← Kembali ke Blog
🇫🇷Prancis

Cara Mengatakan Maaf dalam Bahasa Prancis: 15+ Ungkapan dari Formal hingga Santai

Oleh Sandor20 Februari 20269 mnt baca

Jawaban cepat

Cara paling umum untuk mengatakan maaf dalam bahasa Prancis adalah "Désolé" (day-zoh-LAY) untuk pria atau "Désolée" (day-zoh-LAY) untuk wanita. Untuk "permisi", gunakan "Pardon" (par-DOHN) atau "Excusez-moi" (eks-kew-zay-MWAH). Bahasa Prancis punya ragam ungkapan maaf yang kaya, dari "Pardon" singkat saat tak sengaja menyenggol orang hingga "Je vous prie de m'excuser" yang sangat formal di situasi profesional.

Jawaban Singkat

Cara paling umum untuk mengatakan maaf dalam bahasa Prancis adalah Désolé (day-zoh-LAY). Untuk situasi ringan seperti tidak sengaja menyenggol orang atau menarik perhatian seseorang, gunakan Pardon (par-DOHN) atau Excusez-moi (eks-kew-zay-MWAH). Bahasa Prancis punya sistem permintaan maaf yang berlapis, dari Pardon yang refleks sampai Je vous prie de m'excuser yang sangat formal.

Bahasa Prancis dituturkan oleh sekitar 321 juta orang di 29 negara, menurut data Ethnologue 2024. Karena bahasa ini sangat bergantung pada tingkat formalitas dan nuansa sosial, memilih bentuk maaf yang tepat lebih penting dalam bahasa Prancis dibanding banyak bahasa lain. Tingkat formalitas yang salah bisa membuat Anda terdengar tidak tulus atau terlalu dramatis.

"Dalam budaya kesopanan bahasa Prancis, pilihan antara tu dan vous masuk ke setiap tindak tutur, termasuk permintaan maaf. Mengucapkan excuse-moi dibanding excusez-moi tidak hanya menandai tata bahasa, tetapi juga seluruh hubungan Anda dengan lawan bicara."

(Anna Wierzbicka, Cross-Cultural Pragmatics, Mouton de Gruyter)

Panduan ini membahas 15+ ungkapan permintaan maaf dalam bahasa Prancis yang disusun berdasarkan intensitas: permintaan maaf ringan, permintaan maaf tulus, permintaan maaf formal, serta ungkapan tertulis atau sangat formal. Setiap bagian memuat pelafalan, contoh kalimat, dan konteks budaya agar Anda tahu kapan memakainya.


Referensi Cepat: Permintaan Maaf Bahasa Prancis Sekilas


Permintaan Maaf Ringan: Pardon dan Excuse-moi

Ini adalah permintaan maaf sehari-hari yang akan Anda pakai berkali-kali di Prancis, di metro, di boulangerie, saat berjalan di jalan yang ramai. Ungkapan ini hampir tidak membawa beban emosi. Fungsinya lebih untuk menjaga kelancaran interaksi sosial daripada penyesalan yang mendalam.

Pardon

Sopan

/par-DOHN/

Arti harfiah: Pardon / Forgiveness

Oh, pardon ! Je ne vous avais pas vu.

Oh, maaf! Saya tidak melihat Anda.

🌍

Pisau Swiss untuk permintaan maaf dalam bahasa Prancis. Bisa berarti 'maaf' (menyenggol orang), 'permisi' (menyelinap lewat), dan 'apa?' (tidak mendengar). Tekanan ada pada suku kata kedua.

Pardon adalah kata permintaan maaf paling berguna dalam bahasa Prancis. Menurut CNRTL, kata ini berasal dari bahasa Latin perdonare (memberi sepenuhnya). Selama berabad-abad, kata ini dipakai untuk tiga fungsi sekaligus dalam bahasa Prancis. Anda memakainya saat menyenggol orang, saat perlu lewat di kerumunan, atau saat ingin orang mengulangi ucapannya.

Keunggulan Pardon ada pada fleksibilitasnya. Ucapkan cepat dengan nada ringan, artinya seperti "ups, permisi." Ucapkan dengan intonasi naik (Pardon ?), artinya "Apa tadi?" Satu kata ini cukup untuk banyak situasi sosial kecil di Prancis.

💡 Pardon sebagai 'Apa Tadi?'

Saat Anda tidak menangkap ucapan seseorang, Pardon ? dengan nada naik adalah cara sopan untuk meminta pengulangan. Ini terdengar lebih halus daripada Quoi ? (Apa?), yang terdengar ketus, atau Comment ? (Bagaimana?), yang terdengar agak kuno.

Excuse-moi

Santai

/eks-KEWZ-mwah/

Arti harfiah: Excuse me (informal)

Excuse-moi, tu sais où est la gare ?

Permisi, kamu tahu stasiun ada di mana?

🌍

Bentuk *tu*, pakai untuk teman, rekan sebaya, dan orang yang Anda sapa secara akrab. Untuk orang asing dan situasi formal, ganti ke 'Excusez-moi' (bentuk *vous*).

Ini versi informal (tu). Gunakan untuk teman, keluarga, rekan sebaya, dan siapa pun yang Anda sapa dengan akrab. Poin budaya yang penting: di Prancis, pembedaan tu/vous itu tidak opsional. Memakai Excuse-moi kepada orang asing atau orang yang lebih tua bisa terdengar terlalu akrab.

Excusez-moi

Sopan

/eks-kew-ZAY-mwah/

Arti harfiah: Excuse me (formal)

Excusez-moi, pourriez-vous me dire l'heure ?

Permisi, bisakah Anda memberi tahu jam berapa sekarang?

🌍

Bentuk *vous*, pilihan aman untuk orang asing, orang yang lebih tua, interaksi layanan, dan siapa pun yang tidak Anda kenal dekat. Ini yang diajarkan buku pelajaran, dan memang ada alasannya.

Ini versi formal (vous) dan pilihan paling aman untuk pelancong. Gunakan saat mendekati orang asing untuk bertanya arah, memanggil pelayan, atau menyela percakapan. Académie française mencatat bahwa excusez-moi secara teknis adalah bentuk imperatif, Anda seperti memerintah orang untuk memaafkan Anda, tetapi karena dipakai berabad-abad, maknanya menjadi murni sopan.

🌍 Tu vs. Vous dalam Permintaan Maaf

Pembedaan tu/vous muncul di setiap permintaan maaf bahasa Prancis. Excuse-moi (tu) vs. Excusez-moi (vous) adalah contoh paling jelas, tetapi ini juga memengaruhi pardonne-moi vs. pardonnez-moi dan ne m'en veux pas vs. ne m'en voulez pas. Jika ragu dengan orang yang tidak Anda kenal dekat, selalu pilih vous.


Permintaan Maaf Tulus: Désolé dan Je suis désolé

Saat Pardon terasa terlalu ringan dan Anda perlu menunjukkan penyesalan yang sungguh-sungguh, misalnya Anda membuat kesalahan, menyakiti perasaan orang, atau terlambat, Anda perlu memakai Désolé.

Désolé / Désolée

Santai

/day-zoh-LAY/

Arti harfiah: Desolated / Devastated

Désolé, je suis en retard !

Maaf, saya terlambat!

🌍

Bentuk standar 'saya minta maaf' untuk permintaan maaf yang tulus. Laki-laki menulis 'désolé' (satu e), perempuan menulis 'désolée' (dua e). Dalam bahasa Prancis lisan, bunyinya sama.

Désolé secara harfiah berarti "hancur" atau "terpukul", seolah situasinya membuat Anda sangat sedih. Dalam praktiknya, maknanya melunak menjadi sekadar "maaf." Ini mirip saat penutur bahasa Indonesia berkata "aku hancur" tanpa benar-benar hancur. Ungkapan ini cocok untuk banyak hal, dari terlambat lima menit sampai tidak sengaja menumpahkan kopi orang.

Kesepakatan gender di sini penting dan khas dalam bahasa Prancis. Kata sifat désolé menyesuaikan dengan penutur, bukan lawan bicara. Laki-laki menulis désolé, perempuan menulis désolée. Dalam bahasa Prancis lisan, keduanya terdengar sama (day-zoh-LAY). Jadi bedanya hanya penting dalam tulisan, tetapi menuliskannya dengan benar di chat dan email menunjukkan kefasihan.

Je suis désolé(e)

Sopan

/zhuh swee day-zoh-LAY/

Arti harfiah: I am desolated

Je suis vraiment désolé pour hier soir.

Saya benar-benar minta maaf soal tadi malam.

🌍

Menambahkan 'je suis' membuat permintaan maaf lebih lengkap dan sedikit lebih formal daripada 'désolé' saja. Menambahkan 'vraiment' (sungguh) atau 'tellement' (sangat) membuatnya lebih kuat.

Menambahkan je suis (saya adalah) sebelum désolé membuat permintaan maaf terasa lebih sengaja dan lebih serius. Ini memberi sinyal bahwa Anda tidak sekadar melempar "maaf" singkat. Anda juga bisa menguatkannya dengan kata keterangan: Je suis vraiment désolé (saya sungguh minta maaf) atau Je suis tellement désolé (saya sangat minta maaf).

💡 Kesepakatan Gender: Désolé vs. Désolée

Ini salah satu kata bahasa Prancis yang kesepakatan gendernya langsung memengaruhi komunikasi sehari-hari. Laki-laki mengatakan dan menulis désolé (satu e di akhir). Perempuan mengatakan dan menulis désolée (dua e di akhir). Kesepakatannya mengikuti gender penutur, bukan orang yang Anda minta maaf. Dalam pesan teks, menulis ini dengan benar langsung menunjukkan kemampuan bahasa Prancis yang baik.


Permintaan Maaf Formal: Navré, Je vous prie, Veuillez

Kadang situasi menuntut keseriusan, misalnya kesalahan profesional, ketidaknyamanan besar, atau saat berbicara dengan orang berstatus tinggi. Bahasa Prancis punya ragam permintaan maaf tingkat tinggi yang tidak punya padanan setara dalam bahasa Indonesia.

Je suis navré(e)

Formal

/zhuh swee nah-VRAY/

Arti harfiah: I am grieved / heartbroken

Je suis navré de vous avoir fait attendre.

Saya sangat menyesal telah membuat Anda menunggu.

🌍

Lebih kuat daripada 'désolé' dan lebih bernuansa sastra. Dipakai dalam konteks profesional formal, oleh layanan pelanggan, dan situasi yang menuntut bahasa lebih tinggi. Aturan kesepakatan gender sama.

Navré berasal dari kata Prancis Kuno yang berarti "melukai." Jadi Je suis navré secara harfiah berarti "saya terluka (oleh situasi ini)." Tingkat formalitas dan bobot emosinya satu tingkat di atas désolé. Anda akan mendengarnya dari concierge hotel, petugas layanan pelanggan, dan konteks profesional saat désolé terasa terlalu santai. Seperti désolé, kata ini mengikuti kesepakatan gender: laki-laki mengatakan navré, perempuan mengatakan navrée.

Je vous prie de m'excuser

Sangat formal

/zhuh voo PREE duh meks-kew-ZAY/

Arti harfiah: I pray you to excuse me

Je vous prie de m'excuser pour ce malentendu.

Saya mohon Anda memaafkan saya atas kesalahpahaman ini.

🌍

Permintaan maaf formal tingkat tinggi. Kata kerja 'prier' (berdoa, memohon) menaikkan tingkat hormatnya. Ini jarang punya padanan setara dalam bahasa Indonesia. Dipakai dalam surat formal, konteks diplomatik, dan situasi profesional berisiko tinggi.

Ini salah satu permintaan maaf paling elegan dalam bahasa Eropa. Kata kerja prier berarti "berdoa" atau "memohon." Jadi Anda benar-benar memohon agar orang lain memaafkan Anda. Menurut teori kesantunan Brown dan Levinson, bentuk peredaan yang rumit seperti ini khas dalam budaya formal Prancis. Budaya ini menghargai sikap hormat lewat rumus bahasa yang kompleks.

Riset oleh ahli bahasa Anna Wierzbicka menemukan bahwa bahasa Prancis punya lebih banyak tingkat permintaan maaf formal yang bertahap dibanding bahasa Inggris. Ini mencerminkan budaya yang menanamkan hierarki sosial dan penjagaan muka dalam struktur bahasa.

Veuillez m'excuser

Sangat formal

/vuh-YAY meks-kew-ZAY/

Arti harfiah: Please be willing to excuse me

Veuillez m'excuser, je dois partir plus tôt.

Mohon maaf, saya harus pulang lebih awal.

🌍

Memakai 'veuillez', imperatif formal dari 'vouloir' (ingin). Umum di email bisnis, pidato formal, dan situasi yang menuntut kesopanan maksimal. Tidak pernah dipakai dalam percakapan santai.

Veuillez adalah imperatif formal dari vouloir (ingin). Jadi frasa ini secara harfiah meminta, "mohon berkenan memaafkan saya." Ini rumus standar untuk korespondensi formal dan situasi profesional. Anda akan sering menemukannya di email bisnis Prancis, biasanya sebagai pembuka atau penutup.


Permintaan Maaf Sangat Formal dan Tertulis

Ungkapan ini terutama muncul dalam bahasa Prancis tertulis, surat formal, korespondensi resmi, dan konteks sastra. Memahaminya memberi Anda akses ke rentang ekspresi bahasa Prancis yang lebih lengkap.

Toutes mes excuses

Formal

/toot may zeks-KEWZ/

Arti harfiah: All my apologies

Toutes mes excuses pour le retard de livraison.

Permohonan maaf saya yang sebesar-besarnya atas keterlambatan pengiriman.

🌍

Permintaan maaf yang lengkap dan agak formal. Umum di email profesional dan komunikasi layanan pelanggan. Bisa diperkuat: 'Veuillez accepter toutes mes excuses' (Mohon terima semua permohonan maaf saya).

Toutes mes excuses terasa berbobot tanpa terdengar berlebihan. Ini cocok untuk email profesional saat Anda perlu mengakui kesalahan. Versi panjangnya, Veuillez accepter toutes mes excuses (Mohon terima semua permohonan maaf saya), adalah bentuk standar dalam korespondensi bisnis formal dan surat resmi.

Mea culpa

Sopan

/may-ah KOOL-pah/

Arti harfiah: My fault (Latin)

C'était ma faute, mea culpa.

Itu salah saya, mea culpa.

🌍

Dipinjam dari bahasa Latin lewat liturgi Katolik. Dipakai dalam bahasa Prancis saat menerima kesalahan sepenuhnya. Agak bernuansa sastra, tetapi semua orang paham. Bisa terdengar bercanda atau serius tergantung nada.

Frasa Latin ini sudah sepenuhnya diadopsi ke dalam bahasa Prancis. Artinya harfiah "salah saya" dan berasal dari doa pengakuan dosa Katolik. Dalam bahasa Prancis modern, mengatakan mea culpa menandakan Anda menerima tanggung jawab sepenuhnya. Nuansanya bisa ringan, misalnya menjatuhkan ponsel teman, atau sangat serius, misalnya tokoh publik mengakui kesalahan. Ungkapan faire son mea culpa (mengakui kesalahan) adalah ekspresi umum dalam bahasa Prancis.


Cara Menanggapi Permintaan Maaf dalam Bahasa Prancis

Mengetahui cara menerima permintaan maaf sama pentingnya dengan mengetahui cara mengucapkannya. Berikut respons yang paling umum, disusun berdasarkan tingkat formalitas.

Mereka BilangAnda BilangTerjemahanFormalitas
PardonCe n'est rienTidak apa-apaCasual
Excuse-moi / Excusez-moiIl n'y a pas de malTidak masalahPolite
Désolé(e)Ce n'est pas graveTidak seriusCasual
Désolé(e)T'inquiète (pas)Jangan khawatirCasual
Désolé(e)Pas de souciTidak masalahCasual
Je suis navré(e)Je vous en prieSilakan, tidak usah dipikirkanFormal
Toutes mes excusesN'en parlons plusSudah, jangan dibahas lagiFormal

Respons yang paling serbaguna adalah Ce n'est pas grave (suh nay pah GRAHV), artinya "tidak serius." Ini cocok untuk hampir semua situasi. Di antara teman, T'inquiète (tan-KYET), bentuk singkat dari Ne t'inquiète pas (jangan khawatir), menjadi respons santai yang paling umum, terutama di kalangan penutur muda.

🌍 Seni Mengecilkan Masalah dalam Budaya Prancis

Saat orang Prancis meminta maaf, ekspektasi budayanya adalah Anda mengecilkan pelanggaran itu. Respons seperti Ce n'est rien (tidak apa-apa) dan Il n'y a pas de mal (tidak masalah) lebih dari sekadar rumus sopan, ini semacam kontrak sosial. Menerima permintaan maaf dengan anggun, bahkan saat Anda kesal, sangat dihargai dalam budaya sosial Prancis.


Perbedaan Regional: Prancis vs. Quebec

Walau kosakata inti permintaan maaf dipakai di seluruh dunia Frankofon, ada perbedaan yang jelas antara Prancis dan Quebec. Perbedaan ini mencerminkan pengaruh budaya masing-masing wilayah.

Di Prancis, hierarki formalitas dijaga ketat. Memakai Veuillez m'excuser atau Je vous prie de m'excuser pada konteks yang tepat dianggap wajar dan dihargai. Pembedaan tu/vous dalam permintaan maaf diperhatikan dengan cermat. Beralih terlalu cepat ke tu bisa membuat Anda perlu meminta maaf.

Di Quebec, pengaruh bahasa Inggris memasukkan kata Sorry (diucapkan sor-EE) ke percakapan santai. Penutur Québécois yang lebih muda bisa mengatakan Sorry ! dalam situasi sehari-hari saat orang Paris akan mengatakan Pardon ! atau Excuse-moi ! Ini hanya untuk ragam santai. Bahasa Prancis Quebec yang formal tetap memakai permintaan maaf tingkat tinggi yang sama seperti di Prancis. Organisation internationale de la Francophonie mencatat bahwa bahasa Prancis Quebec mempertahankan banyak ungkapan Prancis yang kuno, sambil menyerap kata serapan dari bahasa Inggris. Ini menciptakan lanskap bahasa yang unik.


Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari

KesalahanKenapa SalahBentuk yang Benar
Memakai Excusez-moi kepada teman dekatTerlalu formal untuk hubungan tuExcuse-moi
Perempuan menulis désoléSalah kesepakatan genderDésolée
Mengatakan Je suis désolé saat menyenggol orangTerlalu berat untuk insiden kecilPardon atau Excusez-moi
Memakai Veuillez m'excuser dalam percakapan santaiTerdengar sangat formal dan janggal di antara temanDésolé(e) atau Excuse-moi
Mengatakan Quoi ? alih-alih Pardon ?Terdengar tidak sopanPardon ? dengan intonasi naik

Latihan dengan Konten Prancis Asli

Membaca tentang permintaan maaf membantu Anda menguasai kosakata. Namun, mendengarnya dengan intonasi dan bahasa tubuh yang autentik membuatnya terasa alami. Film dan serial Prancis sangat cocok untuk ini, dari pertukaran Pardon yang santai di adegan Paris sehari-hari sampai permintaan maaf formal yang panjang di drama periode.

Wordy memungkinkan Anda menonton film dan acara Prancis dengan subtitle interaktif. Ketuk frasa permintaan maaf apa pun untuk melihat arti, pelafalan, tingkat formalitas, dan konteks budaya secara langsung. Alih-alih menghafal daftar frasa, Anda menyerapnya dari percakapan nyata dengan penyampaian dan emosi yang natural.

Untuk konten Prancis lainnya, jelajahi blog kami untuk panduan seperti film terbaik untuk belajar bahasa Prancis. Anda juga bisa mengunjungi halaman belajar bahasa Prancis untuk mulai berlatih dengan konten penutur asli hari ini.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa cara paling umum untuk mengatakan maaf dalam bahasa Prancis?
Cara paling umum untuk mengatakan maaf dalam bahasa Prancis adalah "Désolé" (day-zoh-LAY) jika kamu pria, atau "Désolée" jika kamu wanita. Untuk permintaan maaf singkat seperti saat menyenggol orang, "Pardon" (par-DOHN) paling sering dipakai. "Excusez-moi" (eks-kew-zay-MWAH) cocok sebagai "permisi" yang sopan.
Apa bedanya "pardon" dan "excusez-moi" dalam bahasa Prancis?
"Pardon" lebih singkat dan spontan, dipakai saat menyenggol orang, ingin lewat di kerumunan, atau tidak mendengar ucapan seseorang. "Excusez-moi" sedikit lebih disengaja dan sopan, digunakan untuk menarik perhatian atau menyela. Keduanya sopan dan sering bisa saling menggantikan.
Dalam bahasa Prancis, pakai "désolé" atau "désolée"?
Tergantung gender. Pria memakai "désolé" (satu e di akhir) dan wanita memakai "désolée" (dua e). Dalam bahasa Prancis lisan, bunyinya sama, bedanya hanya terlihat saat ditulis. Ini karena "désolé" adalah kata sifat yang menyesuaikan gender penuturnya.
Bagaimana cara mengatakan maaf secara formal dalam bahasa Prancis?
Untuk permintaan maaf formal, gunakan "Je suis navré(e)" (saya sangat menyesal), "Je vous prie de m'excuser" (saya mohon dimaafkan), atau "Veuillez m'excuser" (mohon maafkan saya). Ungkapan ini cocok untuk situasi profesional, surat resmi, dan kondisi saat "désolé" terasa kurang serius.
Apakah cara minta maaf berbeda antara Prancis Quebec dan Prancis di Prancis?
Frasa dasarnya sama, tetapi penutur Prancis Quebec cenderung lebih sering memakai "Excuse-moi" (bentuk tu) dalam situasi sehari-hari. Kata serapan Inggris "Sorry" (diucapkan sor-EE) juga umum dalam percakapan santai karena pengaruh bahasa Inggris. Di Prancis, penggunaan "sorry" seperti ini jarang terdengar.

Sumber & Referensi

  1. Académie française, Dictionnaire de l'Académie française, edisi ke-9
  2. Centre National de Ressources Textuelles et Lexicales (CNRTL), etimologi dan penggunaan
  3. Ethnologue: Languages of the World, edisi ke-27 (2024), entri bahasa Prancis
  4. Wierzbicka, A., Cross-Cultural Pragmatics: The Semantics of Human Interaction (Mouton de Gruyter)
  5. Brown, P. & Levinson, S., Politeness: Some Universals in Language Usage (Cambridge University Press)

Mulai belajar dengan Wordy

Tonton klip film asli dan tambah kosakata sambil jalan. Gratis untuk diunduh.

Unduh di App StoreDapatkan di Google PlayTersedia di Chrome Web Store

Panduan bahasa lainnya

Cara Mengatakan Maaf dalam Bahasa Prancis (Panduan 2026)