← Kembali ke Blog
🇩🇪Jerman

Penjelasan Kata Kerja Modal Bahasa Jerman: dürfen, können, mögen, müssen, sollen, wollen

Oleh SandorDiperbarui: 28 April 202612 mnt baca

Jawaban cepat

Kata kerja modal bahasa Jerman menyatakan kemampuan, izin, kewajiban, niat, saran, dan informasi yang dilaporkan. Biasanya diikuti kata kerja kedua dalam bentuk infinitif dan ditempatkan di akhir klausa: Ich kann heute nicht kommen. Kuasai enam modal utama ini dan kamu akan memahami banyak kalimat Jerman sehari-hari.

Kata kerja modal bahasa Jerman adalah enam kata bantu yang sangat sering dipakai, dürfen, können, mögen, müssen, sollen, wollen, yang membuat kamu bisa mengatakan apa yang bisa kamu lakukan, harus kamu lakukan, ingin kamu lakukan, atau apa yang boleh kamu lakukan. Semuanya mengikuti satu aturan inti: kata kerja modal dikonjugasikan, dan kata kerja lainnya pindah ke akhir dalam bentuk infinitif, misalnya: Ich kann heute nicht kommen.

Kalau kamu juga sedang belajar sapaan sehari-hari, pasangkan ini dengan cara mengatakan halo dalam bahasa Jerman dan cara mengatakan selamat tinggal dalam bahasa Jerman, karena kata kerja modal langsung muncul dalam obrolan ringan: Kann ich kurz fragen? atau Darf ich rein?

Mengapa kata kerja modal penting dalam bahasa Jerman sehari-hari

Bahasa Jerman dituturkan oleh sekitar 90 juta penutur asli di seluruh dunia, dan menjadi bahasa resmi di beberapa negara di Eropa. Ethnologue memasukkan bahasa Jerman sebagai salah satu bahasa besar dunia, dan di wilayah DACH (Jerman, Austria, Swiss) kata kerja modal adalah bagian dari mesin kalimat dasar yang kamu dengar sepanjang hari.

Di film dan TV, kata kerja modal ada di mana-mana karena tokoh terus menegosiasikan izin, rencana, dan kewajiban. Itu juga alasan pelajar merasa kata kerja modal itu "sederhana" tetapi tetap sering macet, maknanya saling tumpang tindih, dan urutan katanya terasa ketat.

Cara pandang yang berguna datang dari tradisi tata bahasa di balik Duden dan sistem IDS grammis: kata kerja modal bukan sekadar kosakata, tetapi pola struktural yang mengatur posisi kata kerja kedua dan seberapa kuat pernyataanmu terdengar.

Aturan inti urutan kata (dengan satu model mental)

Dalam klausa utama, bahasa Jerman menginginkan tepat satu kata kerja yang dikonjugasikan di posisi kedua. Dalam konstruksi dengan modal, kata kerja modal mengambil slot itu, dan kata kerja leksikal tetap sebagai infinitif di akhir.

  • Ich kann heute nicht kommen.
  • Wir müssen jetzt gehen.
  • Du darfst hier nicht rauchen.

Kalau kamu menambahkan informasi ekstra, infinitif tetap berada di akhir.

  • Ich kann heute wegen der Arbeit nicht kommen.
  • Wir müssen nach dem Essen schnell gehen.

💡 Cek cepat untuk urutan kata

Kalau kamu melihat kata kerja modal, cari kata kerja kedua. Kalau tidak ada di akhir klausa, kemungkinan kamu sedang membangun kalimat dengan pola bahasa Indonesia.

Tumpukan dua kata kerja vs kata kerja berawalan terpisah

Kata kerja dengan awalan yang bisa dipisah mempertahankan awalan di akhir, tetapi dengan modal, seluruh infinitif tetap menyatu.

  • Ich rufe dich an. (an dipisah)
  • Ich kann dich anrufen. (infinitif tetap menyatu)

Ini salah satu titik awal ketika bahasa Jerman mulai terasa lebih teratur daripada yang terlihat.

Konjugasi: bentuk present yang benar-benar kamu butuhkan

Kata kerja modal tidak beraturan di present, terutama pada ich dan er/sie/es. Banyak yang menghilangkan umlaut pada bentuk tunggal.

Berikut set praktis untuk dihafal, dengan perkiraan pelafalan.

Modalichduer/sie/eswirihrsie/Sie
dürfen (DUR-fen)darfdarfstdarfdürfendürftdürfen
können (KUR-nen)kannkannstkannkönnenkönntkönnen
mögen (MUR-gen)magmagstmagmögenmögtmögen
müssen (MUESS-en)mussmusstmussmüssenmüsstmüssen
sollen (ZOL-len)sollsollstsollsollensolltsollen
wollen (VOL-len)willwillstwillwollenwolltwollen

Catatan pelafalan:

  • können = KUR-nen (bunyi oe, seperti "er" dalam British "her")
  • mögen = MUR-gen (bunyi oe)
  • müssen = MUESS-en (bunyi ue, seperti "oo sambil tersenyum")

Kalau kamu ingin reset pelafalan yang lebih menyeluruh, gunakan panduan pelafalan bahasa Jerman bersamaan dengan ini, karena kata kerja modal adalah kata pendek yang sering dipendekkan dalam ucapan cepat.

dürfen

Dürfen (DUR-fen) berkaitan dengan izin dan larangan. Dalam kehidupan sehari-hari, ini modal yang kamu butuhkan untuk aturan, tanda, dan permintaan sopan.

Makna 1: izin

  • Darf ich hier sitzen? (Bolehkah saya duduk di sini?)
  • Du darfst das machen. (Kamu boleh melakukan itu.)

Dalam situasi layanan, dürfen terdengar sopan tetapi langsung. Kamu akan mendengarnya di kantor dan toko saat seseorang mengecek apa yang diizinkan.

Makna 2: larangan (dengan nicht)

  • Du darfst hier nicht parken. (Kamu tidak boleh parkir di sini.)
  • Ihr dürft das nicht sagen. (Kalian tidak boleh mengatakan itu.)

Pola "dürfen + nicht" ini lebih kuat daripada "tidak bisa" dalam banyak konteks, karena menyiratkan aturan, bukan kemampuan.

Penggunaan budaya: izin sebagai kesopanan

Di tempat kerja berbahasa Jerman, bahasa izin bisa menandakan respek pada prosedur. Seorang rekan bisa berkata Darf ich kurz stören? sebelum bertanya, walau jelas ia bisa menyela. Ini langkah untuk menjaga muka yang selaras dengan strategi kesopanan yang dibahas dalam karya pragmatik klasik seperti Brown dan Levinson Politeness: Some Universals in Language Usage.

können

Können (KUR-nen) mencakup kemampuan, kemungkinan, dan permintaan praktis "bisa tidak". Ini modal yang paling sering muncul dalam percakapan santai.

Makna 1: kemampuan

  • Ich kann schwimmen. (Saya bisa berenang.)
  • Sie kann sehr gut Deutsch sprechen. (Dia bisa berbahasa Jerman dengan sangat baik.)

Makna 2: kemungkinan

  • Wir können morgen gehen. (Kita bisa pergi besok, itu memungkinkan.)
  • Es kann sein, dass er zu spät kommt. (Bisa jadi dia datang terlambat.)

Es kann sein adalah ungkapan pengaman yang umum. Ini melembutkan kepastian tanpa terdengar mengelak.

Makna 3: permintaan (sering lebih lembut daripada wollen)

  • Kannst du mir helfen? (Bisa bantu saya?)
  • Können Sie das bitte wiederholen? (Bisa diulangi, tolong?)

Dalam situasi formal, Sie + können adalah kerangka permintaan sopan yang standar. Untuk frasa sopan siap pakai, lihat cara mengatakan halo dalam bahasa Jerman, karena sapaan sering cepat berlanjut menjadi permintaan.

mögen

Mögen (MUR-gen) punya dua fungsi: sebagai "suka" dan sebagai dasar untuk möchten, bentuk sopan "ingin". Dalam bahasa Jerman lisan modern, möchten jauh lebih umum daripada mögen biasa untuk permintaan.

Makna 1: suka (lebih jarang daripada gern)

  • Ich mag den Film. (Saya suka film itu.)
  • Magst du Kaffee? (Kamu suka kopi?)

Bahasa Jerman sering lebih memilih gern dengan kata kerja: Ich trinke gern Kaffee. Itu sebabnya mögen bisa terdengar agak ketus kalau terlalu sering dipakai.

Makna 2: kemungkinan (formal, hati-hati)

  • Das mag stimmen. (Itu mungkin benar.)
  • Er mag recht haben. (Dia mungkin benar.)

Pemakaian ini lebih tertulis dan formal. Kalau kamu hanya mau menguasai satu strategi "mungkin", pelajari können untuk percakapan sehari-hari.

möchten (MURKH-ten)

Möchten adalah andalan untuk keinginan yang sopan.

  • Ich möchte einen Kaffee. (Saya ingin kopi.)
  • Wir möchten zahlen. (Kami ingin membayar.)
  • Möchten Sie Platz nehmen? (Silakan duduk?)

Ini sangat umum di restoran, hotel, dan layanan pelanggan. Kalau kamu berencana bepergian, gabungkan ini dengan frasa perjalanan bahasa Jerman untuk kalimat yang cakupannya luas.

⚠️ Hindari 'Ich will' di toko

Dalam bahasa Indonesia, "saya mau" bisa netral. Dalam bahasa Jerman, Ich will bisa terdengar menuntut dalam konteks layanan. Gunakan Ich möchte atau Ich hätte gern.

müssen

Müssen (MUESS-en) menyatakan keharusan. Ini kuat, dan sering menyiratkan "tidak ada pilihan nyata".

Makna 1: kewajiban atau kebutuhan

  • Ich muss arbeiten. (Saya harus bekerja.)
  • Wir müssen jetzt gehen. (Kita harus pergi sekarang.)

Makna 2: kesimpulan logis (pasti)

  • Er muss zu Hause sein. (Dia pasti di rumah.)
  • Das muss ein Fehler sein. (Itu pasti sebuah kesalahan.)

Pemakaian inferensi ini sangat umum dalam dialog gaya detektif dan komentar berita.

Penggunaan budaya: ketegasan dan tanggung jawab

Budaya berbahasa Jerman sering menghargai kejelasan soal tanggung jawab. Mengatakan Ich muss bisa menjadi cara netral untuk memasang batas: Ich muss los. Ini bisa terdengar kurang personal daripada "saya tidak mau", karena alasannya dibingkai sebagai faktor eksternal.

sollen

Sollen (ZOL-len) adalah modal untuk ekspektasi, saran, dan "katanya". Ini salah satu yang paling sering disalahpahami karena bisa berarti kewajiban tanpa sekeras müssen.

Makna 1: saran atau ekspektasi

  • Du sollst mehr schlafen. (Kamu sebaiknya lebih banyak tidur.)
  • Ihr sollt leise sein. (Kalian seharusnya diam.)

Orang tua, guru, dan atasan sering memakai sollen. Ini bisa terdengar menggurui jika diarahkan ke orang dewasa, jadi intonasi itu penting.

Makna 2: informasi yang dilaporkan (katanya)

  • Er soll sehr reich sein. (Katanya dia sangat kaya.)
  • Das soll morgen besser werden. (Katanya besok akan lebih baik.)

Ini pengaman jurnalistik yang standar. Kalau kamu membaca berita Jerman, kamu akan sering melihat sollen dipakai untuk menghindari menyatakan fakta yang belum terverifikasi.

Sudut pandang yang membantu datang dari karya ahli bahasa Deborah Tannen tentang gaya percakapan: penutur memakai ketidaklangsungan dan bingkai pelaporan untuk mengelola tanggung jawab atas klaim. Sollen dalam bahasa Jerman melakukan itu dengan efisien.

wollen

Wollen (VOL-len) menyatakan niat dan keinginan yang kuat. Ini berguna, tetapi juga modal yang paling mudah terdengar memaksa jika kamu memetakannya langsung dari bahasa Indonesia.

Makna 1: niat

  • Ich will heute früh ins Bett gehen. (Saya berniat tidur lebih awal hari ini.)
  • Wir wollen nächste Woche umziehen. (Kami berencana pindah minggu depan.)

Makna 2: keinginan kuat

  • Er will das Auto kaufen. (Dia sangat ingin membeli mobil itu.)

Makna 3: klaim (dia mengklaim)

  • Er will nichts gesehen haben. (Dia mengklaim tidak melihat apa pun.)

Gaya "wollen + infinitive perfect" ini umum dalam cerita kriminal dan perdebatan. Ini bisa menyiratkan keraguan.

Kalau kamu belajar bahasa emosional, perhatikan bagaimana wollen berinteraksi dengan kalimat romantis. Misalnya, Ich will dich bisa terdengar intens. Untuk afeksi yang lebih lembut, bahasa Jerman sering memakai pengaman mirip modal dan bentuk kondisional, yang akan kamu lihat di cara mengatakan aku cinta kamu dalam bahasa Jerman.

Negasi dan pergeseran makna yang wajib kamu tahu

Negasi dalam bahasa Jerman sering menargetkan modal, bukan infinitif, dan itu mengubah makna.

  • Ich kann nicht kommen. (Saya tidak mampu datang.)
  • Ich darf nicht kommen. (Saya tidak diizinkan datang.)
  • Ich muss nicht kommen. (Saya tidak harus datang, tidak ada keharusan.)
  • Ich soll nicht kommen. (Saya seharusnya tidak datang.)

Contoh müssen itu jebakan klasik. Dalam bahasa Indonesia, "tidak boleh" sering terasa seperti "harus tidak", tetapi larangan dalam bahasa Jerman biasanya adalah dürfen + nicht.

Pertanyaan: pola modal-di-depan yang terdengar natural

Pertanyaan ya-tidak menaruh kata kerja yang dikonjugasikan di awal, jadi modal pindah ke depan.

  • Kannst du morgen? (Bisa besok?)
  • Darf ich kurz rein? (Boleh masuk sebentar?)
  • Soll ich anfangen? (Haruskah saya mulai?)

Pertanyaan modal yang pendek ini umum dalam ucapan nyata karena bahasa Jerman dengan senang hati menghilangkan kata tambahan saat konteksnya jelas.

Kala lampau: Präteritum dan infinitif ganda

Dalam bahasa Jerman lisan, modal sering muncul dalam bentuk lampau sederhana (Präteritum) bahkan ketika kata kerja lain lebih memilih perfekt. Kamu akan sering mendengar konnte, musste, wollte.

Bentuk Präteritum (frekuensi tinggi)

  • können: ich konnte, du konntest, er konnte
  • dürfen: ich durfte
  • müssen: ich musste
  • sollen: ich sollte
  • wollen: ich wollte
  • mögen: ich mochte (untuk "suka"), tetapi untuk permintaan biasanya kamu memakai möchte di present

Kalimat contoh:

  • Ich konnte gestern nicht kommen. (Saya tidak bisa datang kemarin.)
  • Wir mussten lange warten. (Kami harus menunggu lama.)
  • Er wollte nicht mitgehen. (Dia tidak mau ikut.)

Perfekt dengan infinitif ganda

Saat modal digabung dengan kata kerja lain di masa lampau, bahasa Jerman sering memakai haben + dua infinitif di akhir.

  • Ich habe gehen müssen. (Saya harus pergi.)
  • Sie hat nicht kommen können. (Dia tidak bisa datang.)
  • Wir haben länger bleiben dürfen. (Kami boleh tinggal lebih lama.)

Ini tata bahasa standar yang dijelaskan dalam Duden dan referensi IDS grammis. Ini terlihat tingkat lanjut, tetapi dipakai dalam bahasa Jerman sehari-hari.

💡 Jalan pintas yang praktis

Kalau kamu bercerita dan ada modalnya, coba Präteritum dulu: ich musste, ich konnte, ich wollte. Ini sering jadi pilihan lisan yang paling natural.

Kata kerja modal dengan awalan terpisah, objek, dan frasa waktu

Bahasa Jerman memungkinkan kamu menumpuk banyak informasi di antara modal dan infinitif. Imbalannya adalah kejelasan di akhir.

  • Ich kann dir morgen im Büro helfen.
  • Wir müssen das heute erledigen.
  • Er will mich später anrufen.

Kebiasaan ritme yang bagus adalah mengucapkan modal lebih awal, lalu menambahkan detail, lalu menutup dengan infinitif yang rapi di akhir.

Kesopanan: memilih modal yang tepat untuk situasi

Pilihan modal membawa makna sosial. Dua kalimat bisa benar secara tata bahasa tetapi salah secara sosial.

Meminta sesuatu di toko

  • Ich will einen Kaffee. (benar secara tata bahasa, bisa terdengar menuntut)
  • Ich möchte einen Kaffee. (pilihan sopan default)
  • Könnte ich einen Kaffee bekommen? (sangat sopan, tidak langsung)

Memberi saran ke teman vs rekan kerja

  • Du sollst mehr schlafen. (bisa terdengar seperti orang tua)
  • Du solltest mehr schlafen. (lebih lembut, seperti saran teman)
  • Vielleicht solltest du mehr schlafen. (lebih lembut lagi)

Di sinilah kata kerja modal bahasa Jerman bertemu pragmatik. Kalau kamu ingin terdengar natural, kamu perlu bobot sosialnya, bukan hanya makna kamusnya.

Kesalahan umum pelajar (dan cara cepat memperbaikinya)

Kesalahan 1: memakai müssen untuk larangan

Makna yang salah:

  • Du musst nicht rauchen. (Kamu tidak harus merokok.)

Yang kemungkinan kamu maksud:

  • Du darfst nicht rauchen. (Kamu tidak boleh merokok.)

Kesalahan 2: lupa infinitif di akhir

  • Ich kann heute nicht. (Ini bisa oke dalam ucapan, tetapi tidak lengkap.) Lebih baik:
  • Ich kann heute nicht kommen.

Kesalahan 3: terlalu sering memakai wollen untuk "mau"

Gunakan möchten untuk keinginan yang sopan, dan pakai wollen terutama untuk rencana dan niat kuat.

Kesalahan 4: menerjemahkan "should" sebagai müssen

"Should" biasanya adalah sollen atau sollte, bukan müssen. Müssen lebih dekat ke "harus".

Kalau kamu ingin jeda dari intensitas tata bahasa, media Jerman adalah guru yang bagus. Tokoh terus menegosiasikan aturan dan rencana, dan kamu bisa mendengar pilihan modalnya dalam konteks. Untuk kontras ragam bahasa yang seru, lihat kata makian bahasa Jerman, karena modal juga muncul di dalam hinaan dan ancaman, dan pilihan modal mengubah seberapa keras sebuah kalimat terasa.

Set latihan mini yang bisa kamu pakai ulang dengan kata kerja apa pun

Pilih satu kata kerja, seperti kommen (KOH-men), lalu putar melalui modal.

  • Ich kann kommen. (Saya bisa datang.)
  • Ich darf kommen. (Saya boleh datang.)
  • Ich muss kommen. (Saya harus datang.)
  • Ich soll kommen. (Saya seharusnya datang.)
  • Ich will kommen. (Saya berniat datang.)
  • Ich möchte kommen. (Saya ingin datang.)

Lalu ganti kata kerjanya menjadi helfen (HEL-fen), gehen (GAY-en), atau machen (MAH-khen). Latihan ini membangun urutan kata yang otomatis.

Cara belajar kata kerja modal lewat dialog nyata

Kata kerja modal paling efektif dipelajari sebagai kerangka kalimat, bukan kata terpisah. Karya Paul Nation tentang pembelajaran kosakata menekankan bahwa item berfrekuensi tinggi paling cepat dikuasai saat kamu menemukannya berulang kali dalam konteks yang bermakna, dan modal adalah jenis item seperti itu.

Gunakan klip pendek dan shadowing: ulangi seluruh kalimat dengan modal dan infinitif yang mendarat di akhir. Kalau kamu belajar dari dialog film dan TV, simpan daftar pribadi tiga kerangka yang sering kamu dengar, seperti Kann ich ...?, Ich muss ..., dan Ich möchte ....

Untuk dasar yang lebih terstruktur dan cocok dipasangkan dengan ini, tinjau 100 kata bahasa Jerman yang paling umum. Banyak di antaranya adalah kata perekat yang berada di antara modal dan infinitif.

Penutup: satu aturan dan enam makna

Kalau kamu mengingat satu hal, ingat strukturnya: modal yang dikonjugasikan di posisi kedua, infinitif di akhir. Lalu tempelkan makna intinya: dürfen (izin), können (kemampuan/kemungkinan), mögen atau möchten (suka dan ingin yang sopan), müssen (keharusan), sollen (saran atau ekspektasi yang dilaporkan), wollen (niat).

Saat kamu mulai menyadari modal dalam sapaan, rencana, dan permintaan sopan, bahasa Jerman berhenti terasa seperti teka-teki dan mulai terasa seperti kumpulan pola yang bisa dipakai ulang. Kalau kamu ingin mendengar pola ini seperti yang benar-benar diucapkan penutur asli, berlatihlah dengan adegan pendek dan ulangi kalimat penuh sampai pendaratan kata kerja di akhir terasa otomatis.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja enam kata kerja modal dalam bahasa Jerman?
Enam kata kerja modal utama bahasa Jerman adalah dürfen (izin), können (kemampuan atau kemungkinan), mögen (suka, dan dalam bentuk möchten untuk permintaan sopan), müssen (keharusan), sollen (saran atau kewajiban menurut orang lain), dan wollen (niat). Biasanya dipakai dengan kata kerja kedua dalam bentuk infinitif di akhir klausa.
Kenapa kata kerja utama berada di akhir saat memakai kata kerja modal?
Dalam bahasa Jerman, kata kerja yang dikonjugasikan berada di posisi kedua pada kalimat utama. Saat ada modal, modalnya yang menjadi kata kerja terkonjugasi, sehingga kata kerja lain tetap dalam bentuk infinitif dan pindah ke posisi akhir klausa: Ich kann heute kommen. Pola urutan kata ini sangat sering dipakai dalam bahasa Jerman sehari-hari.
Apa bedanya müssen dan sollen?
Müssen menyatakan keharusan yang kuat, sering karena keadaan atau aturan: Ich muss arbeiten. Sollen biasanya menandakan saran, harapan, atau kewajiban yang datang dari orang lain: Ich soll arbeiten (kata bos saya). Sollen juga umum untuk ujaran tidak langsung: Er soll krank sein (katanya dia sakit).
Bagaimana cara memakai möchten dengan benar?
Möchten adalah cara sopan yang paling umum untuk mengatakan apa yang kamu inginkan, terutama di toko dan restoran: Ich möchte einen Kaffee. Secara tata bahasa, ini bentuk konjungtif dari mögen, tetapi kamu bisa memperlakukannya seperti kata kerja modal tersendiri. Infinitif tetap di akhir: Ich möchte zahlen.
Apakah kata kerja modal berubah di bentuk lampau?
Ya. Dalam Präteritum, modal punya bentuk umum seperti konnte, durfte, musste, sollte, wollte, dan mochte. Dalam Perfekt, bahasa Jerman sering memakai 'infinitif ganda' dengan haben: Ich habe kommen müssen. Pola ini baku dan sering muncul di berita, percakapan kerja, dan cerita.

Sumber & Referensi

  1. Duden, 'Modalverben' (Grammatik), diakses 2026
  2. Institut für Deutsche Sprache (IDS), grammis Informationssystem Grammatik, diakses 2026
  3. Goethe-Institut, materi Deutsch lernen tentang kata kerja modal, diakses 2026
  4. Ethnologue, edisi ke-27, 2024

Mulai belajar dengan Wordy

Tonton klip film asli dan tambah kosakata sambil jalan. Gratis untuk diunduh.

Unduh di App StoreDapatkan di Google PlayTersedia di Chrome Web Store

Panduan bahasa lainnya