← Kembali ke Blog
🇯🇵Jepang

Kata Tanya Bahasa Jepang: Panduan Lengkap Bertanya

Oleh SandorDiperbarui: 14 April 202610 mnt baca

Jawaban cepat

Kata tanya penting dalam bahasa Jepang adalah 誰 (dare, siapa), 何 (nani/nan, apa), どこ (doko, di mana), いつ (itsu, kapan), なぜ (naze, mengapa), どう (dou, bagaimana), どれ (dore, yang mana), dan いくら (ikura, berapa harga). Kata tanya bahasa Jepang berasal dari kolom ド (do-) dalam sistem penunjuk Ko-So-A-Do, dan pertanyaan ditandai dengan partikel か (ka) dalam bahasa sopan atau intonasi naik dalam percakapan santai.

Kata tanya penting dalam bahasa Jepang adalah 誰 (dare, siapa), 何 (nani/nan, apa), どこ (doko, di mana), いつ (itsu, kapan), なぜ (naze, mengapa), どう (dou, bagaimana), どれ (dore, yang mana), dan いくら (ikura, berapa harga). Tidak seperti bahasa Indonesia, bahasa Jepang tidak mengubah urutan kata untuk membentuk pertanyaan. Sebagai gantinya, bahasa Jepang mengandalkan partikel か (ka) di akhir kalimat atau intonasi naik.

Bahasa Jepang dituturkan oleh sekitar 125 juta penutur asli, dan survei Japan Foundation tahun 2024 melaporkan bahwa lebih dari 3.8 juta orang di 142 negara sedang aktif mempelajarinya sebagai bahasa asing. Salah satu hal yang membuat kata tanya bahasa Jepang sangat sistematis adalah kerangka demonstratif Ko-So-A-Do: setiap kata tanya berada di kolom ド (do-), jadi begitu Anda paham polanya, menebak kata tanya baru terasa lebih mudah.

"Sistem demonstratif bahasa Jepang adalah salah satu yang paling elegan dan simetris di bahasa mana pun. Kisi Ko-So-A-Do mengatur rujukan ruang, objek, dan cara menjadi pembedaan empat arah yang secara alami meluas ke bentuk interogatif melalui kolom Do-."

(David Crystal, The Cambridge Encyclopedia of Language, Cambridge University Press)

Panduan ini membahas semua kata tanya penting dalam bahasa Jepang lengkap dengan kanji, hiragana, pelafalan, catatan tata bahasa, dan konteks budaya. Untuk latihan interaktif dengan konten bahasa Jepang asli, kunjungi halaman belajar bahasa Jepang.

Referensi Cepat: Kata Tanya Bahasa Jepang

💡 Sistem Ko-So-A-Do

Bahasa Jepang mengatur kata tunjuk dalam kisi empat kolom. Kolom コ (ko-) merujuk pada hal yang dekat dengan pembicara, ソ (so-) dekat dengan lawan bicara, ア (a-) jauh dari keduanya, dan ド (do-) menandai yang tidak diketahui, yaitu tempat pertanyaan berada. Begitu Anda tahu pola ini, kata tanya jadi mudah diprediksi: これ (ini) → それ (itu) → あれ (itu di sana) → どれ (yang mana?). Pola yang sama berlaku untuk ここ/そこ/あそこ/どこ (di sini/di situ/di sana/di mana?) dan この/その/あの/どの (ini/itu/itu di sana/yang mana?).


誰 (だれ)

誰 (dare) adalah kata dasar untuk "siapa" dalam bahasa Jepang. Kata ini muncul di awal atau tengah kalimat, tetapi tidak seperti bahasa Indonesia, urutan kata tidak berubah: あの人は誰ですか (ano hito wa dare desu ka, "siapa orang itu?"). Menambahkan の (no) membentuk kepemilikan "punya siapa": 誰の傘ですか (dare no kasa desu ka, "payung ini punya siapa?").

Dalam situasi formal atau bisnis, どなた (donata) menggantikan 誰. Bertanya kepada resepsionis 誰ですか (dare desu ka) terdengar terlalu blak-blakan, sedangkan どなたですか (donata desu ka) adalah bentuk sopan yang tepat. Menurut Makino dan Tsutsui dalam A Dictionary of Basic Japanese Grammar, どなた adalah padanan kehormatan dan sebaiknya dipakai saat berbicara kepada, atau tentang, orang dengan status sosial lebih tinggi.

Pola tata bahasa yang kuat: menambahkan か (ka) setelah 誰 membentuk "seseorang" (誰か), sedangkan でも (demo) membentuk "siapa pun/semua orang" (誰でも). Pola か/でも ini berlaku untuk semua kata tanya dan termasuk aturan tata bahasa paling produktif dalam bahasa Jepang.


何 (なに / なん)

何 adalah kata tanya paling serbaguna dalam bahasa Jepang, dan dua cara bacanya sering membingungkan pelajar. Aturannya bersifat fonologis: 何 dibaca なん (nan) sebelum bunyi pada baris な (na), の (no), dan だ/で (da/de), serta sebelum kata penghitung. Di posisi lain, dibaca なに (nani).

Contohnya: 何をしますか (nani o shimasu ka, "kamu akan melakukan apa?") memakai なに karena diikuti を (o). Tetapi 何の本ですか (nan no hon desu ka, "itu buku apa?") memakai なん karena diikuti の (no). Bagi penutur asli, perbedaan ini otomatis, tetapi pelajar perlu latihan.

何 yang digabung dengan kata penghitung membentuk keluarga pertanyaan yang sangat besar dan berguna. 何人 (nan-nin) berarti "berapa orang", 何時 (nan-ji) berarti "jam berapa", 何歳 (nan-sai) berarti "umur berapa", 何回 (nan-kai) berarti "berapa kali", dan 何月 (nan-gatsu) berarti "bulan apa". Pedoman pengajaran Japan Foundation menyebut kombinasi dengan penghitung ini sebagai kosakata penting untuk level JLPT N5 dan N4.


どこ (doko)

どこ (doko) pas dalam kisi Ko-So-A-Do: ここ (koko, di sini), そこ (soko, di situ), あそこ (asoko, di sana), どこ (doko, di mana?). Partikel setelah どこ mengubah makna: どこに (doko ni) menanyakan tujuan, どこで (doko de) menanyakan lokasi terjadinya aksi, dan どこから (doko kara) menanyakan asal.

Bentuk sopan どちら (dochira) punya dua fungsi, yaitu "di mana" dan "arah yang mana". Di department store dan hotel, staf akan bertanya どちらへ (dochira e, "mau ke mana?") alih-alih どこへ yang lebih polos. どちら juga berfungsi sebagai "yang mana" yang sopan untuk dua pilihan, sebuah pembedaan yang tidak ditandai secara khusus dalam bahasa Indonesia, tetapi dilacak dengan teliti dalam bahasa Jepang.


いつ (itsu)

いつ (itsu) tidak biasa di antara kata tanya bahasa Jepang karena tidak punya kanji dalam pemakaian modern dan ditulis hanya dengan hiragana. Tidak seperti 誰 atau 何, いつ tidak membutuhkan partikel untuk berfungsi dalam kalimat: いつ行きますか (itsu ikimasu ka, "kapan kamu akan pergi?") sudah lengkap secara tata bahasa tanpa menambahkan に atau を.

Bentuk turunannya termasuk kata yang paling sering dipakai dalam bahasa Jepang sehari-hari. いつも (itsumo, "selalu") muncul dalam salam seperti いつもお世話になっております (itsumo osewa ni natte orimasu), salam bisnis standar yang berarti "terima kasih atas dukungan Anda selama ini." いつか (itsuka, "suatu hari nanti") membawa nuansa harapan dan kerinduan yang sering terdengar di lirik lagu dan percakapan sehari-hari.


なぜ / どうして / なんで

Bahasa Jepang punya tiga kata untuk "kenapa/mengapa", dan pilihan yang tepat sepenuhnya bergantung pada tingkat formalitas. なぜ (naze) paling formal dan bernuansa tulisan, dipakai di siaran berita NHK, makalah akademik, dan pidato resmi. どうして (doushite) adalah bentuk sopan standar dan pilihan paling aman untuk percakapan sehari-hari dengan kenalan, rekan kerja, atau orang asing. なんで (nande) bersifat santai dan dipakai khusus di antara teman dan keluarga.

Menurut Survei Bahasa Nasional dari Agency for Cultural Affairs, なんで adalah bentuk yang paling sering dipakai dalam bahasa Jepang lisan, terutama di kalangan penutur di bawah 40 tahun. Namun, memakainya dalam situasi formal membuat penutur terdengar terlalu santai. NHK Broadcasting Culture Research Institute merekomendasikan なぜ untuk jurnalisme siaran dan どうして untuk program percakapan.

Perlu dicatat, どうして punya makna tambahan selain "kenapa": dalam konteks tertentu, kata ini juga bisa berarti "bagaimana": どうしてそうなった (doushite sou natta) bisa berarti "kenapa bisa jadi begitu" dan juga "bagaimana bisa jadi begitu." Biasanya konteks menjelaskan maksudnya.


どう / どうやって

Bahasa Jepang memisahkan "bagaimana" menjadi dua kata yang berbeda. どう (dou) menanyakan keadaan, kondisi, atau pendapat: 日本語はどうですか (nihongo wa dou desu ka, "bagaimana bahasa Jepang?" maksudnya "menurutmu bahasa Jepang bagaimana?"). どうやって (douyatte) menanyakan cara atau sarana: どうやって作りますか (douyatte tsukurimasu ka, "bagaimana cara membuatnya?").

Padanan formal いかが (ikaga) penting untuk bahasa Jepang yang sopan. Pelayan restoran bertanya お飲み物はいかがですか (onomimono wa ikaga desu ka, "bagaimana kalau minum?"). Dalam bisnis, コーヒーはいかがですか (koohii wa ikaga desu ka) adalah cara standar untuk menawarkan kopi kepada tamu. Memakai どう dalam konteks ini benar secara tata bahasa, tetapi terlalu santai secara sosial.


どれ / どの / どんな

Keluarga "yang mana" menunjukkan sistem Ko-So-A-Do dengan paling jelas. これ (yang ini), それ (yang itu), あれ (yang itu di sana), どれ (yang mana?). Pola yang sama berlaku untuk pemodifikasi nomina: この本 (buku ini), その本 (buku itu), あの本 (buku itu di sana), どの本 (buku yang mana?).

Ada pembedaan penting: どれ (dore) berdiri sendiri sebagai pronomina untuk tiga pilihan atau lebih, sedangkan どちら (dochira) dipakai untuk memilih di antara dua pilihan. Bertanya どれにしますか (dore ni shimasu ka) di restoran dengan banyak menu terdengar alami, tetapi saat memilih antara teh dan kopi, どちらにしますか (dochira ni shimasu ka) adalah yang tepat.

どんな (donna, "jenis apa") adalah salah satu kata tanya percakapan yang paling berguna. どんな音楽が好きですか (donna ongaku ga suki desu ka, "kamu suka musik yang seperti apa?") adalah pembuka obrolan yang umum. Kata ini menempel langsung ke nomina tanpa partikel, sama seperti この/その/あの/どの.


いくら / いくつ

いくら (ikura) menanyakan harga secara spesifik dan termasuk frasa pertama yang dipelajari banyak pelancong: これはいくらですか (kore wa ikura desu ka, "ini berapa harganya?"). Ini tidak berhubungan dengan makanan いくら (ikura, telur ikan salmon), kata untuk makanan itu berasal dari bahasa Rusia, sedangkan kata tanya ini asli bahasa Jepang.

いくつ (ikutsu) punya dua fungsi, yaitu "berapa banyak" (untuk hitungan umum) dan "umur berapa" (secara santai). おいくつですか (oikutsu desu ka) dengan awalan sopan お adalah cara halus untuk menanyakan umur seseorang, dan dianggap lebih lembut daripada 何歳ですか (nan-sai desu ka) yang lebih langsung. Untuk jumlah, いくつ dipakai saat tidak perlu kata penghitung khusus: りんごはいくつ要りますか (ringo wa ikutsu irimasu ka, "kamu butuh berapa apel?").

どのくらい (dono kurai) adalah ungkapan andalan untuk menanyakan tingkat, durasi, atau derajat. Ungkapan ini mencakup pertanyaan yang dalam bahasa Indonesia biasanya dipisah menjadi "berapa lama", "seberapa jauh", dan "berapa banyak" (untuk jumlah non-harga). 東京からどのくらいかかりますか (Toukyou kara dono kurai kakarimasu ka, "berapa lama dari Tokyo?") adalah kosakata penting untuk perjalanan.


💡 Membuat Pertanyaan dengan か (ka) dan Intonasi Naik

Dalam bahasa Jepang sopan (bentuk です/ます), tambahkan か (ka) di akhir pernyataan untuk membuat pertanyaan: これは本です (kore wa hon desu, "ini buku") menjadi これは本ですか (kore wa hon desu ka, "ini buku?"). Dalam percakapan santai, か sering dihilangkan sepenuhnya, dan pertanyaan disampaikan hanya lewat intonasi naik: これは本? (kore wa hon?). Perlu dicatat, menambahkan か pada gaya santai (これは本か?) terdengar maskulin dan agak kasar. Kebanyakan penutur santai cukup menaikkan nada di akhir.

🌍 Pertanyaan Tidak Langsung dan Kesopanan

Budaya Jepang menghargai komunikasi tidak langsung, terutama saat bertanya kepada atasan, pelanggan, atau orang asing. Alih-alih pertanyaan langsung seperti いつ来ますか (itsu kimasu ka, "kapan kamu datang?"), bahasa Jepang sopan membungkus pertanyaan di dalam permintaan: いつ来るか教えていただけますか (itsu kuru ka oshiete itadakemasu ka, "bisakah Anda memberi tahu kapan Anda akan datang?"). Struktur ini, yaitu menyisipkan pertanyaan dengan か di dalam permintaan sopan, disebut 間接疑問文 (kansetsu gimonbun, pertanyaan tidak langsung). Menguasainya penting agar terdengar sopan dalam bisnis, layanan pelanggan, dan interaksi yang melibatkan hierarki sosial.


Kata Tanya Bahasa Jepang di Film dan TV

Menonton film, anime, dan drama Jepang adalah salah satu cara paling efektif untuk membiasakan kata tanya dalam konteks alami. Anda akan lebih sering mendengar なんで (nande, "kenapa?!") yang santai di anime daripada なぜ yang formal, sementara drama bertema kantor menampilkan pertanyaan tidak langsung dan いかが (ikaga) dalam situasi profesional.

Perhatikan bagaimana tokoh berpindah tingkat formalitas: seseorang bisa memakai なんで dengan teman, lalu beralih ke なぜ atau どうして saat berbicara dengan guru. Pergantian ragam ini adalah ciri utama bahasa Jepang alami yang jarang ditangkap dengan baik oleh buku teks.

Lihat koleksi film terbaik untuk belajar bahasa Jepang untuk rekomendasi pilihan, atau jelajahi lebih banyak panduan kosakata dan tata bahasa Jepang di blog. Untuk latihan langsung memakai kata tanya dalam konteks, coba alat belajar bahasa Jepang kami dengan konten film dan TV asli.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja kata tanya dasar dalam bahasa Jepang?
Kata tanya inti bahasa Jepang (疑問詞, gimonshi) adalah 誰 (dare, siapa), 何 (nani/nan, apa), どこ (doko, di mana), いつ (itsu, kapan), なぜ (naze, mengapa), どう (dou, bagaimana), どれ (dore, yang mana), dan いくら (ikura, berapa harga). Ini mencakup kebutuhan tanya jawab sehari-hari.
Bagaimana cara membuat kalimat tanya dalam bahasa Jepang?
Dalam bahasa Jepang sopan, tambahkan partikel か (ka) di akhir kalimat untuk menjadikannya pertanyaan: これは本ですか (kore wa hon desu ka, apakah ini buku?). Dalam gaya santai, か sering dihilangkan dan pertanyaan ditandai intonasi naik: これは本? (kore wa hon?). Urutan kata tetap sama.
Kenapa 何 punya dua cara baca, なに (nani) dan なん (nan)?
何 dibaca なん (nan) sebelum bunyi baris な (na), の (no), dan だ (da), serta sebelum kata bantu hitung: 何人 (nan-nin, berapa orang), 何時 (nan-ji, jam berapa), 何の (nan no, jenis apa). Di posisi lain biasanya dibaca なに (nani): 何をしますか (nani o shimasu ka, mau melakukan apa?).
Apa itu sistem Ko-So-A-Do dalam bahasa Jepang?
Ko-So-A-Do adalah sistem penunjuk yang mengelompokkan kata ganti dan kata keterangan ke empat kolom: コ (ko-, ini dekat pembicara), ソ (so-, itu dekat lawan bicara), ア (a-, itu di sana), dan ド (do-, tanya atau tidak diketahui). Contoh: ここ, そこ, あそこ, どこ. Kata tanya berasal dari kolom ド.
Apa bedanya なぜ, どうして, dan なんで?
Ketiganya berarti 'mengapa' tetapi tingkat formalnya berbeda. なぜ (naze) paling formal, sering dipakai dalam tulisan, berita, dan konteks akademik. どうして (doushite) lebih netral dan aman untuk banyak percakapan. なんで (nande) bersifat santai, umum dipakai dengan teman atau keluarga.
Apakah tidak sopan bertanya langsung dalam bahasa Jepang?
Pertanyaan langsung bisa terasa menekan dalam budaya Jepang, terutama kepada atasan. Alih-alih bertanya 何時に来ますか (nanji ni kimasu ka, 'jam berapa Anda datang?'), lebih sopan memakai bentuk tidak langsung seperti 何時にいらっしゃるか教えていただけますか (nanji ni irassharu ka oshiete itadakemasu ka, 'bolehkah memberi tahu jam berapa Anda tiba?').

Sumber & Referensi

  1. Agency for Cultural Affairs (文化庁), Survei Bahasa Nasional, 2024
  2. Japan Foundation (国際交流基金), Survei Pendidikan Bahasa Jepang di Luar Negeri, 2024
  3. Makino, S. & Tsutsui, M., A Dictionary of Basic Japanese Grammar (The Japan Times)
  4. Crystal, D., The Cambridge Encyclopedia of Language, edisi ke-4 (Cambridge University Press)
  5. NHK Broadcasting Culture Research Institute, Panduan Pelafalan Bahasa Jepang Standar

Mulai belajar dengan Wordy

Tonton klip film asli dan tambah kosakata sambil jalan. Gratis untuk diunduh.

Unduh di App StoreDapatkan di Google PlayTersedia di Chrome Web Store

Panduan bahasa lainnya