← Kembali ke Blog
🇯🇵Jepang

Cara Mengatakan 'Sama-sama' dalam Bahasa Jepang: 12 Respons Selain Dō Itashimashite

Oleh SandorDiperbarui: 5 April 20269 mnt baca

Jawaban cepat

Jawaban versi buku teks adalah 'Dō itashimashite' (どういたしまして, doh ee-tah-shee-mah-shteh), tetapi kebanyakan penutur Jepang justru menghindarinya dalam percakapan sehari-hari. Mereka lebih sering mengalihkan ucapan terima kasih dengan 'Iie' (いいえ, tidak, tidak), 'Tondemo nai desu' (とんでもないです, sama sekali tidak), atau 'Kochira koso' (こちらこそ, justru saya yang harus berterima kasih). Menerima rasa terima kasih secara langsung bisa terasa seperti menyombongkan diri dalam budaya Jepang.

Jawaban Singkat

Cara buku teks untuk mengatakan "sama-sama" dalam bahasa Jepang adalah Dō itashimashite (どういたしまして, doh ee-tah-shee-mah-shteh), tetapi kebanyakan penutur bahasa Jepang jarang memakainya. Sebagai gantinya, mereka sering mengalihkan ucapan terima kasih dengan respons seperti Iie (いいえ, "tidak kok"), Tondemo nai desu (とんでもないです, "tidak sama sekali"), atau Kochira koso (こちらこそ, "justru saya yang harus berterima kasih"). Dalam budaya Jepang, menerima rasa terima kasih secara langsung bisa terasa seperti menyombongkan diri, jadi penutur biasanya mengecilkan kontribusinya.

Bahasa Jepang dituturkan oleh sekitar 125 juta orang, menurut data Ethnologue 2024. Survei Bahasa Nasional 2023 dari Badan Urusan Kebudayaan menemukan bahwa respons yang mengalihkan rasa terima kasih (bukan menerimanya secara langsung) sangat lebih disukai di semua kelompok usia di Jepang. Ini membuat "sama-sama" menjadi salah satu frasa yang paling membuka wawasan budaya untuk dipelajari, karena menunjukkan perbedaan mendasar antara gaya komunikasi Jepang dan gaya komunikasi Barat. Entah kamu mencari "youre welcome in japanese" untuk perjalanan, belajar, atau percakapan, panduan ini membahas semua yang kamu butuhkan.

"Dalam bahasa Jepang, respons yang lebih disukai terhadap ucapan terima kasih bukan menerima rasa terima kasih, melainkan menolak premisnya. Ini mencerminkan logika budaya di mana diri dikecilkan agar harmoni sosial terjaga."

(Anna Wierzbicka, Cross-Cultural Pragmatics, Mouton de Gruyter, 2003)

Panduan ini membahas 12 cara penting untuk merespons ucapan terima kasih dalam bahasa Jepang, disusun per kategori: respons buku teks, pengalihan santai, opsi sopan dan formal, bahasa bisnis, dan rasa terima kasih timbal balik. Setiap bagian mencantumkan tulisan Jepang, pelafalan romaji, dan konteks budaya agar kamu tahu kapan memakainya.


Referensi Cepat: Ekspresi "Sama-sama" dalam Bahasa Jepang Sekilas


Respons Buku Teks

Ini frasa yang biasanya diajarkan pertama di buku teks bahasa Jepang, dan yang paling jarang dipakai penutur asli dalam keseharian.

どういたしまして (Dō itashimashite)

Sopan

/doh ee-tah-shee-mah-shteh/

Arti harfiah: Apa yang sudah saya lakukan? (Tidak seberapa)

どういたしまして。いつでも声をかけてください。

Sama-sama. Jangan ragu untuk minta bantuan kapan saja.

🌍

Ini 'sama-sama' versi buku teks, tetapi bisa terdengar kaku atau terlalu formal dalam obrolan santai. Kebanyakan penutur bahasa Jepang lebih memilih alternatif yang mengalihkan rasa terima kasih. Tetap benar dan selalu dipahami.

Dō itashimashite secara harfiah bisa diurai menjadi (bagaimana/apa) + itashimashite (bentuk rendah hati dari "melakukan"), sehingga maknanya kira-kira "apa yang sudah saya lakukan?", yang menyiratkan bantuan itu sangat kecil sampai hampir tidak terasa. Walau menjadi standar buku teks, frasa ini berada di posisi yang agak canggung: terlalu formal untuk teman, dan dalam situasi bisnis yang benar-benar formal, penutur biasanya memilih ungkapan yang lebih merendah.

Menurut survei Japan Foundation tahun 2021, dō itashimashite termasuk sepuluh frasa pertama yang diajarkan kepada 3,8 juta orang yang belajar bahasa Jepang di seluruh dunia. Namun penutur asli sering merasa frasa ini terdengar agak kaku, terutama di kalangan generasi muda. Frasa ini benar dan selalu dipahami, tetapi mengetahui alternatif di bawah akan membuat kamu terdengar jauh lebih natural.

💡 Kapan Dō Itashimashite Paling Cocok

Walau terkenal kaku, dō itashimashite tetap cocok untuk situasi layanan yang jelas: saat pegawai toko berterima kasih atas pembelianmu, saat orang asing berterima kasih karena kamu memberi petunjuk arah, atau saat berbicara dengan orang yang belum kamu kenal dekat. Ini pilihan paling aman dan paling mudah dipahami semua orang.


Pengalihan Santai

Inilah respons yang benar-benar dipakai penutur bahasa Jepang dalam kehidupan sehari-hari. Semuanya punya satu prinsip: menegaskan bahwa bantuan itu sama sekali tidak merepotkan.

いいえ (Iie)

Sopan

/ee-eh/

Arti harfiah: Tidak

いいえ、大したことないですよ。

Tidak kok, itu bukan apa-apa.

🌍

Menjawab ucapan terima kasih dengan 'tidak' terdengar aneh dalam bahasa Indonesia, tetapi ini salah satu respons paling natural dalam bahasa Jepang. Ini menolak dengan rendah hati bahwa bantuan itu pantas dibalas terima kasih. Cocok untuk konteks santai maupun sopan.

Mengatakan "tidak" saat seseorang berterima kasih adalah bentuk pengalihan khas Jepang. Iie yang sederhana (sering diulang menjadi iie, iie, いいえ、いいえ, sambil melambaikan tangan kecil) menyampaikan "tidak kok, sungguh, bukan apa-apa." Respons ini cocok di hampir semua situasi, dari teman yang berterima kasih karena kamu membelikan kopi sampai rekan kerja yang berterima kasih karena kamu menggantikan shift.

ううん (Uun)

Santai

/oo-oon/

Arti harfiah: Ah tidak / Enggak

ううん、気にしないで。

Ah tidak kok, jangan dipikirkan.

🌍

Versi santai dari 'iie.' Dipakai khusus di antara teman dekat dan keluarga. Bunyi sengau yang dipanjangkan terasa sangat santai, jangan pernah dipakai kepada atasan atau orang asing.

Uun adalah pasangan santai dan rileks dari iie. Kalau iie bisa dipakai dalam ragam sopan dan santai, uun hanya cocok di antara teman dan keluarga. Ini respons yang kamu lontarkan ke teman yang berterima kasih karena kamu meminjamkan payung: hangat, tanpa formalitas, dan terasa natural.

全然 (Zenzen)

Santai

/zehn-zehn/

Arti harfiah: Tidak sama sekali / Sepenuhnya (tidak)

全然!むしろ楽しかったよ。

Tidak sama sekali! Malah seru.

🌍

Awalnya kata keterangan yang berarti 'tidak sama sekali,' sekarang sering dipakai sebagai jawaban mandiri untuk ucapan terima kasih, terutama di kalangan penutur muda. Sering disertai lambaian tangan. Penanda generasi, penutur lebih tua bisa menganggapnya terlalu santai.

Zenzen (全然) secara harfiah berarti "sepenuhnya" dan secara tradisional dipasangkan dengan kata kerja negatif, seperti zenzen daijōbu (sepenuhnya tidak masalah). Namun penutur muda di Jepang makin sering memakainya sebagai seruan mandiri, mirip seperti menjawab "santai aja!" dalam bahasa Indonesia. Survei Badan Urusan Kebudayaan mencatat pergeseran generasi ini, dan menyebut zenzen yang berdiri sendiri sebagai ciri kuat pola tutur usia di bawah 40 tahun.

大丈夫 (Daijōbu)

Santai

/dah-ee-joh-boo/

Arti harfiah: Tidak apa-apa / Tidak masalah

大丈夫だよ!また何かあったら言ってね。

Tidak masalah! Kalau butuh apa-apa lagi, bilang ya.

🌍

Kata serbaguna yang berarti 'oke' atau 'tidak masalah.' Sebagai respons atas ucapan terima kasih, ini meyakinkan lawan bicara bahwa bantuan itu tidak merepotkan. Umum di kalangan penutur muda dan suasana santai.

Daijōbu adalah salah satu kata paling berguna dalam bahasa Jepang, artinya "tidak apa-apa" atau "tidak masalah." Sebagai respons atas ucapan terima kasih, fungsinya seperti "santai aja," yang meyakinkan orang lain bahwa kamu tidak kerepotan. Ini santai tetapi bukan bahasa gaul, jadi cocok untuk pertukaran sehari-hari dengan rekan kerja, kenalan, dan teman.

いいよいいよ (Iiyo iiyo)

Santai

/ee-yoh ee-yoh/

Arti harfiah: Tidak apa-apa, tidak apa-apa

いいよいいよ、気にしなくて大丈夫!

Tidak apa-apa, tidak apa-apa, jangan dipikirkan!

🌍

Pengulangan ganda menambah kehangatan dan penegasan. Sangat natural di antara teman. Nadanya menenangkan dan menolak adanya 'utang budi': 'serius, tidak apa-apa kok.' Umum diucapkan sambil tersenyum dan lambaian tangan santai.

Menggandakan iiyo menambah kehangatan dan penegasan. Ini setara dengan melambaikan kedua tangan sambil tersenyum: "serius, tidak apa-apa!" Ini salah satu respons santai paling natural dalam bahasa Jepang lisan, dan kamu akan sering mendengarnya di film dan drama Jepang saat teman saling menepis ucapan terima kasih. Lihat panduan kami tentang film terbaik untuk belajar bahasa Jepang untuk mendengar frasa-frasa ini dalam konteks.


Respons Sopan dan Formal

Saat situasi menuntut lebih dari sekadar lambaian santai, ungkapan ini menunjukkan kerendahan hati dan kepekaan sosial yang tepat.

とんでもないです (Tondemo nai desu)

Sopan

/tohn-deh-moh nah-ee dehs/

Arti harfiah: Itu tidak masuk akal / Tidak terpikirkan

とんでもないです。お役に立てて光栄です。

Tidak sama sekali. Saya merasa terhormat bisa membantu.

🌍

Menyiratkan bahwa gagasan bahwa kamu pantas diberi terima kasih itu 'tidak masuk akal.' Pengalihan yang kuat tetapi tetap sopan, dipakai dalam konteks semi-formal dan situasi dekat bisnis. Lebih menegaskan daripada 'iie' saja.

Tondemo nai secara harfiah berarti "absurd" atau "tidak terpikirkan," seolah-olah gagasan bahwa kamu pantas diberi terima kasih itu tidak masuk akal. Menambahkan desu membuatnya sopan tanpa menjadi terlalu formal. Ini berada di titik pas antara iie yang santai dan keigo yang sangat formal, jadi ideal untuk percakapan di tempat kerja, interaksi dengan kenalan, dan konteks semi-formal saat kamu ingin terlihat rendah hati tanpa terdengar kaku.

とんでもございません (Tondemo gozaimasen)

Sangat formal

/tohn-deh-moh goh-zah-ee-mah-sehn/

Arti harfiah: Sama sekali tidak terpikirkan (rendah hati)

とんでもございません。当然のことでございます。

Tidak sama sekali. Itu sudah sewajarnya (bagi kami).

🌍

Versi keigo (bahasa hormat) dari 'tondemo nai desu.' Dipakai dalam layanan pelanggan kelas atas, bisnis formal, dan saat berbicara dengan klien VIP. Concierge hotel, staf department store, dan pembicara bisnis formal sering memakainya.

Ini adalah bentuk yang ditinggikan dengan keigo, dipakai dalam situasi bisnis formal, layanan pelanggan kelas atas, dan interaksi dengan klien penting. Concierge hotel, staf maskapai, dan pegawai department store rutin memakai tondemo gozaimasen. Walau para ahli bahasa pernah memperdebatkan apakah bentuk ini "benar" secara tata bahasa (bentuk tradisionalnya tondemo nai koto de gozaimasu), pedoman Badan Urusan Kebudayaan tahun 2007 menerima tondemo gozaimasen sebagai pemakaian standar, dan sekarang diakui secara luas.

お気になさらず (Oki ni nasarazu)

Formal

/oh-kee nee nah-sah-rah-zoo/

Arti harfiah: Tolong jangan dipikirkan

お気になさらず。お互い様ですから。

Tolong jangan dipikirkan. Kita saling membantu.

🌍

Cara formal yang lembut untuk mengatakan 'jangan dipikirkan.' Bentuk hormat 'nasarazu' (tolong jangan) menunjukkan respek kepada lawan bicara. Umum di email bisnis dan bahasa Jepang lisan yang sopan.

Oki ni nasarazu memakai bahasa hormat (nasarazu adalah bentuk negatif sopan dari nasaru, artinya "melakukan") untuk dengan sopan meminta lawan bicara agar tidak khawatir. Nadanya lembut dan menenangkan, cocok untuk bahasa Jepang lisan maupun tulisan. Kamu akan sering melihatnya di email bisnis saat rekan kerja berterima kasih karena kamu menangani sebuah tugas.


Respons Bisnis dan Keigo

Dalam budaya korporat Jepang, batas antara "terima kasih" dan "sama-sama" sering melebur menjadi sistem kerendahan hati timbal balik. Ungkapan ini mencerminkannya.

恐れ入ります (Osore irimasu)

Sangat formal

/oh-soh-reh ee-ree-mahs/

Arti harfiah: Saya diliputi rasa segan/takut

恐れ入ります。今後ともよろしくお願いいたします。

Anda terlalu baik. Saya berharap kerja sama kita terus berlanjut.

🌍

Salah satu ungkapan paling menarik dalam bahasa Jepang bisnis. Bisa berfungsi sekaligus sebagai 'terima kasih,' 'sama-sama,' dan 'saya merasa rendah hati.' Penutur memosisikan diri seolah kewalahan oleh kebaikan lawan bicara. Standar dalam bisnis formal, perbankan, dan layanan kelas atas.

Osore irimasu mungkin ungkapan paling kaya makna budaya di daftar ini. Secara harfiah berarti "saya dipenuhi rasa takut/segan," dan menempati ruang unik dalam bahasa Jepang karena bisa berfungsi sebagai ucapan terima kasih sekaligus respons "sama-sama." Saat seseorang berterima kasih, menjawab dengan osore irimasu menyampaikan sesuatu seperti "justru saya yang harus merasa rendah hati dalam pertukaran ini." Kerendahan hati dua arah ini adalah ciri khas keigo dalam bahasa Jepang bisnis.

Kamu akan mendengar teller bank, staf hotel, dan profesional bisnis senior memakai osore irimasu dalam situasi ketika kedua pihak saling menyampaikan rasa terima kasih. Ini adalah wujud linguistik dari konsep Jepang bahwa setiap pertukaran sosial menciptakan kewajiban timbal balik.

🌍 Siklus Ucapan Terima Kasih

Dalam budaya bisnis Jepang, ungkapan terima kasih sering menciptakan siklus. Orang A berterima kasih kepada Orang B. Orang B menjawab dengan pengalihan rendah hati yang juga mengandung rasa terima kasih. Orang A lalu mengalihkan lagi. Bolak-balik ini bisa berlangsung beberapa kali, dan itu sepenuhnya normal. Siklus ini menguatkan ikatan sosial dan saling menghormati, dan memotongnya terlalu cepat bisa terasa tidak sopan.


Rasa Terima Kasih Timbal Balik: Mengembalikan Ucapan Terima Kasih

こちらこそ (Kochira koso)

Sopan

/koh-chee-rah koh-soh/

Arti harfiah: Justru saya (yang seharusnya mengatakan itu) / Pihak sini

こちらこそ、今日はありがとうございました。楽しかったです。

Tidak, justru TERIMA KASIH untuk hari ini. Saya senang sekali.

🌍

Mengembalikan rasa terima kasih kepada orang yang berterima kasih. 'Kochira' berarti 'pihak sini' (yaitu saya), dan 'koso' adalah partikel penegas yang berarti 'justru/tepatnya.' Menciptakan pertukaran rasa terima kasih timbal balik yang hangat.

Kochira koso adalah seni elegan dalam bahasa Jepang untuk mengembalikan ucapan terima kasih. Alih-alih menerima atau mengalihkan rasa terima kasih, frasa ini mengarahkannya kembali sepenuhnya: "Tidak, justru saya yang harus berterima kasih." Ini menciptakan pertukaran rasa terima kasih timbal balik (otagai-sama, お互い様) yang sangat dihargai dalam budaya Jepang.

Kamu akan sering mendengar kochira koso di akhir makan, rapat, dan pertemuan sosial. Saat tuan rumah berterima kasih karena kamu datang, menjawab dengan Kochira koso, tanoshikatta desu (こちらこそ、楽しかったです, artinya "Tidak, terima kasih, saya sangat menikmati") adalah salah satu respons paling natural dan anggun secara sosial dalam bahasa Jepang.


Kapan Memakai Tiap Respons: Panduan Praktis

SituasiRespons TerbaikAlasan
Teman berterima kasih untuk bantuan kecilいいよいいよ (Iiyo iiyo)Hangat, santai, menolak adanya utang budi
Teman sekelas atau rekan kerja dekat berterima kasih全然 (Zenzen) atau 大丈夫 (Daijōbu)Natural, rileks, sesuai gaya usia
Orang asing berterima kasih karena petunjuk arahいいえ (Iie)Pengalihan sopan, aman di semua situasi
Rekan kerja berterima kasih di kantorとんでもないです (Tondemo nai desu)Rendah hati tetapi tidak terlalu formal
Klien atau atasan menyampaikan terima kasihとんでもございません (Tondemo gozaimasen)Keigo penuh, menunjukkan respek yang tepat
Seseorang berterima kasih untuk pengalaman bersamaこちらこそ (Kochira koso)Mengembalikan terima kasih, menciptakan kehangatan
Mitra bisnis berterima kasih secara formal恐れ入ります (Osore irimasu)Kerendahan hati puncak, sopan santun bisnis timbal balik
Kamu menerima terima kasih lewat email formalお気になさらず (Oki ni nasarazu)Cocok untuk tulisan, formal dengan lembut

Budaya di Balik Pengalihan

Memahami mengapa penutur bahasa Jepang menghindari mengatakan "sama-sama" secara langsung sama pentingnya dengan menghafal frasanya.

🌍 Mengapa Penutur Bahasa Jepang Mengalihkan Ucapan Terima Kasih

Dalam budaya berbahasa Indonesia, "sama-sama" menerima rasa terima kasih dengan nyaman. Dalam budaya Jepang, keterusterangan seperti ini bisa terasa seperti memuji diri sendiri. Logika dasarnya berakar pada kenkyo (謙虚, kerendahan hati), salah satu sifat sosial yang paling dihargai di Jepang.

Dengan menjawab "tidak kok" (iie), "tidak sama sekali" (tondemo nai), atau "justru saya yang harus berterima kasih" (kochira koso), penutur melakukan dua hal: mereka menurunkan posisi diri (rendah hati) dan menaikkan posisi lawan bicara (respek). Gerakan ganda ini adalah mesin harmoni sosial Jepang (wa, 和).

Riset pragmatik lintas budaya Wierzbicka menegaskan bahwa penutur bahasa Jepang secara konsisten membingkai respons terhadap rasa terima kasih sebagai penolakan atau pengalihan, sedangkan penutur bahasa Indonesia cenderung membingkainya sebagai penerimaan. Tidak ada yang lebih tulus, keduanya mencerminkan prioritas budaya yang berbeda tentang cara menjaga ikatan sosial.

Itulah sebabnya mempelajari "sama-sama" dalam bahasa Jepang mengajarkan sesuatu yang lebih dalam daripada kosakata. Ini menunjukkan gaya komunikasi di mana kerendahan hati bukan pasif, tetapi aktif, sebuah keterampilan sosial yang disengaja untuk membangun kepercayaan dan kedekatan. Untuk pelajar yang berkunjung ke Jepang, menguasai iie, iie sederhana dengan lambaian tangan lembut akan membuat penutur asli langsung terasa lebih hangat.


Latihan dengan Konten Jepang Asli

Membaca tentang pola pengalihan ini memberi kamu pengetahuan, tetapi mendengarnya dalam percakapan nyata (dengan intonasi, timing, dan bahasa tubuh yang tepat) yang membuatnya terasa otomatis. Drama dan film Jepang sangat cocok untuk ini karena karakter terus menavigasi pertukaran terima kasih di berbagai tingkat formalitas, dari candaan santai antar teman sampai adegan bisnis yang penuh keigo.

Wordy memungkinkan kamu menonton film dan acara Jepang dengan subtitle interaktif. Ketuk ekspresi apa pun untuk melihat artinya, pelafalan romaji, tingkat formalitas, dan konteks budaya secara real time. Alih-alih menghafal respons dari daftar, kamu menyerapnya dari percakapan autentik dengan penutur asli.

Untuk konten Jepang lainnya, jelajahi blog kami untuk panduan termasuk film terbaik untuk belajar bahasa Jepang. Kamu juga bisa mengunjungi halaman belajar bahasa Jepang untuk mulai berlatih dengan konten asli hari ini.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa cara paling umum untuk mengatakan 'sama-sama' dalam bahasa Jepang?
Walau 'Dō itashimashite' (どういたしまして) sering diajarkan di buku, banyak penutur Jepang lebih memilih respons yang mengalihkan pujian seperti 'Iie' (いいえ, 'tidak kok') atau 'Tondemo nai desu' (とんでもないです, 'sama sekali tidak'). Ini menegaskan bahwa bantuan itu bukan merepotkan, sesuai norma rendah hati.
Kenapa orang Jepang jarang mengatakan 'Dō itashimashite'?
Dō itashimashite (どういたしまして) bisa terdengar terlalu formal atau agak kaku untuk obrolan santai. Selain itu, budaya Jepang menjunjung kerendahan hati, menerima ucapan terima kasih secara langsung bisa terasa seperti membanggakan diri. Karena itu, orang lebih sering menjawab 'tidak kok' atau 'tidak apa-apa'.
Apa arti 'Kochira koso' dalam bahasa Jepang?
'Kochira koso' (こちらこそ) berarti 'justru saya' atau 'sama-sama.' Ungkapan ini mengembalikan rasa terima kasih kepada orang yang berterima kasih, sehingga terasa saling menghargai. Misalnya setelah ditraktir makan, Anda bisa bilang 'Kochira koso, tanoshikatta desu' (こちらこそ、楽しかったです).
Bagaimana cara mengatakan 'sama-sama' dalam situasi bisnis di Jepang?
Dalam situasi bisnis yang formal, gunakan 'Tondemo gozaimasen' (とんでもございません, 'tidak sama sekali'), 'Okimochi dake de' (お気持ちだけで, 'niat Anda saja sudah cukup'), atau 'Okyaku-sama no tame desu kara' (お客様のためですから, 'karena ini untuk pelanggan'). 'Osore irimasu' (恐れ入ります) juga sering dipakai.
Apa cara santai untuk mengatakan 'sama-sama' dalam bahasa Jepang?
Di antara teman, pilihan santai termasuk 'Iiyo iiyo' (いいよいいよ, 'nggak apa-apa'), 'Zenzen' (全然, 'nggak sama sekali'), 'Daijōbu' (大丈夫, 'nggak masalah'), atau 'Un' (うん, 'iya/oke'). Anak muda juga kadang bilang 'Zenzen zenzen' sambil melambaikan tangan.

Sumber & Referensi

  1. Agency for Cultural Affairs, Japan (文化庁), Survei Bahasa Nasional tentang norma kesopanan (2023)
  2. The Japan Foundation (国際交流基金), Laporan survei tentang pendidikan bahasa Jepang di luar negeri (2021)
  3. Ethnologue: Languages of the World, entri bahasa Jepang (2024)
  4. Wierzbicka, A. (2003). 'Cross-Cultural Pragmatics: The Semantics of Human Interaction.' Mouton de Gruyter.

Mulai belajar dengan Wordy

Tonton klip film asli dan tambah kosakata sambil jalan. Gratis untuk diunduh.

Unduh di App StoreDapatkan di Google PlayTersedia di Chrome Web Store

Panduan bahasa lainnya