← Kembali ke Blog
🇩🇪Jerman

Kata Tanya Bahasa Jerman: Panduan Lengkap W-Fragen

Oleh Sandor20 Februari 202610 mnt baca

Jawaban cepat

Kata tanya penting dalam bahasa Jerman (W-Fragen) adalah: Wer? (siapa), Was? (apa), Wo? (di mana), Wann? (kapan), Warum? (mengapa), Wie? (bagaimana), dan Welcher? (yang mana). Berbeda dari bahasa Inggris, kata tanya Jerman berubah sesuai kasus tata bahasa. Wer menjadi Wen (akusatif), Wem (datif), dan Wessen (genitif). Bahasa Jerman juga membedakan arah: Wo? (di mana), Wohin? (ke mana), dan Woher? (dari mana). Kata kerja selalu berada di posisi kedua dalam W-Fragen.

Kata tanya penting dalam bahasa Jerman adalah Wer? (siapa), Was? (apa), Wo? (di mana), Wann? (kapan), Warum? (mengapa), Wie? (bagaimana), dan Welcher? (yang mana). Secara kolektif, kata-kata ini dikenal sebagai W-Fragen atau Fragewörter. Semuanya punya ciri khas yang sama, yaitu dimulai dengan huruf W, mirip kata tanya berawalan WH dalam bahasa Inggris.

Menurut data Ethnologue 2024, sekitar 134 juta orang di seluruh dunia berbicara bahasa Jerman. Ini menjadikannya bahasa ibu yang paling banyak digunakan di Uni Eropa. Menguasai kata tanya itu penting sejak percakapan pertama. Tanpanya, kamu tidak bisa bertanya arah, memesan makanan, memperkenalkan diri, atau memahami ucapan orang lain. Kata tanya bahasa Jerman juga lebih bernuansa daripada padanannya dalam bahasa Inggris. Saat bahasa Inggris memakai "who" hampir di semua konteks, bahasa Jerman berganti melalui empat kasus tata bahasa: Wer (nominatif), Wen (akusatif), Wem (datif), dan Wessen (genitif). Saat bahasa Inggris punya satu kata untuk "where", bahasa Jerman membedakan lokasi (Wo?), arah (Wohin?), dan asal (Woher?).

"Sistem interogatif suatu bahasa menunjukkan prioritas tata bahasanya. Kata tanya bahasa Jerman yang berubah menurut kasus menunjukkan betapa dalamnya sistem nominatif-akusatif-datif-genitif terjalin dalam komunikasi sehari-hari, dan bahkan pertanyaan paling sederhana mengodekan hubungan gramatikal yang bahasa lain biarkan tersirat." (Hammer, A.E., Hammer's German Grammar and Usage, Routledge)

Panduan ini membahas setiap kata tanya bahasa Jerman dengan pelafalan, bentuk kasus tata bahasa, kalimat contoh, aturan urutan kata, dan nuansa budaya saat bertanya di negara-negara berbahasa Jerman.


Semua Kata Tanya Sekilas

Catatan pelafalan penting: huruf W dalam bahasa Jerman selalu diucapkan seperti bunyi "v" dalam bahasa Inggris. Jadi Wer terdengar seperti "vehr", Was seperti "vahs", dan Wo seperti "voh". Ini salah satu perbedaan bunyi pertama yang perlu dibiasakan oleh penutur bahasa Indonesia.


Wer? Wen? Wem? Wessen? (Siapa, Melalui Empat Kasus)

Bahasa Jerman termasuk sedikit bahasa Eropa yang membuat kata tanya "siapa" berubah bentuk sesuai kasus tata bahasa. Bahasa Inggris masih punya jejaknya lewat "who" versus "whom", tetapi bahasa Jerman melangkah lebih jauh dengan empat bentuk yang berbeda.

Wer?

Wer? (vehr) adalah bentuk nominatif. Gunakan saat menanyakan subjek kalimat, yaitu orang yang melakukan tindakan.

  • Wer ist das? (Siapa itu?)
  • Wer hat angerufen? (Siapa yang menelepon?)
  • Wer kommt heute Abend? (Siapa yang datang malam ini?)

Ini bentuk default yang paling sering kamu pakai. Jika ragu, mulai dengan Wer.

Wen?

Wen? (vehn) adalah bentuk akusatif. Gunakan saat menanyakan objek langsung, yaitu orang yang menerima tindakan.

  • Wen siehst du? (Kamu melihat siapa?)
  • Wen hast du eingeladen? (Kamu mengundang siapa?)
  • Wen rufst du an? (Kamu menelepon siapa?)

Perubahan dari Wer ke Wen mirip perubahan dari er (dia laki-laki) ke ihn (dia laki-laki sebagai objek). Jika dalam bahasa Indonesia kamu menanyakan objek langsung, gunakan Wen dalam bahasa Jerman.

Wem?

Wem? (vehm) adalah bentuk datif. Gunakan saat menanyakan objek tidak langsung, yaitu orang yang menjadi penerima tidak langsung, atau untuk siapa sesuatu dilakukan.

  • Wem gibst du das Buch? (Kamu memberikan buku itu kepada siapa?)
  • Wem gehört das? (Ini milik siapa?)
  • Wem hast du geholfen? (Kamu membantu siapa?)

Perhatikan bahwa helfen memakai datif dalam bahasa Jerman. Ini berbeda dari bahasa Indonesia yang tidak menandai kasus seperti itu. Ini salah satu dari banyak verba yang membutuhkan Wem? alih-alih Wen?.

Wessen?

Wessen? (VES-sen) adalah bentuk genitif. Gunakan untuk menanyakan kepemilikan.

  • Wessen Tasche ist das? (Tas itu milik siapa?)
  • Wessen Auto steht draußen? (Mobil siapa yang terparkir di luar?)
  • Wessen Idee war das? (Itu ide siapa?)

Wessen lebih jarang dalam bahasa Jerman lisan. Penutur sering menggantinya dengan Wem gehört...? (Ini milik siapa?) sebagai parafrasa. Namun, kata ini tetap penting dalam bahasa Jerman formal dan tulisan.

💡 Tes Ihm/Ihn

Tidak yakin harus memakai Wen atau Wem? Uji jawabannya. Jika jawabannya memakai ihn (dia laki-laki, akusatif), pakai Wen. Jika jawabannya memakai ihm (kepada dia laki-laki, datif), pakai Wem. Contoh: "Wen siehst du?" → "Ich sehe ihn." Tetapi: "Wem gibst du das?" → "Ich gebe es ihm."


Was?

Was?

Was? (vahs) berarti "apa?" dan termasuk kata tanya yang paling sering dipakai dalam bahasa apa pun. Berbeda dari Wer, bentuknya tidak berubah menurut kasus.

  • Was ist das? (Apa itu?)
  • Was machst du? (Kamu sedang apa?)
  • Was hast du gesagt? (Kamu bilang apa?)
  • Was kostet das? (Itu harganya berapa? Penting saat belanja.)

Was juga muncul dalam pertanyaan santai yang sangat umum, Was gibt's? (Ada apa? / Lagi apa?), yang merupakan bentuk singkat dari Was gibt es?

Saat was seharusnya mengikuti preposisi, penutur bahasa Jerman biasanya memakai gabungan Wo sebagai gantinya. Dalam bahasa Jerman baku, kamu tidak mengatakan Mit was? (Dengan apa?). Bentuk yang benar adalah Womit? Penjelasan tentang gabungan Wo ada di bawah.


Wo? Wohin? Woher? (Di mana, Tiga Cara)

Ini salah satu area di mana bahasa Jerman lebih presisi daripada bahasa Inggris. Bahasa Jerman memakai tiga kata tanya terpisah, sementara bahasa Inggris cukup dengan satu kata dan konteks.

Wo?

Wo? (voh) menanyakan lokasi statis, yaitu di mana sesuatu atau seseorang berada.

  • Wo bist du? (Kamu di mana?)
  • Wo wohnst du? (Kamu tinggal di mana?)
  • Wo ist der Bahnhof? (Stasiun kereta ada di mana?)

Wohin?

Wohin? (voh-HIN) menanyakan arah atau tujuan, yaitu ke mana seseorang atau sesuatu pergi.

  • Wohin gehst du? (Kamu mau ke mana?)
  • Wohin fährst du in den Urlaub? (Kamu pergi liburan ke mana?)
  • Wohin soll ich das stellen? (Ini harus saya taruh di mana?)

Dalam percakapan santai, Wohin sering dipisah: Wo gehst du hin? Bentuk terpisah ini sangat umum dalam percakapan sehari-hari.

Woher?

Woher? (voh-HEHR) menanyakan asal, yaitu dari mana seseorang atau sesuatu berasal.

  • Woher kommst du? (Kamu dari mana?)
  • Woher hast du das? (Kamu dapat itu dari mana?)
  • Woher weißt du das? (Kamu tahu itu dari mana? Secara harfiah: dari mana kamu tahu itu?)

Seperti Wohin, Woher juga bisa dipisah dalam bahasa santai: Wo kommst du her?

🌍 Woher kommst du?, Pembuka Obrolan Paling Umum

Woher kommst du? (Kamu dari mana?) adalah pertanyaan pembuka obrolan yang paling umum di negara-negara berbahasa Jerman. Dalam situasi informal, orang Jerman sering melanjutkan dengan Was machst du beruflich? (Kamu kerja apa?). Perhatikan bahwa versi formal memakai Sie: Woher kommen Sie? dan Was machen Sie beruflich? Memakai tingkat keformalan yang tepat itu penting. Jika ragu, memakai Sie kepada orang asing selalu lebih aman.


Wann?

Wann?

Wann? (vahn) berarti "kapan?" dan tidak berubah bentuk.

  • Wann kommst du? (Kamu datang kapan?)
  • Wann fängt der Film an? (Filmnya mulai kapan?)
  • Wann hast du Geburtstag? (Ulang tahunmu kapan?)
  • Wann ist das passiert? (Itu terjadi kapan?)

Wann itu sederhana. Tidak ada perubahan kasus, tidak ada kesesuaian gender, dan tidak ada bentuk terpisah. Kata ini bekerja sama dalam ragam formal dan informal. Goethe-Institut memasukkannya ke dalam sepuluh kata terpenting untuk pelajar level A1.

Jangan bingungkan Wann? (kapan, menanyakan titik waktu) dengan Wenn (ketika/jika, konjungsi untuk anak kalimat) atau Als (ketika, untuk satu peristiwa lampau). Tiga kata ini sering membuat pelajar bahasa Jerman tersandung. Namun Wann? sebagai kata tanya selalu jelas.


Warum? Wieso? Weshalb? Weswegen? (Empat Cara Menanyakan Mengapa)

Bahasa Jerman punya empat kata tanya yang berarti "mengapa". Secara tata bahasa, semuanya bisa saling menggantikan. Namun, masing-masing punya perbedaan halus pada ragam dan nada.

Warum?

Warum? (vah-ROOM) adalah "mengapa" standar untuk semua situasi. Kata ini aman untuk konteks formal maupun informal.

  • Warum lernst du Deutsch? (Mengapa kamu belajar bahasa Jerman?)
  • Warum ist der Laden geschlossen? (Mengapa tokonya tutup?)

Wieso?

Wieso? (vee-ZOH) sedikit lebih santai. Kata ini sering menyiratkan rasa heran atau bingung.

  • Wieso hast du das gemacht? (Mengapa kamu melakukan itu? Dengan nada heran.)
  • Wieso nicht? (Kenapa tidak?)

Weshalb?

Weshalb? (ves-HAHP) lebih formal. Kata ini sering muncul dalam bahasa Jerman tulisan, jurnalisme, dan konteks akademik.

  • Weshalb wurde die Entscheidung getroffen? (Mengapa keputusan itu dibuat?)

Weswegen?

Weswegen? (ves-VAY-gen) paling bernuansa sastra dan paling jarang dalam percakapan sehari-hari. Kamu akan menemukannya dalam tulisan formal dan teks yang lebih tua.

  • Weswegen ist er nicht gekommen? (Mengapa dia tidak datang?)

Menurut riset dari Institut für Deutsche Sprache, Warum mencakup sekitar 70% pertanyaan "mengapa" dalam korpus bahasa Jerman lisan. Wieso sekitar 20%. Weshalb dan Weswegen berbagi sisa 10%. Bagi pelajar, menguasai Warum saja sudah mencakup sebagian besar situasi.


Wie? (Bagaimana, dan Perluasannya)

Wie?

Wie? (vee) berarti "bagaimana?" dan termasuk kata tanya bahasa Jerman yang paling fleksibel. Ini karena kata ini bisa digabung dengan kata lain untuk membentuk pertanyaan baru.

  • Wie geht es dir? (Apa kabar? Informal.)
  • Wie heißt du? (Siapa namamu? Secara harfiah: kamu dipanggil bagaimana?)
  • Wie spät ist es? (Jam berapa? Secara harfiah: sudah seberapa larut?)
  • Wie alt bist du? (Kamu umur berapa?)
  • Wie findest du das? (Menurutmu bagaimana? / Kamu menilai itu bagaimana?)

Perhatikan bahwa bahasa Jerman memakai Wie? dalam konteks yang dalam bahasa Indonesia biasanya memakai "apa". Wie heißt du? dan Wie spät ist es? adalah contoh yang jelas.

Wie viel? and Wie viele?

Wie viel? (vee feel) menanyakan jumlah yang tidak bisa dihitung satuan ("berapa banyak?").

  • Wie viel kostet das? (Itu harganya berapa?)
  • Wie viel Zeit haben wir? (Kita punya waktu berapa banyak?)

Wie viele? (vee FEE-luh) menanyakan jumlah yang bisa dihitung ("berapa banyak?").

  • Wie viele Sprachen sprichst du? (Kamu bisa berapa bahasa?)
  • Wie viele Geschwister hast du? (Kamu punya berapa saudara kandung?)

Perbedaan antara Wie viel (tak terhitung) dan Wie viele (terhitung) mirip perbedaan "how much" dan "how many" dalam bahasa Inggris. Dalam bahasa Jerman lisan yang santai, sebagian penutur memakai Wie viel untuk keduanya. Namun, pembedaan ini tetap dipertahankan dalam ragam yang lebih cermat dan dalam tulisan.


Welcher? Welche? Welches? (Yang Mana)

Welcher?

Welcher? (VEL-khehr) berarti "yang mana?" dan termasuk sedikit kata tanya bahasa Jerman yang berubah bentuk menurut gender, kasus, dan jumlah. Polanya sama seperti kata sifat dalam bahasa Jerman.

Akhiran Welcher mengikuti pola yang sama seperti artikel definit (der/die/das). Jika kamu sudah hafal akhiran artikel definit, kamu juga sudah tahu akhiran Welcher. Hammer's German Grammar menyebut ini pola "der-word": welcher, dieser (ini), jeder (setiap), dan mancher (beberapa) semuanya mengikuti pola ini.

  • Welchen Kaffee möchtest du? (Kamu mau kopi yang mana? Kaffee maskulin, akusatif.)
  • In welcher Stadt wohnst du? (Kamu tinggal di kota yang mana? Stadt feminin, datif setelah in.)
  • Welches Buch liest du gerade? (Kamu sedang membaca buku yang mana? Buch netral, akusatif.)

Gabungan Wo: Menanyakan Benda dengan Preposisi

Saat kamu ingin menanyakan "tentang apa?", "dengan apa?", atau "untuk apa?" dalam bahasa Jerman, kamu tidak mengatakan Über was? atau Mit was? Sebagai gantinya, kamu menggabungkan wo- dengan preposisi menjadi satu kata. Ini salah satu fitur tata bahasa Jerman yang paling rapi.

Aturannya sederhana. Jika preposisi dimulai dengan konsonan, tempelkan langsung ke wo- (wo + mit = womit). Jika dimulai dengan vokal, sisipkan -r- agar lebih mudah diucapkan (wo + über = worüber, wo + an = woran). Gabungan ini dipakai untuk benda, bukan orang. Untuk orang, pakai preposisi ditambah bentuk kasus yang tepat dari Wer: Über wen sprichst du? (Kamu membicarakan siapa?), tetapi Worüber sprichst du? (Kamu membicarakan apa?).


Urutan Kata: Aturan V2

💡 Aturan V2, Verba Selalu di Posisi Kedua

Dalam W-Fragen bahasa Jerman, verba terkonjugasi harus menjadi unsur kedua. Kata tanya menempati posisi satu, verba menempati posisi dua, dan sisanya mengikuti. Ini disebut aturan V2 (verba-kedua), salah satu prinsip paling dasar dalam sintaks bahasa Jerman. Polanya: Kata tanya (1) + Verba (2) + Subjek (3) + Sisanya.

  • Wo (1) wohnst (2) du (3)? (Kamu tinggal di mana?)
  • Wann (1) fängt (2) der Film (3) an? (Filmnya mulai kapan?)
  • Warum (1) hast (2) du (3) das gemacht? (Mengapa kamu melakukan itu?)

Kesalahan umum adalah menaruh verba di posisi ketiga: Wo du wohnst? Ini terdengar seperti anak kalimat, bukan pertanyaan. Selalu jaga verba di posisi kedua.

Aturan V2 juga berlaku untuk Wie viel, Wie viele, dan frasa kata tanya yang terdiri dari beberapa kata. Seluruh frasa kata tanya dihitung sebagai satu unsur:

  • Wie viele Sprachen (1) sprichst (2) du (3)? (Kamu bisa berapa bahasa?)
  • Seit wann (1) lernst (2) du (3) Deutsch? (Sejak kapan kamu belajar bahasa Jerman?)

Menurut Crystal dalam Cambridge Encyclopedia of Language, batasan V2 adalah ciri khas bahasa-bahasa Jermanik. Namun bahasa Jerman menerapkannya lebih ketat daripada bahasa Inggris, yang kehilangan sebagian besar urutan kata V2 pada periode Inggris Pertengahan.


Du atau Sie? Kesopanan dalam Pertanyaan Bahasa Jerman

🌍 Pertanyaan Formal vs. Informal

Bahasa Jerman punya dua kata untuk "kamu/Anda", yaitu du (informal) dan Sie (formal). Perbedaan ini membentuk setiap pertanyaan yang kamu ajukan. Dengan orang asing, rekan kerja, dan siapa pun yang belum kamu kenal baik, gunakan Sie beserta bentuk verbanya. Dengan teman, keluarga, dan anak-anak, gunakan du.

  • Formal: Wie heißen Sie? (Siapa nama Anda?), Woher kommen Sie? (Anda dari mana?)
  • Informal: Wie heißt du? (Siapa namamu?), Woher kommst du? (Kamu dari mana?)

Memakai du kepada orang yang mengharapkan Sie bisa terdengar tidak sopan. Memakai Sie kepada teman dekat terdengar dingin dan berjarak. Jika ragu, gunakan Sie. Orang lain akan mengajak beralih ke du dengan frasa Wir können uns duzen (Kita bisa saling memakai du). Di Austria, peralihan ini sering ditawarkan dengan Sagen wir du? (Kita pakai du saja?).

Peneliti lintas budaya sering menggambarkan orang Jerman sebagai komunikator yang langsung. Pertanyaan dalam bahasa Jerman cenderung lebih to the point daripada dalam bahasa Inggris, yang sering melunakkan pertanyaan dengan frasa penghalus. Jika penutur bahasa Inggris mungkin berkata "I was wondering if you could perhaps tell me where the station is?", penutur bahasa Jerman cukup berkata Wo ist der Bahnhof? (Stasiun kereta ada di mana?). Kelugasan ini bukan berarti kasar. Ini norma budaya yang menghargai kejelasan dan efisiensi, seperti yang banyak didokumentasikan oleh Goethe-Institut dalam riset komunikasi antarbudaya mereka.


Latihan dengan Konten Bahasa Jerman Asli

Kata tanya bahasa Jerman muncul terus-menerus dalam film, acara TV, dan percakapan sehari-hari. Dari drama kriminal saat detektif bertanya Wer war es? (Siapa pelakunya?) dan Wo waren Sie gestern Abend? (Anda di mana tadi malam?) sampai komedi romantis yang penuh dengan Warum hast du das nicht gesagt? (Mengapa kamu tidak bilang itu?), mendengar kata-kata ini dalam konteks nyata adalah cara tercepat untuk membiasakannya. Lihat panduan kami tentang film terbaik untuk belajar bahasa Jerman untuk rekomendasi lintas genre dan tingkat kesulitan.

Wordy membantu kamu berlatih kosakata bahasa Jerman dalam konteks nyata dengan menonton konten berbahasa Jerman dengan subtitle interaktif. Saat kata tanya muncul dalam dialog, kamu bisa mengetuknya untuk melihat arti, pelafalan, bentuk kasus, dan kalimat contoh. Jelajahi blog kami untuk panduan belajar bahasa Jerman lainnya, atau kunjungi halaman belajar bahasa Jerman untuk mulai membangun kosakata kamu hari ini.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja kata tanya dasar dalam bahasa Jerman?
Kata tanya dasar bahasa Jerman (W-Fragen atau Fragewörter) adalah: Wer? (siapa), Was? (apa), Wo? (di mana), Wann? (kapan), Warum? (mengapa), Wie? (bagaimana), dan Welcher/Welche/Welches? (yang mana). Disebut W-Fragen karena semuanya diawali huruf W, mirip WH-words dalam bahasa Inggris.
Bagaimana perubahan bentuk "Wer" dalam berbagai kasus?
Wer (siapa) berubah sesuai kasus: Wer (nominatif, subjek), Wen (akusatif, objek langsung), Wem (datif, kepada/untuk siapa sebagai objek tidak langsung), dan Wessen (genitif, milik siapa). Contoh: Wer ist das?, Wen siehst du?, Wem gibst du das?, Wessen Buch ist das?
Apa bedanya Wo, Wohin, dan Woher dalam bahasa Jerman?
Bahasa Jerman membedakan tiga jenis "di mana". Wo? untuk lokasi tetap: Wo bist du? Wohin? untuk tujuan atau arah: Wohin gehst du? Woher? untuk asal: Woher kommst du? Menukar ketiganya adalah kesalahan yang sering terjadi pada pelajar.
Kenapa bahasa Jerman punya empat cara untuk mengatakan "mengapa"?
Ada empat kata untuk "mengapa": Warum? paling umum dan bisa dipakai di semua situasi. Wieso? lebih santai dan sering bernuansa heran. Weshalb? lebih formal dan sering muncul dalam tulisan. Weswegen? paling bernuansa sastra dan jarang dipakai sehari-hari.
Apa aturan urutan kata V2 pada pertanyaan bahasa Jerman?
Dalam W-Fragen (pertanyaan informasi), kata kerja harus selalu menjadi unsur kedua. Kata tanya di posisi pertama, kata kerja terkonjugasi di posisi kedua, lalu subjek: Wo (1) wohnst (2) du (3)? Aturan V2 ini sangat dasar dalam sintaks Jerman dan berlaku pada pertanyaan maupun pernyataan.
Apa itu gabungan wo- (Wo-Komposita) dalam bahasa Jerman?
Wo-Komposita menggabungkan wo- dengan preposisi untuk menanyakan benda, bukan orang. Contoh: Worüber? (tentang apa), Woran? (pada/di apa), Womit? (dengan apa), Wofür? (untuk apa), Worauf? (di atas apa). Jika preposisi diawali vokal, disisipkan -r-: wo + über = worüber.

Sumber & Referensi

  1. Duden, Die deutsche Rechtschreibung, edisi ke-28 (2024)
  2. Hammer, A.E., Hammer's German Grammar and Usage, edisi ke-7 (Routledge)
  3. Goethe-Institut, sumber belajar dan riset pembelajaran bahasa Jerman
  4. Crystal, D., The Cambridge Encyclopedia of Language, edisi ke-3 (Cambridge University Press)
  5. Institut für Deutsche Sprache (IDS), Mannheim, tata bahasa Jerman

Mulai belajar dengan Wordy

Tonton klip film asli dan tambah kosakata sambil jalan. Gratis untuk diunduh.

Unduh di App StoreDapatkan di Google PlayTersedia di Chrome Web Store

Panduan bahasa lainnya

Panduan Kata Tanya Jerman (W-Fragen) 2026