Kata Makian Bahasa Korea: 15 Ungkapan Umum Diurutkan dari Tingkat Keparahan
Jawaban cepat
Kata makian dalam bahasa Korea berkisar dari ungkapan ringan seperti '아씨' (Assi, versi yang diperhalus dari 'sial') dan '제기랄' (Jegiral, 'sialan') hingga hinaan yang sangat keras seperti '씨발' (Ssibal, padanan kata F dalam bahasa Inggris) dan '개새끼' (Gaesaekki, 'anak anjing'). Umpatan Korea sangat dipengaruhi hierarki Konfusianisme, memakai bahasa informal (반말/banmal) kepada orang yang tidak tepat saja bisa dianggap pelanggaran serius. Panduan ini membahas 15 istilah penting yang diurutkan berdasarkan tingkat keparahan agar kamu paham percakapan nyata, K-drama, dan budaya internet Korea.
Mengapa Kamu Perlu Tahu Kata Makian dalam Bahasa Korea
Kamu tidak bisa benar-benar memahami bahasa Korea yang nyata tanpa memahami kata kasarnya. Bahasa Korea digunakan oleh lebih dari 80 juta orang di seluruh dunia, dan makian sering muncul dalam percakapan santai, film Korea, lirik K-pop, webtoon, dan komunitas online. Panduan ini tidak bertujuan mendorong kamu untuk memaki. Panduan ini membantu kamu mengenali dan memahami hal yang pasti akan kamu temui.
Kata kasar dalam bahasa Korea bekerja berbeda dari bahasa Indonesia dalam hal-hal mendasar. Jika dalam bahasa Indonesia makian sering mengambil sumber dari seks, kotoran, atau hinaan umum, kata kasar bahasa Korea berputar pada tiga pilar: hinaaan berbasis hewan (terutama anjing, yang punya konotasi negatif kuat), rujukan pada disabilitas dan gangguan mental, dan vulgaritas seksual. Namun, ciri paling khas bahasa Korea adalah tingkat tutur itu sendiri bisa menyinggung: memakai bahasa santai (반말/banmal) kepada orang yang tidak tepat sering dianggap sama seriusnya dengan hinaan langsung.
"Bahasa Korea adalah salah satu bahasa di dunia yang paling terstruktur secara hierarkis. Sistem honorifik bukan sekadar fitur tata bahasa, tetapi kerangka moral. Melanggar ekspektasi tingkat tutur membawa konsekuensi sosial yang sering tidak diperkirakan oleh penutur bahasa Indonesia."
(Ho-Min Sohn, The Korean Language, 2001)
Menurut National Institute of Korean Language (국립국어원), bahasa Korea memiliki lebih dari tujuh tingkat tutur yang berbeda, dan memilih yang salah menandakan kedekatan atau penghinaan. Survei tahun 2019 dari lembaga itu menemukan bahwa 78% orang dewasa Korea menganggap tingkat tutur yang tidak pantas lebih menyinggung daripada makian ringan. Karena itu, memahami spektrum penuh vulgaritas bahasa Korea, dari pelanggaran tingkat tutur sampai kutukan eksplisit, sangat penting untuk pemahaman yang nyata.
Jika kamu masih membangun dasar bahasa Koreamu, mulai dari sumber belajar bahasa Korea untuk memahami dasar tutur formal dan informal sebelum masuk ke kata kasar.
⚠️ Catatan tentang Penggunaan yang Bertanggung Jawab
Panduan ini untuk tujuan edukasi dan pemahaman. Budaya Korea sangat menekankan tutur yang sopan, terutama kepada orang tua dan orang asing. Memakai kata-kata ini sembarangan sebagai penutur non-native bisa benar-benar menyinggung atau membuat kamu dikucilkan secara sosial. Aturan emasnya: jika kamu tidak akan memaki dalam konteks itu dalam bahasa ibumu, jangan memaki dalam bahasa Korea juga.
Memahami Skala Tingkat Keparahan
Severity Scale
Everyday expressions. May raise eyebrows in formal settings but generally acceptable among friends.
Clearly vulgar. Common in casual speech but inappropriate in professional or formal contexts.
Highly offensive. Can provoke strong reactions. Use with extreme caution or avoid entirely.
Konteks adalah segalanya dalam makian bahasa Korea. Bergumam "아씨" (Assi) saat kamu ketinggalan bus itu ringan. Berteriak "씨발" (Ssibal) sambil tertawa dengan teman dekat yang seusia itu paling hanya sedang. Mengatakan "개새끼" (Gaesaekki) langsung ke wajah seseorang saat marah itu kuat dan berpotensi berbahaya. Usia, hierarki sosial, dan hubungan antara pembicara dan pendengar lebih menentukan tingkat keparahan daripada kata itu sendiri.
Ekspresi Ringan
Ini adalah istilah tingkat pemula yang akan sering kamu dengar dalam percakapan santai bahasa Korea dan film Korea. Fungsinya sebagai seruan sehari-hari dan frustrasi ringan yang kebanyakan orang Korea tidak anggap benar-benar menyinggung.
1. 아씨 (Assi)
/AH-sshi/
Duh / Sial: versi yang dilembutkan dari '아 씨발' (a ssibal) yang lebih kuat.
Seruan frustrasi bahasa Korea yang paling bisa diterima secara sosial. Fungsinya mirip 'duh' atau 'sial' dalam bahasa Indonesia. Banyak dipakai semua kelompok usia, termasuk di situasi yang tidak pantas untuk bahasa yang lebih kasar. Pada dasarnya ini eufemisme yang dipendekkan dari 씨발.
“아씨, 버스 놓쳤다!”
Sial, aku ketinggalan bus!
Umum di seluruh Korea Selatan. Salah satu dari sedikit kata frustrasi yang masih bisa diterima di situasi campur orang.
2. 제기랄 (Jegiral)
/jeh-GEE-rahl/
Sialan / Astaga: seruan frustrasi yang terdengar kuno.
Makian Korea yang lebih tua dan makin lama makin melembut. Berasal dari '젠장' (jenjang), yang juga sudah melembut dari asal yang lebih kasar. Umum pada penutur yang lebih tua dan sering muncul di drama Korea berlatar sejarah. Penutur muda kadang memakainya dengan nada setengah ironis.
“제기랄, 또 비가 오네.”
Sialan, hujan lagi.
Umum di seluruh Korea Selatan. Generasi muda menganggapnya agak jadul, tetapi tetap dipahami luas.
3. 나쁜 놈 (Nappeun nom)
/nah-PPEUN nohm/
Orang jahat / Bajingan: harfiah 'orang buruk (laki-laki)'.
Hinaan yang lugas, lebih ketus daripada benar-benar vulgar. '놈' (nom) sendiri berarti 'orang' atau 'si' dengan nuansa kasar dan agak merendahkan. Menambahkan '나쁜' (buruk) membuatnya jadi hinaan jelas, tetapi bahkan anak-anak bisa memakainya. Padanan perempuan adalah '나쁜 년' (nappeun nyeon), yang jauh lebih menyinggung.
“그 나쁜 놈이 또 거짓말했어.”
Bajingan itu bohong lagi.
Umum di seluruh Korea Selatan. Kata '놈' muncul dalam banyak hinaan gabungan.
4. 빡치다 (Ppakchida)
/PPAHK-chee-dah/
Kesal banget / Marah banget: slang untuk frustrasi yang kuat.
Slang yang relatif modern dan sangat umum di kalangan penutur muda Korea (remaja sampai usia 30-an). Ini menggambarkan perasaan marah, bukan menyerang seseorang, jadi masih masuk kategori ringan. Sering muncul di komunitas online dan chat santai.
“진짜 빡친다, 왜 자꾸 이러는 거야?”
Aku kesal banget, kenapa ini terus terjadi?
Umum di Korea Selatan, terutama di kalangan penutur muda. Menjadi slang umum pada 2010-an.
5. 미친 (Michin)
/MEE-chin/
Gila: dipakai sebagai seruan atau deskripsi.
Berasal dari kata kerja '미치다' (michida, 'jadi gila'). Sebagai seruan berdiri sendiri, ini mengekspresikan tidak percaya atau kagum, mirip 'Gila!' dalam bahasa Indonesia. Bisa positif ('미친 실력', kemampuan yang gila bagus) atau negatif. Menjadi sedang jika dipakai untuk menyebut seseorang gila secara langsung.
“미친, 이 가격 실화야?”
Gila, harga segini beneran?
Umum di seluruh Korea Selatan. Salah satu ekspresi Korea yang paling serbaguna, dari pujian sampai hinaan tergantung konteks.
Ekspresi Sedang
Makian tingkat sedang dalam bahasa Korea sudah masuk wilayah vulgar yang nyata. Kata-kata ini umum di antara teman dekat yang seusia, tetapi tidak pantas di situasi profesional, formal, atau lintas generasi. Menurut ahli bahasa Ho-Min Sohn, makian tingkat sedang dalam bahasa Korea punya fungsi penting untuk membangun kedekatan dalam kelompok: bahasa kasar menandakan kepercayaan dan status sosial yang setara antar penutur.
6. 새끼 (Saekki)
/SAE-kki/
Bajingan / Brengsek: harfiah 'anak' atau 'anak hewan'.
Salah satu kata hinaan paling serbaguna dalam bahasa Korea. Secara harfiah berarti 'anak hewan', tetapi berfungsi seperti 'bajingan' atau 'brengsek' saat ditujukan ke manusia. Di antara teman laki-laki yang sangat dekat, '이 새끼' (i saekki, 'bajingan ini') bisa jadi candaan akrab. Jika ditujukan ke orang asing dengan nada bermusuhan, ini provokasi yang jelas. Ini menjadi dasar untuk gabungan yang lebih kuat, '개새끼' (gaesaekki).
“야, 이 새끼 어디 갔어?”
Hei, brengsek itu ke mana?
Umum di seluruh Korea Selatan. Sangat umum dalam tutur santai laki-laki di antara teman sebaya.
7. 닥쳐 (Dakchyeo)
/DAHK-chyeo/
Diam: perintah kasar untuk berhenti bicara.
Cara standar yang kasar untuk menyuruh orang diam. Lebih agresif daripada '조용히 해' (joyonghi hae, 'diam'). Bentuk 반말 (banmal) membuatnya otomatis tidak sopan jika ditujukan ke orang yang lebih tua. Di drama Korea, ini termasuk ekspresi yang paling sering disensor karena menyiratkan tidak hormat total kepada lawan bicara.
“닥쳐! 네 말 듣기 싫어.”
Diam! Aku tidak mau dengar omonganmu.
Umum di seluruh Korea Selatan. Bentuk perintah sopan '닥치세요' tidak ada, tidak ada cara sopan untuk mengatakan ini.
8. 꺼져 (Kkeojyeo)
/KKEO-jyeo/
Pergi sana / Minggat: harfiah 'padam' atau 'menghilang'.
Berasal dari kata kerja '꺼지다' (kkeojida, 'padam'). Menyuruh seseorang 꺼져 berarti menyuruh mereka menghilang dari hadapanmu. Singkatan online 'ㄲㅈ' (hanya konsonan) sangat umum dalam budaya internet Korea di platform seperti Naver, DC Inside, dan komunitas gim.
“꺼져, 너랑 이야기하고 싶지 않아.”
Pergi sana, aku tidak mau bicara sama kamu.
Umum di seluruh Korea Selatan. Singkatan konsonan 'ㄲㅈ' termasuk slang internet yang paling dikenal.
9. 지랄 (Jiral)
/JEE-rahl/
Omong kosong: awalnya istilah untuk kejang epilepsi, kini slang untuk perilaku kacau atau absurd.
Dulu merujuk pada kejang epilepsi (지랄병/jiralpyeong), jadi pemakaian slang modernnya bermasalah dari sudut pandang disabilitas. Sekarang artinya 'bertindak gila' atau 'ngomong ngaco'. Bentuk gabungan '지랄하다' (jiralhada) berarti 'berulah' atau 'ngamuk'. Umum di diskursus online dengan singkatan 'ㅈㄹ.'
“무슨 지랄이야, 진짜.”
Omong kosong apaan ini, serius.
Umum di seluruh Korea Selatan. Dianggap sangat kasar karena asal-usulnya yang ableist.
10. 미친놈 (Michinnom)
/MEE-chin-nohm/
Bajingan gila: hinaan langsung yang menggabungkan 'gila' dan 'orang'.
Menggabungkan '미친' (gila) dengan '놈' (orang) untuk hinaan personal langsung. Berbeda dari '미친' yang bisa berarti kagum, '미친놈' selalu ditujukan ke seseorang dan selalu negatif. Bentuk perempuan '미친년' (michinnyeon) dianggap jauh lebih menyinggung karena konotasi gender yang lebih keras pada '년.'
“저 미친놈 좀 봐, 빨간 불에 건너간다.”
Lihat bajingan gila itu, nyebrang pas lampu merah.
Umum di seluruh Korea Selatan. Ketimpangan gender ('미친놈' vs. '미친년') mencerminkan pola hinaan bergender yang lebih luas dalam bahasa Korea.
11. 졸라 (Jolla)
/JOHL-lah/
Banget: penguat vulgar yang berasal dari istilah kasar untuk penis.
Berfungsi sebagai penguat vulgar mirip 'banget' yang bernada kasar dalam bahasa Indonesia ('졸라 맛있다', enak banget). Berasal dari '좆' (jot, penis), tetapi maknanya sudah cukup bergeser sehingga banyak penutur muda memakainya tanpa sadar asal katanya. Sangat umum dalam slang online dan tutur santai anak muda.
“이거 졸라 맛있다!”
Ini enak banget!
Umum dalam slang anak muda Korea Selatan. Ejaan eufemistik '존나' (jonna) bahkan lebih umum di internet.
Ekspresi Kuat
Ekspresi ini bisa menghancurkan hubungan, memicu konfrontasi fisik, dan menyebabkan dampak nyata. Memahaminya penting untuk pemahaman, tetapi memakainya sebagai penutur non-native hampir selalu tidak disarankan.
⚠️ Wajib Sangat Hati-hati
Ekspresi di bawah ini sangat menyinggung. Beberapa bisa memicu kekerasan fisik, terutama jika ditujukan langsung kepada seseorang. Ini dimasukkan murni untuk tujuan edukasi, agar kamu bisa mengenalinya di media atau percakapan.
12. 씨발 (Ssibal)
/SSHI-bahl/
Fuck: kata makian bahasa Korea yang paling umum dan paling mudah dikenali.
Padanan kata F yang paling terkenal dalam bahasa Korea. Bisa berfungsi sebagai seruan, penguat, atau hinaan langsung tergantung konteks. Di antara teman dekat yang seusia, ini bisa jadi semacam tanda baca santai. Jika ditujukan ke seseorang saat marah, ini provokasi serius. Singkatan konsonan 'ㅅㅂ' bisa dibilang slang internet Korea yang paling luas dipakai. Variasinya termasuk '씨발놈' (ssibalnom, 'bajingan sialan') dan '씹' (ssip, varian yang lebih kasar).
“씨발, 지갑을 잃어버렸어.”
Sial, dompetku hilang.
Umum di seluruh Korea Selatan. Korea Communications Standards Commission (KCSC) mengklasifikasikan ini sebagai kata yang sangat dibatasi di media siaran.
13. 개새끼 (Gaesaekki)
/GAE-sae-kki/
Anak anjing: harfiah 'anak anjing' atau 'keturunan anjing'.
Hinaan gabungan paling kuat dalam bahasa Korea. Menggabungkan '개' (gae, anjing) dengan '새끼' (saekki, keturunan). Anjing punya konotasi negatif kuat dalam budaya Korea tradisional, dibandingkan dengan anjing dianggap sangat merendahkan. Ini setara dengan hinaan berat dalam bahasa Indonesia, tetapi bobot budayanya lebih besar. Jika ditujukan ke seseorang, ini bisa menjadi alasan perkelahian fisik.
“그 개새끼가 내 돈을 훔쳐 갔어.”
Bajingan itu mencuri uangku.
Umum di seluruh Korea Selatan. Prefiks '개-' (anjing) dipakai produktif untuk memperkuat banyak hinaan: 개지랄, 개소리 (omong kosong, harfiah 'suara anjing').
14. 병신 (Byeongsin)
/BYEONG-shin/
Cacat: hinaan ableist yang berarti 'orang disabilitas'.
Secara harfiah berarti 'tubuh sakit' atau 'orang disabilitas' (病身 dalam Hanja). Memakai disabilitas sebagai hinaan membuat ini jadi salah satu kata makian Korea yang paling bermasalah secara etika. Meski kesadaran sosial meningkat, kata ini masih sangat umum di diskursus online (disingkat 'ㅂㅅ') dan budaya gim. Aktivis hak disabilitas di Korea Selatan makin sering mengkritiknya.
“야, 병신아, 그걸 왜 그렇게 해?”
Hei, bodoh, kenapa kamu lakukan begitu?
Umum di seluruh Korea Selatan. National Institute of Korean Language mencatat meningkatnya diskusi publik tentang sifat bermasalah istilah ini.
15. 좆 (Jot)
/JOHT/
Kontol: istilah bahasa Korea paling kasar untuk penis.
Kata dasar di balik banyak vulgaritas Korea termasuk '졸라' (jolla) dan '좆같다' (jotgatda, 'seperti kontol', artinya sesuatu itu buruk atau menyebalkan). Sebagai kata berdiri sendiri, ini eksplisit dan vulgar. Bentuk gabungan '좆됐다' (jotdwaetda) berarti 'sial banget' atau 'kena batunya'. Banyak platform Korea memfilternya ketat.
“아, 좆됐다. 시험 완전 망했어.”
Ah, sial banget. Ujiannya gagal total.
Umum di seluruh Korea Selatan. Bentuk turunan (졸라, 존나, 좆같다) jauh lebih sering dipakai sehari-hari daripada kata berdiri sendiri.
Slang Internet Korea dan Singkatan
Budaya internet Korea mengembangkan salah satu sistem singkatan makian paling canggih di dunia. Sistem ini dibangun dari fitur unik sistem tulisan Korea, yaitu 초성 (choseong), konsonan awal dari suku kata Hangul.
| Kata Lengkap | Singkatan Konsonan | Arti |
|---|---|---|
| 씨발 (Ssibal) | ㅅㅂ | Sial |
| 병신 (Byeongsin) | ㅂㅅ | Cacat/Bodoh |
| 지랄 (Jiral) | ㅈㄹ | Omong kosong |
| 꺼져 (Kkeojyeo) | ㄲㅈ | Pergi sana |
| 닥쳐 (Dakchyeo) | ㄷㅊ | Diam |
| 개새끼 (Gaesaekki) | ㄱㅅㄲ | Anak anjing |
Singkatan ini langsung dikenali oleh pengguna internet Korea mana pun. Ini membuat makian bisa lolos dari filter konten otomatis di platform seperti Naver, Daum, dan KakaoTalk, tetapi tetap jelas bagi pembaca manusia. Studi tahun 2020 tentang diskursus online Korea menemukan bahwa makian berbasis konsonan saja muncul sekitar 2.5 kali lebih sering daripada makian yang ditulis lengkap di kolom komentar.
🌍 Masalah 반말 (Banmal)
Dalam bahasa Korea, tingkat tutur yang kamu pakai adalah pernyataan tentang kuasa dan rasa hormat. 반말 (banmal) adalah tutur informal, yaitu menghilangkan akhiran sopan seperti '-요' (-yo) dan '-습니다' (-seumnida). Di antara teman dekat yang seusia, 반말 itu wajar dan diharapkan. Namun, memakai 반말 kepada orang yang lebih tua, orang asing, atau atasan sosial dianggap sebagai tindakan tidak hormat secara langsung.
Karena itu, penutur Korea kadang berkata mereka "dimaki" padahal tidak ada kata makian yang dipakai. Orang lain hanya tiba-tiba turun ke 반말. Bos yang beralih dari 존댓말 (jondaenmal, tutur sopan) ke 반말 bisa terasa mengancam. Orang muda yang memakai 반말 kepada orang tua bisa memicu kemarahan nyata. Bagi pelajar, memilih tutur sopan (존댓말) di setiap situasi yang belum kamu kenal jauh lebih penting daripada menghindari kata makian tertentu.
Eufemisme dalam Bahasa Korea
Penutur Korea mengembangkan cara kreatif untuk melembutkan makian sambil tetap mempertahankan pelepasan emosi:
| Asli (Vulgar) | Eufemisme | Arti |
|---|---|---|
| 씨발 (Ssibal) | 아씨 (Assi) | Dipendekkan: "ah, ssi..." |
| 씨발 (Ssibal) | 시바 (Siba) | Suku kata ditukar |
| 씨발 (Ssibal) | 슈발 (Syubal) | Bunyi digeser |
| 개새끼 (Gaesaekki) | 개세이 (Gaese-i) | Akhiran dilembutkan |
| 좆 (Jot) | 존 (Jon) | Dipendekkan |
| 병신 (Byeongsin) | 병맛 (Byeongmat) | "Rasa sakit", artinya absurd |
| 지랄 (Jiral) | 지리다 (Jirida) | "Mengompol", artinya kagum |
💡 Eufemisme sebagai Strategi Belajar
Jika kamu ingin mengekspresikan frustrasi dalam bahasa Korea tanpa risiko sosial besar, kuasai beberapa eufemisme ringan. '아씨' (Assi) dan '아이씨' (Aissi) dipakai luas di semua kelompok usia. '헐' (Heol, kira-kira "wah/astaga") dan '대박' (Daebak, "jackpot/keren banget") mengekspresikan emosi kuat tanpa vulgar sama sekali. Ini menunjukkan kelancaran emosi tanpa melanggar batas sosial.
Peran 개- (Gae-, Anjing) dalam Makian Bahasa Korea
Salah satu ciri paling khas makian bahasa Korea adalah penggunaan prefiks 개- (gae-, artinya "anjing") secara produktif. Dalam budaya Korea tradisional, anjing tidak dipandang sebagai hewan pendamping seperti di Barat. Anjing dikaitkan dengan kehinaan dan penghinaan. Sikap budaya ini tertanam ke dalam bahasa:
| Ekspresi | Arti | Terjemahan Harfiah |
|---|---|---|
| 개새끼 (Gaesaekki) | Anak anjing | Keturunan anjing |
| 개소리 (Gaesori) | Omong kosong | Suara anjing |
| 개지랄 (Gaejiral) | Omong kosong parah | Kejang anjing |
| 개같다 (Gaegatta) | Menyebalkan / Parah | Seperti anjing |
| 개무시 (Gaemusi) | Mengabaikan total | Mengabaikan seperti anjing |
Prefiks ini juga berkembang menjadi penguat yang netral di kalangan penutur muda Korea: 개맛있다 (gaemashitda, "enak gila") memakai prefiks yang sama tanpa maksud menghina. Pergeseran makna ini mirip dengan bagaimana kata "parah" dalam bahasa Indonesia bisa berarti "sangat" dalam konteks tertentu.
Belajar Lewat Film dan TV
Film Korea adalah salah satu cara terbaik untuk mendengar makian alami dalam konteks. Drama Korea berguna, tetapi banyak disensor oleh Korea Communications Standards Commission (KCSC), yang membatasi bahasa eksplisit di konten siaran. Film menghadapi lebih sedikit pembatasan dan memberi gambaran yang jauh lebih realistis tentang cara orang Korea benar-benar berbicara.
Untuk bahasa Korea yang mentah tanpa filter: Parasite (2019) karya Bong Joon-ho berisi makian alami lintas kelas sosial. Oldboy (2003) dan The Handmaiden (2016) menampilkan bahasa yang intens dalam konteks dramatis. Untuk bahasa Korea militer (yang sangat padat makian): D.P. di Netflix memperlihatkan bahasa keras dari wajib militer. Untuk slang anak muda dan budaya internet: variety show dan konten YouTube Korea memberi pola pemakaian yang paling terbaru.
Lihat panduan lengkap kami tentang film terbaik untuk belajar bahasa Korea untuk rekomendasi lain. Kamu juga bisa menjelajahi sumber belajar bahasa Korea Wordy untuk membangun kosakata dalam konteks sambil menonton konten nyata.
Untuk panduan bahasa lainnya, jelajahi blog kami atau mulai perjalanan belajar bahasa Korea kamu bersama Wordy.
Penutup
Makian bahasa Korea adalah sistem yang padat budaya. Sistem ini dibentuk oleh hierarki Konfusianisme selama berabad-abad, perubahan sikap terhadap hewan dan disabilitas, serta sistem tulisan yang sangat ekspresif yang melahirkan singkatan makian internet. Ini poin utamanya:
Tujuannya adalah pemahaman. Kamu akan menemui semua kata di sini jika kamu sering mengonsumsi media Korea dan berinteraksi dengan penutur asli. Memahami tingkat keparahan dan konteks budaya membuat kamu jadi pendengar yang lebih kompeten.
Tingkat tutur lebih penting daripada kosakata. Memakai 반말 (banmal) secara tidak tepat bisa lebih menyinggung daripada kata makian mana pun. Kuasai 존댓말 (jondaenmal) sebelum kamu memikirkan makian.
Prefiks 개- (gae-) ada di mana-mana. Memahami bahwa "anjing" berfungsi sebagai penguat hinaan dan penguat santai akan membantu kamu mengurai banyak slang Korea.
Singkatan internet itu wajib. Jika kamu terlibat dengan konten online Korea (komentar, chat, media sosial), kamu akan sering melihat singkatan konsonan saja (ㅅㅂ, ㅂㅅ, ㅈㄹ). Mengenalinya itu wajib untuk literasi digital dalam bahasa Korea.
Kalau ragu, jangan memaki. Budaya Korea sangat menekankan tutur yang sopan. Sebagai penutur non-native, risikomu lebih besar. Salah menilai dinamika hubungan atau hierarki usia bisa mengubah kata bercanda menjadi pelanggaran sosial serius. Pahami semuanya, pakai hampir tidak ada.
Siap melampaui bahasa Korea buku teks? Mulai dari alat belajar bahasa Korea Wordy dan jelajahi koleksi lengkap panduan belajar bahasa kami.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa kata makian Korea yang paling sering dipakai?
Apakah memakai 반말 (banmal) dalam bahasa Korea itu menyinggung?
Apakah orang Korea benar-benar sering ngomong kasar seperti di K-drama?
Kata makian bahasa Korea apa yang sering dipakai di internet?
Apakah kata makian Korea berbeda antara Korea Utara dan Korea Selatan?
Kata makian Korea apa yang wajib banget dihindari?
Sumber & Referensi
- National Institute of Korean Language (국립국어원), Kamus Standar Bahasa Korea (표준국어대사전)
- Sohn, H.-M. (2001). 'The Korean Language.' Cambridge University Press.
- Yeon, J. & Brown, L. (2011). 'Korean: A Comprehensive Grammar.' Routledge.
- Jay, T. (2009). 'The Utility and Ubiquity of Taboo Words.' Perspectives on Psychological Science, 4(2), 153-161.
- Korea Communications Standards Commission (방송통신심의위원회), Standar Tinjauan Penyiaran, 2024
Mulai belajar dengan Wordy
Tonton klip film asli dan tambah kosakata sambil jalan. Gratis untuk diunduh.

