Jawaban cepat
Frasa bahasa Jepang paling berguna saat traveling adalah 'Sumimasen' (すみません, soo-mee-mah-sehn). Bisa berarti 'permisi', 'maaf', bahkan 'terima kasih' santai, jadi cocok untuk banyak situasi perjalanan sehari-hari dalam satu kata. Selain itu, menguasai sekitar 50 frasa kunci untuk transportasi, hotel, makanan, belanja, dan keadaan darurat akan membuat perjalanan Anda di Jepang jauh lebih lancar dan minim stres.
Mengapa Frasa Ini Penting
Satu frasa perjalanan dalam bahasa Jepang yang paling berguna adalah Sumimasen (すみません, soo-mee-mah-sehn). Frasa ini bisa berarti "permisi", "maaf", dan bahkan "terima kasih" yang ringan, semuanya dalam satu kata. Kuasai ini, dan kamu sudah menyelesaikan setengah kebutuhan komunikasi saat bepergian.
Jepang menyambut lebih dari 31 juta pengunjung internasional pada 2024, menurut Japan National Tourism Organization (JNTO). Namun meski pariwisata meningkat, kemampuan berbahasa Inggris di luar pusat wisata besar masih terbatas. Survei Japan Foundation tahun 2021 menemukan bahwa meski 3,8 juta orang di dunia belajar bahasa Jepang, kebanyakan turis datang tanpa tahu satu pun frasa dan akhirnya kesulitan. Entah kamu mencari "frasa perjalanan bahasa Jepang" untuk liburan, belajar, atau percakapan, panduan ini mencakup semua yang kamu butuhkan.
Dimensi budaya bahkan lebih penting daripada sisi bahasa. Jepang berjalan dengan sistem kesopanan dan perhatian sosial yang terasa di setiap interaksi, dari membeli tiket kereta sampai masuk restoran. Mengetahui frasa yang tepat menunjukkan rasa hormat, dan respons orang Jepang saat turis berusaha biasanya sangat hangat.
"Dalam masyarakat Jepang, usaha untuk berkomunikasi dalam bahasa setempat itu sendiri adalah bentuk kesopanan. Bahkan bahasa Jepang yang belum sempurna menunjukkan kesadaran budaya dan rasa hormat, kualitas yang jauh lebih dihargai penutur bahasa Jepang daripada ketepatan tata bahasa."
(Anna Wierzbicka, Cross-Cultural Pragmatics, Mouton de Gruyter)
Panduan ini memuat 50+ frasa penting yang disusun berdasarkan situasi perjalanan: transportasi, hotel, makanan, belanja, dan keadaan darurat. Setiap frasa mencantumkan tulisan Jepang, romaji, panduan pelafalan untuk penutur bahasa Indonesia, dan konteks budaya, supaya kamu tahu kapan dan bagaimana memakainya.
Referensi Cepat: 10 Frasa Perjalanan Teratas
Transportasi
Sistem transportasi umum Jepang terkenal efisien, tetapi kamu perlu beberapa frasa kunci untuk memakainya. Stasiun kereta di kota besar punya papan petunjuk berbahasa Inggris, tetapi rute bus, percakapan dengan sopir taksi, dan bertanya arah hampir selalu butuh bahasa Jepang. Kartu IC (Suica atau Pasmo) menghilangkan kebutuhan membeli tiket satu per satu. Tinggal tap dan jalan di gerbang stasiun, minimarket, dan mesin penjual otomatis.
すみません (Sumimasen)
/soo-mee-mah-sehn/
Arti harfiah: Tidak ada akhir (untuk merepotkan Anda)
“すみません、駅はどこですか?”
Permisi, stasiunnya di mana?
Pisau serbaguna untuk perjalanan di Jepang. Pakai untuk menarik perhatian orang, minta maaf saat tidak sengaja menyenggol di kereta yang padat, atau mengungkapkan terima kasih saat seseorang membantu. Kamu akan mengucapkan kata ini lebih sering daripada yang lain.
Sumimasen berasal dari kata kerja sumu (berakhir atau selesai), dan makna harfiahnya ("tidak ada akhir untuk merepotkan Anda") menunjukkan nilai budaya Jepang yang penting, yaitu sadar akan beban yang kita berikan pada orang lain. Untuk pelancong, ini adalah kata yang kamu ucapkan sebelum bertanya, setelah seseorang memberi jalan, dan saat kamu tidak sengaja menghalangi pintu. Menurut standar pelafalan NHK, tekanannya merata di semua suku kata.
ここはどこですか? (Koko wa doko desu ka?)
/koh-koh wah doh-koh dehs kah/
Arti harfiah: Kalau yang ini, di mana?
“すみません、ここはどこですか?地図を見ても分かりません。”
Permisi, ini tempat apa ya? Saya tidak bisa memahaminya meski melihat peta.
Penting saat kamu tersesat. Orang Jepang sering mengantar sampai tujuan, bukan hanya menunjuk arah. Ini dianggap keramahan yang wajar, bukan merepotkan.
Saat menanyakan tempat tertentu, ganti koko (di sini) dengan nama lokasi: Tōkyō Eki wa doko desu ka? (Stasiun Tokyo di mana?). Orang Jepang sangat bersedia membantu turis yang tersesat. Jangan kaget kalau seseorang mengantar kamu sampai tujuan.
切符はいくらですか? (Kippu wa ikura desu ka?)
/kee-poo wah ee-koo-rah dehs kah/
Arti harfiah: Kalau tiketnya, berapa?
“新宿までの切符はいくらですか?”
Berapa harga tiket ke Shinjuku?
Berguna di halte bus dan stasiun kecil yang tidak punya mesin tiket berbahasa Inggris. Untuk kereta, kartu IC (Suica/Pasmo) lebih mudah: tinggal tap dan tarif yang benar dipotong otomatis.
💡 Kartu IC: Sahabat Terbaikmu di Jepang
Ambil kartu IC Suica atau Pasmo (sekarang tersedia di iPhone lewat Apple Wallet). Kartu ini bisa dipakai di hampir semua kereta, bus, dan subway di seluruh Jepang. Kamu juga bisa memakainya untuk bayar di minimarket (コンビニ, konbini), mesin penjual otomatis, dan banyak toko. Isi saldo yen di mesin stasiun mana pun, lalu tap untuk membayar. Tidak perlu bahasa Jepang.
...までお願いします (...made onegaishimasu)
/...mah-deh oh-neh-gah-ee-shee-mahs/
Arti harfiah: Ke..., tolong
“東京駅までお願いします。”
Ke Stasiun Tokyo, tolong.
Frasa taksi yang paling penting. Cukup sebut tujuanmu lalu tambahkan 'made onegaishimasu.' Pintu taksi membuka dan menutup otomatis, jadi jangan disentuh. Tip tidak diharapkan dan tidak diinginkan.
Taksi di Jepang sangat bersih dan sopirnya memakai sarung tangan putih. Pintu belakang kiri terbuka otomatis, jadi jangan mencoba membuka atau menutupnya sendiri. Tunjukkan tujuan di layar ponsel jika pelafalan terasa sulit. Dan ingat, tidak ada tip. Sama sekali.
乗り換えはどこですか? (Norikae wa doko desu ka?)
/noh-ree-kah-eh wah doh-koh dehs kah/
Arti harfiah: Kalau pindah jalurnya, di mana?
“山手線への乗り換えはどこですか?”
Di mana tempat pindah ke Jalur Yamanote?
Stasiun kereta di Tokyo bisa punya lebih dari 30 peron. Petugas stasiun di dekat gerbang tiket selalu mau membantu. Datangi gerbang yang dijaga petugas, bukan yang otomatis.
Di Hotel
Hotel dan ryokan (penginapan tradisional) di Jepang berjalan dengan ketepatan yang luar biasa. Check-in biasanya pukul 3:00 PM dan check-out pukul 10:00 atau 11:00 AM, dengan sedikit kelonggaran. Resepsionis (フロント, furonto) adalah tempat utama untuk semua permintaan.
予約があります (Yoyaku ga arimasu)
/yoh-yah-koo gah ah-ree-mahs/
Arti harfiah: Ada reservasi
“すみません、予約があります。田中です。”
Permisi, saya punya reservasi. Namanya Tanaka.
Dipakai saat check-in. Akan membantu jika kamu punya konfirmasi pemesanan di ponsel. Di ryokan (penginapan tradisional), kamu mungkin diminta melepas sepatu di pintu masuk. Cari genkan (玄関), area masuk yang lebih rendah dengan rak sepatu.
Di ryokan tradisional, proses check-in lebih seremonial. Kamu bisa disuguhi teh dan manisan saat staf menjelaskan fasilitas penginapan. Makanan sering termasuk dan disajikan di kamar pada jam tertentu. Lonely Planet Japanese Phrasebook menyarankan menyiapkan nomor konfirmasi, karena staf mungkin perlu mencocokkan nama asingmu dengan sistem pemesanan mereka.
部屋はありますか? (Heya wa arimasu ka?)
/heh-yah wah ah-ree-mahs kah/
Arti harfiah: Kalau kamar, ada?
“今夜、部屋はありますか?一人です。”
Ada kamar untuk malam ini? Saya sendiri.
Untuk menginap tanpa reservasi. Jepang punya banyak business hotel (ビジネスホテル) terjangkau dekat stasiun yang sering masih ada kamar. Capsule hotel (カプセルホテル) adalah pilihan khas Jepang untuk pelancong solo.
鍵をお願いします (Kagi wo onegaishimasu)
/kah-gee oh oh-neh-gah-ee-shee-mahs/
Arti harfiah: Kuncinya, tolong
“すみません、鍵をお願いします。部屋は305号室です。”
Permisi, kuncinya ya. Kamar saya nomor 305.
Banyak hotel di Jepang memakai kunci fisik atau kartu yang harus dititipkan di resepsionis saat kamu keluar. Frasa ini juga cocok saat kamu kembali dan ingin mengambil kuncimu.
Wi-Fiはありますか? (Wai-Fai wa arimasu ka?)
/wah-ee fah-ee wah ah-ree-mahs kah/
Arti harfiah: Kalau Wi-Fi, ada?
“Wi-Fiはありますか?パスワードは何ですか?”
Ada Wi-Fi? Kata sandinya apa?
Kebanyakan hotel menyediakan Wi-Fi gratis. Untuk koneksi saat bepergian, menyewa perangkat pocket Wi-Fi di bandara populer di kalangan turis, tersedia di konter Bandara Narita dan Haneda.
Memesan Makanan
Budaya makanan Jepang adalah Warisan Budaya Takbenda UNESCO, dan makan adalah salah satu sorotan perjalanan. Restoran sangat beragam, dari yang berbintang Michelin sampai bar mi berdiri di stasiun, dan masing-masing punya etiket sendiri. Banyak restoran memajang replika makanan plastik (食品サンプル, shokuhin sanpuru) di jendela, dan kamu bisa menunjuk replika itu untuk memesan jika bahasa jadi kendala.
お会計お願いします (Okaikei onegaishimasu)
/oh-kah-ee-keh oh-neh-gah-ee-shee-mahs/
Arti harfiah: Minta bonnya, ya
“すみません、お会計お願いします。”
Permisi, minta bonnya ya.
Di Jepang, kamu biasanya membayar di kasir dekat pintu keluar, bukan di meja. Serahkan struk ke kasir. Jangan tinggalkan uang di meja. Staf bisa mengira kamu lupa dan mengejar untuk mengembalikannya.
⚠️ Tidak Ada Tip di Jepang
Memberi tip tidak umum di Jepang dan bisa membuat orang bingung atau tidak enak hati. Staf bisa menolak uangnya, mengejar kamu untuk mengembalikannya, atau merasa tidak nyaman harus berbuat apa. Pelayanan yang sangat baik adalah standar, bukan sesuatu yang perlu dibayar ekstra. Harga di menu adalah harga akhir (pajak bisa sudah termasuk atau ditambahkan terpisah, tetapi tip tidak pernah diharapkan).
おすすめは何ですか? (Osusume wa nan desu ka?)
/oh-soo-soo-meh wah nahn dehs kah/
Arti harfiah: Kalau rekomendasi, apa?
“初めてなんですが、おすすめは何ですか?”
Saya pertama kali ke sini. Rekomendasinya apa?
Staf restoran Jepang bangga dengan rekomendasi mereka. Frasa ini memuji koki dan biasanya membuat kamu mendapat hidangan terbaik. Di konter sushi, rekomendasi koki (おまかせ, omakase) sering jadi pilihan paling istimewa.
アレルギーがあります (Arerugi ga arimasu)
/ah-reh-roo-gee gah ah-ree-mahs/
Arti harfiah: Ada alergi
“すみません、えびのアレルギーがあります。”
Permisi, saya alergi udang.
Penting untuk keamanan makanan. Alergen umum: えび (ebi, udang), たまご (tamago, telur), 小麦 (komugi, gandum), そば (soba, buckwheat), ピーナッツ (piinattsu, kacang tanah). Bawa kartu alergi dalam bahasa Jepang untuk staf restoran.
いただきます (Itadakimasu)
/ee-tah-dah-kee-mahs/
Arti harfiah: Saya menerima dengan rendah hati
“いただきます!わあ、美味しそう!”
Itadakimasu! Wah, kelihatannya enak!
Diucapkan sebelum makan, dengan kedua tangan dirapatkan seperti gestur doa kecil. Ini mengekspresikan rasa terima kasih kepada semua yang terlibat: petani, koki, pelayan. Mengucapkannya menunjukkan kamu paham budaya dan selalu dihargai.
ごちそうさまでした (Gochisousama deshita)
/goh-chee-soh-sah-mah deh-shtah/
Arti harfiah: Itu jamuan yang luar biasa
“ごちそうさまでした。とても美味しかったです。”
Terima kasih atas makanannya. Enak sekali.
Diucapkan setelah selesai makan. Ini berterima kasih kepada koki dan staf. Mengatakannya saat keluar restoran biasanya dibalas senyum hangat, dan kadang kamu akan mendengar 'terima kasih sudah datang' (ありがとうございました).
Belanja
Dari menara elektronik Akihabara sampai kerajinan tradisional Kyoto, belanja adalah bagian besar dari perjalanan ke Jepang. Belanja bebas pajak (免税, menzei) tersedia untuk turis yang belanja di atas 5.000 yen di toko yang berpartisipasi, jadi bawa paspor.
いくらですか? (Ikura desu ka?)
/ee-koo-rah dehs kah/
Arti harfiah: Berapa harganya?
“すみません、これはいくらですか?”
Permisi, ini berapa harganya?
Bisa dipakai di mana saja: toko, pasar, kios pinggir jalan. Sambil bertanya, tunjuk barangnya. Jepang umumnya budaya harga pas, tawar-menawar tidak umum kecuali di pasar loak (フリーマーケット) dan beberapa toko elektronik di Akihabara.
もう少し安いのはありますか? (Mou sukoshi yasui no wa arimasu ka?)
/moh soo-koh-shee yah-soo-ee noh wah ah-ree-mahs kah/
Arti harfiah: Ada yang sedikit lebih murah?
“素敵ですが、もう少し安いのはありますか?”
Bagus sekali, tapi ada yang sedikit lebih murah?
Daripada menawar harga (yang tidak umum di Jepang), frasa ini dengan sopan menanyakan apakah ada alternatif yang lebih terjangkau. Staf toko akan menghargai keterusteranganmu dan biasanya menawarkan pilihan.
カードは使えますか? (Kaado wa tsukaemasu ka?)
/kah-doh wah tsoo-kah-eh-mahs kah/
Arti harfiah: Kalau kartu, bisa dipakai?
“すみません、カードは使えますか?それとも現金だけですか?”
Permisi, bisa pakai kartu? Atau hanya tunai?
Jepang masih sangat mengandalkan uang tunai. Toko besar dan jaringan biasanya menerima kartu, tetapi toko kecil dan restoran sering tidak. Selalu bawa uang tunai (現金, genkin). ATM di 7-Eleven dan Japan Post menerima kartu internasional.
免税できますか? (Menzei dekimasu ka?)
/mehn-zeh deh-kee-mahs kah/
Arti harfiah: Bisa bebas pajak?
“免税できますか?パスポートはあります。”
Bisa bebas pajak? Saya bawa paspor.
Turis asing bisa mendapat pembebasan pajak konsumsi 10% untuk pembelian di atas 5.000 yen di toko yang memasang simbol 'Tax Free'. Bawa paspor, staf akan menempelkan struk pada halaman paspormu.
💡 Budaya Konbini: Penyelamat Pelancong
Minimarket Jepang (コンビニ, konbini), termasuk 7-Eleven, Lawson, dan FamilyMart, berada di level yang berbeda dibanding minimarket di negara lain. Mereka menjual onigiri segar (nasi kepal), bento, makanan hangat, perlengkapan mandi, charger ponsel, perangko, tiket konser, dan punya ATM internasional. Buka 24/7 dan ada di hampir setiap blok kota, ini adalah sumber daya paling berguna untuk pelancong mana pun di Jepang.
Keadaan Darurat
Keadaan darurat jarang terjadi pada turis di Jepang, karena Jepang termasuk negara paling aman di dunia. Namun mengetahui frasa ini bisa sangat penting saat dibutuhkan. Nomor darurat adalah 110 untuk polisi dan 119 untuk pemadam kebakaran atau ambulans (kebalikan dari banyak negara Barat).
助けて! (Tasukete!)
/tah-soo-keh-teh/
Arti harfiah: Selamatkan saya! / Tolong!
“助けて!財布を盗まれました!”
Tolong! Dompet saya dicuri!
Seruan mendesak untuk minta tolong. Dalam keadaan darurat sungguhan, ini akan langsung menarik perhatian. Untuk bantuan yang tidak terlalu mendesak, gunakan 'sumimasen'. Tingkat kejahatan di Jepang sangat rendah, tetapi pencurian kecil bisa terjadi di area wisata yang padat.
医者が必要です (Isha ga hitsuyou desu)
/ee-shah gah hee-tsoo-yoh dehs/
Arti harfiah: Saya perlu dokter
“すみません、医者が必要です。気分が悪いです。”
Permisi, saya perlu dokter. Saya merasa tidak enak badan.
Hotel bisa membantu mengatur kunjungan dokter. Untuk rumah sakit dengan staf yang bisa bahasa Inggris, cari 'international clinic' (国際クリニック) di area kamu. Bawa dokumen asuransi perjalanan dan paspor.
警察を呼んでください (Keisatsu wo yonde kudasai)
/keh-sah-tsoo oh yohn-deh koo-dah-sah-ee/
Arti harfiah: Tolong panggil polisi
“すみません、警察を呼んでください。パスポートをなくしました。”
Permisi, tolong panggil polisi. Saya kehilangan paspor.
Koban (交番) adalah pos polisi kecil yang ada di banyak kota di Jepang dan dijaga 24 jam. Petugasnya mudah diajak bicara dan bisa membantu barang hilang, arah, dan keadaan darurat. Barang hilang sering diserahkan dan dikembalikan di Jepang.
...のアレルギーがあります (...no arerugi ga arimasu)
/...noh ah-reh-roo-gee gah ah-ree-mahs/
Arti harfiah: Saya alergi terhadap...
“ピーナッツのアレルギーがあります。救急車を呼んでください。”
Saya alergi kacang. Tolong panggil ambulans.
Untuk reaksi alergi berat, hubungi 119 (ambulans). Bawa kartu alergi dalam bahasa Jepang yang mencantumkan alergimu, apotek dan hotel bisa membantu membuatnya. Kata untuk ambulans adalah 救急車 (kyuukyuusha, kyoo-kyoo-shah).
Etiket Budaya untuk Pelancong
🌍 Empat Aturan yang Perlu Diketahui Setiap Turis
Membungkuk: Anggukan kecil (15 derajat) sudah cukup untuk turis. Kamu tidak perlu membungkuk 45 derajat, karena itu untuk permintaan maaf formal dan rapat bisnis. Anggukan kecil saat mengatakan arigatou gozaimasu atau sumimasen sudah pas.
Melepas sepatu: Cari genkan (玄関), area masuk yang sedikit lebih rendah dengan rak sepatu atau deretan sandal. Kamu akan menemukannya di ryokan, kuil, beberapa restoran, ruang ganti, dan rumah. Naik ke area dalam tanpa sepatu dan pakai sandal yang disediakan. Pakai kaus kaki tidak masalah, tetapi kaki telanjang kurang ideal.
Tidak ada tip: Perlu diulang karena mengejutkan banyak pelancong dari negara Barat. Jangan memberi tip di restoran, hotel, taksi, salon rambut, atau tempat lain. Ini bukan kebiasaan dan bisa membuat orang bingung.
Etiket kereta: Atur ponsel ke mode senyap (マナーモード, manaa moodo, harfiahnya "mode sopan santun"). Jangan menerima telepon di kereta. Makan di kereta lokal kurang disukai, tetapi wajar di kereta jarak jauh seperti shinkansen (kereta peluru), di mana bento hampir jadi tradisi.
Kata Bantu Hitung yang Berguna untuk Pelancong
Bahasa Jepang memakai kata bantu hitung (counter) yang berubah tergantung jenis benda. Kamu tidak perlu mempelajari semuanya, tetapi tiga ini benar-benar berguna untuk turis:
| Kata bantu hitung | Cara baca | Dipakai untuk | Contoh |
|---|---|---|---|
| 〜枚 (mai) | mah-ee | Benda datar: tiket, lembaran, piring | 切符二枚 (kippu ni-mai) = 2 tiket |
| 〜人 (nin) | neen | Orang (kecuali 1 dan 2) | 三人です (san-nin desu) = 3 orang |
| 〜つ (tsu) | tsoo | Benda umum | 一つください (hitotsu kudasai) = Satu, tolong |
Untuk "berapa orang" di restoran, petugas biasanya bertanya nan-mei-sama desu ka? (何名様ですか?). Angkat jari dan sebut angkanya: futari (二人, dua orang) atau san-nin (三人, tiga orang).
Belajar Bahasa Jepang Lewat Film dan TV
Mendengar frasa ini diucapkan secara alami oleh penutur asli akan mempercepat belajarmu secara drastis. Film Jepang dan anime memberi pelafalan, intonasi, dan konteks budaya yang autentik, yang tidak bisa ditiru buku frasa. Lihat panduan kami tentang film terbaik untuk belajar bahasa Jepang untuk rekomendasi pilihan yang disusun berdasarkan tingkat kesulitan.
Untuk membangun kosakata secara terstruktur sebelum berangkat, alat belajar bahasa Jepang Wordy membantu kamu berlatih frasa perjalanan dengan spaced repetition, supaya kamu ingat apa yang dipelajari. Dan untuk panduan frasa bahasa Jepang lainnya, kunjungi blog kami untuk artikel tentang salam, terima kasih, maaf, dan lainnya.
Entah kamu sedang menavigasi sistem subway Tokyo yang rumit atau memesan ramen di toko kecil di gang Osaka, bahkan beberapa frasa saja akan mengubah pengalaman perjalananmu. Kata bahasa Jepang untuk usaha adalah ganbaru (頑張る), dan berusaha berbicara bahasa Jepang meski dasar adalah cara terbaik untuk terhubung dengan budaya yang sangat menghargai ketulusan dan rasa hormat.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah harus bisa bahasa Jepang untuk liburan ke Jepang?
Kata bahasa Jepang paling berguna untuk turis apa?
Apakah perlu memberi tip di Jepang?
Bagaimana cara bayar kereta di Jepang?
Etika apa yang perlu diketahui turis di Jepang?
Apakah kartu kredit bisa dipakai di semua tempat di Jepang?
Sumber & Referensi
- Japan Foundation (国際交流基金), Laporan Survei tentang Pendidikan Bahasa Jepang di Luar Negeri (2021)
- Lonely Planet, Japanese Phrasebook & Dictionary, edisi ke-9 (2023)
- Japan National Tourism Organization (JNTO), Statistik Kedatangan Pengunjung (2024)
- NHK Broadcasting Culture Research Institute, Pelafalan dan Penggunaan Bahasa Jepang Standar
- Wierzbicka, A., Cross-Cultural Pragmatics: The Semantics of Human Interaction (Mouton de Gruyter)
Mulai belajar dengan Wordy
Tonton klip film asli dan tambah kosakata sambil jalan. Gratis untuk diunduh.

