← Kembali ke Blog
🇯🇵Jepang

Cara Mengatakan 'Siapa Nama Kamu' dalam Bahasa Jepang: 12+ Frasa dan Budaya Nama

Oleh SandorDiperbarui: 20 Februari 20269 mnt baca

Jawaban cepat

Cara paling umum untuk menanyakan 'siapa nama kamu' dalam bahasa Jepang adalah 'Onamae wa nan desu ka' (お名前は何ですか, oh-nah-mah-eh wah nahn dehs-kah). Namun, penutur Jepang jarang menanyakannya secara langsung, nama biasanya ditukar lewat perkenalan diri (自己紹介/jikoshoukai) atau pertukaran kartu nama (名刺/meishi), bukan lewat pertanyaan langsung.

Jawaban Singkat

Cara paling umum untuk menanyakan "siapa nama kamu" dalam bahasa Jepang adalah Onamae wa nan desu ka (お名前は何ですか, oh-nah-mah-eh wah nahn dehs-kah). Tapi ada wawasan budaya penting yang sering terlewat di buku teks: penutur bahasa Jepang jarang menanyakan nama seseorang secara langsung. Ini bisa terasa terlalu maju atau bahkan mengganggu. Sebagai gantinya, nama biasanya ditukar lewat jikoshoukai (自己紹介, perkenalan diri), di mana tiap orang menyebutkan namanya sendiri.

Bahasa Jepang dituturkan oleh sekitar 125 juta orang, menurut data Ethnologue 2024. Sistem tingkat kesopanan yang rumit membuat pertanyaan sederhana seperti "siapa nama kamu?" punya beberapa bentuk, tergantung konteks sosial. Survei Bahasa Nasional 2023 dari Agency for Cultural Affairs menemukan bahwa 78% orang dewasa Jepang menganggap etiket terkait nama (termasuk cara bertanya, cara memakai sufiks, dan cara menangani kartu nama) penting untuk interaksi sosial yang lancar. Entah kamu mencari "siapa nama kamu dalam bahasa jepang" untuk perjalanan, belajar, atau percakapan, panduan ini membahas semua yang kamu butuhkan.

"Dalam budaya Jepang, menanyakan nama seseorang secara langsung bukan tindakan yang netral. Itu membawa klaim tersirat tentang hubungan yang mungkin belum ada. Preferensi untuk perkenalan diri mencerminkan pola budaya yang lebih luas, di mana individu menawarkan informasi alih-alih mengambilnya."

(Anna Wierzbicka, Cross-Cultural Pragmatics, Mouton de Gruyter, 2003)

Panduan ini membahas 12+ frasa penting untuk menanyakan dan menyebutkan nama dalam bahasa Jepang, disusun berdasarkan tingkat formalitas. Panduan ini juga menjelaskan mekanisme budaya pertukaran nama, dari perkenalan diri jikoshoukai sampai ritual kartu nama meishi (名刺), supaya kamu paham bukan hanya apa yang harus diucapkan, tapi juga kapan dan bagaimana orang Jepang benar-benar menangani urusan nama.


Referensi Cepat: Frasa Nama Sekilas


Kenapa Orang Jepang Jarang Bertanya "Siapa Nama Kamu?"

Sebelum masuk ke frasa-frasa, memahami konteks budaya ini akan menyelamatkan kamu dari momen canggung. Dalam budaya penutur bahasa Indonesia, menanyakan "Siapa nama kamu?" itu wajar: di pesta, di kelas, di acara networking. Dalam budaya Jepang, menanyakan nama seseorang secara langsung bisa terasa terlalu berani.

Cara yang lebih disukai adalah jikoshoukai (自己紹介), perkenalan diri dua arah. Tiap orang menyebutkan namanya sendiri secara sukarela. Dalam situasi profesional, ini sering digantikan sepenuhnya oleh meishi koukan (名刺交換, pertukaran kartu nama), di mana kartu cetak yang "berbicara" untukmu.

Menurut NINJAL (National Institute for Japanese Language and Linguistics), frasa tanya nama secara langsung seperti Onamae wa? paling sering terdengar di situasi resmi: rumah sakit, kantor pemerintah, hotel, dan sekolah, semua situasi di mana orang yang berwenang butuh namamu untuk catatan. Di antara teman sebaya yang bertemu secara sosial, perkenalan diri adalah norma.

🌍 Kapan Bertanya Langsung Itu Normal

Ada situasi di mana menanyakan nama seseorang secara langsung memang diharapkan: mengisi formulir di meja resepsionis, guru memanggil absen, dokter memanggil pasien, atau polisi melakukan pemeriksaan. Dalam konteks ini, Onamae wa? itu rutin dan tidak menimbulkan kecanggungan sosial.


Cara Sopan untuk Menanyakan Nama Seseorang

Frasa-frasa ini cocok untuk situasi sopan sehari-hari: bertemu lewat teman, di acara komunitas, atau saat kamu memang perlu tahu nama seseorang.

お名前は何ですか

Sopan

/oh-nah-mah-eh wah nahn dehs-kah/

Arti harfiah: Kalau nama terhormat Anda, apa?

すみません、お名前は何ですか?

Permisi, siapa nama Anda?

🌍

Bentuk sopan standar. Prefiks 'o-' pada 'namae' (nama) menambah kesopanan kehormatan. Paling sering terdengar di konteks resmi atau semi-formal seperti resepsionis, kelas, dan meja pendaftaran.

Ini cara standar ala buku teks untuk menanyakan nama seseorang. Prefiks kehormatan o- sebelum namae (nama) menandakan rasa hormat. Strukturnya mengikuti format pertanyaan dasar bahasa Jepang: topik (onamae wa) + kata tanya (nan) + kopula sopan (desu ka).

Kamu paling sering mendengar frasa ini di konteks layanan: resepsionis hotel, perawat di klinik, atau guru pada hari pertama kelas. Di antara orang yang setara dan bertemu santai, lebih natural kalau kamu memperkenalkan diri dulu dan membiarkan lawan bicara membalas.

お名前は

Sopan

/oh-nah-mah-eh wah/

Arti harfiah: Nama terhormat Anda?

失礼ですが、お名前は?

Maaf, nama Anda...?

🌍

Versi yang lebih lembut, dibiarkan menggantung alih-alih bertanya langsung. Terasa lebih halus daripada bentuk pertanyaan lengkap. Menambahkan 'shitsurei desu ga' (maaf, tapi) sebelumnya membuatnya lebih sopan.

Menghilangkan nan desu ka dan membiarkan pertanyaan menggantung hanya dengan wa? adalah strategi percakapan yang umum dalam bahasa Jepang. Ini terasa kurang seperti interogasi dan lebih seperti dorongan halus. Menggabungkannya dengan shitsurei desu ga (失礼ですが, "maaf, tapi...") di awal membuatnya lebih lembut lagi, teknik yang Wierzbicka sebut khas gaya komunikasi tidak langsung dalam budaya Jepang.


Cara Sangat Formal untuk Menanyakan Nama Seseorang

Dalam situasi bisnis, dengan orang asing yang lebih tua, atau situasi apa pun yang butuh rasa hormat maksimal, bentuk-bentuk ini menunjukkan kamu paham budaya.

お名前を伺ってもよろしいですか

Sangat formal

/oh-nah-mah-eh woh oo-kah-gaht-teh moh yoh-roh-shee dehs-kah/

Arti harfiah: Apakah boleh jika saya dengan rendah hati menanyakan nama terhormat Anda?

大変失礼ですが、お名前を伺ってもよろしいですか?

Maaf sekali mengganggu, boleh saya menanyakan nama Anda?

🌍

Bentuk keigo dengan kesopanan maksimal. Memakai verba rendah hati 'ukagau' (bertanya/menyelidiki dengan rendah hati) alih-alih 'kiku' (bertanya). Cocok untuk klien, VIP, atau orang asing yang lebih tua dalam situasi formal.

Ini tingkat kesopanan tertinggi untuk menanyakan nama seseorang. Verba ukagau (伺う) adalah bentuk rendah hati (kenjougo) dari kiku (bertanya), yang merendahkan posisi penutur dibanding pendengar. Dipadukan dengan yoroshii desu ka (bentuk sopan dari "boleh?"), frasa ini menyampaikan rasa hormat yang dalam.

Kamu akan mendengarnya di hotel kelas atas, upacara formal, dan lingkungan korporat Jepang. Menurut Agency for Cultural Affairs, penggunaan keigo yang tepat dalam interaksi terkait nama dianggap sebagai tanda kompetensi profesional.

お名前をお聞かせいただけますか

Sangat formal

/oh-nah-mah-eh woh oh-kee-kah-seh ee-tah-dah-keh-mahs-kah/

Arti harfiah: Bisakah saya dengan rendah hati menerima Anda menyebutkan nama terhormat Anda?

お名前をお聞かせいただけますか?予約を確認いたします。

Bisa sebutkan nama Anda? Saya akan cek reservasinya.

🌍

Pilihan sangat formal lain yang memakai verba rendah hati 'itadaku' untuk menerima. Umum di konteks layanan pelanggan di tempat kelas atas. Penutur membingkai tindakan mendengar nama sebagai bantuan yang diterima dengan rendah hati.

Alternatif ini memakai itadaku (いただく), bentuk rendah hati dari morau (menerima), sehingga tindakan mendengar nama seseorang dibingkai sebagai bantuan yang kamu terima dengan rendah hati. Baik versi ini maupun versi ukagau sama-sama keigo standar dan menandakan bahasa Jepang level profesional.


Cara Santai untuk Menanyakan Nama Seseorang

Di antara teman, teman sekelas, atau orang seusia dalam suasana santai, bentuk yang lebih pendek ini terasa natural. Memakai bentuk sopan di atas dengan teman dekat akan terdengar kaku dan menciptakan jarak yang canggung.

名前は?

Santai

/nah-mah-eh wah/

Arti harfiah: Nama?

あ、ごめん、名前は?

Oh, maaf, siapa namamu?

🌍

Menghilangkan prefiks kehormatan 'o-', jadi terasa santai. Cocok di antara teman sebaya di pesta, teman sekelas yang baru bertemu, atau suasana sosial santai di antara orang dengan usia mirip.

Menghapus prefiks kehormatan o- dari namae mengubah ragam dari sopan menjadi santai. Ini yang kamu dengar di pesta kampus, kumpul informal, atau di antara anak muda yang bertemu lewat teman. Ini tetap menyiratkan kamu bertanya karena perlu tahu, bukan sekadar pembuka obrolan.

何て呼べばいい?

Santai

/nahn-teh yoh-beh-bah ee/

Arti harfiah: Saya harus memanggil kamu apa? / Saya harus menyapa kamu bagaimana?

ねえ、何て呼べばいい?

Hei, aku harus panggil kamu apa?

🌍

Lebih natural daripada menanyakan nama secara langsung dalam situasi santai. Menunjukkan kamu ingin tahu panggilan atau sapaan yang dipakai, jadi terasa praktis dan hangat. Sangat umum di kalangan penutur bahasa Jepang yang lebih muda.

Frasa ini menghindari langsungnya pertanyaan nama. Sebagai gantinya, frasa ini menanyakan bagaimana orang itu ingin dipanggil, bisa nama depan, nama panggilan, atau bentuk singkat. Di kalangan penutur bahasa Jepang yang lebih muda, ini sering lebih natural daripada Namae wa? karena fokusnya pada hubungan yang sedang berjalan, bukan mengambil informasi pribadi.

💡 Nama panggilan dalam bahasa Jepang

Nama panggilan Jepang sering memendekkan nama depan lalu menambahkan -chan: Takeshi menjadi Takke-chan, Yuki menjadi Yukki-chan, Haruka menjadi Haru-chan. Bertanya Nante yobeba ii? mengundang orang untuk membagikan panggilan yang mereka suka, ini menandakan keramahan dan minat untuk lebih akrab.


Cara Menjawab: Menyebutkan Namamu

Tahu cara bertanya baru setengahnya. Ini cara menyebutkan namamu di setiap tingkat formalitas.

〇〇です

Sopan

/[name] dehs/

Arti harfiah: Saya [nama]

田中です。よろしくお願いします。

Saya Tanaka. Senang bertemu Anda.

🌍

Cara standar serbaguna untuk menyebutkan nama. Cocok untuk kebanyakan situasi sehari-hari. Dalam konteks Jepang, sebutkan nama keluarga dulu: 田中太郎 adalah Tanaka Tarō, Tanaka adalah nama keluarga.

Jawaban yang sederhana dan fleksibel. Dalam banyak konteks Jepang, kamu menyebutkan nama keluarga: Tanaka desu alih-alih Tarō desu. Nama depan biasanya untuk hubungan dekat. Perbedaan mendasar dari kebiasaan penamaan di Indonesia ini sering mengejutkan banyak pengunjung.

〇〇と申します

Formal

/[name] toh moh-shee-mahs/

Arti harfiah: Saya dengan rendah hati dipanggil [nama]

はじめまして。山田花子と申します。

Salam kenal. Nama saya Hanako Yamada.

🌍

Bentuk rendah hati (kenjougo) dari 'saya dipanggil.' Memakai 'mousu' alih-alih 'iu' (mengatakan/menyebut) merendahkan posisi diri sebagai tanda hormat. Standar untuk perkenalan bisnis, acara formal, dan saat bertemu orang yang lebih tua.

Verba rendah hati mousu (申す) menggantikan iu (言う, mengatakan), sehingga merendahkan status penutur. Ini bentuk andalan untuk perkenalan bisnis, acara formal, dan situasi apa pun saat kamu ingin menunjukkan hormat. Dalam budaya korporat Jepang, memakai desu alih-alih to moushimasu dalam perkenalan formal akan dianggap terlalu santai.

〇〇と呼んでください

Sopan

/[name] toh yohn-deh koo-dah-sah-ee/

Arti harfiah: Tolong panggil saya [nama]

マイケルと呼んでください。

Tolong panggil saya Michael.

🌍

Sangat berguna untuk penutur non-Jepang yang namanya mungkin terasa asing. Dengan menyebutkan cara memanggilmu, kamu memudahkan penutur bahasa Jepang. Kamu bisa menawarkan versi nama yang lebih pendek atau lebih sederhana.

Ini sangat membantu untuk penutur non-Jepang. Fonetik bahasa Jepang tidak punya beberapa bunyi yang umum dalam bahasa Indonesia dan bahasa asing lain, jadi menawarkan versi nama yang disederhanakan (Maiku to yonde kudasai, "Tolong panggil saya Mike") menunjukkan kepekaan budaya dan membuat interaksi lebih lancar.


Rumus Perkenalan Diri (自己紹介)

Di Jepang, perkenalan diri yang terstruktur jauh lebih umum daripada menanyakan nama secara langsung. Di sekolah, tempat kerja, atau acara sosial, jikoshoukai mengikuti pola yang bisa diprediksi.

Struktur Perkenalan Diri Standar

LangkahJepangRomajiIndonesia
1. PembukaはじめましてHajimemashiteSalam kenal
2. Nama〇〇と申します[Name] to moushimasuNama saya [Name]
3. Afiliasi (opsional)〇〇の〇〇です[Company] no [Name] desuSaya [Name] dari [Company]
4. Komentar (opsional)〇〇出身です[Place] shusshin desuSaya berasal dari [Place]
5. Penutupよろしくお願いしますYoroshiku onegaishimasuMohon kerja samanya

Rumus ini diajarkan di sekolah Jepang sejak usia SD. Menurut NINJAL, anak-anak berlatih jikoshoukai secara formal sejak kelas 1, jadi ini termasuk keterampilan komunikasi terstruktur paling awal yang dipelajari penutur bahasa Jepang. Frasa penutup yoroshiku onegaishimasu tidak punya padanan yang rapi dalam bahasa Indonesia, frasa ini mengekspresikan kerendahan hati dan permintaan niat baik dari lawan bicara.

💡 Perkenalan Diri sebagai Pertukaran Nama

Keunggulan jikoshoukai adalah kamu tidak perlu menanyakan nama orang lain. Saat kamu memperkenalkan diri, orang lain secara sosial terdorong untuk memperkenalkan diri juga. Pertukaran dua arah ini terasa kolaboratif, bukan sepihak, dan selaras dengan nilai komunikasi Jepang.


Budaya Nama Jepang: Hal yang Perlu Diketahui Setiap Pembelajar

Memahami cara kerja nama Jepang memberi kamu keuntungan besar saat berinteraksi. Ini konsep-konsep kuncinya.

Nama Keluarga Dulu, Nama Depan Kemudian

Nama Jepang mengikuti urutan nama keluarga + nama depan. 田中太郎 adalah Tanaka Tarō, Tanaka adalah nama keluarga dan Tarō adalah nama depan. Pada 2020, Japanese Cabinet Office mengeluarkan arahan resmi bahwa nama Jepang dalam dokumen berbahasa Inggris juga sebaiknya memakai urutan nama keluarga dulu, membalik praktik lama yang mengubah urutan agar mengikuti kebiasaan Barat untuk pembaca asing.

Dalam kehidupan sehari-hari di Jepang, orang dipanggil dengan nama keluarga plus sufiks: Tanaka-san, bukan Tarō-san. Memakai nama depan seseorang tanpa izin menyiratkan tingkat keakraban yang mungkin belum ada.

Sistem Sufiks Nama (敬称)

SufiksBacaanPemakaianContoh
さんsanSopan universal (Bapak/Ibu)田中さん (Tanaka-san)
samaSangat formal (pelanggan, surat)田中様 (Tanaka-sama)
くんkunLaki-laki lebih muda, bawahan太郎くん (Tarō-kun)
ちゃんchanAnak-anak, teman dekat, sayang花ちゃん (Hana-chan)
先生senseiGuru, dokter, ahli田中先生 (Tanaka-sensei)
(tanpa)yobisuteSangat akrab ATAU tidak sopan太郎 (Tarō)

Menghilangkan sufiks sepenuhnya, disebut yobisute (呼び捨て), itu bermakna besar. Di antara teman dekat atau pasangan, ini menandakan keintiman. Dari orang asing, ini menandakan tidak sopan. Survei Agency for Cultural Affairs menemukan bahwa 91% orang dewasa Jepang menganggap pemakaian sufiks yang benar penting dalam komunikasi sehari-hari.

🌍 Masalah Bacaan Kanji pada Nama

Salah satu tantangan paling menarik dalam bahasa Jepang: kanji yang sama bisa dibaca dengan banyak cara sebagai nama. Karakter 大翔 bisa dibaca Hiroto, Haruto, Yamato, atau beberapa bacaan lain. Riset NINJAL menunjukkan kanji nama bayi yang populer sering punya 5-10 bacaan yang valid. Karena itu orang Jepang sering bertanya Nanto oyomi shimasu ka? (何とお読みしますか?, "Cara membacanya bagaimana?") saat melihat nama tertulis. Bertanya seperti ini tidak kasar, justru wajar dan dihargai.

Pertukaran Kartu Nama (名刺交換)

Dalam dunia profesional Jepang, meishi (名刺, kartu nama) menggantikan tindakan verbal menanyakan nama. Ritualnya presisi: berikan kartu dengan dua tangan, teks Jepang menghadap penerima, sambil menyebutkan nama dan perusahaanmu. Terima kartu mereka dengan dua tangan, lihat dengan saksama, dan jangan pernah menulis di atasnya atau memasukkannya ke saku belakang. Saat rapat, letakkan kartu yang diterima di meja sesuai urutan tempat duduk.

Ritual ini sangat sentral dalam budaya bisnis Jepang, sampai-sampai frasa Onamae wa? menjadi tidak perlu dalam konteks korporat. Kartu itu yang berbicara untukmu.

"Pertukaran meishi di Jepang bukan sekadar pertukaran informasi kontak. Ini adalah tindakan saling menampilkan diri, wujud fisik dari kontrak sosial yang sedang dibentuk antara dua profesional."

(Sachiko Ide, Formal forms and discernment, Multilingua, 1989)


Cara Menjawab Frasa yang Berkaitan dengan Nama

Mereka bilangKamu bilangCatatan
お名前は? (Onamae wa?)〇〇です ([Name] desu)Jawaban sopan standar
お名前を伺っても... (Onamae wo ukagatte mo...)〇〇と申します ([Name] to moushimasu)Samakan formalitas dengan bentuk rendah hati
名前は? (Namae wa?)〇〇だよ / 〇〇 ([Name] dayo)Jawaban santai
はじめまして (Hajimemashite)はじめまして + self-introductionIkuti rumus lengkap
何て呼べばいい? (Nante yobeba ii?)〇〇って呼んで ([Name]tte yonde)Beri nama panggilan yang kamu mau

⚠️ Jangan Lupa Sufiks

Saat menyebut nama orang lain, selalu tambahkan sufiks yang sesuai. Mengatakan Tanaka tanpa -san untuk rekan kerja akan terlihat. Namun saat menyebutkan namamu sendiri, kamu tidak pernah menambahkan sufiks pada diri sendiri, mengatakan Tanaka-san desu tentang diri sendiri terdengar aneh dan terlalu meninggikan diri.


Latihan dengan Konten Jepang Asli

Frasa buku teks adalah dasar yang kuat, tapi mendengar ritme alami perkenalan diri Jepang (membungkuk sedikit, tempo yang terukur, perubahan formalitas antara situasi bisnis dan santai) yang membangun kelancaran nyata. Film Jepang dan anime penuh adegan jikoshoukai, terutama di setting sekolah dan tempat kerja, di mana karakter sering memperkenalkan diri ke kelompok baru.

Wordy memungkinkan kamu menonton film dan acara Jepang dengan subtitle interaktif. Ketuk frasa terkait nama untuk melihat artinya, pelafalan romaji, tingkat formalitas, dan konteks budaya secara real time. Alih-alih menghafal daftar frasa, kamu menyerapnya dari percakapan autentik, di mana dinamika sosialnya terlihat.

Untuk konten Jepang lainnya, jelajahi blog kami untuk panduan bahasa termasuk film terbaik untuk belajar bahasa Jepang. Kamu juga bisa mengunjungi halaman belajar bahasa Jepang untuk mulai berlatih dengan konten asli hari ini.

Pertanyaan yang sering diajukan

Cara paling umum menanyakan nama orang dalam bahasa Jepang apa?
Bentuk sopan yang paling standar adalah 'Onamae wa nan desu ka' (お名前は何ですか, oh-nah-mah-eh wah nahn dehs-kah). Namun dalam keseharian, orang Jepang jarang bertanya langsung. Nama lebih sering ditukar lewat perkenalan diri (自己紹介), atau lewat pertukaran kartu nama (名刺) di situasi profesional.
Kenapa orang Jepang menulis nama belakang dulu?
Nama Jepang umumnya mengikuti urutan marga lalu nama depan (misalnya 田中太郎 = Tanaka Tarō, Tanaka adalah nama keluarga). Ini mencerminkan budaya yang menekankan identitas kelompok. Pada 2020, pemerintah Jepang juga mengarahkan agar penulisan nama Jepang di dokumen berbahasa Inggris memakai urutan marga dulu.
Apa arti akhiran nama Jepang seperti san, sama, kun, dan chan?
'San' (さん) adalah akhiran sopan yang paling umum, mirip Mr./Ms. 'Sama' (様) sangat formal, dipakai untuk pelanggan dan surat menyurat. 'Kun' (くん) sering untuk laki-laki yang lebih muda atau bawahan. 'Chan' (ちゃん) bernuansa sayang, untuk anak kecil, teman dekat, dan hewan peliharaan. Tanpa akhiran (呼び捨て/yobisute) bisa berarti sangat akrab atau sengaja tidak sopan.
Apakah kanji nama yang sama bisa dibaca berbeda dalam bahasa Jepang?
Ya, ini salah satu bagian tersulit dari nama Jepang. Kanji 大翔 bisa dibaca 'Hiroto', 'Haruto', 'Yamato', atau beberapa bacaan lain. Riset NINJAL menemukan kanji nama bayi yang populer sering punya 5 sampai 10 kemungkinan bacaan. Karena itu, orang Jepang sering mengonfirmasi cara baca namanya saat berkenalan, kadang menuliskannya dalam hiragana.
Bagaimana cara menjawab saat ditanya nama dalam bahasa Jepang?
Jawaban sopan yang umum adalah '[Nama] desu' ([Nama]です), artinya 'Saya [Nama]'. Untuk situasi formal, gunakan '[Nama] to moushimasu' ([Nama]と申します), bentuk merendah. Dalam konteks Jepang, sebutkan marga dulu. Jika nama Anda bukan Jepang, ucapkan pelan dan tawarkan untuk menuliskannya.

Sumber & Referensi

  1. Agency for Cultural Affairs (文化庁), Survei Bahasa Nasional tentang kebiasaan penggunaan nama (2023)
  2. National Institute for Japanese Language and Linguistics (国立国語研究所, NINJAL), riset tentang cara baca nama Jepang
  3. Ethnologue: Languages of the World, entri bahasa Jepang (2024)
  4. Wierzbicka, A. (2003). 'Cross-Cultural Pragmatics: The Semantics of Human Interaction.' Mouton de Gruyter.
  5. Cabinet Office of Japan, arahan tahun 2020 tentang urutan nama Jepang dalam bahasa Inggris (marga dulu)

Mulai belajar dengan Wordy

Tonton klip film asli dan tambah kosakata sambil jalan. Gratis untuk diunduh.

Unduh di App StoreDapatkan di Google PlayTersedia di Chrome Web Store

Panduan bahasa lainnya