← Kembali ke Blog
🇩🇪Jerman

Kata Tanya Bahasa Jerman: Panduan Lengkap W-Fragen

Oleh SandorDiperbarui: 27 Maret 202610 mnt baca

Jawaban cepat

Kata tanya penting dalam bahasa Jerman (W-Fragen) adalah: Wer? (siapa), Was? (apa), Wo? (di mana), Wann? (kapan), Warum? (mengapa), Wie? (bagaimana), dan Welcher? (yang mana). Berbeda dari bahasa Inggris, kata tanya Jerman berubah sesuai kasus tata bahasa. Wer menjadi Wen (akusatif), Wem (datif), dan Wessen (genitif). Bahasa Jerman juga membedakan arah: Wo? (di mana), Wohin? (ke mana), dan Woher? (dari mana). Kata kerja selalu berada di posisi kedua dalam W-Fragen.

Kata tanya penting dalam bahasa Jerman adalah Wer? (siapa), Was? (apa), Wo? (di mana), Wann? (kapan), Warum? (mengapa), Wie? (bagaimana), dan Welcher? (yang mana). Secara kolektif dikenal sebagai W-Fragen atau Fragewörter, kata-kata ini punya ciri khas yang sama: semuanya diawali huruf W, mirip dengan kata tanya berawalan WH dalam bahasa Inggris.

Menurut data Ethnologue 2024, bahasa Jerman dituturkan oleh sekitar 134 juta orang di seluruh dunia, sehingga menjadi bahasa ibu yang paling banyak dituturkan di Uni Eropa. Menguasai kata tanya itu penting sejak percakapan pertamamu. Tanpa itu, kamu tidak bisa bertanya arah, memesan makanan, memperkenalkan diri, atau memahami apa yang orang katakan kepadamu. Dan kata tanya bahasa Jerman lebih bernuansa dibanding padanannya dalam bahasa Indonesia. Saat bahasa Indonesia memakai "siapa" hampir di semua konteks, bahasa Jerman berganti bentuk lewat empat kasus tata bahasa: Wer (nominatif), Wen (akusatif), Wem (datif), dan Wessen (genitif). Saat bahasa Indonesia memakai satu kata "di mana", bahasa Jerman membedakan lokasi (Wo?), arah/tujuan (Wohin?), dan asal (Woher?).

"The interrogative system of a language reveals its grammatical priorities. German's case-inflected question words demonstrate how deeply the nominative-accusative-dative-genitive system is woven into everyday communication, and even the simplest question encodes grammatical relationships that other languages leave implicit." (Hammer, A.E., Hammer's German Grammar and Usage, Routledge)

Panduan ini membahas setiap kata tanya bahasa Jerman lengkap dengan pelafalan, bentuk kasus tata bahasa, contoh kalimat, aturan urutan kata, dan nuansa budaya saat bertanya di negara-negara berbahasa Jerman.


Semua Kata Tanya Sekilas

Catatan pelafalan penting: huruf W dalam bahasa Jerman selalu diucapkan seperti bunyi "v". Jadi Wer terdengar seperti "vehr", Was seperti "vahs", dan Wo seperti "voh". Ini salah satu perbedaan bunyi pertama yang perlu dibiasakan oleh penutur bahasa Indonesia.


Wer? Wen? Wem? Wessen? (Siapa, Lewat Empat Kasus)

Bahasa Jerman termasuk sedikit bahasa di Eropa yang kata tanya "siapa" berubah bentuk sesuai kasus tata bahasa. Bahasa Indonesia tidak mengubah bentuk "siapa", tetapi bahasa Jerman punya empat bentuk yang berbeda.

Wer?

Wer? (vehr) adalah bentuk nominatif. Pakai ini saat menanyakan subjek kalimat, yaitu orang yang melakukan tindakan.

  • Wer ist das? (Itu siapa?)
  • Wer hat angerufen? (Siapa yang menelepon?)
  • Wer kommt heute Abend? (Siapa yang datang malam ini?)

Ini bentuk default yang paling sering kamu pakai. Kalau ragu, mulai dengan Wer.

Wen?

Wen? (vehn) adalah bentuk akusatif. Pakai ini saat menanyakan objek langsung, yaitu orang yang menerima tindakan.

  • Wen siehst du? (Kamu melihat siapa?)
  • Wen hast du eingeladen? (Kamu mengundang siapa?)
  • Wen rufst du an? (Kamu menelepon siapa?)

Perubahan dari Wer ke Wen sejalan dengan perubahan dari er (dia laki-laki) ke ihn (dia laki-laki, objek). Jika jawaban yang benar memakai ihn, gunakan Wen.

Wem?

Wem? (vehm) adalah bentuk datif. Pakai ini saat menanyakan objek tidak langsung, yaitu orang yang menjadi penerima "kepada/untuk siapa" sesuatu dilakukan.

  • Wem gibst du das Buch? (Kamu memberi buku itu kepada siapa?)
  • Wem gehört das? (Ini milik siapa?)
  • Wem hast du geholfen? (Kamu membantu siapa?)

Perhatikan bahwa helfen (membantu) memakai datif dalam bahasa Jerman. Ini berbeda dari cara bahasa Indonesia mengekspresikannya. Ini salah satu dari banyak verba yang menuntut Wem? alih-alih Wen?.

Wessen?

Wessen? (VES-sen) adalah bentuk genitif. Pakai ini untuk menanyakan kepemilikan.

  • Wessen Tasche ist das? (Tas itu milik siapa?)
  • Wessen Auto steht draußen? (Mobil siapa yang terparkir di luar?)
  • Wessen Idee war das? (Itu ide siapa?)

Wessen lebih jarang dipakai dalam bahasa Jerman lisan. Penutur sering menggantinya dengan Wem gehört...? (Ini milik siapa?) Namun, kata ini tetap penting dalam bahasa Jerman formal dan tulisan.

💡 Tes Ihm/Ihn

Masih ragu pakai Wen atau Wem? Uji lewat jawabannya. Jika jawabannya memakai ihn (akusatif), pakai Wen. Jika jawabannya memakai ihm (datif), pakai Wem. Contoh: "Wen siehst du?" → "Ich sehe ihn." Tetapi: "Wem gibst du das?" → "Ich gebe es ihm."


Was?

Was?

Was? (vahs) berarti "apa?" dan termasuk kata tanya yang paling sering dipakai dalam bahasa apa pun. Berbeda dari Wer, bentuknya tidak berubah antar kasus.

  • Was ist das? (Itu apa?)
  • Was machst du? (Kamu sedang apa?)
  • Was hast du gesagt? (Kamu bilang apa?)
  • Was kostet das? (Itu harganya berapa? Penting saat belanja.)

Was juga muncul dalam pertanyaan santai yang sangat umum, Was gibt's? (Ada apa? / Lagi ngapain?), yang merupakan bentuk singkat dari Was gibt es?

Saat was seharusnya mengikuti preposisi, penutur bahasa Jerman biasanya memakai Wo-compound. Kamu tidak akan mengatakan Mit was? (Dengan apa?) dalam bahasa Jerman baku, bentuk yang benar adalah Womit? Penjelasan tentang Wo-compounds ada di bawah.


Wo? Wohin? Woher? (Di mana, Tiga Cara)

Ini salah satu area di mana bahasa Jerman lebih presisi. Bahasa Jerman memakai tiga kata tanya terpisah, sementara bahasa Indonesia sering cukup dengan satu kata dan konteks.

Wo?

Wo? (voh) menanyakan lokasi statis, yaitu di mana sesuatu atau seseorang berada.

  • Wo bist du? (Kamu di mana?)
  • Wo wohnst du? (Kamu tinggal di mana?)
  • Wo ist der Bahnhof? (Stasiun kereta ada di mana?)

Wohin?

Wohin? (voh-HIN) menanyakan arah atau tujuan, yaitu ke mana seseorang atau sesuatu pergi.

  • Wohin gehst du? (Kamu mau ke mana?)
  • Wohin fährst du in den Urlaub? (Kamu liburan ke mana?)
  • Wohin soll ich das stellen? (Ini harus saya taruh di mana?)

Dalam percakapan santai, Wohin sering dipisah: Wo gehst du hin? Bentuk terpisah ini sangat umum dalam percakapan sehari-hari.

Woher?

Woher? (voh-HEHR) menanyakan asal, yaitu dari mana seseorang atau sesuatu berasal.

  • Woher kommst du? (Kamu dari mana?)
  • Woher hast du das? (Kamu dapat itu dari mana?)
  • Woher weißt du das? (Kamu tahu itu dari mana? Secara harfiah: dari mana kamu tahu itu?)

Seperti Wohin, Woher juga bisa dipisah dalam percakapan santai: Wo kommst du her?

🌍 Woher kommst du?, Pembuka Obrolan yang Paling Umum

Woher kommst du? (Kamu dari mana?) adalah pertanyaan pembuka obrolan yang paling umum di negara-negara berbahasa Jerman. Dalam situasi informal, orang Jerman sering lanjut dengan Was machst du beruflich? (Kerja apa?). Perhatikan bahwa versi formal memakai Sie: Woher kommen Sie? dan Was machen Sie beruflich? Memakai tingkat keformalan yang tepat itu penting, dan memakai Sie saat berbicara dengan orang asing biasanya pilihan yang lebih aman.


Wann?

Wann?

Wann? (vahn) berarti "kapan?" dan tidak berubah bentuk.

  • Wann kommst du? (Kamu datang kapan?)
  • Wann fängt der Film an? (Filmnya mulai kapan?)
  • Wann hast du Geburtstag? (Ulang tahunmu kapan?)
  • Wann ist das passiert? (Itu terjadi kapan?)

Wann itu sederhana: tidak ada perubahan kasus, tidak ada kesesuaian gender, dan tidak ada bentuk terpisah. Pemakaiannya sama dalam situasi formal dan informal. Goethe-Institut memasukkannya ke dalam sepuluh kata terpenting untuk pelajar level A1.

Jangan tertukar antara Wann? (kapan, menanyakan titik waktu) dengan Wenn (ketika/jika, konjungsi untuk anak kalimat) atau Als (ketika, untuk satu kejadian lampau). Tiga kata ini sering membuat pelajar bahasa Jerman tersandung, tetapi Wann? sebagai kata tanya tidak ambigu.


Warum? Wieso? Weshalb? Weswegen? (Empat Cara Menanyakan Mengapa)

Bahasa Jerman punya empat kata tanya yang berarti "mengapa". Secara tata bahasa, semuanya bisa saling menggantikan, tetapi ada perbedaan halus pada tingkat keformalan dan nuansanya.

Warum?

Warum? (vah-ROOM) adalah "mengapa" standar untuk semua situasi, aman untuk konteks formal maupun informal.

  • Warum lernst du Deutsch? (Mengapa kamu belajar bahasa Jerman?)
  • Warum ist der Laden geschlossen? (Mengapa tokonya tutup?)

Wieso?

Wieso? (vee-ZOH) sedikit lebih santai dan sering menyiratkan rasa heran atau bingung.

  • Wieso hast du das gemacht? (Mengapa kamu melakukan itu? Dengan nada heran.)
  • Wieso nicht? (Kenapa tidak?)

Weshalb?

Weshalb? (ves-HAHP) lebih formal dan sering muncul dalam bahasa Jerman tulisan, jurnalisme, dan konteks akademik.

  • Weshalb wurde die Entscheidung getroffen? (Mengapa keputusan itu diambil?)

Weswegen?

Weswegen? (ves-VAY-gen) paling bernuansa sastra dan paling jarang dipakai dalam percakapan sehari-hari. Kamu akan menemukannya dalam tulisan formal dan teks yang lebih lama.

  • Weswegen ist er nicht gekommen? (Mengapa dia tidak datang?)

Menurut riset dari Institut für Deutsche Sprache, Warum mencakup sekitar 70% pertanyaan "mengapa" dalam korpus bahasa Jerman lisan, disusul Wieso sekitar 20%, sementara Weshalb dan Weswegen berbagi sisa 10%. Untuk pelajar, menguasai Warum saja sudah mencakup sebagian besar situasi.


Wie? (Bagaimana, dan Perluasannya)

Wie?

Wie? (vee) berarti "bagaimana?" dan termasuk kata tanya bahasa Jerman yang paling serbaguna karena bisa digabung dengan kata lain untuk membentuk pertanyaan baru.

  • Wie geht es dir? (Apa kabar? Informal.)
  • Wie heißt du? (Nama kamu siapa? Secara harfiah: kamu dipanggil bagaimana?)
  • Wie spät ist es? (Jam berapa? Secara harfiah: sudah seberapa larut?)
  • Wie alt bist du? (Kamu umur berapa?)
  • Wie findest du das? (Menurutmu bagaimana? / Kamu menilai itu bagaimana?)

Perhatikan bahwa bahasa Jerman memakai Wie? pada konteks yang dalam bahasa Indonesia biasanya memakai "apa": Wie heißt du? dan Wie spät ist es? keduanya adalah pertanyaan "apa" dalam bahasa Indonesia.

Wie viel? and Wie viele?

Wie viel? (vee feel) menanyakan jumlah yang tidak bisa dihitung satuan ("berapa banyak?").

  • Wie viel kostet das? (Itu harganya berapa?)
  • Wie viel Zeit haben wir? (Kita punya waktu berapa banyak?)

Wie viele? (vee FEE-luh) menanyakan jumlah yang bisa dihitung ("berapa banyak?").

  • Wie viele Sprachen sprichst du? (Kamu bisa berapa bahasa?)
  • Wie viele Geschwister hast du? (Kamu punya berapa saudara kandung?)

Perbedaan Wie viel (tak terhitung) dan Wie viele (terhitung) mirip dengan pembedaan "berapa banyak" berdasarkan jenis nomina dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa Jerman lisan yang santai, sebagian penutur memakai Wie viel untuk keduanya, tetapi pembedaan ini tetap dipertahankan dalam tuturan yang lebih rapi dan dalam tulisan.


Welcher? Welche? Welches? (Yang Mana)

Welcher?

Welcher? (VEL-khehr) berarti "yang mana?" dan termasuk sedikit kata tanya bahasa Jerman yang berubah bentuk berdasarkan gender, kasus, dan jumlah, seperti kata sifat bahasa Jerman.

Akhiran Welcher mengikuti pola yang sama seperti artikel definit (der/die/das). Jika kamu sudah hafal akhiran artikel definit, kamu juga sudah tahu akhiran Welcher. Hammer's German Grammar menyebut ini pola "der-word": welcher, dieser (ini), jeder (setiap), dan mancher (beberapa) semuanya mengikutinya.

  • Welchen Kaffee möchtest du? (Kamu mau kopi yang mana? Kaffee maskulin, akusatif.)
  • In welcher Stadt wohnst du? (Kamu tinggal di kota yang mana? Stadt feminin, datif setelah in.)
  • Welches Buch liest du gerade? (Kamu sedang membaca buku yang mana? Buch netral, akusatif.)

Wo-Compounds: Menanyakan Benda dengan Preposisi

Saat kamu ingin menanyakan "tentang apa?", "dengan apa?", atau "untuk apa?" dalam bahasa Jerman, kamu tidak mengatakan Über was? atau Mit was? Sebaliknya, kamu menggabungkan wo- dengan preposisi menjadi satu kata. Ini salah satu fitur tata bahasa Jerman yang paling rapi.

Aturannya sederhana: saat preposisi diawali konsonan, tempelkan langsung ke wo- (wo + mit = womit). Saat diawali vokal, sisipkan -r- agar lebih mudah diucapkan (wo + über = worüber, wo + an = woran). Bentuk gabungan ini dipakai untuk benda, bukan orang. Untuk orang, pakai preposisi ditambah bentuk kasus yang tepat dari Wer: Über wen sprichst du? (Kamu membicarakan siapa?), tetapi Worüber sprichst du? (Kamu membicarakan apa?).


Urutan Kata: Aturan V2

💡 Aturan V2, Verba Selalu di Posisi Kedua

Dalam W-Fragen bahasa Jerman, verba terkonjugasi harus menjadi elemen kedua. Kata tanya menempati posisi satu, verba menempati posisi dua, lalu sisanya mengikuti. Ini disebut aturan V2 (verb-second), salah satu prinsip paling dasar dalam sintaks bahasa Jerman. Polanya: Kata tanya (1) + Verba (2) + Subjek (3) + Sisanya.

  • Wo (1) wohnst (2) du (3)? (Kamu tinggal di mana?)
  • Wann (1) fängt (2) der Film (3) an? (Filmnya mulai kapan?)
  • Warum (1) hast (2) du (3) das gemacht? (Mengapa kamu melakukan itu?)

Kesalahan umum adalah menaruh verba di posisi ketiga: Wo du wohnst? Ini terdengar seperti anak kalimat, bukan pertanyaan. Selalu jaga verba di posisi kedua.

Aturan V2 juga berlaku untuk Wie viel, Wie viele, dan frasa kata tanya yang terdiri dari beberapa kata. Seluruh frasa kata tanya dihitung sebagai satu elemen:

  • Wie viele Sprachen (1) sprichst (2) du (3)? (Kamu bisa berapa bahasa?)
  • Seit wann (1) lernst (2) du (3) Deutsch? (Sejak kapan kamu belajar bahasa Jerman?)

Menurut Crystal dalam Cambridge Encyclopedia of Language, batasan V2 adalah ciri khas bahasa-bahasa Jermanik, tetapi bahasa Jerman menerapkannya lebih ketat dibanding bahasa Inggris, yang kehilangan sebagian besar urutan kata V2 pada periode Inggris Pertengahan.


Du atau Sie? Kesopanan dalam Pertanyaan Bahasa Jerman

🌍 Pertanyaan Formal vs. Informal

Bahasa Jerman punya dua kata untuk "kamu/Anda", yaitu du (informal) dan Sie (formal), dan pembedaan ini membentuk setiap pertanyaan yang kamu ajukan. Dengan orang asing, rekan kerja, dan siapa pun yang belum kamu kenal dekat, gunakan Sie beserta bentuk verbanya. Dengan teman, keluarga, dan anak-anak, gunakan du.

  • Formal: Wie heißen Sie? (Nama Anda siapa?), Woher kommen Sie? (Anda dari mana?)
  • Informal: Wie heißt du? (Nama kamu siapa?), Woher kommst du? (Kamu dari mana?)

Memakai du kepada orang yang mengharapkan Sie bisa terdengar tidak sopan. Memakai Sie kepada teman dekat terdengar dingin dan berjarak. Kalau ragu, gunakan Sie. Orang lain akan mengajak beralih ke du dengan frasa Wir können uns duzen (Kita bisa saling pakai du). Di Austria, peralihan ini sering ditawarkan dengan Sagen wir du? (Kita pakai du saja?).

Penutur bahasa Jerman sering digambarkan sebagai komunikator yang langsung oleh peneliti lintas budaya. Pertanyaan dalam bahasa Jerman cenderung lebih to the point dibanding bahasa Indonesia, di mana penutur sering melunakkan pertanyaan dengan frasa penghalus. Saat penutur bahasa Indonesia mungkin berkata "Maaf, boleh tanya, stasiunnya di mana ya?", penutur bahasa Jerman biasanya cukup berkata Wo ist der Bahnhof? (Stasiun kereta ada di mana?). Kelugasan ini bukan berarti kasar. Ini norma budaya yang menekankan kejelasan dan efisiensi, dan Goethe-Institut banyak mendokumentasikannya dalam riset komunikasi antarbudaya mereka.


Latihan dengan Konten Bahasa Jerman Asli

Kata tanya bahasa Jerman muncul terus-menerus dalam film, acara TV, dan percakapan sehari-hari. Dari drama kriminal saat detektif bertanya Wer war es? (Siapa pelakunya?) dan Wo waren Sie gestern Abend? (Anda di mana tadi malam?) sampai komedi romantis yang penuh dengan Warum hast du das nicht gesagt? (Mengapa kamu tidak bilang itu?), mendengar kata-kata ini dalam konteks nyata adalah cara tercepat untuk membiasakannya. Lihat panduan kami tentang film terbaik untuk belajar bahasa Jerman untuk rekomendasi lintas genre dan tingkat kesulitan.

Wordy membantu kamu berlatih kosakata bahasa Jerman dalam konteks nyata dengan menonton konten berbahasa Jerman dengan subtitle interaktif. Saat kata tanya muncul dalam dialog, kamu bisa mengetuknya untuk melihat artinya, pelafalan, bentuk kasus, dan contoh kalimat. Jelajahi blog kami untuk panduan belajar bahasa Jerman lainnya, atau kunjungi halaman belajar bahasa Jerman untuk mulai membangun kosakatamu hari ini.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja kata tanya dasar dalam bahasa Jerman?
Kata tanya dasar bahasa Jerman (W-Fragen atau Fragewörter) adalah: Wer? (siapa), Was? (apa), Wo? (di mana), Wann? (kapan), Warum? (mengapa), Wie? (bagaimana), dan Welcher/Welche/Welches? (yang mana). Disebut W-Fragen karena semuanya diawali huruf W, mirip kata tanya WH dalam bahasa Inggris.
Bagaimana perubahan 'Wer' dalam berbagai kasus?
Wer (siapa) berubah sesuai kasus: Wer (nominatif, subjek), Wen (akusatif, objek langsung), Wem (datif, objek tidak langsung), dan Wessen (genitif, milik siapa). Contoh: Wer ist das? Wen siehst du? Wem gibst du das? Wessen Buch ist das? Bentuknya mengikuti fungsi kata dalam kalimat.
Apa bedanya Wo, Wohin, dan Woher?
Bahasa Jerman membedakan tiga jenis 'di mana' yang tidak dibedakan dalam bahasa Inggris. Wo? untuk lokasi tetap (Wo bist du?). Wohin? untuk tujuan atau arah (Wohin gehst du?). Woher? untuk asal (Woher kommst du?). Menukar ketiganya adalah kesalahan yang sering terjadi.
Kenapa bahasa Jerman punya empat cara untuk mengatakan 'mengapa'?
Ada empat kata untuk 'mengapa': Warum? paling umum dan bisa dipakai di semua situasi. Wieso? lebih santai dan sering bernuansa heran. Weshalb? lebih formal dan sering muncul dalam tulisan. Weswegen? paling bernuansa sastra dan jarang dipakai sehari-hari. Secara tata bahasa, semuanya bisa saling menggantikan.
Apa aturan urutan kata V2 pada pertanyaan bahasa Jerman?
Dalam W-Fragen (pertanyaan informasi), kata kerja harus selalu menjadi unsur kedua dalam kalimat. Kata tanya di posisi pertama, kata kerja terkonjugasi di posisi kedua, lalu subjek: Wo (1) wohnst (2) du (3)? Aturan V2 ini sangat dasar dalam sintaks Jerman dan berlaku pada pertanyaan maupun pernyataan.
Apa itu gabungan Wo- (Wo-compounds) dalam bahasa Jerman?
Gabungan Wo- (Wo-Komposita) menggabungkan wo- dengan preposisi untuk menanyakan benda, bukan orang. Contoh: Worüber? (tentang apa), Woran? (pada/di apa), Womit? (dengan apa), Wofür? (untuk apa), Worauf? (di atas apa). Jika preposisi diawali vokal, disisipkan -r-: wo + über = worüber. Ini menggantikan 'preposisi + was', misalnya Womit? bukan Mit was?

Sumber & Referensi

  1. Duden, Die deutsche Rechtschreibung, edisi ke-28 (2024)
  2. Hammer, A.E., Hammer's German Grammar and Usage, edisi ke-7 (Routledge)
  3. Goethe-Institut, sumber belajar dan riset pembelajaran bahasa Jerman
  4. Crystal, D., The Cambridge Encyclopedia of Language, edisi ke-3 (Cambridge University Press)
  5. Institut für Deutsche Sprache (IDS), Mannheim, tata bahasa Jerman

Mulai belajar dengan Wordy

Tonton klip film asli dan tambah kosakata sambil jalan. Gratis untuk diunduh.

Unduh di App StoreDapatkan di Google PlayTersedia di Chrome Web Store

Panduan bahasa lainnya