← Kembali ke Blog
🇫🇷Prancis

Subjonctif Bahasa Prancis (Le Subjonctif): Panduan Jelas Kapan dan Cara Memakainya

Oleh SandorDiperbarui: 11 April 202612 mnt baca

Jawaban cepat

Subjonctif bahasa Prancis (le subjonctif) terutama dipakai setelah ungkapan keraguan, emosi, kebutuhan, dan kehendak, khususnya dalam kalimat dengan 'que'. Bentuknya diambil dari akar present 'ils/elles', lalu ditambah akhiran seperti -e, -es, -e, -ions, -iez, -ent, dengan beberapa bentuk tak beraturan umum seperti 'être' dan 'avoir'.

Subjungtif Prancis (le subjonctif, luh sub-zhohnk-TEE) adalah modus yang kamu pakai saat klausa kedua tidak disajikan sebagai fakta biasa, terutama setelah "que" (kuh): keraguan, emosi, kebutuhan, penilaian, dan keinginan adalah pemicunya yang utama. Kalau kamu bisa merasakan penutur sedang menekan, bereaksi, atau mempertanyakan, bukan sekadar melaporkan, bahasa Prancis biasanya beralih dari indikatif ke subjungtif.

Bahasa IndonesiaBahasa PrancisPelafalanTingkat Kesopanan
Saya harus pergi.Il faut que je parte.eel foh kuh zhuh pahrtpolite
Aku ingin kamu datang.Je veux que tu viennes.zhuh vuh kuh ty vee-ENcasual
Aku senang kamu ada di sini.Je suis content(e) que tu sois là.zhuh swee kohn-TAHN(t) kuh ty swah lahcasual
Walaupun sudah larut...Bien qu'il soit tard...byen keel swah tahrformal
Sebelum kita pergi...Avant qu'on parte...ah-VAHN kohn pahrtcasual
Mungkin dia datang.Il est possible qu'il vienne.eel eh poh-SEE-bluh keel vee-ENformal

Mengapa subjungtif penting dalam bahasa Prancis sehari-hari

Bahasa Prancis dipakai di banyak benua, dan termasuk salah satu bahasa yang paling banyak dipelajari di dunia. Ethnologue memperkirakan sekitar 80 juta penutur asli dan jauh di atas 200 juta penutur total jika penutur bahasa kedua ikut dihitung (Ethnologue, 2024), dan OIF melaporkan bahasa Prancis hadir di puluhan negara dan pemerintahan (OIF, 2022).

Skala ini penting karena subjungtif bukan fitur kelas yang jarang dipakai. Ini alat yang sangat sering muncul untuk terdengar natural dalam interaksi sehari-hari, dari bahasa Prancis di kantor, bahasa Prancis saat kencan, sampai cara tokoh berdebat di drama TV.

Kalau kamu membangun kefasihan percakapan lewat klip, kamu akan sering mendengar subjungtif dalam kalimat pendek yang emosional: "Je veux que...", "Il faut que...", "Je suis désolé que...". Ini salah satu alasan pelajar yang menggabungkan belajar dengan input autentik biasanya lebih cepat meningkat kemampuan mendengarnya dibanding yang hanya latihan pola, karena mereka bertemu pola yang sama dalam konteks berulang kali.

Untuk konteks yang lebih sehari-hari, pasangkan tata bahasa ini dengan beberapa rutinitas sosial yang sangat berguna seperti cara mengucapkan halo dalam bahasa Prancis dan cara mengucapkan selamat tinggal dalam bahasa Prancis. Itu penuh dengan klausa "que" dalam dialog nyata.

Subjungtif dalam satu kalimat: modus, bukan kala

Bahasa Prancis punya kala (kini, lampau, depan) dan modus (indikatif, subjungtif, kondisional, imperatif). Subjungtif adalah modus, artinya ia mengekspresikan sikap penutur.

Pakai indikatif saat kamu menyajikan sesuatu sebagai benar atau pasti. Pakai subjungtif saat klausa itu tersaring oleh keinginan, keraguan, evaluasi, atau emosi.

"Subjungtif adalah modus untuk hal yang tidak ditegaskan: ini menandakan penutur tidak sekadar menyatakan fakta, tetapi menempatkan peristiwa di bawah keraguan, keinginan, penilaian, atau emosi."
Claude Hagège, linguist (sebagaimana diringkas dari pembahasannya tentang modus dan sikap penutur dalam bahasa Prancis)

Ini model mental yang tetap stabil, bahkan saat daftar pemicu terasa panjang.

Struktur inti: dua subjek + "que"

Dalam bahasa Prancis modern, subjungtif paling sering muncul dalam struktur dua klausa:

  • Klausa utama (sikap penutur)
  • "que" + klausa bawahan (aksi yang dinilai, diinginkan, diragukan, dan seterusnya)

Contoh:

  • "Je veux" + "que tu viennes." (zhuh vuh kuh ty vee-EN)
  • "Je suis content" + "que tu sois là." (zhuh swee kohn-TAHN kuh ty swah lah)

Subjek yang sama biasanya berarti infinitif, bukan subjungtif

Kalau subjeknya tidak berubah, bahasa Prancis sering lebih memilih infinitif:

  • "Je veux partir." (zhuh vuh pahr-TEER)
  • "Je suis content d'être là." (zhuh swee kohn-TAHN deh-truh lah)

Ini salah satu cara tercepat untuk menghindari pemakaian subjungtif berlebihan.

💡 Aturan keputusan cepat

Kalau ada dua subjek yang berbeda, biasanya akan muncul "que" plus subjungtif setelah pemicu. Kalau subjeknya sama, cek apakah bahasa Prancis bisa memakai infinitif sebagai gantinya.

Cara membentuk subjungtif kini (yang paling sering kamu pakai)

Subjungtif kini adalah bentuk andalan dalam percakapan. Pembentukannya teratur untuk sebagian besar verba.

Langkah pembentukan

  1. Ambil bentuk kala kini untuk "ils/elles".
  2. Hapus "-ent" untuk mendapatkan batang kata.
  3. Tambahkan akhiran subjungtif: -e, -es, -e, -ions, -iez, -ent.

Ini contoh yang rapi dengan "parler" (pahr-LAY, berbicara):

OrangSubjungtif kini
que jeparle
que tuparles
qu'il/elle/onparle
que nousparlions
que vousparliez
qu'ils/ellesparlent

Catatan pelafalan: untuk banyak verba, bentuk je/tu/il/ils terdengar sama saat diucapkan. "Que je parle" dan "qu'ils parlent" sama-sama terdengar seperti "parl" (pahr-l).

Verba perubahan ejaan yang wajib kamu kenali

Beberapa verba mengubah ejaan agar pelafalan tetap konsisten:

  • "manger" (mahn-ZHAY): "que nous mangions" (mahn-ZHYOHN)
  • "commencer" (koh-mahn-SAY): "que nous commencions" (koh-mahn-SYOHN)
  • "payer" (pay-YAY): sering "que je paie" atau "que je paye" tergantung gaya

Kalau kamu sudah paham aturan ejaan kala kini, kamu sudah hampir sampai.

Verba subjungtif tak beraturan yang muncul di mana-mana

Ada sejumlah kecil verba yang terus muncul dalam bahasa Prancis nyata. Pelajari sebagai potongan utuh beserta pelafalannya.

être

"Être" (EH-truh) adalah yang paling penting.

OrangSubjungtif kini
que jesois (swah)
que tusois (swah)
qu'il/elle/onsoit (swah)
que noussoyons (swah-YOHN)
que voussoyez (swah-YAY)
qu'ils/ellessoient (swah)

avoir

"Avoir" (ah-VWAHR):

OrangSubjungtif kini
que j'aie (eh)
que tuaies (eh)
qu'il/elle/onait (eh)
que nousayons (eh-YOHN)
que vousayez (eh-YAY)
qu'ils/ellesaient (eh)

aller

"Aller" (ah-LAY):

  • que j'aille (ah-y)
  • que tu ailles (ah-y)
  • qu'il aille (ah-y)
  • que nous allions (ah-LYOHN)
  • que vous alliez (ah-LYAY)
  • qu'ils aillent (ah-y)

faire

"Faire" (FEHR):

  • que je fasse (fass)
  • que nous fassions (fah-SYOHN)
  • qu'ils fassent (fass)

pouvoir, savoir, vouloir, falloir

Ini yang sering kamu dengar dalam debat, negosiasi, dan romansa:

  • "pouvoir" (poo-VWAHR): que je puisse (pweess)
  • "savoir" (sah-VWAHR): que je sache (sahsh)
  • "vouloir" (voo-LWAHR): que je veuille (vuhy)
  • "falloir" (fah-LWAHR): qu'il faille (fahy)

Kalau kamu ingin kontras ragam bahasa yang seru, bandingkan tekanan subjungtif yang sopan ("Il faut que tu...") dengan yang orang ceploskan saat marah. Panduan kami tentang kata makian bahasa Prancis menunjukkan bagaimana modus dan intensitas berubah bersama dalam dialog nyata.

Kapan memakai subjungtif: pemicu yang benar-benar penting

Daftar pemicu yang panjang itu melelahkan. Dalam praktik, kamu butuh beberapa kategori plus frasa paling umum di dalamnya.

Académie française dan tata bahasa rujukan utama mengaitkan subjungtif dengan hal yang tidak ditegaskan dan sikap penutur, bukan sekadar daftar hafalan (Académie française; Grevisse, 2016).

1) Kehendak, pengaruh, dan permintaan

Kalau seseorang ingin memengaruhi orang lain, subjungtif adalah standar.

Pemicu umum:

  • "vouloir que" (voo-LWAHR kuh): Je veux que tu viennes. (zhuh vuh kuh ty vee-EN)
  • "demander que" (duh-mahn-DAY kuh): Je demande que vous soyez prêts. (zhuh duh-mahnd kuh voo swah-YAY preh)
  • "ordonner que" (or-doh-NAY kuh): Il ordonne qu'on parte. (eel or-dohn kohn pahrt)
  • "interdire que" (an-tehr-DEER kuh): Elle interdit qu'il sorte. (ell an-tehr-deer keel sort)

2) Kebutuhan dan kewajiban

Ini sangat sering dalam bahasa Prancis lisan.

  • "il faut que" (eel foh kuh): Il faut que je parte. (eel foh kuh zhuh pahrt)
  • "il est nécessaire que" (eel eh nay-seh-SEHR kuh)
  • "il est important que" (eel eh an-por-TAHN kuh)

Secara budaya, "il faut" adalah cara khas Prancis untuk membingkai norma dan ekspektasi tanpa menyebut orang secara langsung. Ini bisa terdengar kurang konfrontatif dibanding "tu dois" (ty dwah, kamu harus), walau tekanannya tetap nyata.

3) Emosi dan reaksi

Perasaan memicu subjungtif karena klausa kedua tidak disajikan sebagai fakta netral, melainkan sebagai penyebab reaksi.

  • "être content(e) que" (eh-truh kohn-TAHN(t) kuh)
  • "être triste que" (eh-truh treest kuh)
  • "être surpris(e) que" (eh-truh syur-PREE kuh)
  • "regretter que" (ruh-greh-TAY kuh)

Contoh: "Je suis triste que tu partes." (zhuh swee treest kuh ty pahrt)

4) Keraguan, ketidakpastian, kemungkinan

  • "douter que" (doo-TAY kuh)
  • "il est possible que" (eel eh poh-SEE-bluh kuh)
  • "il se peut que" (eel suh puh kuh)

Negasi membalik makna dengan cara yang berguna:

  • "Je pense qu'il vient." (zhuh pahnss keel vyen) indikatif, aku pikir dia datang.
  • "Je ne pense pas qu'il vienne." (zhuh nuh pahnss pah keel vee-EN) subjungtif, aku tidak pikir dia datang.

5) Penilaian dan evaluasi

  • "c'est dommage que" (seh doh-MAHZH kuh)
  • "c'est bizarre que" (seh bee-ZAHR kuh)
  • "c'est normal que" (seh nor-MAHL kuh)

Ini umum dalam percakapan Prancis karena kamu bisa berkomentar tanpa terdengar terlalu blak-blakan. Kamu menilai situasinya, bukan selalu orangnya.

6) Konjungsi yang hampir selalu memakai subjungtif

Hafalkan sebagai potongan tetap:

KonjungsiPelafalanContoh
bien quebyen kuhBien qu'il soit tard...
pour quepoor kuhJe le fais pour que tu comprennes.
afin queah-FAN kuhAfin que tout soit clair...
avant queah-VAHN kuhAvant qu'on parte...
à moins queah mwahn kuhÀ moins qu'il ne pleuve...

Pengingat pelafalan:

  • "bien que" terdengar seperti "byen kuh"
  • "avant que" terdengar seperti "ah-VAHN kuh"

"ne" ekspletif: mengapa kamu melihat "ne" yang bukan negasi

Dalam bahasa Prancis formal, kamu bisa melihat "ne" setelah ekspresi tertentu seperti "avant que", "à moins que", "de peur que". "Ne" ini tidak berarti "tidak".

Contoh: "Avant qu'il ne parte..." (ah-VAHN keel nuh pahrt)

Ini disebut "ne explétif". Ini lebih umum dalam tulisan dan tuturan yang hati-hati, dan menjadi penanda ragam bahasa yang kuat.

🌍 Sinyal ragam bahasa yang halus

Dalam film dan TV, "ne explétif" sering menandai tokoh sebagai terdidik, formal, atau kuno. Kalau pengacara atau politisi berkata "à moins qu'il ne...", naskah sedang memberi sinyal gaya sosial, sama kuatnya dengan tata bahasa.

Subjungtif vs indikatif: kasus yang sering salah bagi pelajar

"Je pense que" vs "Je ne pense pas que"

Seperti di atas, kalimat afirmatif cenderung memakai indikatif, negasi cenderung memakai subjungtif.

  • "Je pense qu'il est là." (zhuh pahnss keel eh lah)
  • "Je ne pense pas qu'il soit là." (zhuh nuh pahnss pah keel swah lah)

"Après que" memakai indikatif (dalam bahasa Prancis baku)

"Après que" merujuk pada aksi yang dianggap sudah selesai, jadi tata bahasa baku memakai indikatif (Grevisse, 2016; panduan Académie sejalan dengan norma ini).

  • "Après qu'il est parti, on a parlé." (ah-PREH keel eh pahr-TEE, on ah pahr-LAY)

Kamu tetap akan mendengar subjungtif setelah "après que" dalam tuturan santai. Kenali saja, tapi jangan menirunya di ujian atau tulisan formal.

"Espérer que" biasanya memakai indikatif

"Espérer que" (eh-speh-RAY kuh) biasanya indikatif karena mengekspresikan harapan yang disajikan sebagai masuk akal.

  • "J'espère qu'il vient." (zheh-spehr keel vyen)

Dalam konteks yang sangat formal atau sastra, kamu bisa melihat subjungtif, tapi itu bukan default sehari-hari.

"Si" tidak memakai subjungtif

Setelah "si" (see, jika), bahasa Prancis memakai pola indikatif atau kondisional, bukan subjungtif.

  • "Si j'ai le temps, je viens." (see zhay luh tahn, zhuh vyen)
  • "Si j'avais le temps, je viendrais." (see zhah-veh luh tahn, zhuh vyen-dreh)

⚠️ Jebakan umum bagi pelajar

Jangan pakai subjungtif setelah "si". Kalau kamu merasa ingin mengatakan "si je sois", berhenti dan ganti ke indikatif: "si je suis" (see zhuh swee).

Subjungtif lampau: apa itu dan kapan kamu membutuhkannya

Subjungtif lampau (subjonctif passé, sub-zhohnk-TEE fah-SAY) mengekspresikan aksi yang selesai sebelum klausa utama, tetapi tetap berada dalam bingkai "bukan fakta" yang sama.

Pembentukan:

  • subjungtif dari "avoir" atau "être" + past participle

Contoh:

  • "Je suis content que tu sois venu." (zhuh swee kohn-TAHN kuh ty swah vuh-NY)
  • "Je regrette qu'il ait dit ça." (zhuh ruh-greht keel eh dee sah)

Dalam dialog nyata, kamu akan mendengar ini saat tokoh membahas apa yang seseorang lakukan lalu bereaksi secara emosional atau moral.

Daftar pemicu praktis yang benar-benar bisa kamu pakai

Daripada menghafal 60 item, pelajari 12 yang mencakup persentase besar pemakaian nyata:

PemicuPelafalanMakna umum
il faut queeel foh kuhkebutuhan
je veux quezhuh vuh kuhkeinginan
je demande quezhuh duh-mahnd kuhpermintaan
je doute quezhuh doot kuhkeraguan
je ne pense pas quezhuh nuh pahnss pah kuhkeyakinan negatif
je suis content(e) quezhuh swee kohn-TAHN(t) kuhemosi
je suis désolé(e) quezhuh swee day-zoh-LAY kuhpermintaan maaf/penyesalan
c'est dommage queseh doh-MAHZH kuhevaluasi
il est possible queeel eh poh-SEE-bluh kuhkemungkinan
bien quebyen kuhwalaupun
pour quepoor kuhagar/supaya
avant queah-VAHN kuhsebelum

Cara melatih subjungtif dengan klip film dan TV

Subjungtif lebih mudah saat kamu mempelajarinya sebagai pola bunyi, bukan lembar latihan.

1) Dengarkan potongan "que + verba"

Dalam tuturan cepat, petunjuknya sering ritmenya: "faut que j'..." "je veux qu'..." "content que tu..."

Latih telingamu untuk menangkap "que" lalu memprediksi bentuk subjungtif.

2) Shadow kalimat pendek, bukan penjelasan panjang

Pilih klip 2-5 detik dan ulangi sampai gerak mulutnya otomatis:

  • "Il faut que j'y aille." (eel foh kuh zhee ah-y)
  • "Je veux que tu sois honnête." (zhuh vuh kuh ty swah oh-NEHT)

3) Buat pasangan minimal: indikatif vs subjungtif

Buat pasangan yang bisa kamu tukar cepat:

  • "Je pense qu'il vient" vs "Je ne pense pas qu'il vienne"
  • "Il est sûr qu'il est là" vs "Il n'est pas sûr qu'il soit là"

Kalau kamu ingin lebih banyak blok bangunan percakapan yang sering dipakai, tambahkan beberapa frasa emosional dari cara mengatakan aku cinta kamu dalam bahasa Prancis. Dialog romansa penuh dengan "je veux que", "je suis heureux que", dan "j'ai peur que".

Kesalahan umum yang langsung terdengar tidak seperti penutur asli

Terlalu sering memakai subjungtif untuk pernyataan faktual

Pelajar kadang menaruh subjungtif setelah semua "que". Penutur asli Prancis tidak begitu.

Benar:

  • "Je sais qu'il est là." (zhuh seh keel eh lah) indikatif, pengetahuan.

Lupa bahwa "il faut que" memaksa subjungtif

Salah: "Il faut que je pars."
Benar: "Il faut que je parte." (eel foh kuh zhuh pahrt)

Tertukar batang kata pada "nous" dan "vous"

Banyak verba punya batang kata berbeda pada subjungtif "nous/vous" dibanding "je/tu/il/ils" karena asalnya dari bentuk kala kini "ils".

Contoh: "prendre" (prahn-druh)

  • qu'ils prennent (preh-n)
  • que nous prenions (pruh-NYOHN)

Catatan singkat, khusus budaya, tentang kesopanan dan tekanan

Bahasa Prancis sering memakai subjungtif untuk memberi tekanan sambil tetap terdengar halus secara sosial. Bandingkan:

  • "Tu dois venir." (ty dwah vuh-NEER) langsung, bisa terdengar menyuruh.
  • "Il faut que tu viennes." (eel foh kuh ty vee-EN) tetap kuat, tapi dibingkai sebagai kebutuhan.
  • "Il faudrait que tu viennes." (eel foh-DREH kuh ty vee-EN) lebih lembut, sopan kondisional.

Ini penting dalam bahasa Prancis profesional, karena ketidaklangsungan bisa jadi strategi menjaga muka, terutama dalam rapat atau situasi hierarkis.

Lanjutkan: bangun satu klaster tata bahasa kecil

Saat subjungtif terasa lebih mudah, kamu akan lebih gampang menangani "titik pilihan" lain dalam bahasa Prancis, saat makna mengubah tata bahasa. Kalau kamu sedang menyusun rencana yang terstruktur, lihat blog Wordy lalu lanjut ke panduan kala seperti French passé composé untuk menghubungkan modus dan waktu.


Kalau kamu ingin subjungtif benar-benar melekat, fokus pada belasan pemicu di atas, kuasai verba tak beraturan "être" dan "avoir", lalu pelajari sisanya lewat paparan berulang dalam dialog nyata. Di situlah klip film dan TV sangat membantu: mereka memberi konteks emosional yang membuat subjungtif terasa perlu, bukan sekadar teori.

Pertanyaan yang sering diajukan

Subjonctif bahasa Prancis dipakai untuk apa?
Subjonctif dipakai untuk menyatakan tindakan sebagai tidak pasti, diinginkan, dinilai, atau bernuansa emosi, bukan sebagai fakta. Paling sering muncul setelah 'que' mengikuti kata kerja atau frasa kehendak (vouloir que), kebutuhan (il faut que), keraguan (douter que), dan perasaan (être content que).
Bagaimana cara tahu harus pakai subjonctif atau indikatif dalam bahasa Prancis?
Pakai indikatif untuk fakta dan kepastian, subjonctif untuk ketidakpastian, penilaian, atau pengaruh. Tes praktisnya: jika klausa pertama berisi reaksi, syarat, keraguan, atau keinginan terhadap klausa kedua, pilih subjonctif. Jika menyatakan informasi yang dianggap benar, pilih indikatif.
Apakah subjonctif masih sering dipakai dalam bahasa Prancis lisan?
Ya. Dalam percakapan sehari-hari, penutur Prancis sering memakai subjonctif setelah pemicu yang sangat umum seperti 'il faut que', 'je veux que', 'bien que', dan 'pour que'. Beberapa pemicu yang lebih sastra lebih sering muncul di tulisan, tetapi pola inti subjonctif tetap hidup di percakapan dan media.
Apa kata kerja subjonctif tak beraturan yang paling penting dalam bahasa Prancis?
Yang paling penting adalah 'être' (que je sois, que nous soyons), 'avoir' (que j'aie, que nous ayons), 'aller' (que j'aille), 'faire' (que je fasse), 'pouvoir' (que je puisse), 'savoir' (que je sache), 'vouloir' (que je veuille), dan 'falloir' (qu'il faille).
Apakah subjonctif dipakai setelah 'après que'?
Dalam bahasa Prancis baku, 'après que' memakai indikatif karena merujuk pada tindakan yang sudah terjadi. Banyak penutur tetap memakai subjonctif setelahnya dalam percakapan santai, tetapi untuk tulisan formal dan ujian, gunakan indikatif: 'après qu'il est parti', bukan 'après qu'il soit parti'.

Sumber & Referensi

  1. Académie française, Dire, Ne pas dire: Le subjonctif, 2020-2024 (panduan online)
  2. CNRTL (Centre National de Ressources Textuelles et Lexicales), Subjonctif: definisi dan catatan tata bahasa, diakses 2026
  3. Grevisse & Goosse, Le Bon Usage (16e édition), De Boeck Supérieur, 2016
  4. Ethnologue, French (27th edition), 2024
  5. Organisation internationale de la Francophonie (OIF), La langue française dans le monde, 2022

Mulai belajar dengan Wordy

Tonton klip film asli dan tambah kosakata sambil jalan. Gratis untuk diunduh.

Unduh di App StoreDapatkan di Google PlayTersedia di Chrome Web Store

Panduan bahasa lainnya