โ† Kembali ke Blog
๐Ÿ‡ฏ๐Ÿ‡ตJepang

Warna dalam Bahasa Jepang: 30+ Kosakata Warna dengan Kanji, Aturan Tata Bahasa, dan Warna Tradisional ๅ’Œ่‰ฒ

Oleh SandorDiperbarui: 21 Mei 2026โฑ 10 mnt baca

Jawaban cepat

Warna dasar dalam bahasa Jepang adalah ่ตค (aka, merah), ้’ (ao, biru), ็™ฝ (shiro, putih), ้ป’ (kuro, hitam), ็ท‘ (midori, hijau), dan ้ป„่‰ฒ (kiiro, kuning). Bahasa Jepang punya perbedaan tata bahasa yang unik: hanya empat warna asli (่ตคใ„, ้’ใ„, ็™ฝใ„, ้ป’ใ„) yang berkonjugasi sebagai i-adjective. Warna lain berfungsi sebagai nomina atau na-adjective, dan banyak warna modern seperti ใƒ”ใƒณใ‚ฏ (pinku) dan ใ‚ชใƒฌใƒณใ‚ธ (orenji) berasal dari serapan bahasa Inggris yang ditulis dengan katakana.

Warna yang paling penting dalam bahasa Jepang adalah ่ตค (aka, merah), ้’ (ao, biru), ็™ฝ (shiro, putih), ้ป’ (kuro, hitam), ็ท‘ (midori, hijau), dan ้ป„่‰ฒ (kiiro, kuning). Namun kosakata warna dalam bahasa Jepang jauh lebih dalam daripada sekadar daftar terjemahan. Kosakata ini menunjukkan cara sebuah budaya memandang dan mengelompokkan dunia visual.

Bahasa Jepang dituturkan oleh sekitar 125 juta penutur asli menurut data Ethnologue 2024. Sistem warnanya menarik secara linguistik, hanya empat warna di seluruh bahasa yang berkonjugasi sebagai i-adjective sejati, sebuah fakta tata bahasa yang langsung terkait dengan pandangan dunia empat warna asli Jepang. Di luar dasar ini, Jepang memiliki sistem lebih dari 450 nama warna tradisional yang disebut ๅ’Œ่‰ฒ (wairo), yang diambil dari bunga, mineral, musim, dan lanskap alam.

"Bahasa-bahasa berbeda secara mencolok dalam jumlah istilah warna dasar yang mereka gunakan. Bahasa Jepang memberikan contoh yang sangat informatif, karena berkembang dari empat istilah dasar dalam bahasa Jepang Kuno menjadi sistem modern melalui gabungan pergeseran makna asli dan peminjaman kosakata."

(David Crystal, The Cambridge Encyclopedia of Language, Cambridge University Press)

Panduan ini membahas 30+ kata warna penting dalam bahasa Jepang, aturan tata bahasa yang mengaturnya, dan simbolisme budaya yang kaya di balik hubungan unik Jepang dengan warna. Untuk latihan interaktif dengan konten bahasa Jepang asli, kunjungi halaman belajar bahasa Jepang.


Referensi Cepat: Warna Penting dalam Bahasa Jepang

Bahasa IndonesiaBahasa JepangPelafalanCatatan
Merah่ตค / ใ‚ใ‹ah-kahi-adj: ่ตคใ„ (akai)
Biru้’ / ใ‚ใŠah-ohi-adj: ้’ใ„ (aoi). Juga mencakup hijau
Putih็™ฝ / ใ—ใ‚shee-rohi-adj: ็™ฝใ„ (shiroi)
Hitam้ป’ / ใใ‚koo-rohi-adj: ้ป’ใ„ (kuroi)
Hijau็ท‘ / ใฟใฉใ‚Šmee-doh-reeNomina, bukan i-adjective
Kuning้ป„่‰ฒ / ใใ„ใ‚kee-ee-rohi-adj: ้ป„่‰ฒใ„ (kiiroi)
Ungu็ดซ / ใ‚€ใ‚‰ใ•ใmoo-rah-sah-keeNomina. Warna kekaisaran
Cokelat่Œถ่‰ฒ / ใกใ‚ƒใ„ใ‚chah-ee-rohHarfiah: 'warna teh'
Oranyeใ‚ชใƒฌใƒณใ‚ธoh-ren-jeeKata serapan dari bahasa Inggris (katakana)
Merah mudaใƒ”ใƒณใ‚ฏpeen-kooKata serapan dari bahasa Inggris (katakana)
Abu-abu็ฐ่‰ฒ / ใฏใ„ใ„ใ‚hah-ee-ee-rohHarfiah: 'warna abu'. Juga ใ‚ฐใƒฌใƒผ
Emas้‡‘่‰ฒ / ใใ‚“ใ„ใ‚keen-ee-rohHarfiah: 'warna emas'
Perak้Š€่‰ฒ / ใŽใ‚“ใ„ใ‚geen-ee-rohHarfiah: 'warna perak'
Biru mudaๆฐด่‰ฒ / ใฟใšใ„ใ‚mee-zoo-ee-rohHarfiah: 'warna air'

๐Ÿ’ก Akhiran ่‰ฒ (Iro)

Banyak warna dalam bahasa Jepang adalah kata majemuk yang berakhir dengan ่‰ฒ (iro, "warna"): ่Œถ่‰ฒ (chairo, warna teh = cokelat), ็ฐ่‰ฒ (haiiro, warna abu = abu-abu), ๆฐด่‰ฒ (mizuiro, warna air = biru muda). Saat kamu menemukan ่‰ฒ menempel pada sebuah nomina, kamu sering bisa menebak warnanya dengan mengetahui arti kanji pertama. Pola ini membuat kosakata warna bahasa Jepang terasa sangat logis setelah kamu menguasai beberapa kata dasar.


Empat Warna Asli Jepang: Inti I-Adjective

Ahli bahasa yang meneliti bahasa Jepang Kuno mengidentifikasi bahwa bahasa ini awalnya hanya punya empat istilah warna dasar: ่ตค (aka), ้’ (ao), ็™ฝ (shiro), dan ้ป’ (kuro). Keempatnya adalah satu-satunya warna yang berperilaku sebagai i-adjective sejati, sebuah pembedaan tata bahasa yang bertahan lebih dari seribu tahun.

Menurut riset National Institute for Japanese Language and Linguistics (NINJAL), keempat istilah ini awalnya menggambarkan kategori persepsi yang luas, bukan rona yang spesifik. ่ตค mencakup spektrum hangat-terang, ้’ spektrum sejuk-gelap, ็™ฝ berarti terang atau jernih, dan ้ป’ berarti gelap atau redup.

่ตค (ใ‚ใ‹)

Bahasa IndonesiaBahasa JepangPelafalanCatatan
Merah (nomina)่ตค / ใ‚ใ‹ah-kahBentuk nomina
Merah (adjektiva)่ตคใ„ / ใ‚ใ‹ใ„ah-kah-eei-adjective: ่ตคใ„่ปŠ = mobil merah
Merah tua็œŸใฃ่ตค / ใพใฃใ‹mahk-kahBentuk penguat: 'merah terang/pekat'

่ตค (aka) adalah warna vitalitas, perayaan, dan perlindungan di Jepang. Kamu melihatnya pada gerbang torii di kuil Shinto, pada boneka daruma, dan di festival di seluruh negeri. Ungkapan ่ตคใกใ‚ƒใ‚“ (akachan, bayi) secara harfiah berarti "yang merah", merujuk pada kulit kemerahan bayi baru lahir. ็œŸใฃ่ตค (makka) adalah bentuk penguat yang berarti "merah terang" dan juga muncul dalam ungkapan ็œŸใฃ่ตคใชๅ˜˜ (makka na uso, kebohongan besar yang terang-terangan, harfiah "kebohongan merah pekat").

้’ (ใ‚ใŠ)

Bahasa IndonesiaBahasa JepangPelafalanCatatan
Biru (nomina)้’ / ใ‚ใŠah-ohBentuk nomina
Biru (adjektiva)้’ใ„ / ใ‚ใŠใ„ah-oh-eei-adjective: ้’ใ„็ฉบ = langit biru
Pucat / belum matang้’ใ„ / ใ‚ใŠใ„ah-oh-eeJuga berarti 'kurang pengalaman'

้’ (ao) adalah warna yang paling menarik secara linguistik dalam bahasa Jepang. Secara historis, kata ini mencakup seluruh spektrum biru-hijau, dan jejaknya masih ada sampai sekarang. Lampu lalu lintas di Jepang secara resmi disebut ้’ไฟกๅท (ao shingou, "sinyal biru") walaupun lampu jalan terlihat hijau. Apel hijau adalah ้’ใ‚Šใ‚“ใ” (ao ringo, "apel biru"). Daun hijau adalah ้’่‘‰ (aoba, "daun biru").

Survei bahasa dari Agency for Cultural Affairs menegaskan bahwa banyak penutur bahasa Jepang masih memakai ้’ secara alami untuk hal-hal yang dalam bahasa Indonesia kita sebut hijau, terutama dalam ungkapan tetap. Kata ้’ใ„ juga punya makna kiasan "kurang pengalaman" atau "belum matang", mirip dengan pemakaian "hijau" dalam bahasa Indonesia untuk menyebut orang yang masih baru.

็™ฝ (ใ—ใ‚)

Bahasa IndonesiaBahasa JepangPelafalanCatatan
Putih (nomina)็™ฝ / ใ—ใ‚shee-rohBentuk nomina
Putih (adjektiva)็™ฝใ„ / ใ—ใ‚ใ„shee-roh-eei-adjective: ็™ฝใ„่Šฑ = bunga putih
Putih bersih็œŸใฃ็™ฝ / ใพใฃใ—ใ‚mahs-shee-rohBentuk penguat: 'putih seperti salju'

็™ฝ (shiro) melambangkan kemurnian sekaligus kematian dalam budaya Jepang, sebuah dualitas yang sering mengejutkan pelajar. Putih adalah warna kimono pernikahan (็™ฝ็„กๅžข, shiromuku), tetapi juga warna tradisional untuk berkabung dan pemakaman. Ungkapan ็™ฝ็ด™ใซๆˆปใ™ (hakushi ni modosu, "kembali ke kertas putih") berarti memulai dari nol. ็™ฝ juga menyampaikan makna tidak bersalah, ๆฝ”็™ฝ (keppaku) berarti "tidak bersalah" atau "dibebaskan dari kecurigaan."

้ป’ (ใใ‚)

Bahasa IndonesiaBahasa JepangPelafalanCatatan
Hitam (nomina)้ป’ / ใใ‚koo-rohBentuk nomina
Hitam (adjektiva)้ป’ใ„ / ใใ‚ใ„koo-roh-eei-adjective: ้ป’ใ„็Œซ = kucing hitam
Hitam pekat็œŸใฃ้ป’ / ใพใฃใใ‚mahk-koo-rohBentuk penguat: 'hitam legam'

้ป’ (kuro) membawa asosiasi formalitas, kekuatan, dan misteri. Hitam adalah warna standar untuk setelan bisnis, pakaian formal, dan tinta kaligrafi. Kanji ้ป’ muncul dalam kata ้ป’ๅญ— (kuroji, "in the black", artinya untung), berlawanan dengan ่ตคๅญ— (akaji, "in the red", artinya rugi). Dalam sumo, sisi hitam (้ป’ๆˆฟ, kurobusa) mewakili musim dingin dan arah utara, terkait dengan asosiasi warna-arah kuno dalam filsafat Asia Timur.


Warna Modern: Kata Serapan dan Istilah Asli

Seiring meningkatnya kontak Jepang dengan Barat sejak era Meiji, istilah warna baru masuk ke dalam bahasa. Sebagian adalah gabungan asli bahasa Jepang dengan akhiran ่‰ฒ (iro), sementara yang lain adalah kata serapan dari bahasa Inggris yang ditulis dengan katakana.

็ท‘ (ใฟใฉใ‚Š)

็ท‘ (midori) adalah kata modern standar dalam bahasa Jepang untuk hijau. Walaupun sekarang sangat umum, awalnya ini adalah nomina yang berarti "kehijauan" atau "tunas segar", bukan adjektiva warna. Karena itu ็ท‘ tidak punya bentuk i-adjective, kamu tidak bisa mengatakan ร—็ท‘ใ„ (midoroi). Sebagai gantinya, gunakan ็ท‘ใฎ (midori no) sebelum nomina: ็ท‘ใฎ่‘‰ (midori no ha, daun hijau).

Pemisahan hijau dari ้’ (ao) berlangsung bertahap dan belum sepenuhnya selesai. Riset penyiaran NHK menunjukkan bahwa penutur muda makin membedakan ้’ dan ็ท‘, tetapi ungkapan tradisional seperti ้’ไฟกๅท, ้’ใ‚Šใ‚“ใ”, dan ้’่‘‰ tetap sangat mengakar. Memahami tumpang tindih ini penting agar terdengar natural dalam bahasa Jepang.

้ป„่‰ฒ (ใใ„ใ‚)

้ป„่‰ฒ (kiiro) adalah kasus yang menarik, ini salah satu dari sedikit warna non-asli yang mendapatkan bentuk i-adjective. ้ป„่‰ฒใ„ (kiiroi) bekerja persis seperti ่ตคใ„ atau ้’ใ„ sebagai pewatas: ้ป„่‰ฒใ„่Šฑ (kiiroi hana, bunga kuning). Kata ini secara harfiah berarti "warna kuning" (้ป„ + ่‰ฒ), dan ahli bahasa percaya bentuk i-adjective berkembang karena kuning dikenali cukup awal sehingga bisa masuk ke tata bahasa inti.

Warna Katakana: Kata Serapan dari Bahasa Inggris

Bahasa IndonesiaBahasa JepangPelafalanCatatan
Merah mudaใƒ”ใƒณใ‚ฏpeen-kooDari bahasa Inggris 'pink'
Oranyeใ‚ชใƒฌใƒณใ‚ธoh-ren-jeeDari bahasa Inggris 'orange'
Abu-abuใ‚ฐใƒฌใƒผgoo-rehDari bahasa Inggris 'gray'
Krem mudaใƒ™ใƒผใ‚ธใƒฅbeh-jooDari bahasa Prancis 'beige'
Kremใ‚ฏใƒชใƒผใƒ koo-ree-mooDari bahasa Inggris 'cream'
Gadingใ‚ขใ‚คใƒœใƒชใƒผah-ee-boh-reeDari bahasa Inggris 'ivory'
Khakiใ‚ซใƒผใ‚ญkah-keeDari bahasa Inggris 'khaki'

Semua warna kata serapan ini berfungsi sebagai nomina secara tata bahasa. Untuk menerangkan nomina, tambahkan ใฎ (no): ใƒ”ใƒณใ‚ฏใฎๆœ (pinku no fuku, baju warna pink), ใ‚ชใƒฌใƒณใ‚ธใฎใ‚ธใƒฅใƒผใ‚น (orenji no juusu, jus jeruk). Kata-kata ini tidak pernah memakai akhiran i-adjective.

๐ŸŒ Mengapa Bahasa Jepang Meminjam Kata Warna

Sistem warna asli Jepang menggambarkan kategori persepsi yang luas, bukan rona yang presisi. Saat seni, mode, dan desain Barat masuk ke Jepang pada periode Meiji (1868-1912), istilah spesifik seperti ใƒ”ใƒณใ‚ฏ dan ใ‚ชใƒฌใƒณใ‚ธ mengisi celah yang tidak ditutupi kosakata Jepang yang ada dengan satu kata. Alih-alih membuat istilah asli baru, bahasa Jepang menyerap kata bahasa Inggris secara langsung, pola ini terlihat di banyak bidang makna dalam bahasa Jepang modern.


Tata Bahasa Warna: I-Adjectives vs. Nomina

Inilah pembedaan tata bahasa yang paling sering membuat pelajar tersandung. Warna dalam bahasa Jepang terbagi menjadi dua kategori tata bahasa, dan memakai pola yang salah langsung terdengar tidak natural.

Warna I-Adjective (langsung menerangkan nomina)

Hanya lima warna yang punya bentuk i-adjective. Ini adalah empat warna asli ditambah ้ป„่‰ฒใ„:

WarnaI-AdjectiveContohArti
Merah่ตคใ„ (akai)่ตคใ„่ปŠmobil merah
Biru้’ใ„ (aoi)้’ใ„ๆตทlaut biru
Putih็™ฝใ„ (shiroi)็™ฝใ„้›ชsalju putih
Hitam้ป’ใ„ (kuroi)้ป’ใ„็Œซkucing hitam
Kuning้ป„่‰ฒใ„ (kiiroi)้ป„่‰ฒใ„่Šฑbunga kuning

Warna i-adjective berkonjugasi seperti semua i-adjective bahasa Jepang: ่ตคใใชใ„ (akakunai, tidak merah), ่ตคใ‹ใฃใŸ (akakatta, dulu merah), ่ตคใใชใ‚‹ (akaku naru, menjadi merah).

Warna Nomina (perlu ใฎ atau ใช untuk menerangkan nomina)

Semua warna lain (termasuk ็ท‘, ็ดซ, ่Œถ่‰ฒ, dan semua kata serapan katakana) adalah nomina. Mereka butuh partikel ใฎ (no) untuk menerangkan nomina lain:

WarnaPolaContohArti
Hijau็ท‘ใฎ็ท‘ใฎๆœจpohon hijau
Ungu็ดซใฎ็ดซใฎ่Šฑbunga ungu
Cokelat่Œถ่‰ฒใฎ่Œถ่‰ฒใฎ็Šฌanjing cokelat
Merah mudaใƒ”ใƒณใ‚ฏใฎใƒ”ใƒณใ‚ฏใฎๆœbaju warna pink
Oranyeใ‚ชใƒฌใƒณใ‚ธใฎใ‚ชใƒฌใƒณใ‚ธใฎๅ‚˜payung oranye

โš ๏ธ Kesalahan Umum: ร—็ท‘ใ„ Itu Tidak Ada

Salah satu kesalahan paling sering dilakukan pelajar bahasa Jepang adalah menambahkan ใ„ pada warna yang bukan i-adjective. Tidak ada ร—็ท‘ใ„ (midoroi), ร—็ดซใ„ (murasakii), atau ร—ใƒ”ใƒณใ‚ฏใ„ (pinkui). Jika warnanya bukan salah satu dari lima i-adjective di atas, selalu gunakan pola nomina + ใฎ. Jika kamu benar, itu tanda jelas tata bahasamu rapi.


ๅ’Œ่‰ฒ (Wairo): 450+ Warna Tradisional Jepang

Jepang memiliki salah satu sistem penamaan warna tradisional paling rumit di dunia. Sistem ini disebut ๅ’Œ่‰ฒ (wairo, "warna Jepang") atau ไผ็ตฑ่‰ฒ (dentou-shoku, "warna tradisional"), dan mencakup lebih dari 450 warna bernama, hampir semuanya berasal dari objek alam, tumbuhan, hewan, atau fenomena musiman.

Bahasa IndonesiaBahasa JepangPelafalanCatatan
Merah muda bunga sakuraๆกœ่‰ฒ / ใ•ใใ‚‰ใ„ใ‚sah-koo-rah-ee-rohMusim semi. Merah muda pucat
Nila (indigo)่—่‰ฒ / ใ‚ใ„ใ„ใ‚ah-ee-ee-rohWarna pewarna ikonik Jepang
Hijau matchaๆŠน่Œถ่‰ฒ / ใพใฃใกใ‚ƒใ„ใ‚maht-chah-ee-rohHijau kekuningan yang lembut
Ungu wisteria่—ค่‰ฒ / ใตใ˜ใ„ใ‚foo-jee-ee-rohUngu muda. Keluarga bangsawan
Merah madder่Œœ่‰ฒ / ใ‚ใ‹ใญใ„ใ‚ah-kah-neh-ee-rohMerah senja. Pewarna kuno
Ungu tua็ดซ / ใ‚€ใ‚‰ใ•ใmoo-rah-sah-keeWarna kekaisaran sejak era Nara
Merah vermilionๆœฑ่‰ฒ / ใ—ใ‚…ใ„ใ‚shoo-ee-rohWarna gerbang torii
Biru navy็ดบ / ใ“ใ‚“kohnWarna seragam sekolah
Warna kesemekๆŸฟ่‰ฒ / ใ‹ใใ„ใ‚kah-kee-ee-rohMusim gugur. Oranye hangat
Warna plumๆข…่‰ฒ / ใ†ใ‚ใ„ใ‚oo-meh-ee-rohMerah muda kemerahan gelap. Musim dingin

่— (ใ‚ใ„): Warna Khas Jepang

Pewarnaan nila (่—ๆŸ“ใ‚, aizome) punya tempat khusus dalam sejarah tekstil Jepang. Biru tua dari tanaman nila begitu lekat dengan Jepang sampai orang asing pada era Meiji menyebutnya "Japan Blue". Samurai memakai pakaian dalam yang diwarnai nila karena tanaman ini dipercaya punya sifat antiseptik dan penyembuhan. Saat ini, ่—่‰ฒ tetap menjadi salah satu warna tradisional Jepang yang paling dikenal dan sedang bangkit lagi dalam mode dan desain kerajinan.

Asosiasi Warna Musiman

Estetika tradisional Jepang menghubungkan warna dengan musim secara kuat. Prinsip ini berakar pada konsep ๅญฃ็ฏ€ๆ„Ÿ (kisetsukan, kepekaan musim), dan memengaruhi semuanya, dari pemilihan kimono sampai wagashi (kue tradisional) sampai desain interior:

MusimWarna yang terkaitContoh
Musim semi (ๆ˜ฅ)Merah muda pucat, hijau muda, putihๆกœ่‰ฒ, ่‹ฅ่‰่‰ฒ (wakakusa-iro, rumput muda)
Musim panas (ๅค)Biru cerah, hijau tua, putih่—่‰ฒ, ๆทฑ็ท‘ (fukamidori, hijau tua)
Musim gugur (็ง‹)Merah, oranye, emas, cokelat่Œœ่‰ฒ, ๆŸฟ่‰ฒ, ็ด…่‘‰่‰ฒ (momiji-iro)
Musim dingin (ๅ†ฌ)Putih, abu-abu, ungu gelap, perak้Š€่‰ฒ, ็ดบ, ๆข…่‰ฒ

"Kosakata warna tradisional Jepang termasuk yang paling luas di antara bahasa mana pun, dengan lebih dari 450 warna bernama yang terdokumentasi. Kekayaan ini mencerminkan budaya yang secara historis memberi nilai sangat tinggi pada perbedaan rona yang halus, terutama dalam konteks estetika musiman dan seni tekstil."

(National Institute for Japanese Language and Linguistics, NINJAL)


Simbolisme Warna dalam Budaya Jepang

Warna di Jepang membawa makna yang bisa sangat berbeda dari asosiasi Barat. Memahaminya bisa mencegah salah paham dan membuat kamu lebih menghargai seni, mode, dan kehidupan sehari-hari Jepang.

่ตค (Merah): Vitalitas dan Perlindungan. Gerbang torii merah, boneka daruma merah, amplop merah saat perayaan. Merah dipercaya mengusir roh jahat dalam keyakinan Shinto. Kunjungan pertama bayi ke kuil sering melibatkan aksesori merah. Namun, menulis nama seseorang dengan tinta merah adalah tabu karena terkait dengan kematian, karena ukiran batu nisan dulu sering diwarnai merah.

็™ฝ (Putih): Kemurnian, Kesakralan, dan Kematian. Putih adalah warna ritual pemurnian Shinto, kimono pernikahan, dan juga pakaian pemakaman. Makna ganda ini (perayaan dan duka) bisa membingungkan pelajar yang mengharapkan asosiasi Barat. Dalam sumo, sudut putih (็™ฝๆˆฟ, shirobusa) mewakili musim gugur dan arah barat.

้ป’ (Hitam): Formalitas dan Kesan Berkelas. Hitam tidak membawa konotasi negatif seperti yang kadang ada dalam bahasa Indonesia. Hitam melambangkan elegan, wibawa, dan kekuatan. Sabuk hitam (้ป’ๅธฏ, kuroobi) dalam bela diri, setelan bisnis hitam, dan kimono hitam formal untuk pria mencerminkan asosiasi positif ini.

็ดซ (Ungu): Kebangsawanan Kekaisaran. Sejak periode Nara (710-794), ungu dikaitkan dengan peringkat tertinggi di istana kekaisaran. Sistem Dua Belas Tingkat Topi dan Pangkat menetapkan ungu untuk pejabat paling senior. Sampai sekarang, ็ดซ tetap punya aura bangsawan dan kehalusan spiritual.

้‡‘ (Emas): Kekayaan dan Yang Ilahi. Daun emas menghiasi paviliun kuil (paling terkenal ้‡‘้–ฃๅฏบ, Kinkaku-ji), patung Buddha, dan pernis. Emas melambangkan kemakmuran materi sekaligus pencerahan spiritual dalam estetika Jepang.

๐ŸŒ Jangan Pernah Menulis Nama dengan Tinta Merah

Di Jepang, menulis nama orang yang masih hidup dengan tinta merah (่ตคใ„ๅญ—ใงๅๅ‰ใ‚’ๆ›ธใ) adalah tabu budaya yang serius. Tinta merah untuk nama diperuntukkan bagi orang yang sudah meninggal, batu nisan dan daftar peringatan memakai karakter merah. Memberi seseorang dokumen dengan namanya ditulis merah bisa benar-benar membuatnya tidak nyaman. Selalu gunakan tinta hitam atau biru untuk nama.


Warna dalam Ungkapan Sehari-hari Bahasa Jepang

Kata warna muncul dalam banyak ungkapan umum dan kata majemuk bahasa Jepang. Mempelajarinya membantu kamu mengenali warna dalam konteks, bukan hanya untuk deskripsi sederhana:

  • ้’ไฟกๅท / ใ‚ใŠใ—ใ‚“ใ”ใ† (ao shingou): lampu lalu lintas hijau (harfiah "sinyal biru")
  • ่ตคใกใ‚ƒใ‚“ / ใ‚ใ‹ใกใ‚ƒใ‚“ (akachan): bayi (harfiah "yang merah")
  • ็™ฝ้ป’ใคใ‘ใ‚‹ / ใ—ใ‚ใใ‚ใคใ‘ใ‚‹ (shirokuro tsukeru): menyelesaikan sesuatu dengan tegas (harfiah "memberi hitam dan putih")
  • ่ตคๅญ— / ใ‚ใ‹ใ˜ (akaji): defisit keuangan (harfiah "huruf merah")
  • ้ป’ๅญ— / ใใ‚ใ˜ (kuroji): surplus keuangan (harfiah "huruf hitam")
  • ่…น้ป’ใ„ / ใฏใ‚‰ใใ‚ใ„ (haraguroi): licik, jahat (harfiah "berperut hitam")
  • ็œŸใฃ้’ใซใชใ‚‹ / ใพใฃใ•ใŠใซใชใ‚‹ (massao ni naru): menjadi pucat karena kaget (harfiah "menjadi biru pekat")
  • ็ฐ่‰ฒ / ใฏใ„ใ„ใ‚ (haiiro): area abu-abu, ambigu (saat dipakai secara kiasan)

Ungkapan-ungkapan ini sering muncul dalam film dan anime Jepang, jadi ini kosakata yang bagus untuk dikenali saat menonton.


Latihan Warna Bahasa Jepang dengan Konten Asli

Tabel kosakata terstruktur memberi kamu fondasi, tetapi menemukan warna dalam konten bahasa Jepang yang autentiklah yang membuatnya melekat. Animasi, drama, dan film Jepang kaya dengan kosakata warna, dari karakter yang mendeskripsikan pakaian sampai adegan alam sampai pembahasan budaya.

Wordy memungkinkan kamu menonton konten bahasa Jepang dengan subtitle interaktif. Saat kata warna muncul dalam dialog, ketuk untuk melihat kanji, cara baca, dan artinya dalam konteks. Alih-alih menghafal kosakata terpisah, kamu menyerap ่ตคใ„, ้’ใ„, dan ็™ฝใ„ secara alami seperti yang dipakai penutur asli.

Jelajahi blog kami untuk panduan kosakata bahasa Jepang lainnya, atau lihat film terbaik untuk belajar bahasa Jepang untuk rekomendasi tontonan yang membuat kata-kata warna ini terasa hidup.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja warna dasar dalam bahasa Jepang?
Warna dasar dalam bahasa Jepang adalah ่ตค (aka, merah), ้’ (ao, biru), ็™ฝ (shiro, putih), ้ป’ (kuro, hitam), ็ท‘ (midori, hijau), dan ้ป„่‰ฒ (kiiro, kuning). Dari semuanya, hanya ่ตค, ้’, ็™ฝ, dan ้ป’ yang termasuk empat istilah warna asli Jepang, sehingga hanya mereka yang berkonjugasi sebagai i-adjective.
Kenapa ้’ (ao) bisa berarti biru dan hijau dalam bahasa Jepang?
Dalam bahasa Jepang kuno, ้’ (ao) mencakup spektrum biru sampai hijau. Lampu lalu lintas di Jepang resmi disebut ้’ไฟกๅท (ao shingou, 'sinyal biru') meski warnanya hijau. Kata ็ท‘ (midori) awalnya nomina yang berarti 'kehijauan' dan baru menjadi istilah warna mandiri di era modern. Tumpang tindih ini terlihat pada ้’่‘‰ (aoba, 'daun hijau').
Bagaimana cara memakai kata warna dalam tata bahasa Jepang?
Empat warna asli (่ตคใ„, ้’ใ„, ็™ฝใ„, ้ป’ใ„) serta ้ป„่‰ฒใ„ (kiiroi) adalah i-adjective yang langsung menerangkan nomina: ่ตคใ„่ปŠ (akai kuruma, mobil merah). Warna lain seperti ็ท‘ atau ใƒ”ใƒณใ‚ฏ berfungsi sebagai nomina dan perlu ใฎ (no) untuk menerangkan nomina: ็ท‘ใฎ่ปŠ (midori no kuruma, mobil hijau). Perbedaan ini tergolong unik dalam bahasa Jepang.
Apa itu ๅ’Œ่‰ฒ (wairo), warna tradisional Jepang?
ๅ’Œ่‰ฒ (wairo) adalah sistem lebih dari 450 nama warna tradisional Jepang yang terinspirasi dari alam, musim, dan benda budaya. Contohnya ๆกœ่‰ฒ (sakura-iro, merah muda bunga sakura), ่—่‰ฒ (ai-iro, nila), ๆŠน่Œถ่‰ฒ (matcha-iro, hijau matcha), dan ่—ค่‰ฒ (fuji-iro, ungu wisteria). Warna-warna ini penting dalam desain kimono, estetika musiman, dan seni Jepang.
Apa makna simbolis warna dalam budaya Jepang?
Warna punya simbolisme kuat di Jepang. ่ตค (merah) melambangkan vitalitas, perayaan, dan perlindungan dari hal buruk, terlihat pada gerbang torii dan boneka daruma. ็™ฝ (putih) melambangkan kemurnian sekaligus kematian, dipakai pada pernikahan dan pemakaman. ้ป’ (hitam) memberi kesan formal dan elegan. ็ดซ (murasaki, ungu) dulu menandakan bangsawan kekaisaran. Makna ini memengaruhi fesyen, hadiah, dan keseharian.
Kenapa banyak nama warna ditulis dengan katakana?
Bahasa Jepang modern menyerap banyak istilah warna dari bahasa Inggris sebagai kata serapan: ใƒ”ใƒณใ‚ฏ (pinku, pink), ใ‚ชใƒฌใƒณใ‚ธ (orenji, orange), ใ‚ฐใƒฌใƒผ (gurฤ“, gray), ใƒ™ใƒผใ‚ธใƒฅ (bฤ“ju, beige). Kata-kata ini ditulis dengan katakana, aksara untuk kata asing. Kosakata warna asli Jepang cenderung mencakup kategori luas, lalu kata serapan membantu membedakan warna yang lebih spesifik seiring pengaruh Barat.

Sumber & Referensi

  1. Agency for Cultural Affairs (ๆ–‡ๅŒ–ๅบ), Survei tentang Bahasa Jepang, 2024
  2. National Institute for Japanese Language and Linguistics (NINJAL), Riset historis istilah warna
  3. Ethnologue: Languages of the World, edisi ke-27 (2024), entri bahasa Jepang
  4. Crystal, D., The Cambridge Encyclopedia of Language, edisi ke-4 (Cambridge University Press)
  5. NHK Broadcasting Culture Research Institute, Panduan pelafalan standar bahasa Jepang

Mulai belajar dengan Wordy

Tonton klip film asli dan tambah kosakata sambil jalan. Gratis untuk diunduh.

Unduh di App StoreDapatkan di Google PlayTersedia di Chrome Web Store

Panduan bahasa lainnya