Jawaban cepat
Bahasa Jepang punya dua sistem angka: Sino-Jepang (ichi, ni, san) yang dipakai untuk sebagian besar hitungan dan matematika, serta sistem asli Jepang (hitotsu, futatsu, mittsu) untuk menghitung benda tanpa kata penghitung khusus. Untuk angka 1-100, yang paling kamu butuhkan adalah sistem Sino-Jepang. Pola utamanya: 11 adalah 'juu ichi' (sepuluh-satu), 20 adalah 'ni juu' (dua-sepuluh), dan 25 adalah 'ni juu go' (dua-sepuluh-lima).
Angka dalam bahasa Jepang menghadirkan tantangan unik, bahasa ini tidak hanya punya satu, tetapi dua sistem hitung lengkap. Sistem Sino-Jepang (dipinjam dari bahasa Tionghoa lebih dari seribu tahun lalu) menangani sebagian besar penghitungan modern, sementara sistem Jepang asli tetap dipakai untuk menghitung benda umum dan dalam tradisi budaya.
Bahasa Jepang dituturkan oleh sekitar 125 juta orang, terutama di Jepang, menurut data Ethnologue 2024. Japan Foundation melaporkan bahwa lebih dari 3.8 juta orang di seluruh dunia sedang belajar bahasa Jepang sebagai bahasa asing. Baik saat kamu belanja di Tokyo, membaca menu di Osaka, atau memahami karakter anime yang menyebut angka dengan cepat, menguasai sistem hitung Sino-Jepang itu penting.
"Koeksistensi sistem angka Jepang asli dan Sino-Jepang menciptakan kekayaan ekspresi yang tidak tertandingi dalam bahasa-bahasa Eropa. Pilihan bacaan sering membawa nuansa halus tentang formalitas, tradisi, dan bahkan takhayul."
(Masayoshi Shibatani, The Languages of Japan, Cambridge University Press, 1990)
Panduan ini membahas angka Sino-Jepang 1-100, menjelaskan sistem hitung asli, memperkenalkan konsep penting tentang kata penggolong, dan mengeksplorasi makna budaya angka yang mendalam dalam masyarakat Jepang.
| Jepang | Indonesia | Pelafalan |
|---|---|---|
| 一 (いち) | 1 | ichi |
| 二 (に) | 2 | ni |
| 三 (さん) | 3 | san |
| 四 (し/よん) | 4 | shi / yon |
| 五 (ご) | 5 | go |
| 六 (ろく) | 6 | roku |
| 七 (しち/なな) | 7 | shichi / nana |
| 八 (はち) | 8 | hachi |
| 十 (じゅう) | 10 | juu |
| 百 (ひゃく) | 100 | hyaku |
Angka 1-10: Sistem Inti
Angka Sino-Jepang 1-10 adalah dasar untuk semua angka yang lebih besar. Perhatikan 4, 7, dan 9, masing-masing punya dua bacaan yang sama-sama benar.
⚠️ Menghindari Shi dan Ku
Angka 4 (shi) terdengar sama persis dengan 死 (kematian), dan 9 (ku) terdengar seperti 苦 (penderitaan). Penutur bahasa Jepang secara aktif menghindari bacaan ini dalam banyak konteks. Hotel dan rumah sakit sering melewati kamar bernomor 4, 9, 42 (shi-ni = 'menuju kematian'), dan 49 (shi-ku = 'kematian dan penderitaan'). Selalu gunakan yon untuk 4 dan kyuu untuk 9, kecuali kamu tahu konteks tertentu membutuhkan bacaan lain.
Angka 11-20: Pola Perkalian
Mulai dari 11, angka bahasa Jepang menjadi sangat logis. Polanya adalah juu (sepuluh) + satuan. Tidak perlu kosakata baru, cukup gabungkan yang sudah kamu tahu.
Perhatikan perubahan di 20: ni juu secara harfiah berarti "dua puluh" dalam arti "dua sepuluh." Logika perkalian ini adalah kunci untuk seluruh sistem. Dalam bahasa Indonesia, kita punya kata khusus seperti "sebelas" dan "dua belas," sedangkan bahasa Jepang cukup mengatakan "sepuluh-satu" dan "sepuluh-dua."
Puluhan: 20 sampai 100
Setiap kelipatan sepuluh mengikuti pola: satuan + juu (sepuluh). Satu-satunya kata baru yang kamu butuhkan adalah hyaku (百) untuk 100.
Sistemnya benar-benar transparan, jika kamu tahu angka 1-9 dan kata juu (sepuluh), kamu bisa membentuk angka puluhan apa pun. Keanggunan matematis ini juga berlaku untuk semua angka gabungan.
Angka Gabungan (21-99): Blok Penyusun
Angka gabungan menggabungkan puluhan dan satuan tanpa kata penghubung, cukup letakkan berdampingan. Polanya adalah satuan + juu + satuan.
Tidak ada padanan bahasa Jepang untuk kata "dan" di antara puluhan dan satuan. Ni juu go (25) hanyalah "dua-sepuluh-lima." Keterusterangan ini membuat angka gabungan bahasa Jepang lebih singkat dan lebih cepat diucapkan dibanding padanan Baratnya.
💡 Perubahan Bunyi dalam Gabungan
Saat menghitung dengan kata penggolong tertentu, beberapa angka mengalami perubahan bunyi (rendaku). Misalnya, ichi + hyaku menjadi hyaku (bukan ichi-hyaku), san + hyaku menjadi san-byaku (bukan san-hyaku), dan roku + hyaku menjadi roppyaku. Perubahan ini hanya berlaku untuk kata penggolong tertentu dan pada ratusan. Sistem dasar 1-99 tidak punya kerumitan ini.
Di Atas 100: Ratusan dan Ribuan
Angka yang lebih besar mengikuti logika perkalian yang sama, dengan beberapa perubahan bunyi penting.
Perbedaan penting dari bahasa-bahasa Barat, bahasa Jepang mengelompokkan angka besar per sepuluh ribu (man, 万), bukan per ribu. Jadi satu juta bukan "seribu ribu" tetapi hyaku man (seratus sepuluh ribu). Perbedaan pengelompokan ini sering membingungkan saat menerjemahkan angka besar antara bahasa Jepang dan bahasa Indonesia.
Sistem Hitung Jepang Asli
Di samping sistem Sino-Jepang, bahasa Jepang mempertahankan sistem hitung asli yang dipakai untuk menghitung benda umum (tanpa kata penggolong khusus) dan dalam berbagai konteks tradisional. Sistem ini hanya sampai 10.
Kamu akan sering mendengarnya dalam kehidupan sehari-hari. Memesan di restoran: mittsu kudasai (tiga, ya). Menghitung apel di toko: futatsu. Saat kamu tidak tahu kata penggolong yang tepat untuk suatu benda, sistem asli selalu aman dipakai untuk jumlah sampai 10.
Pengenalan Kata Penggolong (Josuushi)
Bahasa Jepang membutuhkan kata penggolong khusus saat menghitung kategori benda tertentu. Konsep ini tidak ada dalam bahasa Indonesia dan menjadi salah satu bagian tersulit dari sistem angka.
Agency for Cultural Affairs melaporkan bahwa ada lebih dari 500 kata penggolong dalam bahasa Jepang, meski hanya sekitar 30-40 yang umum dipakai sehari-hari. Sistem ini biasanya dipelajari bertahap lewat paparan, bukan lewat hafalan.
💡 Strategi Bertahan dengan Kata Penggolong
Saat kamu tidak tahu kata penggolong yang tepat, gunakan sistem Jepang asli (hitotsu, futatsu, mittsu...) untuk jumlah sampai 10. Ini cocok untuk hampir semua benda umum dan selalu dipahami, meski bukan pilihan paling presisi. Penutur bahasa Jepang akan menghargai usahamu dan tetap memahami maksudmu.
Angka Urutan dalam Bahasa Jepang
Angka urutan bahasa Jepang dibentuk dengan menambahkan awalan dai- (第) sebelum angka, atau akhiran -banme (番目) setelahnya. Keduanya dipakai luas.
Dai- lebih formal dan bernuansa tulisan (第一章 = Bab 1), sedangkan -banme lebih percakapan (一番目の人 = orang pertama). Dalam percakapan sehari-hari, bahasa Jepang sering melewati bentuk urutan, lalu memakai konteks atau kata penggolong tertentu untuk menunjukkan urutan.
Makna Budaya Angka di Jepang
Angka dalam budaya Jepang membawa makna simbolis yang kuat. Ini memengaruhi banyak hal, dari penomoran kamar rumah sakit sampai jumlah uang hadiah pernikahan.
4 sial (shi/死): Pantangan angka paling penting di Jepang. Bacaan shi untuk 4 adalah homofon dari 死 (kematian). Rumah sakit sering tidak punya lantai 4 dan kamar 4. Paket hadiah tidak pernah berisi 4 barang. Menurut survei Agency for Cultural Affairs tahun 2023, penghindaran ini tetap kuat di semua kelompok usia.
9 sial (ku/苦): Bacaan ku untuk 9 terdengar seperti 苦 (penderitaan atau kesakitan). Jika digabung dengan 4, angka 49 (shi-ku) sangat ditakuti karena bisa terdengar seperti "menderita sampai mati." Bangsal rumah sakit dan hotel menghindari kombinasi angka ini.
7 hoki (nana/shichi): Tujuh dianggap membawa keberuntungan di Jepang, dipengaruhi tradisi Buddha (Tujuh Dewa Keberuntungan, 七福神) dan pertukaran budaya Barat. Festival Tanabata (七夕, malam ketujuh) jatuh pada 7 Juli dan menjadi salah satu perayaan paling dicintai di Jepang.
8 hoki (hachi): Angka 8 sangat membawa keberuntungan di Jepang. Kanji 八 melebar di bagian bawah, melambangkan kemakmuran yang terus berkembang (suehirogari, 末広がり). Pelat nomor dengan 8888 bisa berharga mahal. Upacara pembukaan Olimpiade Beijing 2008 terkenal dimulai pukul 8:08 malam pada 08/08/08, mencerminkan penghormatan Asia Timur yang sama terhadap angka ini.
Jumlah uang hadiah pernikahan: Hadiah uang di pernikahan Jepang harus selalu dalam jumlah ganjil (30,000 yen, 50,000 yen) karena angka genap bisa dibagi, melambangkan perpisahan. Angka 20,000 dihindari. Jumlah 40,000 juga tabu karena menggabungkan angka genap dengan 4 yang terkait kematian.
🌍 Permainan Kata Angka (Goroawase)
Bahasa Jepang banyak memakai permainan kata berbasis angka yang disebut goroawase (語呂合わせ). Karena setiap digit punya beberapa bacaan, angka bisa membentuk kata: 4649 bisa dibaca yo-ro-shi-ku (senang bertemu denganmu), 39 sebagai san-kyuu (terima kasih), dan 1564 sebagai hi-go-ro-shi (membunuh waktu). Sistem ini dipakai untuk nomor telepon, kata sandi, bahkan tanggal.
Latihan dengan Konten Jepang Asli
Angka bahasa Jepang muncul dalam konteks yang khas, dari cara unik pengumuman harga di minimarket, sampai lagu hitung di anime, sampai dunia komentar bisbol Jepang yang penuh angka. Paparan dunia nyata itu penting untuk membiasakan diri dengan sistem kata penggolong dan perubahan bunyi.
Film Jepang dan anime memberi latihan angka yang bagus. Adegan belanja, suasana sekolah, dan siaran olahraga sangat membantu. Kunjungi panduan kami tentang film terbaik untuk belajar bahasa Jepang untuk rekomendasi terbaik lintas genre.
Wordy membantu kamu berlatih angka bahasa Jepang dalam konteks autentik dengan subtitle interaktif pada film dan acara Jepang. Saat angka atau kata penggolong muncul, ketuk untuk melihat kanji, bacaan hiragana, dan artinya. Lihat blog kami untuk sumber belajar bahasa Jepang lainnya, atau buka halaman belajar bahasa Jepang untuk mulai berlatih hari ini.
Pertanyaan yang sering diajukan
Angka 1-10 dalam bahasa Jepang apa saja?
Kenapa bahasa Jepang punya dua sistem angka?
Kenapa angka 4 dianggap sial dalam budaya Jepang?
Apa itu kata penghitung, dan kenapa harus dipakai?
Bagaimana cara membentuk angka gabungan dalam bahasa Jepang?
Apa bedanya 'nana' dan 'shichi' untuk angka 7?
Sumber & Referensi
- Agency for Cultural Affairs, Japan, Survei tentang Bahasa Jepang, 2023
- Shibatani, M. (1990). The Languages of Japan. Cambridge University Press.
- Japan Foundation, Survei Pendidikan Bahasa Jepang, 2021
- Ethnologue: Languages of the World, entri bahasa Jepang (2024)
Mulai belajar dengan Wordy
Tonton klip film asli dan tambah kosakata sambil jalan. Gratis untuk diunduh.

