahasa hubungan, kamu juga akan melihat bahwa komitmen masa depan sering muncul sebagai present tense sederhana. Bandingkan bobot emosional frasa seperti "I will always love you" dalam bahasa Inggris dengan cara bahasa Jerman sering memilih pernyataan present yang langsung. Cara mengatakan aku cinta kamu dalam bahasa Jerman menunjukkan bagaimana pilihan kata bisa menandakan keseriusan tanpa kala tambahan.
Latihan: ubah "will" bahasa Inggris menjadi bahasa Jerman yang alami
Coba konversi ini:
-
"I’ll call you later."
Bahasa Jerman alami: Ich rufe dich später an.
Lebih menekankan: Ich werde dich später anrufen. -
"It will be fine."
Bahasa Jerman alami: Das wird schon. (penenang yang sangat umum) -
"He will have left by then."
Bahasa Jerman: Er wird dann schon gegangen sein. -
"They probably forgot."
Bahasa Jerman: Sie werden es wahrscheinlich vergessen haben.
Perhatikan bagaimana bahasa Jerman sering memakai wahrscheinlich (vah-SHYNE-leekh) bersama Futur II untuk membuat inferensinya eksplisit.
Pelajari kala depan dari dialog nyata (bukan hanya aturan)
Bentuk futur itu soal waktu dan juga soal sikap. Karena itu, belajar dari adegan nyata membantu, kamu mendengar kapan tokoh memakai Futur I untuk menenangkan, atau Futur II untuk menyimpulkan sesuatu yang terjadi di luar layar.
Kalau kamu ingin jalur belajar bahasa Jerman lainnya, lihat blog Wordy lalu kuatkan kemampuan mendengar dengan dasar terstruktur seperti 100 kata bahasa Jerman yang paling umum.
💡 Rencana satu minggu
Hari 1-2: dengarkan present tense yang dipakai dengan "morgen", "später", "gleich".
Hari 3-4: kumpulkan 10 prediksi dengan "Das wird ..." dan ulangi dengan suara keras.
Hari 5-7: kumpulkan 10 asumsi dengan "wird ... gewesen/gemacht haben" dan beri label sebagai 'menebak', bukan 'masa depan'.
Saat kamu makin nyaman, kamu juga akan melihat bagaimana cara bicara tentang masa depan berubah sesuai ragam bahasa. Dalam situasi santai, tata bahasa tetap ringan. Dalam konteks resmi, Futur I jadi lebih terlihat.
Dan ya, begitu kamu paham cara orang Jerman melunakkan pernyataan dengan asumsi, kamu juga akan paham mengapa makian bahasa Jerman bisa terdengar sangat kasar saat pelunak itu hilang. Kalau kamu penasaran, panduan kata-kata makian bahasa Jerman menjelaskan perbedaan antara arti harfiah yang blak-blakan dan daya sosial yang sebenarnya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah orang Jerman benar-benar memakai Futur I untuk membicarakan masa depan?
Apa perbedaan Futur I dan Futur II?
Bagaimana cara tahu harus memakai 'sein' atau 'haben' di Futur II?
Apakah Futur II hanya tentang masa depan?
Bisakah saya memakai 'werden' sebagai 'menjadi' dan sebagai penanda masa depan dalam satu kalimat?
Sumber & Referensi
- Duden, catatan penggunaan 'werden' dan Futur, diakses 2026
- Institut für Deutsche Sprache (IDS), sumber tentang tata bahasa dan penggunaan bahasa Jerman, diakses 2026
- Goethe-Institut, penjelasan tata bahasa Jerman (Futur I/Futur II), diakses 2026
- Ethnologue, edisi ke-27, 2024
- Helbig & Buscha, *Deutsche Grammatik. Ein Handbuch für den Ausländerunterricht*, Langenscheidt
Mulai belajar dengan Wordy
Tonton klip film asli dan tambah kosakata sambil jalan. Gratis untuk diunduh.

