← Kembali ke Blog
🇯🇵Jepang

Warna dalam Bahasa Jepang: 30+ Kosakata Warna dengan Kanji, Aturan Tata Bahasa, dan Warna Tradisional 和色

Oleh Sandor20 Februari 202610 mnt baca

Jawaban cepat

Warna dasar dalam bahasa Jepang adalah 赤 (aka, merah), 青 (ao, biru), 白 (shiro, putih), 黒 (kuro, hitam), 緑 (midori, hijau), dan 黄色 (kiiro, kuning). Bahasa Jepang punya perbedaan tata bahasa yang unik: hanya empat warna asli (赤い, 青い, 白い, 黒い) yang berkonjugasi sebagai i-adjective. Warna lain berfungsi sebagai nomina atau na-adjective, dan banyak warna modern seperti ピンク (pinku) dan オレンジ (orenji) berasal dari serapan bahasa Inggris yang ditulis dengan katakana.

Warna paling penting dalam bahasa Jepang adalah 赤 (aka, merah), 青 (ao, biru), 白 (shiro, putih), 黒 (kuro, hitam), 緑 (midori, hijau), dan 黄色 (kiiro, kuning). Namun kosakata warna bahasa Jepang jauh lebih dalam daripada daftar terjemahan. Kosakata ini menunjukkan cara sebuah budaya melihat dan mengelompokkan dunia visual.

Bahasa Jepang dituturkan oleh sekitar 125 juta penutur asli menurut data Ethnologue 2024. Sistem warnanya menarik secara linguistik, hanya empat warna yang berkonjugasi sebagai i-adjective sejati. Fakta tata bahasa ini terkait langsung dengan pandangan empat warna asli Jepang. Di luar dasar ini, Jepang punya lebih dari 450 nama warna tradisional yang disebut 和色 (wairo), yang diambil dari bunga, mineral, musim, dan lanskap alam.

"Bahasa-bahasa berbeda mencolok dalam jumlah istilah warna dasar yang mereka gunakan. Bahasa Jepang memberi contoh yang sangat informatif, karena berkembang dari empat istilah dasar dalam bahasa Jepang Kuno menjadi sistem modern melalui gabungan pergeseran makna asli dan peminjaman kosakata."

(David Crystal, The Cambridge Encyclopedia of Language, Cambridge University Press)

Panduan ini membahas 30+ kata warna penting dalam bahasa Jepang, aturan tata bahasa yang mengaturnya, dan simbolisme budaya di balik hubungan unik Jepang dengan warna. Untuk latihan interaktif dengan konten Jepang asli, kunjungi halaman belajar bahasa Jepang.


Referensi Cepat: Warna Penting dalam Bahasa Jepang

💡 Akhiran 色 (Iro)

Banyak warna bahasa Jepang adalah kata majemuk yang berakhir dengan 色 (iro, "warna"): 茶色 (chairo, warna teh = cokelat), 灰色 (haiiro, warna abu = abu-abu), 水色 (mizuiro, warna air = biru muda). Saat kamu menemukan 色 menempel pada nomina, kamu sering bisa menebak warnanya dari arti kanji pertama. Pola ini membuat kosakata warna bahasa Jepang terasa logis setelah kamu menguasai beberapa kata dasar.


Empat Warna Asli Jepang: Inti I-Adjective

Ahli bahasa yang meneliti bahasa Jepang Kuno menemukan bahwa dulu hanya ada empat istilah warna dasar: 赤 (aka), 青 (ao), 白 (shiro), dan 黒 (kuro). Keempatnya adalah satu-satunya warna yang berperilaku sebagai i-adjective sejati. Perbedaan tata bahasa ini bertahan lebih dari seribu tahun.

Menurut riset National Institute for Japanese Language and Linguistics (NINJAL), empat istilah ini awalnya menggambarkan kategori persepsi yang luas, bukan rona spesifik. 赤 mencakup spektrum hangat dan terang, 青 spektrum sejuk dan gelap, 白 berarti terang atau jernih, dan 黒 berarti gelap atau redup.

赤 (あか)

赤 (aka) adalah warna vitalitas, perayaan, dan perlindungan di Jepang. Kamu melihatnya pada gerbang torii di kuil Shinto, pada boneka daruma, dan di festival di seluruh negeri. Ungkapan 赤ちゃん (akachan, bayi) secara harfiah berarti "yang merah", merujuk pada kulit kemerahan bayi baru lahir. 真っ赤 (makka) adalah bentuk intensif yang berarti "merah terang" dan juga muncul dalam ungkapan 真っ赤な嘘 (makka na uso, kebohongan besar, secara harfiah "kebohongan merah pekat").

青 (あお)

青 (ao) adalah warna yang paling menarik secara linguistik dalam bahasa Jepang. Secara historis, kata ini mencakup seluruh spektrum biru sampai hijau, dan jejaknya masih ada sampai sekarang. Lampu lalu lintas di Jepang secara resmi disebut 青信号 (ao shingou, "sinyal biru") walau lampu jalan terlihat hijau. Apel hijau disebut 青りんご (ao ringo, "apel biru"). Daun hijau disebut 青葉 (aoba, "daun biru").

Survei bahasa dari Agency for Cultural Affairs menegaskan bahwa banyak penutur bahasa Jepang masih memakai 青 secara alami untuk hal-hal yang penutur bahasa Indonesia sebut hijau, terutama dalam ungkapan tetap. Kata 青い juga punya makna kiasan "kurang pengalaman" atau "belum matang". Ini mirip dengan bahasa Indonesia saat kita menyebut seseorang "masih hijau".

白 (しろ)

白 (shiro) melambangkan kemurnian sekaligus kematian dalam budaya Jepang, sebuah dualitas yang mengejutkan banyak pelajar. Putih adalah warna kimono pernikahan (白無垢, shiromuku), tetapi juga warna tradisional untuk berkabung dan pemakaman. Ungkapan 白紙に戻す (hakushi ni modosu, "kembali ke kertas putih") berarti memulai dari nol. 白 juga menyampaikan makna tidak bersalah, 潔白 (keppaku) berarti "tidak bersalah" atau "terbebas dari kecurigaan".

黒 (くろ)

黒 (kuro) terkait dengan kesan formal, kekuatan, dan misteri. Hitam adalah warna standar untuk setelan kerja, pakaian formal, dan tinta kaligrafi. Kanji 黒 muncul dalam kata 黒字 (kuroji, "untung", secara harfiah "angka hitam"), berlawanan dengan 赤字 (akaji, "rugi", secara harfiah "angka merah"). Dalam sumo, sisi hitam (黒房, kurobusa) mewakili musim dingin dan arah utara. Ini terkait dengan asosiasi warna dan arah dalam filsafat Asia Timur.


Warna Modern: Kata Serapan dan Istilah Asli

Saat kontak Jepang dengan Barat meningkat sejak era Meiji, istilah warna baru masuk ke bahasa. Sebagian berupa gabungan kata asli dengan akhiran 色 (iro). Sebagian lain adalah kata serapan dari bahasa Inggris yang ditulis dengan katakana.

緑 (みどり)

緑 (midori) adalah kata modern standar untuk hijau dalam bahasa Jepang. Walau sangat umum sekarang, awalnya ini adalah nomina yang berarti "kehijauan" atau "tunas segar", bukan adjektiva warna. Karena itu 緑 tidak punya bentuk i-adjective, kamu tidak bisa mengatakan ×緑い (midoroi). Sebagai gantinya, gunakan 緑の (midori no) sebelum nomina: 緑の葉 (midori no ha, daun hijau).

Pemisahan hijau dari 青 (ao) masih belum sepenuhnya selesai. Riset NHK menunjukkan bahwa penutur muda makin membedakan 青 dan 緑, tetapi ungkapan tradisional seperti 青信号, 青りんご, dan 青葉 tetap kuat. Memahami tumpang tindih ini penting agar terdengar natural dalam bahasa Jepang.

黄色 (きいろ)

黄色 (kiiro) adalah kasus yang menarik, ini salah satu dari sedikit warna non-asli yang mendapat bentuk i-adjective. 黄色い (kiiroi) bekerja seperti 赤い atau 青い sebagai pewatas: 黄色い花 (kiiroi hana, bunga kuning). Kata ini secara harfiah berarti "warna kuning" (黄 + 色). Ahli bahasa percaya bentuk i-adjective berkembang karena kuning dikenali cukup awal untuk masuk ke tata bahasa inti.

Warna Katakana: Kata Serapan dari Bahasa Inggris

Semua warna serapan ini berfungsi sebagai nomina secara tata bahasa. Untuk menerangkan nomina, tambahkan の (no): ピンクの服 (pinku no fuku, baju warna pink), オレンジのジュース (orenji no juusu, jus jeruk). Kata-kata ini tidak pernah memakai akhiran i-adjective.

🌍 Mengapa Bahasa Jepang Meminjam Kata Warna

Sistem warna asli Jepang menggambarkan kategori persepsi yang luas, bukan rona yang presisi. Saat seni, mode, dan desain Barat masuk ke Jepang pada periode Meiji (1868-1912), istilah spesifik seperti ピンク dan オレンジ mengisi celah yang tidak ditutup kosakata Jepang dengan satu kata. Alih-alih membuat istilah asli baru, bahasa Jepang menyerap kata bahasa Inggris secara langsung. Pola ini terlihat di banyak bidang makna dalam bahasa Jepang modern.


Tata Bahasa Warna: I-Adjective vs. Nomina

Inilah perbedaan tata bahasa yang paling sering membuat pelajar tersandung. Warna bahasa Jepang terbagi menjadi dua kategori tata bahasa. Jika kamu memakai pola yang salah, hasilnya langsung terdengar tidak natural.

Warna I-Adjective (langsung menerangkan nomina)

Hanya lima warna yang punya bentuk i-adjective. Ini adalah empat warna asli ditambah 黄色い:

WarnaI-AdjectiveContohArti
Merah赤い (akai)赤い車mobil merah
Biru青い (aoi)青い海laut biru
Putih白い (shiroi)白い雪salju putih
Hitam黒い (kuroi)黒い猫kucing hitam
Kuning黄色い (kiiroi)黄色い花bunga kuning

Warna i-adjective berkonjugasi seperti i-adjective bahasa Jepang lainnya: 赤くない (akakunai, tidak merah), 赤かった (akakatta, dulu merah), 赤くなる (akaku naru, menjadi merah).

Warna Nomina (perlu の atau な untuk menerangkan nomina)

Semua warna lain (termasuk 緑, 紫, 茶色, dan semua kata serapan katakana) adalah nomina. Mereka butuh partikel の (no) untuk menerangkan nomina lain:

WarnaPolaContohArti
Hijau緑の緑の木pohon hijau
Ungu紫の紫の花bunga ungu
Cokelat茶色の茶色の犬anjing cokelat
Merah mudaピンクのピンクの服baju warna pink
Oranyeオレンジのオレンジの傘payung oranye

⚠️ Kesalahan Umum: ×緑い Tidak Ada

Salah satu kesalahan paling sering pada pelajar bahasa Jepang adalah menambahkan い pada warna yang bukan i-adjective. Tidak ada ×緑い (midoroi), ×紫い (murasakii), atau ×ピンクい (pinkui). Jika warnanya bukan salah satu dari lima i-adjective di atas, selalu gunakan pola nomina + の. Jika kamu benar, itu tanda tata bahasa yang rapi.


和色 (Wairo): 450+ Warna Tradisional Jepang

Jepang punya salah satu sistem penamaan warna tradisional paling rumit di dunia. Sistem ini disebut 和色 (wairo, "warna Jepang") atau 伝統色 (dentou-shoku, "warna tradisional"). Sistem ini mencakup lebih dari 450 warna bernama, hampir semuanya berasal dari objek alam, tumbuhan, hewan, atau fenomena musiman.

藍 (あい): Warna Khas Jepang

Pewarnaan nila (藍染め, aizome) punya tempat khusus dalam sejarah tekstil Jepang. Biru tua dari tanaman nila begitu lekat dengan Jepang, sampai orang asing pada era Meiji menyebutnya "Japan Blue". Samurai memakai pakaian dalam yang diwarnai nila karena orang percaya tanaman ini bersifat antiseptik dan menyembuhkan. Saat ini, 藍色 tetap menjadi salah satu warna tradisional Jepang yang paling dikenal dan sedang bangkit lagi dalam mode dan desain kerajinan.

Asosiasi Warna Musiman

Estetika tradisional Jepang mengaitkan warna dengan musim secara kuat. Prinsip ini berakar pada konsep 季節感 (kisetsukan, kepekaan musim). Prinsip ini memengaruhi pilihan kimono, wagashi (kue tradisional), sampai desain interior:

MusimWarna yang terkaitContoh
Musim semi (春)Merah muda pucat, hijau muda, putih桜色, 若草色 (wakakusa-iro, rumput muda)
Musim panas (夏)Biru cerah, hijau tua, putih藍色, 深緑 (fukamidori, hijau tua)
Musim gugur (秋)Merah, oranye, emas, cokelat茜色, 柿色, 紅葉色 (momiji-iro)
Musim dingin (冬)Putih, abu-abu, ungu gelap, perak銀色, 紺, 梅色

"Kosakata warna tradisional Jepang termasuk yang paling luas di antara bahasa mana pun, dengan lebih dari 450 warna bernama yang terdokumentasi. Kekayaan ini mencerminkan budaya yang secara historis memberi nilai sangat tinggi pada perbedaan warna yang halus, terutama dalam konteks estetika musiman dan seni tekstil."

(National Institute for Japanese Language and Linguistics, NINJAL)


Simbolisme Warna dalam Budaya Jepang

Warna di Jepang membawa makna yang berbeda dari asosiasi Barat. Jika kamu memahaminya, kamu bisa menghindari salah paham. Kamu juga bisa lebih menghargai seni, mode, dan kehidupan sehari-hari Jepang.

赤 (Merah): Vitalitas dan Perlindungan. Gerbang torii merah, boneka daruma merah, amplop merah saat perayaan. Merah mengusir roh jahat dalam kepercayaan Shinto. Kunjungan pertama bayi ke kuil sering memakai aksesori merah. Namun menulis nama seseorang dengan tinta merah adalah tabu, karena terkait dengan kematian, karena ukiran batu nisan dulu sering dicat merah.

白 (Putih): Kemurnian, Kesakralan, dan Kematian. Putih adalah warna ritual kemurnian Shinto, kimono pernikahan, dan juga pakaian pemakaman. Makna ganda ini bisa membingungkan pelajar yang mengira putih selalu bermakna positif. Dalam sumo, sudut putih (白房, shirobusa) mewakili musim gugur dan arah barat.

黒 (Hitam): Formal dan Berkelas. Hitam tidak membawa konotasi negatif seperti yang kadang ada dalam bahasa Indonesia. Hitam melambangkan elegan, wibawa, dan kekuatan. Sabuk hitam (黒帯, kuroobi) dalam bela diri, setelan kerja hitam, dan kimono hitam formal untuk pria menunjukkan asosiasi positif ini.

紫 (Ungu): Kebangsawanan Kekaisaran. Sejak periode Nara (710-794), ungu terkait dengan peringkat tertinggi di istana kekaisaran. Sistem Dua Belas Tingkat Topi dan Pangkat menetapkan ungu untuk pejabat paling senior. Sampai sekarang, 紫 masih terasa bangsawan dan bernuansa spiritual.

金 (Emas): Kekayaan dan Keilahian. Daun emas menghiasi paviliun kuil (paling terkenal 金閣寺, Kinkaku-ji), patung Buddha, dan pernis. Emas melambangkan kemakmuran materi dan pencerahan spiritual dalam estetika Jepang.

🌍 Jangan Pernah Menulis Nama dengan Tinta Merah

Di Jepang, menulis nama orang yang masih hidup dengan tinta merah (赤い字で名前を書く) adalah tabu budaya yang serius. Tinta merah untuk nama dipakai untuk orang yang sudah meninggal, batu nisan dan daftar memorial memakai karakter merah. Memberi seseorang dokumen dengan namanya ditulis merah bisa benar-benar membuatnya tidak nyaman. Selalu gunakan tinta hitam atau biru untuk nama.


Warna dalam Ungkapan Sehari-hari Bahasa Jepang

Kata warna muncul dalam banyak ungkapan dan kata majemuk bahasa Jepang. Jika kamu mempelajarinya, kamu lebih mudah mengenali warna dalam konteks, bukan hanya deskripsi sederhana:

  • 青信号 / あおしんごう (ao shingou): lampu hijau (secara harfiah "sinyal biru")
  • 赤ちゃん / あかちゃん (akachan): bayi (secara harfiah "yang merah")
  • 白黒つける / しろくろつける (shirokuro tsukeru): menyelesaikan sesuatu dengan tegas (secara harfiah "memberi hitam dan putih")
  • 赤字 / あかじ (akaji): defisit keuangan (secara harfiah "huruf merah")
  • 黒字 / くろじ (kuroji): surplus keuangan (secara harfiah "huruf hitam")
  • 腹黒い / はらぐろい (haraguroi): licik, jahat (secara harfiah "berperut hitam")
  • 真っ青になる / まっさおになる (massao ni naru): pucat karena kaget (secara harfiah "menjadi biru pekat")
  • 灰色 / はいいろ (haiiro): area abu-abu, ambigu (saat dipakai secara kiasan)

Ungkapan ini sering muncul di film dan anime Jepang, jadi cocok untuk dikenali saat menonton.


Latihan Warna Bahasa Jepang dengan Konten Asli

Tabel kosakata terstruktur memberi dasar, tetapi kamu akan lebih ingat saat bertemu warna dalam konten Jepang asli. Anime, drama, dan film Jepang kaya kosakata warna, dari deskripsi pakaian sampai pemandangan alam dan pembahasan budaya.

Wordy memungkinkan kamu menonton konten Jepang dengan subtitle interaktif. Saat kata warna muncul dalam dialog, ketuk untuk melihat kanji, cara baca, dan artinya dalam konteks. Alih-alih menghafal kosakata terpisah, kamu menyerap 赤い, 青い, dan 白い secara natural seperti yang dipakai penutur asli.

Jelajahi blog kami untuk panduan kosakata bahasa Jepang lainnya, atau lihat film terbaik untuk belajar bahasa Jepang untuk rekomendasi tontonan yang membuat kata warna ini terasa hidup.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja warna dasar dalam bahasa Jepang?
Warna dasar dalam bahasa Jepang adalah 赤 (aka, merah), 青 (ao, biru), 白 (shiro, putih), 黒 (kuro, hitam), 緑 (midori, hijau), dan 黄色 (kiiro, kuning). Dari semuanya, hanya 赤, 青, 白, dan 黒 yang termasuk empat istilah warna asli Jepang, sehingga hanya mereka yang berkonjugasi sebagai i-adjective.
Kenapa 青 (ao) bisa berarti biru dan hijau dalam bahasa Jepang?
Dalam bahasa Jepang kuno, 青 (ao) mencakup spektrum biru sampai hijau. Lampu lalu lintas di Jepang resmi disebut 青信号 (ao shingou, “sinyal biru”) walau warnanya hijau. Kata 緑 (midori) awalnya nomina yang berarti “kehijauan”, lalu baru menjadi istilah warna mandiri di era modern. Tumpang tindih ini terlihat pada ungkapan seperti 青葉 (aoba, “daun hijau”).
Bagaimana cara memakai kata warna dalam tata bahasa Jepang?
Empat warna asli (赤い, 青い, 白い, 黒い) serta 黄色い (kiiroi) adalah i-adjective yang langsung menerangkan nomina: 赤い車 (akai kuruma, mobil merah). Warna lain seperti 緑 atau ピンク berfungsi sebagai nomina dan perlu の (no) untuk menerangkan nomina: 緑の車 (midori no kuruma, mobil hijau). Perbedaan ini tergolong unik dalam bahasa Jepang.
Apa itu 和色 (wairo), warna tradisional Jepang?
和色 (wairo) adalah sistem lebih dari 450 nama warna tradisional Jepang yang terinspirasi dari alam, musim, dan benda budaya. Contohnya 桜色 (sakura-iro, merah muda bunga sakura), 藍色 (ai-iro, nila), 抹茶色 (matcha-iro, hijau matcha), dan 藤色 (fuji-iro, ungu wisteria). Warna-warna ini penting dalam desain kimono, estetika musiman, dan seni Jepang.
Apa makna simbolis warna dalam budaya Jepang?
Warna punya simbolisme kuat di Jepang. 赤 (merah) melambangkan vitalitas, perayaan, dan perlindungan dari hal buruk, terlihat pada gerbang torii dan boneka daruma. 白 (putih) melambangkan kemurnian sekaligus kematian, dipakai pada pernikahan dan pemakaman. 黒 (hitam) memberi kesan formal dan elegan. 紫 (murasaki, ungu) dulu menandakan bangsawan kekaisaran. Makna ini memengaruhi fesyen, pemberian hadiah, dan keseharian.
Kenapa banyak nama warna ditulis dengan katakana?
Bahasa Jepang modern menyerap banyak istilah warna dari bahasa Inggris sebagai kata serapan: ピンク (pinku, pink), オレンジ (orenji, oranye), グレー (gurē, abu-abu), ベージュ (bēju, beige). Kata-kata ini ditulis dengan katakana, aksara untuk kata asing. Kosakata warna asli Jepang cenderung mencakup kategori luas, lalu kata serapan membantu membedakan nuansa yang lebih spesifik seiring pengaruh Barat.

Sumber & Referensi

  1. Agency for Cultural Affairs (文化庁), Survei tentang Bahasa Jepang, 2024
  2. National Institute for Japanese Language and Linguistics (NINJAL), Riset historis istilah warna
  3. Ethnologue: Languages of the World, edisi ke-27 (2024), entri bahasa Jepang
  4. Crystal, D., The Cambridge Encyclopedia of Language, edisi ke-4 (Cambridge University Press)
  5. NHK Broadcasting Culture Research Institute, Panduan pelafalan standar bahasa Jepang

Mulai belajar dengan Wordy

Tonton klip film asli dan tambah kosakata sambil jalan. Gratis untuk diunduh.

Unduh di App StoreDapatkan di Google PlayTersedia di Chrome Web Store

Panduan bahasa lainnya

Warna dalam Bahasa Jepang dan Kosakatanya (2026)