Cara Mengucapkan Terima Kasih dalam Bahasa Jepang: 16 Ungkapan untuk Setiap Situasi
Jawaban cepat
Cara paling umum untuk mengucapkan terima kasih dalam bahasa Jepang adalah 'Arigatou gozaimasu' (ありがとうございます, ah-ree-gah-toh goh-zah-ee-mahs). Ungkapan ini cocok untuk hampir semua situasi. Namun, bahasa Jepang punya sistem rasa terima kasih yang bertingkat, dari 'Doumo' (どうも) yang sangat santai di antara teman hingga 'Osore irimasu' (恐れ入ります) yang sangat merendah dalam konteks bisnis formal.
Jawaban Singkat
Cara paling umum untuk mengatakan terima kasih dalam bahasa Jepang adalah Arigatou gozaimasu (ありがとうございます, ah-ree-gah-toh goh-zah-ee-mahs). Ini adalah ungkapan sopan serbaguna yang cocok di hampir semua situasi, dari berterima kasih kepada kasir sampai menyampaikan apresiasi kepada atasan. Namun, ungkapan terima kasih dalam bahasa Jepang jauh lebih dalam dari satu frasa saja, ada sistem berlapis yang mencerminkan hierarki sosial, besarnya bantuan yang diterima, dan bahkan keadaan emosi penuturnya.
Bahasa Jepang dituturkan oleh sekitar 125 juta orang, menurut data Ethnologue 2024. Dalam budaya Jepang, menyampaikan rasa terima kasih dengan tepat bukan sekadar sopan, ini adalah kewajiban sosial. Survei Japan Foundation tahun 2021 menemukan bahwa frasa terima kasih termasuk tiga topik yang paling sering dipelajari oleh 3.8 juta orang yang belajar bahasa Jepang di seluruh dunia, sejajar dengan salam dan permintaan maaf.
"Konsep rasa terima kasih dalam bahasa Jepang tidak bisa dipisahkan dari konsep berutang budi. Berterima kasih berarti mengakui adanya utang, dan bahasa mencerminkan ini lewat ungkapan yang berkisar dari apresiasi sederhana sampai kerendahan hati yang mendalam."
(Seiichi Makino, A Dictionary of Basic Japanese Grammar, The Japan Times, 1986)
Panduan ini membahas 16 cara penting untuk mengatakan terima kasih dalam bahasa Jepang, disusun berdasarkan tingkat formalitas: ungkapan standar, bentuk santai, bahasa formal dan bisnis (keigo), terima kasih berbasis permintaan maaf, dan respons umum terhadap ucapan terima kasih. Masing-masing dilengkapi tulisan Jepang, pelafalan romaji, dan konteks budaya supaya kamu tahu kapan dan di mana memakainya.
Referensi Cepat: Ungkapan Terima Kasih dalam Bahasa Jepang Sekilas
Ungkapan Terima Kasih Standar
Ini adalah ungkapan inti rasa terima kasih dalam bahasa Jepang. Menurut Survei Bahasa Nasional 2023 dari Agency for Cultural Affairs, arigatou gozaimasu adalah ungkapan sopan yang paling sering dipakai dalam bahasa Jepang.
ありがとうございます (Arigatou gozaimasu)
/ah-ree-gah-toh goh-zah-ee-mahs/
Arti harfiah: Ini adalah sesuatu yang langka dan berharga (sopan)
“プレゼントをありがとうございます。大切にします。”
Terima kasih untuk hadiahnya. Akan saya jaga baik-baik.
Ucapan terima kasih sopan standar untuk semua situasi. Cocok untuk orang asing, rekan kerja, staf toko, dan atasan. Ini pilihan paling aman, kamu tidak akan salah memakainya.
Kata arigatou berasal dari kata sifat klasik arigatai (有り難い), yang secara harfiah berarti "sulit untuk ada" atau "langka". Ini menekankan bahwa tindakan orang lain itu berharga dan tidak biasa. Akhiran gozaimasu menaikkan tingkat kesopanannya. Kedalaman etimologi ini menunjukkan betapa kuatnya rasa syukur tertanam dalam cara pandang orang Jepang.
Saat berbicara dengan siapa pun di luar lingkaran dekatmu (pegawai toko, rekan kerja, tetangga, pelayan), arigatou gozaimasu adalah pilihan yang tepat. Menurut materi pendidikan bahasa NHK World-Japan, frasa ini mencakup sebagian besar pertukaran ucapan terima kasih dalam kehidupan sehari-hari di Jepang.
ありがとう (Arigatou)
/ah-ree-gah-toh/
Arti harfiah: Ini langka/berharga (santai)
“手伝ってくれてありがとう!助かったよ。”
Makasih sudah bantu! Itu sangat membantu.
Bentuk santai, dipakai dengan teman, keluarga, dan orang setara. Menghilangkan 'gozaimasu' menandakan keakraban. Memakai ini ke orang asing atau atasan terdengar terlalu santai.
Cukup hilangkan gozaimasu, kamu mendapat versi santainya. Perbedaan antara arigatou dan arigatou gozaimasu mirip pola ohayou / ohayou gozaimasu. Ini salah satu contoh paling jelas tingkat kesopanan bahasa Jepang. Pakai arigatou untuk orang yang dekat denganmu: teman, saudara, teman sekelas, pasangan.
どうもありがとうございます (Doumo arigatou gozaimasu)
/doh-moh ah-ree-gah-toh goh-zah-ee-mahs/
Arti harfiah: Sungguh, ini adalah sesuatu yang langka dan berharga (penekanan sopan)
“わざわざ来てくださって、どうもありがとうございます。”
Terima kasih banyak sekali sudah menyempatkan diri datang.
Bentuk penekanan. Menambahkan 'doumo' memperkuat rasa terima kasih. Dipakai saat seseorang melakukan sesuatu yang sangat baik, sangat murah hati, atau merepotkan untukmu.
Menambahkan doumo (kira-kira berarti "memang" atau "sungguh") sebelum arigatou gozaimasu memperkuat rasa syukur. Ini dipakai saat ucapan terima kasih biasa terasa kurang, misalnya ketika seseorang benar-benar repot, memberi hadiah besar, atau melakukan sesuatu yang sangat perhatian.
ありがとうございました (Arigatou gozaimashita)
/ah-ree-gah-toh goh-zah-ee-mah-shtah/
Arti harfiah: Itu adalah sesuatu yang langka dan berharga (bentuk lampau sopan)
“本日はありがとうございました。またお越しくださいませ。”
Terima kasih untuk hari ini. Silakan datang lagi.
Bentuk lampau. Dipakai saat hal yang kamu syukuri sudah selesai: di akhir makan, rapat, transaksi, atau acara yang sudah berakhir. Staf toko mengucapkannya saat pelanggan pergi.
Bahasa Jepang membedakan ucapan terima kasih untuk sesuatu yang sedang berlangsung (arigatou gozaimasu) dan sesuatu yang sudah selesai (arigatou gozaimashita). Akhiran lampau -mashita menandakan bantuan atau acara itu sudah berakhir. Kamu akan sering mendengarnya di akhir makan di restoran, transaksi belanja, dan rapat bisnis di Jepang.
💡 Bentuk Sekarang vs. Bentuk Lampau
Gunakan arigatou gozaimasu (sekarang) saat berterima kasih pada momen itu atau untuk kebaikan yang masih berlangsung. Gunakan arigatou gozaimashita (lampau) saat acara atau bantuan sudah selesai: di akhir kelas, setelah makan, saat keluar dari toko.
Ucapan Terima Kasih Santai dan Slang
Di antara teman, rekan kerja setara, dan penutur yang lebih muda, bahasa Jepang punya beberapa cara santai untuk berterima kasih. Kamu akan sering mendengarnya di anime, film Jepang, dan percakapan sehari-hari di jalan.
どうも (Doumo)
/doh-moh/
Arti harfiah: Memang / Sungguh / Entah bagaimana
“あ、どうも。コーヒーもらうね。”
Oh, makasih. Aku ambil kopi ya.
Salah satu kata paling serbaguna dalam bahasa Jepang. Jika berdiri sendiri, bisa berfungsi sebagai 'makasih' santai atau 'hai.' Cocok untuk bantuan kecil: seseorang menahan pintu, memberikan barang, atau menawarkan kebaikan kecil.
Doumo itu seperti pisau lipat serbaguna. Tergantung konteks dan intonasi, bisa berarti "makasih", "halo", "maaf", atau sekadar tanda mengakui. Sebagai ucapan terima kasih, ini berada di sisi paling santai: anggukan cepat untuk bantuan kecil. Kamu bisa mendengar pekerja kantoran berkata doumo ke rekan yang menyerahkan dokumen, atau teman yang mengoper kecap asin.
サンキュー (Sankyuu)
/sahn-kyoo/
Arti harfiah: Terima kasih (serapan dari bahasa Inggris)
“サンキュー!マジ助かる!”
Makasih! Itu beneran membantu!
Adaptasi Jepang dari 'thank you' dalam bahasa Inggris, ditulis dengan katakana. Umum di kalangan penutur muda dan situasi santai. Dipakai dengan nada bercanda atau ringan, tidak pernah untuk situasi formal.
Bahasa Jepang banyak menyerap kata dari bahasa Inggris, dan sankyuu adalah salah satu yang paling umum. Karena ditulis dengan katakana (aksara untuk kata asing), nuansanya terasa ringan dan playful. Kamu akan mendengarnya di kalangan siswa SMA dan mahasiswa, di tempat kerja santai, dan di budaya pop Jepang. Ini tidak cocok untuk situasi formal.
あざす (Azasu)
/ah-zah-ss/
Arti harfiah: Singkatan dari 'Arigatou gozaimasu'
“あざす!後で返すわ。”
Makasih! Nanti aku balikin.
Singkatan ekstrem dari 'arigatou gozaimasu,' populer di kalangan pria muda. Mirip seperti orang Indonesia menulis 'mksh' di chat. Sangat informal, pakai hanya dengan teman dekat yang seumuran.
Azasu memadatkan arigatou gozaimasu menjadi dua suku kata, dan menghapus hampir semua formalitas. Ini muncul dari pola bicara pria muda, dan kira-kira setara dengan menulis "mksh" di chat dalam bahasa Indonesia. Memakainya ke orang di luar kelompok teman dekatmu akan terdengar tidak sopan, tetapi di antara teman, ini terasa santai.
Ucapan Terima Kasih Berbasis Permintaan Maaf
Salah satu ciri paling khas dari rasa terima kasih dalam bahasa Jepang adalah sering tumpang tindih dengan permintaan maaf. Saat seseorang membantumu, budaya Jepang sering menekankan beban yang kamu berikan kepada mereka, bukan manfaat yang kamu terima. Ini menghasilkan ungkapan terima kasih yang berakar pada permintaan maaf dan kerendahan hati.
すみません (Sumimasen)
/soo-mee-mah-sehn/
Arti harfiah: Ini tidak berakhir (utang budi saya)
“すみません、わざわざ届けてくださって。”
Maaf sudah merepotkan / terima kasih sudah mengantarkannya khusus.
Walau utamanya adalah permintaan maaf ('permisi' / 'maaf'), Sumimasen juga salah satu cara paling umum untuk menyampaikan terima kasih dalam bahasa Jepang. Ini menyiratkan 'maaf sudah merepotkanmu,' cara yang sangat khas Jepang untuk membingkai terima kasih lewat kerendahan hati.
Sumimasen secara harfiah berarti "tidak berakhir", merujuk pada perasaan berutang budi. Saat seseorang menahan lift untukmu, membawakan tasmu, atau repot membantu, sumimasen sering terasa lebih alami bagi penutur Jepang daripada arigatou. Menurut kamus tata bahasa Makino dan Tsutsui, tumpang tindih antara permintaan maaf dan rasa terima kasih ini mencerminkan prioritas budaya untuk mengakui usaha dan kerepotan orang lain.
🌍 Rasa Terima Kasih sebagai Permintaan Maaf
Kebiasaan orang Jepang meminta maaf saat berterima kasih bukan berarti merendahkan diri, ini bentuk empati. Dengan mengatakan sumimasen alih-alih arigatou, penutur mengakui usaha, biaya, atau kerepotan yang ditanggung orang lain. Ini mencerminkan nilai omoiyari (memikirkan orang lain) dan meiwaku (tidak merepotkan).
恐れ入ります (Osore irimasu)
/oh-soh-reh ee-ree-mahs/
Arti harfiah: Saya dipenuhi rasa kagum/takut (atas kebaikan Anda)
“お忙しいところ恐れ入りますが、ご確認いただけますでしょうか。”
Mohon maaf mengganggu di tengah kesibukan Anda, tetapi bisakah Anda memeriksa ini?
Ungkapan sangat rendah hati yang dipakai dalam situasi bisnis formal. Menggabungkan rasa terima kasih dengan kerendahan hati yang kuat, seolah kebaikan orang lain begitu besar sampai menimbulkan rasa kagum. Umum di layanan pelanggan, email formal, dan tempat kerja yang banyak memakai keigo.
Osore irimasu berada di puncak formalitas untuk ungkapan terima kasih. Arti harfiahnya ("saya dipenuhi rasa takut/kagum") menunjukkan sejauh mana bahasa kehormatan Jepang membawa konsep kerendahan hati. Ungkapan ini standar di layanan pelanggan kelas atas, korespondensi bisnis formal, dan interaksi yang menuntut rasa hormat paling tinggi. Kamu akan sering mendengarnya dari staf hotel, pegawai bank, dan karyawan department store.
お手数おかけしました (Otesuu okake shimashita)
/oh-teh-soo oh-kah-keh shee-mah-shtah/
Arti harfiah: Saya membuat Anda repot/berusaha
“お手数おかけしました。おかげで無事に完了しました。”
Maaf sudah merepotkan. Berkat Anda, ini selesai dengan lancar.
Ungkapan formal yang berterima kasih dengan cara meminta maaf atas usaha yang dikeluarkan orang lain. Umum di email bisnis, layanan pelanggan, dan konteks profesional saat seseorang memproses permintaan atau menyelesaikan masalah untukmu.
Ungkapan ini adalah cara formal untuk mengatakan "maaf sudah merepotkan" sebagai bentuk terima kasih. Tesuu berarti "usaha" atau "kerepotan", dan okake shimashita berarti "saya menyebabkan". Ini sangat umum dalam bahasa Jepang bisnis. Kamu akan melihatnya di email setelah rekan memproses permintaan, teknisi memperbaiki masalah, atau admin mengurus dokumen untukmu.
Rasa Terima Kasih Terkait Makan
Bahasa Jepang punya ungkapan khusus untuk makanan, ini mencerminkan betapa kuatnya budaya makanan dan apresiasi dalam kehidupan sehari-hari.
いただきます (Itadakimasu)
/ee-tah-dah-kee-mahs/
Arti harfiah: Saya menerima dengan rendah hati
“いただきます!おいしそう!”
Terima kasih untuk makanannya! Kelihatannya enak!
Diucapkan sebelum setiap makan. Ini berterima kasih kepada yang memasak, para petani, hewan, dan alam atas makanan. Biasanya sambil merapatkan telapak tangan di depan dada. Melewatkannya dianggap tidak sopan, terutama di rumah orang lain.
Itadakimasu adalah bentuk rendah hati dari itadaku (menerima). Diucapkan sebelum makan dengan telapak tangan dirapatkan, ini menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang membuat makanan sampai ke meja: yang memasak, petani, nelayan, dan bahkan bahan makanannya. Menurut Agency for Cultural Affairs, lebih dari 90% orang Jepang mengucapkan itadakimasu sebelum makan.
ごちそうさまでした (Gochisousama deshita)
/goh-chee-soh-sah-mah deh-shtah/
Arti harfiah: Itu adalah jamuan (Anda berlari-lari menyiapkan)
“ごちそうさまでした。とてもおいしかったです。”
Terima kasih untuk makanannya. Enak sekali.
Diucapkan setelah selesai makan. Kata 'chisou' awalnya berarti 'berlari-lari', merujuk pada usaha tuan rumah menyiapkan makanan. Ungkapan ini berterima kasih atas kerja keras yang memasak. Dipakai di rumah, restoran, dan setelah makan apa pun yang disiapkan orang lain.
Ini pasangan dari itadakimasu, diucapkan setelah makan selesai. Kanji untuk chisou (馳走) awalnya berarti "berlari kencang" atau "sibuk mondar-mandir", merujuk pada usaha tuan rumah menyiapkan jamuan. Dengan mengatakan gochisousama deshita, kamu mengakui kerja di balik makanan itu. Di restoran, mengucapkannya kepada koki atau staf saat kamu pergi adalah hal yang umum.
🌍 Pasangan Itadakimasu-Gochisousama
Seperti pasangan pulang ke rumah tadaima/okaeri, itadakimasu dan gochisousama deshita membingkai setiap makan sebagai ritual. Ini termasuk frasa pertama yang dipelajari anak-anak Jepang, dan melewatkannya, terutama saat bertamu di rumah orang, dianggap pelanggaran etiket yang jelas.
Rasa Terima Kasih di Tempat Kerja
お疲れ様です (Otsukaresama desu)
/oh-tsoo-kah-reh-sah-mah dehs/
Arti harfiah: Anda lelah dengan terhormat
“お疲れ様です。今日の発表、素晴らしかったです。”
Kerja bagus. Presentasi hari ini luar biasa.
Ungkapan serbaguna di tempat kerja. Bisa berfungsi sebagai salam, ucapan terima kasih, dan pamit sekaligus. Ini mengakui usaha bersama dan sangat sering terdengar di kantor, studio, dan lokasi kerja di Jepang.
Walau otsukaresama desu juga berfungsi sebagai salam di tempat kerja, inti utamanya adalah ungkapan terima kasih, yaitu berterima kasih kepada rekan atas kerja keras dan usaha bersama. Jika kamu bekerja di Jepang, ini kemungkinan ungkapan terima kasih yang paling sering kamu pakai. Ini diucapkan saat berpapasan di lorong, di akhir rapat, dan saat pulang dari kantor.
Cara Menanggapi Ucapan Terima Kasih dalam Bahasa Jepang
Tahu cara menerima ucapan terima kasih dengan anggun sama pentingnya dengan mengucapkannya. Budaya Jepang cenderung menghindari menerima pujian atau terima kasih secara langsung, karena bisa terdengar menyombongkan diri. Respons berikut membantu kamu memenuhi ekspektasi budaya itu.
どういたしまして (Dou itashimashite)
/doh ee-tah-shee-mah-shteh/
Arti harfiah: Saya melakukan apa? (Tidak apa-apa)
“どういたしまして。いつでも声をかけてください。”
Sama-sama. Silakan minta kapan saja.
Versi buku teks untuk 'sama-sama.' Walau benar dan sering diajarkan, banyak penutur Jepang justru lebih sering memakai respons yang lebih menolak pujian seperti 'Iie' atau 'Tondemo nai desu' dalam percakapan sehari-hari.
Dou itashimashite adalah respons standar versi buku teks, tetapi banyak penutur Jepang memakainya lebih jarang daripada yang dibayangkan pelajar. Dalam percakapan santai, penolakan singkat lebih umum. Meski begitu, ini tetap tepat dan selalu dipahami.
いいえ (Iie)
/ee-eh/
Arti harfiah: Tidak
“いいえ、とんでもないです。お役に立てて嬉しいです。”
Tidak, sama sekali tidak. Saya senang bisa membantu.
Secara harfiah 'tidak,' dipakai untuk menolak ucapan terima kasih dengan menyatakan bahwa bantuan itu tidak merepotkan. Ini salah satu respons paling alami dan umum dalam bahasa Jepang. Sering diikuti penjelasan yang rendah hati.
Menjawab ucapan terima kasih dengan "tidak" mungkin terasa aneh bagi penutur bahasa Indonesia, tetapi dalam bahasa Jepang ini sangat alami. Dengan mengatakan iie, kamu dengan rendah hati menyangkal bahwa tindakanmu layak mendapat terima kasih, dan ini selaras dengan norma kesopanan Jepang.
とんでもないです (Tondemo nai desu)
/tohn-deh-moh nah-ee dehs/
Arti harfiah: Itu tidak masuk akal / Sama sekali tidak
“とんでもないです。こちらこそありがとうございます。”
Sama sekali tidak. Saya juga berterima kasih.
Cara rendah hati untuk mengatakan 'tidak usah disebut,' secara harfiah menyiratkan bahwa gagasan kamu pantas diberi terima kasih itu tidak masuk akal. Umum dalam bisnis dan percakapan sopan. Sedikit lebih menekankan daripada 'Iie'.
Tondemo nai secara harfiah berarti "tidak masuk akal" atau "keterlaluan", maksudnya gagasan bahwa kamu pantas diberi terima kasih itu tidak masuk akal. Ini penolakan yang lebih kuat daripada iie dan umum di situasi bisnis. Tambahan desu membuatnya sopan tanpa terlalu formal.
Cara Menanggapi Ucapan Terima Kasih dalam Bahasa Jepang: Ringkasan
| Mereka Bilang | Kamu Bisa Bilang | Arti | Nuansa |
|---|---|---|---|
| ありがとうございます | どういたしまして (Dou itashimashite) | Sama-sama | Sopan, standar |
| ありがとうございます | いいえ (Iie) | Tidak, sama sekali tidak | Sopan, menolak pujian |
| ありがとうございます | とんでもないです (Tondemo nai desu) | Sama sekali tidak / tidak usah disebut | Sopan, rendah hati |
| ありがとう | いやいや (Iya iya) | Ah tidak kok | Santai, ramah |
| どうも | うん (Un) | Iya / oke | Sangat santai |
| ありがとうございました | こちらこそ (Kochira koso) | Sama-sama / saya juga | Sopan, saling membalas |
💡 Tolak dengan Halus, Jangan Diterima Mentah-mentah
Berbeda dengan bahasa Indonesia yang sering menjawab 'sama-sama' secara langsung, respons dalam bahasa Jepang biasanya menolak atau merendahkan kontribusi sendiri. Mengatakan padanan 'tidak apa-apa' atau 'tidak, sama sekali tidak' hampir selalu terdengar lebih alami daripada menerima terima kasih secara langsung. Ini mencerminkan nilai budaya tentang kerendahan hati (kenkyo).
Latihan dengan Konten Jepang Asli
Membaca tentang ungkapan terima kasih menambah pengetahuanmu, tetapi mendengarnya diucapkan secara alami, dengan intonasi, timing, dan konteks sosial yang tepat, yang membuatnya benar-benar melekat. Film dan drama Jepang cocok untuk ini karena tokoh-tokohnya terus berganti antara arigatou yang santai dengan teman dan arigatou gozaimasu yang formal dengan atasan, jadi kamu bisa merasakan kapan tiap ungkapan pas dipakai.
Wordy memungkinkan kamu menonton film dan acara Jepang dengan subtitle interaktif. Ketuk ungkapan terima kasih apa pun untuk melihat artinya, pelafalan romaji, tingkat formalitas, dan konteks budaya secara real time. Alih-alih menghafal daftar frasa, kamu menyerapnya dari percakapan asli dengan penutur native.
Untuk konten Jepang lainnya, jelajahi blog kami untuk panduan bahasa termasuk film terbaik untuk belajar bahasa Jepang. Kamu juga bisa mengunjungi halaman belajar bahasa Jepang untuk mulai latihan dengan konten asli hari ini.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa cara paling umum untuk bilang terima kasih dalam bahasa Jepang?
Apa bedanya 'Arigatou' dan 'Arigatou gozaimasu'?
Bagaimana cara membalas 'Arigatou gozaimasu' dalam bahasa Jepang?
Bisa pakai 'Sumimasen' untuk bilang terima kasih dalam bahasa Jepang?
Apa arti 'Doumo' dalam bahasa Jepang?
Apakah tidak sopan kalau hanya bilang 'Arigatou' di Jepang?
Sumber & Referensi
- Makino, S. & Tsutsui, M. (1986). 'A Dictionary of Basic Japanese Grammar.' The Japan Times.
- NHK World-Japan, Pelajaran Bahasa Jepang: Salam dan Ungkapan Sehari-hari
- Agency for Cultural Affairs, Japan, Survei Bahasa Nasional (2023)
- The Japan Foundation, Laporan Survei Pendidikan Bahasa Jepang di Luar Negeri (2021)
- Ethnologue: Languages of the World, entri bahasa Jepang (2024)
Mulai belajar dengan Wordy
Tonton klip film asli dan tambah kosakata sambil jalan. Gratis untuk diunduh.

