Cara Mengucapkan Tolong dalam Bahasa Jepang: 15+ Permintaan Sopan untuk Setiap Situasi
Jawaban cepat
Cara paling umum untuk mengatakan tolong dalam bahasa Jepang adalah "Onegaishimasu" (お願いします, oh-neh-gah-ee shee-mahs). Ini cocok untuk permintaan abstrak dan bantuan. Untuk tindakan spesifik, gunakan "Kudasai" (ください, koo-dah-sah-ee) setelah kata kerja atau kata benda. Bahasa Jepang punya banyak bentuk permintaan, dari "Onegai" yang santai di antara teman hingga bentuk tidak langsung yang sangat sopan seperti "〜ていただけませんか" dalam konteks bisnis.
Jawaban Singkat
Cara paling umum untuk mengatakan “tolong” dalam bahasa Jepang adalah Onegaishimasu (お願いします, oh-neh-gah-ee shee-mahs). Ini adalah kata permintaan yang sopan dan serbaguna. Anda bisa memakainya di mana saja, dari minimarket sampai ruang rapat. Untuk tindakan yang spesifik, tambahkan Kudasai (ください, koo-dah-sah-ee) ke kata kerja atau kata benda: Matte kudasai (Tolong tunggu), Mizu o kudasai (Tolong air).
Bahasa Jepang dituturkan oleh sekitar 125 juta orang, dan menurut Survei Bahasa Nasional 2023 dari Agency for Cultural Affairs, lebih dari 60% orang dewasa Jepang melaporkan memakai keigo (bahasa hormat) setiap hari di pekerjaan. Mengatakan “tolong” di Jepang bukan sekadar sopan santun. Ini adalah sistem penyesuaian sosial, bentuk permintaan Anda menunjukkan hubungan dengan lawan bicara, besarnya bantuan, dan kepekaan sosial Anda.
"Dalam bahasa Jepang, tindakan meminta pada dasarnya membebani otonomi lawan bicara. Bahasa ini mengembangkan strategi tidak langsung yang rumit untuk mengurangi beban itu. Semakin Anda melembutkan permintaan, semakin hormat kesannya."
(Brown & Levinson, Politeness: Some Universals in Language Usage, Cambridge University Press, 1987)
Panduan ini membahas 15+ cara mengatakan “tolong” dalam bahasa Jepang. Urutannya dari bentuk sopan standar, bahasa bisnis formal, sampai ungkapan santai. Setiap entri memuat tulisan Jepang, pelafalan romaji, dan konteks budaya, supaya Anda bisa memilih “tolong” yang tepat untuk setiap situasi.
Referensi Cepat: Ekspresi “Tolong” dalam Bahasa Jepang Sekilas
Dua Sistem Inti: お願いします vs ください
Sebelum masuk ke frasa satu per satu, pahami dulu pembagian dasar ekspresi “tolong” dalam bahasa Jepang. Ini akan mencegah kesalahan umum. Bahasa Jepang punya dua sistem permintaan utama, dan keduanya tidak bisa saling menggantikan.
お願いします (Onegaishimasu) berasal dari kata kerja negau (願う, berharap/meminta). Arti harfiahnya kira-kira “saya dengan rendah hati mengajukan permintaan.” Anda memakainya saat meminta sesuatu yang abstrak, meminta bantuan, atau saat tindakan spesifiknya sudah jelas dari konteks.
ください (Kudasai) berasal dari kata kerja kudasaru (下さる, memberi, bentuk hormat). Arti harfiahnya “tolong berikan” atau “tolong lakukan.” Anda menempelkannya pada kata kerja atau kata benda untuk membuat permintaan yang konkret.
| Situasi | Pakai Ini | Contoh |
|---|---|---|
| Memesan di restoran | お願いします | コーヒーをお願いします (Tolong kopi) |
| Meminta seseorang menunggu | ください | 待ってください (Tolong tunggu) |
| Menyebut tujuan taksi | お願いします | 東京駅までお願いします (Stasiun Tokyo, tolong) |
| Meminta seseorang membaca sesuatu | ください | 読んでください (Tolong baca ini) |
| Meminta bantuan (tidak spesifik) | お願いします | よろしくお願いします (Saya serahkan pada Anda) |
| Meminta benda fisik | ください | 水をください (Tolong air) |
💡 Aturan Sederhana
Kalau Anda bisa menunjuk bendanya atau menjelaskan tindakan spesifiknya, pakai kudasai. Kalau Anda meminta bantuan, layanan, atau sesuatu yang abstrak, pakai onegaishimasu. Kalau keduanya bisa dipakai, onegaishimasu selalu lebih aman dan lebih sopan.
Permintaan Sopan Standar
Ini adalah bentuk yang paling sering Anda pakai dalam bahasa Jepang sehari-hari. Bentuk ini cocok di toko, restoran, kantor, dan dengan orang yang belum akrab.
お願いします
/oh-neh-gah-ee shee-mahs/
Arti harfiah: Saya dengan rendah hati mengajukan permintaan
“すみません、会計をお願いします。”
Permisi, minta bonnya.
“Tolong” paling serbaguna dalam bahasa Jepang. Dipakai untuk memesan makanan, meminta layanan, meminta bantuan, dan menutup email bisnis. Sering dipasangkan dengan 'Sumimasen' (permisi) saat menarik perhatian orang.
Onegaishimasu adalah pisau serbaguna untuk permintaan dalam bahasa Jepang. Anda akan mendengarnya berkali-kali dalam sehari di Jepang, di stasiun, kantor, restoran, dan percakapan sehari-hari. Ini cocok dipasangkan dengan kata benda: Koohii o onegaishimasu (Tolong kopi), Kore o onegaishimasu (Yang ini, tolong).
Salah satu ungkapan paling penting dalam bahasa Jepang, Yoroshiku onegaishimasu (よろしくお願いします), memakai dasar yang sama. Maknanya kira-kira “mohon kerja samanya” atau “mohon bantuannya.” Ungkapan ini muncul di akhir perkenalan diri, email bisnis, dan hampir semua situasi saat Anda membangun atau menjaga hubungan.
ください
/koo-dah-sah-ee/
Arti harfiah: Tolong berikan, tolong lakukan
“もう少しゆっくり話してください。”
Tolong bicara sedikit lebih pelan.
Ditempelkan pada bentuk te dari kata kerja untuk permintaan tindakan, atau langsung pada kata benda untuk permintaan “berikan saya.” Ini tingkat sopan standar, cocok untuk harian, tetapi terlalu langsung untuk bisnis formal.
Kudasai adalah “tolong” yang berfokus pada tindakan. Untuk memakainya dengan kata kerja, Anda perlu te-form: tabete kudasai (tolong makan), mite kudasai (tolong lihat), kite kudasai (tolong datang). Dengan kata benda, tambahkan partikel o: Mizu o kudasai (Tolong air).
Dalam tulisan bahasa Jepang, Anda akan melihat kudasai ditulis dengan hiragana (ください) dan kanji (下さい). Bentuk hiragana lebih umum dalam pemakaian modern. NHK Broadcasting Culture Research Institute merekomendasikan hiragana untuk kebanyakan konteks sehari-hari.
Permintaan Formal dan Rendah Hati
Keigo (bahasa hormat) dalam bahasa Jepang punya beberapa tingkat. Permintaan adalah bagian yang paling terasa bedanya. Survei Agency for Cultural Affairs menemukan bahwa pemakaian keigo yang tidak tepat di bisnis dianggap “tidak nyaman” oleh 78% responden. Bentuk-bentuk ini membantu Anda menghadapi situasi profesional di Jepang.
お願いいたします
/oh-neh-gah-ee ee-tah-shee-mahs/
Arti harfiah: Saya mohon (kata kerja rendah hati)
“ご確認のほど、お願いいたします。”
Mohon konfirmasinya.
Satu tingkat lebih rendah hati daripada 'Onegaishimasu.' Kata kerja 'itasu' (いたす) adalah bentuk rendah hati dari 'suru' (する, melakukan). Standar di email bisnis, pidato formal, dan layanan pelanggan.
Perbedaan kunci dari onegaishimasu ada pada kata kerjanya. Itashimasu (いたします) adalah bentuk rendah hati dari shimasu (します). Peningkatan satu kata ini mengubah permintaan Anda dari sopan standar menjadi formal bisnis. Anda akan sering mendengarnya di kantor Jepang dan pekerjaan yang berhadapan dengan pelanggan.
お願い申し上げます
/oh-neh-gah-ee moh-shee-ah-geh-mahs/
Arti harfiah: Saya dengan rendah hati menyampaikan permohonan
“ご理解とご協力をお願い申し上げます。”
Kami mohon pengertian dan kerja samanya.
Ekspresi permintaan paling formal. Dipakai dalam pengumuman resmi, pidato publik, korespondensi bisnis formal, dan sambutan. 'Moushiageru' adalah bentuk rendah hati dari 'mengatakan/menyampaikan'.
Ini adalah tingkat formalitas tertinggi untuk permintaan. Anda akan menemukannya di pengumuman stasiun (Gochuui o onegai moushiagemasu, “Kami mohon perhatian Anda”), surat perusahaan, dan upacara formal. Memakainya dalam percakapan santai akan terdengar sangat kaku.
〜ていただけますか
/teh ee-tah-dah-keh-mahs kah/
Arti harfiah: Apakah saya bisa dengan rendah hati menerima bantuan Anda untuk melakukan...?
“この書類を確認していただけますか。”
Bisa tolong periksa dokumen ini?
Permintaan tidak langsung yang sopan, memakai bentuk potensial dari 'itadaku' (menerima dengan rendah hati). Umum di situasi bisnis. Lebih sopan daripada 'kudasai' karena membingkai permintaan sebagai pertanyaan tentang kemampuan lawan bicara.
Bentuk ini sangat cocok untuk situasi profesional karena tidak memerintah. Bentuk ini bertanya. Dengan membingkai permintaan sebagai “apakah saya bisa menerima bantuan…”, Anda memberi ruang untuk menolak. Ini adalah prinsip penting dalam kesopanan bahasa Jepang.
〜ていただけませんか
/teh ee-tah-dah-keh-mah-sehn kah/
Arti harfiah: Tidak bisakah saya dengan rendah hati menerima bantuan Anda untuk melakukan...?
“少々お時間をいただけませんか。”
Tidak bisakah Anda meluangkan sedikit waktu?
Bentuk pertanyaan negatif membuatnya lebih sopan daripada versi positif. Ini paradoks kesopanan bahasa Jepang, menegasikan permintaan (“Tidak bisakah…?”) dianggap lebih tidak memaksa daripada pertanyaan langsung (“Bisa…?”).
Di sinilah kesopanan bahasa Jepang mencapai titik yang paling menarik. Pertanyaan negatif (-masen ka) terdengar lebih sopan daripada pertanyaan positif (-masu ka). Mengapa? Karena “Tidak bisakah…?” menyiratkan Anda siap menerima jawaban tidak. Ini menunjukkan Anda sadar sedang merepotkan, dan Anda memberi jalan keluar yang mudah. Brown dan Levinson menyebut ini strategi kesopanan universal, tetapi bahasa Jepang menggramatikalkannya lebih kuat daripada hampir bahasa lain.
🌍 Paradoks Kesopanan: Semakin Tidak Langsung, Semakin Sopan
Dalam bahasa Jepang, kelangsungan dan kesopanan berbanding terbalik. Spektrumnya dari paling langsung (paling tidak sopan) ke paling tidak langsung (paling sopan): ください → いただけますか → いただけませんか → いただければ幸いです. Setiap langkah menambah keraguan halus. Dalam bahasa Jepang bisnis, menguasai permintaan tidak langsung dianggap keterampilan inti.
Permintaan Santai
Di antara teman dekat dan keluarga, bentuk permintaan formal terdengar kaku dan berjarak. Ekspresi santai ini yang akan Anda dengar dalam kehidupan sehari-hari di antara orang yang akrab. Untuk lebih lanjut tentang gaya santai versus formal, kunjungi halaman belajar bahasa Jepang.
お願い
/oh-neh-gah-ee/
Arti harfiah: Permintaan, tolong
“ねえ、それ取ってくれる?お願い!”
Hei, bisa ambilkan itu? Tolong!
Bentuk santai yang dipendekkan dari 'Onegaishimasu.' Menghilangkan 'shimasu' menandakan keakraban. Dipakai di antara teman, keluarga, dan pasangan. Sering diucapkan dengan nada memohon.
Onegai adalah onegaishimasu tanpa akhiran kata kerja sopan. Rasanya hangat dan akrab. Ini seperti saat Anda meminta teman mengoper remote atau meminta saudara membantu. Anda akan sering mendengarnya di film dan anime Jepang.
ちょうだい
/choh-dah-ee/
Arti harfiah: Tolong berikan saya (asal rendah hati)
“ママ、お水ちょうだい。”
Mama, minta air.
Awalnya dari kata kerja rendah hati 'choudai suru' (menerima dengan rendah hati), tetapi dalam pemakaian modern ini santai. Sering diasosiasikan dengan perempuan, anak-anak, dan permintaan yang manja. Umum di keluarga.
Choudai punya sejarah menarik. Ini berasal dari ungkapan rendah hati choudai suru (頂戴する, menerima dengan rendah hati), tetapi selama berabad-abad bergeser menjadi pemakaian santai. Sekarang, nuansanya lembut dan sedikit menggemaskan. Anak-anak memakainya kepada orang tua, dan ini sering muncul dalam percakapan santai di antara perempuan. Laki-laki juga memakainya, walau lebih jarang. Seorang laki-laki yang mengatakan choudai kepada teman dekat terdengar wajar.
頼む
/tah-noh-moo/
Arti harfiah: Saya minta, saya mengandalkanmu
“悪い、ちょっと手伝ってくれ。頼む。”
Maaf, bantu sebentar. Aku mengandalkanmu.
Permintaan santai yang langsung dan cenderung maskulin. Secara harfiah “meminta/mengandalkan.” Umum di antara teman laki-laki dan karakter keras di film dan manga. Bisa juga dipakai serius saat meminta bantuan besar.
Tanomu terdengar langsung dan punya bobot. Ini mengakui bahwa Anda meminta sesuatu yang cukup besar, “Aku mengandalkanmu.” Anda akan sering mendengarnya di film Jepang, terutama dari karakter laki-laki. Bentuk sopannya, tanomimasu (頼みます), ada, tetapi lebih jarang daripada onegaishimasu.
〜てもらえる?
/teh moh-rah-eh-roo/
Arti harfiah: Bisa aku menerima bantuanmu untuk melakukan...?
“ちょっとこれ見てもらえる?”
Bisa lihat ini sebentar untukku?
Padanan santai dari pola '〜ていただけますか.' Memakai 'morau' (menerima) alih-alih 'itadaku' yang rendah hati. Alami dan umum di antara teman dan rekan setara. Tanda '?' membuatnya jadi pertanyaan lembut, bukan tuntutan.
Ini versi santai dari pola formal 〜ていただけますか. Pola ini mengganti itadaku yang rendah hati dengan morau (menerima bantuan), lalu menghilangkan akhiran sopan -masu. Hasilnya seimbang, santai tetapi tetap mempertimbangkan perasaan lawan bicara.
Tingkatan Keigo dalam Permintaan: Peta Lengkap
Memahami posisi setiap bentuk “tolong” pada skala kesopanan itu penting. Berikut spektrum lengkap dari paling santai sampai paling formal:
| Tingkat | Ekspresi | Kapan Dipakai |
|---|---|---|
| Sangat santai | 頼む (Tanomu) | Teman laki-laki dekat, situasi mendesak |
| Santai | お願い (Onegai) / ちょうだい (Choudai) | Teman, keluarga, anak-anak |
| Santai-sopan | 〜てもらえる? (Te moraeru?) | Teman, rekan kerja santai |
| Sopan standar | ください (Kudasai) | Orang asing, toko, kehidupan harian |
| Sopan standar | お願いします (Onegaishimasu) | Sopan universal, restoran, kantor |
| Sopan formal | 〜ていただけますか (Te itadakemasu ka) | Rapat bisnis, atasan |
| Formal | お願いいたします (Onegai itashimasu) | Email bisnis, layanan pelanggan |
| Sangat formal | 〜ていただけませんか (Te itadakemasen ka) | Permintaan penting kepada atasan |
| Ultra-formal | お願い申し上げます (Onegai moushiagemasu) | Pengumuman resmi, upacara |
| Formal tertulis | 〜ていただければ幸いです (Te itadakereba saiwai desu) | Email formal, permintaan tertulis |
⚠️ Kesalahan Umum: Mencampur Tingkat Kesopanan
Memakai bahasa ultra-formal kepada teman terdengar sarkastik atau dingin. Memakai bentuk santai kepada bos terdengar tidak sopan. Keterampilan terpenting adalah menyesuaikan tingkat kesopanan dengan hubungan. Kalau ragu, pilih satu tingkat lebih sopan dari yang Anda kira perlu. Terlalu sopan jauh lebih aman daripada terlalu santai di Jepang.
Cara Menjawab Saat Seseorang Meminta Sesuatu
Mengetahui cara merespons permintaan sama pentingnya dengan membuat permintaan. Berikut respons yang paling umum:
| Mereka Bilang | Anda Menjawab | Arti |
|---|---|---|
| お願いします | はい、かしこまりました | Ya, tentu (formal) |
| お願いします | はい、わかりました | Ya, mengerti (sopan) |
| ください | はい、どうぞ | Ya, silakan, ini dia |
| 〜ていただけますか | はい、もちろんです | Ya, tentu saja |
| お願い | いいよ / うん | Oke, ya (santai) |
| 頼む | 任せろ / 任せて | Serahkan padaku (santai) |
Respons Kashikomarimashita (かしこまりました) perlu perhatian khusus. Anda akan sering mendengarnya di layanan di Jepang, hotel, restoran, dan toko. Artinya pengakuan rendah hati, “Baik, saya mengerti dan akan melaksanakannya.” Ini juga salah satu ciri budaya keramahan Jepang.
Ekspresi Khusus: よろしくお願いします
Panduan “tolong” dalam bahasa Jepang tidak lengkap tanpa Yoroshiku onegaishimasu (よろしくお願いします). Ungkapan ini tidak punya padanan langsung dalam bahasa Indonesia. Terjemahan kasarnya “mohon kerja samanya” atau “saya mengandalkan kebaikan Anda.” Ungkapan ini muncul dalam banyak situasi:
- Perkenalan diri: "Saya Tanaka. Yoroshiku onegaishimasu." (Mohon kerja samanya)
- Memulai proyek: "Mari bekerja sama dengan baik. Yoroshiku onegaishimasu." (Saya mengandalkan Anda)
- Penutup email: Fungsinya mirip “Hormat saya”, tetapi ada nuansa meminta kelanjutan dukungan
- Setelah meminta bantuan: Menegaskan rasa terima kasih dan ketergantungan pada orang lain
Materi pendidikan Japan Foundation menempatkan Yoroshiku onegaishimasu sebagai salah satu dari lima frasa bahasa Jepang paling penting untuk pelajar. Ini sejajar dengan Arigatou gozaimasu dan Sumimasen.
Latihan dengan Konten Jepang Asli
Membaca tentang bentuk permintaan memberi dasar yang kuat. Namun, mendengarnya dipakai secara alami oleh penutur asli yang membuat perbedaan antara pengetahuan buku dan kelancaran nyata. Drama dan film Jepang penuh dengan bahasa permintaan. Drama bisnis seperti Hanzawa Naoki menampilkan keigo ultra-formal, sedangkan anime slice-of-life menunjukkan bentuk santai seperti onegai dan choudai dalam suasana keluarga.
Wordy memungkinkan Anda menonton film dan acara Jepang dengan subtitle interaktif. Anda bisa mengetuk ekspresi permintaan apa pun untuk melihat tingkat kesopanan, arti harfiah, dan konteks budaya secara real time. Alih-alih menghafal bagan kesopanan, Anda menyerap nuansanya dari percakapan nyata dengan intonasi dan konteks sosial yang autentik.
Untuk konten Jepang lainnya, jelajahi blog kami untuk panduan seperti film terbaik untuk belajar bahasa Jepang. Anda juga bisa mengunjungi halaman belajar bahasa Jepang untuk mulai berlatih hari ini.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa cara paling umum untuk mengatakan tolong dalam bahasa Jepang?
Apa bedanya "Onegaishimasu" dan "Kudasai"?
Bagaimana cara mengatakan tolong dalam bahasa Jepang yang santai?
Apa cara paling sopan untuk membuat permintaan dalam bahasa Jepang?
Apakah "Kudasai" terdengar kasar dalam bahasa Jepang?
Sumber & Referensi
- Agency for Cultural Affairs (文化庁), Survei Bahasa Nasional tentang penggunaan keigo (2023)
- NHK Broadcasting Culture Research Institute, Standar pelafalan dan bahasa kehormatan
- Brown, P. & Levinson, S. (1987). "Politeness: Some Universals in Language Usage." Cambridge University Press.
- Ethnologue: Languages of the World, entri bahasa Jepang (2024)
- Makino, S. & Tsutsui, M. (1986). "A Dictionary of Basic Japanese Grammar." The Japan Times.
Mulai belajar dengan Wordy
Tonton klip film asli dan tambah kosakata sambil jalan. Gratis untuk diunduh.

