Cara Mengucapkan Selamat Tinggal dalam Bahasa Jepang: 16 Salam Perpisahan untuk Setiap Situasi
Jawaban cepat
Ucapan selamat tinggal sehari-hari yang paling umum dalam bahasa Jepang BUKAN 'Sayounara' (さようなら). Orang Jepang justru memakai 'Jaa ne' (じゃあね, jah neh) dengan teman, 'Otsukaresama deshita' (お疲れ様でした) di kantor, dan 'Shitsurei shimasu' (失礼します) dalam situasi formal. Sayounara punya nuansa final, seolah kamu mungkin tidak akan bertemu orang itu lagi untuk waktu lama, atau bahkan selamanya.
Salam Perpisahan yang Kamu Pelajari Itu Keliru
Salam perpisahan sehari-hari yang paling umum dalam bahasa Jepang BUKAN Sayounara (さようなら). Kalau kamu belajar bahasa Jepang dari buku pelajaran, sayounara mungkin jadi salam perpisahan pertama yang kamu hafal. Tapi coba jalan di kantor, sekolah, atau lingkungan di Tokyo, kamu jarang sekali mendengarnya. Orang Jepang justru memakai Jaa ne (じゃあね) dengan teman, Otsukaresama deshita (お疲れ様でした) di tempat kerja, dan Shitsurei shimasu (失礼します) dalam situasi formal.
Kenapa? Sayounara terasa sangat final. Kata ini berasal dari sayou naraba ("kalau memang harus begitu"), yang menyiratkan penerimaan atas perpisahan yang mungkin permanen. Mengatakannya ke rekan kerja di akhir hari Selasa bisa terdengar seperti kamu mau resign, atau lebih buruk. Menurut Survei Bahasa Nasional 2023 dari Badan Urusan Kebudayaan, mayoritas besar orang dewasa Jepang memakai salam perpisahan yang spesifik sesuai konteks, bukan satu salam yang dipakai untuk semua situasi.
"Salam perpisahan dalam bahasa Jepang bukan variasi dari satu konsep, melainkan tindakan sosial yang berbeda. Masing-masing menyampaikan informasi spesifik tentang hubungan, situasi, dan perkiraan kapan akan bertemu lagi."
(Seiichi Makino, A Dictionary of Basic Japanese Grammar, The Japan Times, 1986)
Bahasa Jepang dituturkan oleh sekitar 125 juta orang menurut data Ethnologue 2024, dan sistem salam perpisahannya mencerminkan perhatian budaya yang kuat pada hierarki sosial dan kepekaan situasi. Panduan ini membahas 16 salam perpisahan penting dalam bahasa Jepang, disusun per kategori: santai sehari-hari, tempat kerja, formal, dan perpisahan jangka panjang. Masing-masing mencakup tulisan Jepang, pelafalan romaji, dan konteks budaya yang kamu butuhkan agar memakainya dengan tepat.
Referensi Cepat: Salam Perpisahan Bahasa Jepang Sekilas
Salam Perpisahan Santai Sehari-hari
Ini adalah salam perpisahan yang benar-benar dipakai orang Jepang setiap hari dengan teman, keluarga, dan rekan sebaya. Kalau kamu ingin terdengar natural, bukan kaku seperti buku pelajaran, ini yang perlu kamu kuasai dulu.
じゃあね (Jaa ne)
/jah neh/
Arti harfiah: Kalau begitu...
“じゃあね!また連絡するね。”
Sampai nanti! Nanti aku chat lagi.
Salam perpisahan santai andalan di antara teman dan rekan sebaya. Singkat, hangat, dan natural. Sering disertai lambaian kecil. Anggap saja ini setara dengan 'sampai nanti' dalam bahasa Indonesia.
Jaa ne bisa dibilang salam perpisahan yang paling sering dipakai dalam bahasa Jepang informal. Ini adalah bentuk singkat dari jaa (kalau begitu) dan partikel akhir kalimat ne (kan? / ya?). Kamu akan sering mendengarnya di antara teman yang berpisah setelah sekolah, makan siang, atau hangout malam. Variasinya termasuk jaa saja (lebih singkat lagi) dan jaa mata (kalau begitu, sampai ketemu lagi) yang menyiratkan kamu akan bertemu lagi dalam waktu dekat.
またね (Mata ne)
/mah-tah neh/
Arti harfiah: Lagi, ya?
“楽しかった!またね!”
Seru! Sampai ketemu lagi!
Sedikit lebih hangat daripada Jaa ne karena secara eksplisit menyebut 'lagi', artinya kamu berharap segera bertemu lagi. Umum di antara teman dan teman sekelas.
Mata berarti "lagi", jadi mata ne secara harfiah seperti mengatakan "lagi, ya?", sebuah janji santai bahwa kalian akan bertemu lagi segera. Nuansanya sedikit lebih hangat daripada jaa ne karena jelas menatap pertemuan berikutnya. Kamu bisa menggabungkannya: jaa mata ne terdengar sangat natural dan umum.
また明日 (Mata ashita)
/mah-tah ah-shee-tah/
Arti harfiah: Lagi besok
“また明日!テスト勉強忘れないでね。”
Sampai besok! Jangan lupa belajar buat ujian ya.
Dipakai saat kamu tahu akan bertemu orang itu keesokan harinya: teman sekelas, rekan kerja, kenalan yang sering bertemu. Sederhana, langsung, dan sering terdengar di sekolah dan kantor.
Kalau kamu tahu akan bertemu seseorang besok, mata ashita adalah salam perpisahan yang paling natural. Ungkapan ini langsung dan memberi ekspektasi yang jelas. Murid yang pulang sekolah, rekan kerja yang pulang, teman yang mengakhiri malam, semuanya sering memakai frasa ini. Kamu bisa mengganti ashita (besok) dengan kata waktu lain: mata raishuu (sampai minggu depan), mata kondo (sampai lain kali).
バイバイ (Baibai)
/bah-ee bah-ee/
Arti harfiah: Dadah (serapan dari bahasa Inggris)
“バイバイ!気をつけてね!”
Dadah! Hati-hati ya!
Diserap dari bahasa Inggris dan ditulis dengan katakana. Umum di kalangan generasi muda, anak-anak, dan konteks yang ringan. Terdengar imut dan playful. Kamu tidak memakainya ke atasan atau dalam situasi formal.
Baibai masuk ke bahasa Jepang dari bahasa Inggris "bye-bye" dan ditulis dengan katakana (バイバイ) untuk menandai kata serapan asing. Menurut data survei The Japan Foundation, kata serapan dari bahasa Inggris dalam percakapan santai bahasa Jepang meningkat stabil, dan baibai kini sudah terasa sangat wajar di kalangan penutur muda. Nuansanya ringan dan ceria, umum di chat, di antara teman, dan terutama di kalangan perempuan muda dan anak-anak.
🌍 Salam Perpisahan di Chat
Dalam pesan teks bahasa Jepang dan LINE (aplikasi chat dominan di Jepang), salam perpisahan santai sering dibuat lebih pendek lagi. Kamu bisa melihat じゃ (ja), またー (mataa, dengan vokal dipanjangkan agar terdengar ramah), atau バイバイ dengan emoji lucu. Budaya salam perpisahan tertulis dalam chat bahasa Jepang terasa lebih playful dan ekspresif dibanding salam lisan.
Salam Perpisahan di Tempat Kerja
Budaya kerja Jepang punya sistem salam perpisahan khusus. Frasa-frasa ini bukan pilihan, ini ritual sosial yang diharapkan dan dilakukan pekerja di Jepang setiap hari. Menurut survei 2023 dari Badan Urusan Kebudayaan, salam yang tepat di tempat kerja, termasuk salam perpisahan, termasuk kekhawatiran utama karyawan Jepang dalam komunikasi profesional.
お疲れ様でした (Otsukaresama deshita)
/oh-tsoo-kah-reh-sah-mah desh-tah/
Arti harfiah: Anda sudah lelah dengan terhormat
“お疲れ様でした!今日もお世話になりました。”
Kerja bagus hari ini! Terima kasih untuk semuanya hari ini.
Salam perpisahan tempat kerja yang paling penting di Jepang. Diucapkan kepada rekan yang pulang atau saat kamu sendiri pulang. Ini mengakui usaha bersama dan dianggap wajib di kantor Jepang, melewatkannya akan terlihat tidak sopan.
Kalau kamu hanya belajar satu salam perpisahan kantor, pilih yang ini. Otsukaresama deshita adalah respons universal saat seseorang meninggalkan kantor. Secara harfiah artinya "Anda sudah lelah dengan terhormat", mengakui usaha yang sudah dilakukan orang itu. Versi present, otsukaresama desu, dipakai sebagai salam saat jam kerja, sedangkan versi lampau deshita menandakan pekerjaan selesai dan orangnya akan pulang.
Frasa ini tidak terbatas di kantor. Ini dipakai setelah aktivitas bersama apa pun: selesai rapat, menuntaskan proyek kelompok, selesai latihan olahraga, atau menutup acara relawan. Ini cara Jepang mengatakan "kita sudah kerja keras bareng dan aku menghargainya."
お先に失礼します (Osaki ni shitsurei shimasu)
/oh-sah-kee nee shee-tsoo-reh shee-mahs/
Arti harfiah: Saya tidak sopan karena pulang lebih dulu
“お先に失礼します。明日もよろしくお願いします。”
Permisi, saya pulang duluan. Mohon kerja samanya besok.
Diucapkan khusus saat kamu pulang sementara yang lain masih bekerja. Ini mengekspresikan kerendahan hati dan sedikit permintaan maaf karena pergi duluan. Rekan yang masih tinggal membalas dengan 'Otsukaresama deshita.' Pertukaran ini adalah ritual kantor yang sangat mengakar.
Salam perpisahan ini mencerminkan nilai budaya Jepang yang khas: kesadaran bahwa pulang lebih dulu bisa merepotkan rekan kerja. Osaki ni berarti "lebih dulu dari kamu" dan shitsurei shimasu berarti "saya akan tidak sopan", jadi kamu benar-benar minta maaf karena dianggap tidak sopan pulang duluan. Orang yang masih di meja membalas dengan otsukaresama deshita, melengkapi ritualnya.
⚠️ Jangan Pernah Lewatkan Frasa Ini
Di tempat kerja Jepang, pulang tanpa mengatakan Osaki ni shitsurei shimasu adalah pelanggaran etiket yang serius. Walau kamu sedang buru-buru, luangkan dua detik untuk mengatakannya. Rekan kerja akan sadar kalau kamu tidak mengucapkannya, dan ini bisa memengaruhi reputasi profesionalmu.
失礼します (Shitsurei shimasu)
/shee-tsoo-reh shee-mahs/
Arti harfiah: Saya akan tidak sopan / Permisi
“それでは、失礼します。本日はありがとうございました。”
Kalau begitu, permisi. Terima kasih banyak untuk hari ini.
Salam perpisahan formal yang serbaguna saat meninggalkan ruangan, mengakhiri rapat, atau pergi dari situasi formal. Juga dipakai saat masuk ke kantor seseorang. Bentuk lampau 'Shitsurei shimashita' dipakai saat tindakan 'tidak sopan' (masuk/keluar) sudah selesai.
Shitsurei shimasu berfungsi sebagai salam perpisahan formal sekaligus "permisi" saat masuk atau keluar ruangan. Saat meninggalkan rapat bisnis, mengakhiri telepon dengan klien, atau pergi dari acara formal, ini adalah frasa penutup standar. Nuansanya lebih halus dan lebih sopan daripada mengucapkan salam perpisahan secara langsung.
Perpisahan Formal dan Jangka Panjang
Salam perpisahan ini dipakai untuk perpisahan yang lebih besar: saat seseorang pindah jauh, saat kamu mungkin tidak bertemu berbulan-bulan, atau saat ada beban emosi yang nyata.
さようなら (Sayounara)
/sah-yoh-nah-rah/
Arti harfiah: Kalau memang harus begitu / Karena memang begitu
“さようなら、みなさん。お世話になりました。”
Selamat tinggal, semuanya. Terima kasih untuk semuanya.
Walau ini salam perpisahan bahasa Jepang yang paling terkenal di dunia, ini jarang dipakai dalam keseharian. Ini menyiratkan perpisahan yang lama atau permanen. Kamu bisa mendengarnya saat bubar sekolah, dalam pidato perpisahan, atau momen dramatis. Memakainya secara santai terdengar terlalu dramatis atau dingin.
Ini kata yang hampir semua orang asing tahu, dan yang jarang dipakai orang Jepang dalam percakapan sehari-hari. Sayounara berasal dari sayou naraba (kalau memang harus begitu), frasa yang berakar pada penerimaan Buddhis terhadap ketidakkekalan. Etimologinya memberi nuansa pasrah dan final, sehingga terasa berat untuk pemakaian santai.
Kapan kamu AKAN mendengarnya: murid SD mengucapkannya ke guru di akhir hari (salam kelompok yang ritual), pidato perpisahan, dan momen dramatis di film dan sastra. Kapan kamu TIDAK akan mendengarnya: teman berpisah setelah makan malam, rekan kerja pulang kantor, atau anggota keluarga yang keluar rumah. Untuk situasi itu, salam santai dan salam kantor di atas adalah yang terdengar seperti bahasa Jepang asli. Lihat juga panduan film terbaik untuk belajar bahasa Jepang dan dengarkan kapan karakter memakai sayounara dibanding jaa ne. Perbedaan emosinya langsung terasa.
お元気で (Ogenki de)
/oh-gehn-kee deh/
Arti harfiah: Semoga baik-baik saja / Tetap sehat
“お元気で。またいつか会えるといいですね。”
Jaga diri. Semoga suatu hari kita bisa bertemu lagi.
Dipakai saat berpisah untuk waktu lama: seseorang pindah ke kota lain, teman pulang ke negara asal, atau pamit setelah kunjungan yang bermakna. Lebih hangat dan penuh perhatian daripada Sayounara.
Ogenki de adalah salam perpisahan yang membawa kehangatan emosi yang tulus. Kalau sayounara menerima perpisahan dengan formalitas yang tegar, ogenki de secara aktif mendoakan yang terbaik untuk orang lain. Awalan o- menambah rasa hormat, genki berarti kesehatan atau vitalitas, dan de menyiratkan "tolong tetap", jadi kamu mengatakan "tolong tetap sehat dan baik-baik saja."
Ini frasa yang kamu pakai saat siswa pertukaran pulang, saat rekan kerja pindah cabang, atau saat kamu pamit setelah kunjungan yang bermakna. Ini menunjukkan kamu peduli pada kondisi mereka setelah momen ini.
気をつけて (Ki wo tsukete)
/kee oh tsoo-keh-teh/
Arti harfiah: Pasang semangatmu / Perhatikan
“もう遅いから、気をつけてね。”
Sudah malam, jadi hati-hati ya.
Dipakai untuk menyuruh seseorang berhati-hati saat pulang atau bepergian. Umum saat berpisah malam hari, cuaca buruk, atau saat seseorang akan menempuh perjalanan jauh. Ini mengekspresikan kepedulian pada keselamatan orang lain.
Ki wo tsukete secara harfiah berarti "pasang semangatmu" atau "waspada", cara mengatakan "hati-hati" atau "jaga diri." Ini sering dipakai saat seseorang pulang malam, bepergian jauh, atau menghadapi situasi apa pun ketika kamu ingin menunjukkan kepedulian pada keselamatannya. Orang tua mengatakannya ke anak yang berangkat sekolah, teman mengatakannya setelah pulang larut, dan tuan rumah mengatakannya ke tamu yang pamit.
それでは (Sore dewa)
/soh-reh deh-wah/
Arti harfiah: Kalau begitu / Dalam hal itu
“それでは、また来週お会いしましょう。”
Kalau begitu, mari bertemu lagi minggu depan.
Frasa transisi yang sopan untuk menandakan kamu akan pergi. Sering diikuti salam perpisahan lain. Ini setara dengan 'kalau begitu' dalam bahasa Indonesia, cara yang halus untuk memulai pamit tanpa terasa mendadak.
Sore dewa bukan salam perpisahan yang berdiri sendiri, ini frasa transisi yang menandakan kamu akan pamit. Ini membuat perpindahan dari ngobrol ke berpisah terasa mulus. Dalam konteks formal, ini sering diikuti shitsurei shimasu. Dalam percakapan santai, ini sering dipendekkan menjadi sore ja atau cukup ja, yang menjadi akar dari jaa ne.
また会いましょう (Mata aimashou)
/mah-tah ah-ee-mah-shoh/
Arti harfiah: Mari bertemu lagi
“楽しかったです。また会いましょう!”
Seru. Mari bertemu lagi!
Salam perpisahan yang hangat dan menatap ke depan, karena secara aktif mengusulkan untuk bertemu lagi. Lebih sopan daripada Mata ne dan cocok untuk konteks sosial maupun bisnis ringan.
Kalau mata ne adalah "sampai ketemu" yang santai, mata aimashou adalah versi sopannya. Kata kerja aimasu (bertemu) dalam bentuk ajakan aimashou (mari bertemu) membuatnya jadi usulan aktif, bukan sekadar harapan pasif. Ini cocok untuk kenalan, kontak profesional yang memang ingin kamu temui lagi, dan situasi sosial saat kamu ingin hangat tanpa terlalu santai.
Salam Saat Berangkat dari Rumah
Seperti bahasa Jepang punya pasangan tadaima/okaeri untuk pulang ke rumah, ada juga pasangan untuk berangkat dari rumah. Ini ritual harian yang dilakukan hampir semua rumah tangga Jepang.
行ってきます (Ittekimasu)
/ee-teh-kee-mahs/
Arti harfiah: Saya pergi dan akan kembali
“行ってきます!今日は遅くなるかも。”
Aku berangkat! Mungkin hari ini pulang telat.
Diucapkan saat keluar rumah untuk menjalani hari. Bagian 'kimasu' (akan kembali) itu kunci, ini menjanjikan akan kembali, jadi berbeda dari salam perpisahan biasa. Ini memicu respons otomatis 'Itterasshai' dari anggota rumah.
Ittekimasu menggabungkan itte (pergi) dengan kimasu (akan kembali), menjadi satu frasa yang berarti "saya pergi dan saya akan kembali." Ini diucapkan setiap pagi oleh murid yang berangkat sekolah, orang tua yang berangkat kerja, dan siapa pun yang keluar rumah. Janji untuk kembali yang sudah tertanam di dalamnya membuat ini jadi salam perpisahan yang menenangkan.
行ってらっしゃい (Itterasshai)
/ee-teh-rahs-shah-ee/
Arti harfiah: Silakan pergi dan kembali
“行ってらっしゃい!傘持った?”
Hati-hati ya! Bawa payung?
Respons untuk 'Ittekimasu.' Ini memakai bentuk hormat dari 'pergi' (irassharu) untuk mendoakan perjalanan yang aman. Seperti pasangan Tadaima/Okaeri, pertukaran Ittekimasu/Itterasshai adalah ritual harian yang sangat mengakar di rumah-rumah Jepang.
Itterasshai adalah respons keluarga untuk ittekimasu, melengkapi ritual berangkat. Ini memakai kata kerja hormat irassharu (pergi/datang/ada) dan pada dasarnya berarti "silakan pergi dan silakan kembali dengan selamat." Bersama ittekimasu, ini menjadi salah satu pertukaran harian paling ikonik dalam budaya Jepang, yang hampir selalu kamu dengar di anime, drama, dan film yang menggambarkan pagi hari di Jepang. Untuk mendengar ini dalam konteks, jelajahi konten bahasa Jepang autentik lewat Wordy.
🌍 Ittekimasu di Luar Rumah
Walau ittekimasu terutama dipakai saat berangkat dari rumah, frasa ini juga dipakai di beberapa tempat kerja saat keluar sebentar (untuk bertemu klien, beli makan siang, atau ada urusan). Ini menandakan 'aku keluar dulu tapi nanti balik' dan membedakan pergi sementara dari pulang untuk hari itu.
Salam Perpisahan Malam Hari
おやすみなさい (Oyasuminasai)
/oh-yah-soo-mee-nah-sah-ee/
Arti harfiah: Silakan beristirahat
“おやすみなさい。明日は早いから、ゆっくり休んでね。”
Selamat malam. Besok harus pagi, jadi istirahat yang cukup ya.
Ucapan 'selamat malam' yang sopan saat berpisah untuk malam itu atau saat mau tidur. Cocok untuk keluarga, teman, rekan kerja, dan orang asing. Versi santainya 'Oyasumi' menghilangkan akhiran sopan.
Oyasuminasai berasal dari yasumu (beristirahat) dengan bentuk perintah sopan nasai (silakan lakukan). Ini berfungsi ganda, sebagai salam perpisahan saat berpisah larut malam dan sebagai "selamat malam" saat mau tidur. Di antara teman dan keluarga, bentuk pendek oyasumi lebih umum. Materi bahasa NHK World-Japan mencatat bahwa oyasuminasai termasuk frasa pertama yang diajarkan di kelas bahasa Jepang di seluruh dunia karena sangat berguna sehari-hari.
Cara Menanggapi Salam Perpisahan Bahasa Jepang
Salam perpisahan bahasa Jepang mengikuti pola panggil-jawab yang jelas. Mengetahui respons yang tepat sama pentingnya dengan memulai salam perpisahan.
Respons Salam Perpisahan Santai
| Mereka bilang | Kamu bilang | Catatan |
|---|---|---|
| じゃあね (Jaa ne) | じゃあね (Jaa ne) / またね (Mata ne) | Ulangi atau balas dengan salam santai yang mirip |
| またね (Mata ne) | うん、またね (Un, mata ne) | "Iya, sampai ketemu" |
| また明日 (Mata ashita) | また明日 (Mata ashita) | Ulangi kembali |
| バイバイ (Baibai) | バイバイ (Baibai) | Ulangi sambil melambaikan tangan |
Respons Salam Perpisahan di Tempat Kerja
| Mereka bilang | Kamu bilang | Catatan |
|---|---|---|
| お先に失礼します (Osaki ni shitsurei shimasu) | お疲れ様でした (Otsukaresama deshita) | Satu-satunya respons yang benar, selalu |
| お疲れ様でした (Otsukaresama deshita) | お疲れ様でした (Otsukaresama deshita) | Ulangi kembali |
| 失礼します (Shitsurei shimasu) | 失礼します (Shitsurei shimasu) / お疲れ様でした | Ulangi atau akui bahwa mereka pamit |
Respons Saat Berangkat dari Rumah
| Mereka bilang | Kamu bilang | Catatan |
|---|---|---|
| 行ってきます (Ittekimasu) | 行ってらっしゃい (Itterasshai) | Selalu, ini pasangan tetap |
| おやすみなさい (Oyasuminasai) | おやすみなさい (Oyasuminasai) | Ulangi kembali |
💡 Kalau Ragu, Ulangi Saja
Seperti salam dalam bahasa Jepang, salam perpisahan juga sangat mengandalkan echo (mengulang frasa yang sama). Kalau seseorang mengucapkan salam perpisahan yang belum kamu pahami sepenuhnya, mengulangnya kembali hampir selalu bisa diterima secara sosial. Satu pengecualian adalah pasangan di kantor: kalau seseorang mengatakan Osaki ni shitsurei shimasu, respons yang benar selalu Otsukaresama deshita, bukan mengulang.
Latihan dengan Konten Bahasa Jepang Asli
Membaca tentang salam perpisahan memberi kamu pengetahuan, tapi mendengarnya dalam percakapan natural dengan intonasi yang tepat yang membuatnya melekat. Film dan drama Jepang penuh adegan pamit, dan karena budaya Jepang sangat peka konteks, kamu akan mendengar karakter berganti secara natural antara jaa ne, otsukaresama deshita, dan shitsurei shimasu tergantung mereka bicara dengan siapa.
Wordy memungkinkan kamu menonton film dan acara Jepang dengan subtitle interaktif. Ketuk salam perpisahan apa pun untuk melihat pelafalan romaji, tingkat formalitas, dan konteks budaya secara real time. Kamu akan menginternalisasi perbedaan salam santai dan formal dengan menyerapnya dari percakapan nyata, bukan menghafal daftar.
Untuk sumber belajar bahasa Jepang lainnya, jelajahi blog kami untuk panduan seperti film terbaik untuk belajar bahasa Jepang. Mulai latihan dengan konten autentik di halaman belajar bahasa Jepang hari ini.
Pertanyaan yang sering diajukan
Kenapa orang Jepang jarang bilang 'Sayounara' untuk pamit sehari-hari?
Apa cara paling umum untuk bilang selamat tinggal dalam bahasa Jepang?
Apa arti 'Otsukaresama deshita' dan kapan dipakai?
Apa bedanya 'Osaki ni shitsurei shimasu' dan 'Otsukaresama deshita'?
Apakah 'Baibai' dipakai dalam bahasa Jepang?
Bagaimana cara pamit ke seseorang yang mungkin tidak akan kamu temui lagi?
Sumber & Referensi
- Makino, S. & Tsutsui, M. (1986). 'A Dictionary of Basic Japanese Grammar.' The Japan Times.
- NHK World-Japan, Pelajaran Bahasa Jepang: Salam dan Ungkapan Sehari-hari
- Agency for Cultural Affairs, Japan, Survei Bahasa Nasional (2023)
- The Japan Foundation, Laporan Survei Pendidikan Bahasa Jepang di Luar Negeri (2021)
- Ethnologue: Languages of the World, entri bahasa Jepang (2024)
Mulai belajar dengan Wordy
Tonton klip film asli dan tambah kosakata sambil jalan. Gratis untuk diunduh.

