← Kembali ke Blog
🇬🇧Inggris

Bahasa Tersulit untuk Dipelajari Penutur Bahasa Inggris: Kenapa Sulit (dan Cara Menaklukkannya)

Oleh SandorDiperbarui: 20 Maret 202612 mnt baca

Jawaban cepat

Bagi penutur bahasa Inggris, bahasa yang paling sulit biasanya yang paling jauh dari bahasa Inggris dalam sistem tulisan, pelafalan, dan tata bahasa, terutama Mandarin, Jepang, Korea, Arab, dan Rusia. Bukan tidak mungkin, tetapi butuh lebih banyak jam karena Anda harus membangun kategori bunyi baru, mempelajari aksara yang asing, dan membiasakan pola kalimat yang berbeda. Dengan strategi input yang tepat dan latihan konsisten, Anda bisa maju stabil di semuanya.

Bagi penutur bahasa Inggris, bahasa yang paling sulit dipelajari biasanya yang secara linguistik jauh dari bahasa Inggris, terutama Mandarin, Jepang, Korea, Arab, dan Rusia. Bahasa-bahasa ini terasa sulit karena Anda harus mempelajari kontras bunyi baru, sistem tulisan baru (atau beberapa), dan pola tata bahasa yang tidak cocok dengan bahasa Inggris. Kabar baiknya, tingkat kesulitan itu bisa diprediksi, jadi Anda bisa merencanakannya dan maju lebih cepat dari yang Anda kira.

Bahasa IndonesiaBahasa InggrisPelafalanTingkat Kesopanan
Gagasan intiPaling sulit = paling jauh dari bahasa InggrisHAR-dest equals FAR-thestcasual
Kelompok 'sulit' teratas (daftar umum)Mandarin, Japanese, Korean, Arabic, Russianman-DAR-in, juh-PAN-eez, kuh-REE-an, AR-uh-bik, RUSH-ancasual
Pendorong kesulitan utamaAksara, bunyi, tata bahasa, jarak kosakataskript, sowndz, GRAM-er, vo-KAB-yuh-lair-eecasual
Cek realitas waktuBeberapa bahasa butuh sekitar 2x lebih lamaTUH-timescasual
Akselerator terbaikMendengarkan harian dengan transkrip + pengulanganTRAN-skripts plus rep-uh-TIH-shuncasual

Apa arti "paling sulit" sebenarnya (dan kenapa daftar sering berbeda)

Saat orang bertanya tentang bahasa yang paling sulit, biasanya maksudnya: "Bahasa mana yang akan memakan waktu paling lama sampai bisa dipakai dengan nyaman?" Waktu adalah definisi yang praktis karena mencakup pelafalan, membaca, tata bahasa, dan kosakata sekaligus.

Patokan yang sering dikutip berasal dari US Foreign Service Institute (FSI), yang mengelompokkan bahasa berdasarkan berapa jam kelas yang biasanya dibutuhkan diplomat penutur bahasa Inggris untuk mencapai kemahiran kerja profesional. Dalam kerangka itu, bahasa seperti Spanyol dan Prancis lebih cepat, sementara Jepang, Mandarin, dan Arab berada di kategori kesulitan tertinggi (FSI).

Meski begitu, latar belakang pribadi tetap berpengaruh. Jika Anda tumbuh besar mendengar bahasa Arab di rumah, bahasa Arab tidak "sulit" dengan cara yang sama, walau membaca dan tata bahasa formal tetap butuh usaha.

💡 Pertanyaan yang lebih baik daripada 'apa yang paling sulit?'

Tanyakan: "Bagian mana yang paling sulit untuk saya: mendengar bunyinya, membaca aksaranya, atau membuat kalimat dengan cepat?" Rencana belajar Anda harus mengikuti hambatan utama.

Daftar singkat: bahasa yang biasanya paling sulit bagi penutur bahasa Inggris

Panduan ini berfokus pada bahasa yang cenderung paling sulit bagi penutur asli bahasa Inggris karena menggabungkan beberapa pendorong kesulitan. Bahasa-bahasa ini juga merupakan bahasa dunia besar dengan ekosistem media yang sangat luas, dan itu jadi keuntungan besar saat Anda mulai belajar.

Mandarin

Mandarin punya basis penutur yang sangat besar, sekitar 1.1 miliar penutur (L1 plus L2) menurut perkiraan Ethnologue (Ethnologue, 2024). Artinya ada film, drama, dan podcast tanpa habisnya, tetapi itu juga berarti Anda masuk ke sistem bunyi dan tulisan yang sangat berbeda.

Titik tersulit utamanya adalah nada, homofon yang padat, dan ribuan karakter untuk literasi. Walau Anda bisa berbicara dengan baik, membaca lancar adalah keterampilan terpisah.

Jepang

Bahasa Jepang terkenal karena sistem tulisannya: hiragana, katakana, dan banyak kanji. Tata bahasanya juga berbeda secara struktur dari bahasa Inggris, dengan kalimat yang sering berakhir dengan kata kerja dan partikel yang menandai peran.

Sisi baiknya, pelafalan relatif konsisten setelah Anda mempelajari inventaris bunyinya, dan media Jepang sangat ramah untuk pelajar karena transkrip, subtitle, dan komunitas penggemar ada di mana-mana.

Jika Anda belajar lewat anime, mulai dengan panduan kosakata anime kami agar Anda tidak menghafal kata yang tidak akan Anda dengar di kehidupan nyata.

Korea

Bahasa Korea punya salah satu aksara yang paling mudah dipelajari di dunia: Hangul. Banyak pelajar bisa membacanya dalam satu akhir pekan, dan itu benar-benar meningkatkan motivasi.

Tantangan jangka panjangnya adalah tata bahasa: tingkat tutur, honorifik, dan akhiran kata kerja yang menyandikan nuansa yang dalam bahasa Inggris sering diekspresikan dengan kata tambahan. Bahasa Korea juga memakai banyak kosakata Sino-Korea, yang bisa terasa seperti mempelajari dua leksikon paralel.

Arab (Arab Standar Modern plus dialek)

Bahasa Arab bukan satu bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Arab Standar Modern (MSA) adalah ragam tulis formal yang dipakai di berita dan pendidikan, sementara orang berbicara dialek regional di rumah.

"Diglosia" ini benar-benar melipatgandakan kesulitan: Anda bisa membaca satu ragam dan berbicara ragam lain. Aksaranya menambah lapisan lain, terutama karena vokal pendek sering dihilangkan dalam tulisan sehari-hari.

Rusia (dan bahasa Slavia lain)

Bahasa Rusia memakai alfabet Kiril, yang masih bisa dikelola, tetapi tata bahasanya adalah perubahan besar: kasus, aspek, dan urutan kata yang fleksibel.

Penutur bahasa Inggris sering kesulitan menghasilkan akhiran yang benar saat tertekan waktu. Anda bisa memahami kalimat, tetapi tetap ragu karena harus memilih akhiran kasus dan aspek kata kerja yang tepat.

Kenapa bahasa-bahasa ini terasa sulit: empat pendorong kesulitan

1) Jarak linguistik (otak Anda punya lebih sedikit jalan pintas)

Bahasa yang lebih dekat dengan bahasa Inggris berbagi lebih banyak kosakata, pola kalimat, dan konvensi budaya. Bahasa yang lebih jauh memaksa Anda membangun lebih banyak dari nol.

Peneliti mengukur "jarak linguistik" secara kuantitatif dan menemukan bahwa itu berkorelasi dengan hasil belajar, terutama pada pelajar dewasa (Chiswick & Miller, 2005). Anda tidak perlu matematikanya untuk memakai idenya: jarak memprediksi waktu.

2) Kategori bunyi baru (mendengarkan adalah tembok pertama)

Bahasa Inggris punya set konsonan dan vokalnya sendiri, dan otak Anda sudah terbiasa dengannya. Saat sebuah bahasa memakai kontras yang tidak ada dalam bahasa Inggris, Anda bisa benar-benar tidak mendengar bedanya pada awalnya.

Contoh umum:

  • Nada Mandarin (pola tinggi-rendah yang mengubah makna kata)
  • Vokal panjang vs pendek dalam bahasa Jepang
  • Konsonan emfatik dan bunyi tenggorokan yang tidak familiar dalam bahasa Arab
  • Palatalisasi dalam bahasa Rusia (kontras konsonan "lunak" vs "keras")

Jika Anda tidak bisa mendengarnya, Anda tidak bisa mengucapkannya dengan andal. Itu sebabnya latihan mendengarkan dengan transkrip bukan pilihan tambahan untuk bahasa yang "sulit".

3) Sistem tulisan (membaca adalah keterampilan terpisah, bukan bonus)

Bagi penutur bahasa Inggris, berganti aksara lebih dari sekadar menghafal simbol. Itu mengubah cara Anda menyimpan kata dalam ingatan.

Skala kesulitan kasar untuk aksara, dari yang paling mudah sampai paling sulit bagi kebanyakan pelajar bahasa Inggris:

  1. Aksara alfabet dengan arah yang familiar (Spanyol, Jerman)
  2. Alfabet baru (Kiril Rusia)
  3. Abjad dengan vokal yang dihilangkan (Arab)
  4. Campuran silabari plus logograf (Jepang)
  5. Set karakter yang sangat besar (hanzi Tionghoa)

4) Pengemasan tata bahasa (yang bahasa Inggris katakan dengan kata, bahasa lain sandikan)

Bahasa Inggris relatif analitis: sering memakai urutan kata dan kata bantu, bukan akhiran. Bahasa lain mengemas informasi ke dalam akhiran, partikel, atau bentuk kata kerja.

Ini bisa terasa "sulit" karena meningkatkan pengambilan keputusan secara real time. Anda bukan hanya memilih kata, Anda juga memilih bentuknya.

"Masalahnya bukan karena bahasa lain itu 'tidak logis'. Masalahnya adalah mereka membuat pembedaan yang berbeda, dan pelajar harus menyadari serta melatih pembedaan itu sampai menjadi otomatis."
Professor Rod Ellis, applied linguist (as summarized in his work on instructed second language acquisition)

Cek realitas dengan angka: penutur, negara, dan waktu

Sulit tidak berarti niche. Banyak bahasa yang paling sulit termasuk yang paling banyak dituturkan di Bumi, dan itu keuntungan besar untuk materi belajar.

Berikut beberapa statistik dasar:

  • Mandarin punya sekitar 1.1 miliar penutur total (Ethnologue, 2024).
  • Bahasa Arab (semua ragam digabung) punya ratusan juta penutur di lebih dari 20 negara yang menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa resmi, plus komunitas diaspora besar (Ethnologue, 2024).
  • Bahasa Inggris sendiri punya sekitar 1.5 miliar penutur total (L1 plus L2), itulah sebabnya media berbahasa Inggris dominan secara global (Ethnologue, 2024).

Dari sisi waktu, kategori kesulitan FSI sering diringkas seperti ini:

  • Bahasa yang berkerabat dekat: kira-kira 600 sampai 750 jam kelas
  • Bahasa yang lebih sulit: kira-kira 1,100 jam kelas
  • Kategori tertinggi (termasuk Mandarin, Jepang, Arab): kira-kira 2,200 jam kelas (FSI)

Itu adalah jam kelas, bukan total jam. Belajar mandiri bisa lebih cepat atau lebih lambat, tergantung kualitas dan konsistensi.

🌍 Kenapa bahasa 'sulit' bisa lebih mudah dipertahankan

Motivasi bukan faktor kecil, itu pengali. Pelajar bahasa Jepang dan Korea sering terbantu oleh tarikan media yang kuat: Anda ingin paham lirik lagu atau sebuah adegan, jadi Anda hadir setiap hari. Konsistensi itu bisa mengalahkan bahasa yang 'lebih mudah' tetapi tidak pernah Anda latih.

Apa yang membuat masing-masing sulit, dengan bahasa yang sederhana

Mandarin: nada plus karakter

Nada bisa dipelajari, tetapi butuh latihan telinga setiap hari. Karakter butuh akumulasi jangka panjang, dan hasilnya terasa lebih lambat.

Pendekatan yang praktis adalah memisahkan keterampilan:

  • Mendengarkan dan berbicara: prioritaskan audio, pinyin, dan kata berfrekuensi tinggi.
  • Membaca: tambahkan karakter bertahap, terkait dengan kata yang sudah Anda kenal.

Jepang: volume kanji plus pergeseran ragam tutur

Kesopanan dalam bahasa Jepang bukan sekadar "bersikap sopan". Itu mengubah bentuk kata kerja dan pilihan kosakata.

Anda juga akan bertemu tiga sistem tulisan dalam satu kalimat. Itu sebabnya pelajar bahasa Jepang sering maju dalam gelombang: mandek, lalu melonjak saat satu bagian kanji akhirnya terasa nyambung.

Korea: kepadatan tata bahasa plus makna sosial

Hangul mudah, tetapi kalimat Korea mengemas makna sosial ke dalam akhiran. Anda terus memilih seberapa formal Anda, dan pilihan itu bergantung pada hubungan dan situasi.

Jika Anda butuh analogi, bayangkan pergeseran bahasa Inggris antara "Hey" dan "Good evening", lalu kalikan ke kata kerja, pronomina, dan nomina honorifik.

Arab: diglosia plus konvensi aksara

Pelajar bahasa Arab sering merasa kuat di satu mode dan lemah di mode lain. Anda mungkin membaca berita dengan baik, tetapi kesulitan di percakapan kafe karena kosakata dan pelafalan dialek berbeda.

Strategi yang efektif adalah memilih satu dialek sejak awal untuk berbicara, sambil mempertahankan MSA untuk membaca jika tujuan Anda membutuhkannya.

Rusia: kasus plus aspek

Kasus mengubah akhiran nomina berdasarkan fungsi. Aspek mengubah pilihan kata kerja berdasarkan apakah tindakan selesai, berulang, atau sedang berlangsung.

Anda bisa membuat bahasa Rusia jauh lebih mudah dengan mempelajari frasa sebagai potongan, bukan bentuk kamus yang terpisah. Film membantu karena Anda mendengar pola yang sama berulang kali dalam konteks nyata.

Cara belajar bahasa sulit lebih cepat (tanpa berpura-pura itu mudah)

Bangun "pelafalan minimum yang layak" dulu

Tujuan pertama Anda bukan aksen sempurna. Tujuannya adalah bisa dipahami dan memahami orang lain.

Pakai siklus singkat:

  1. Dengarkan satu baris pendek.
  2. Baca transkripnya.
  3. Ulangi dengan suara keras.
  4. Rekam diri Anda.
  5. Bandingkan dan perbaiki.

Inilah alasan belajar berbasis klip efektif. Anda bisa memutar ulang satu baris sampai otak Anda berhenti menebak.

Gunakan frekuensi, bukan tema, untuk memilih kosakata

Pemula sering belajar "kata-kata bandara" atau "hewan" lebih awal karena terasa rapi. Untuk bahasa sulit, frekuensi lebih efisien karena mengurangi beban kognitif.

Jika Anda ingin pengingat tentang seberapa besar bahasa Inggris bergantung pada blok bangunan berfrekuensi tinggi, bandingkan cara pelajar menguasai angka dan tanggal. Panduan kami tentang angka dalam bahasa Inggris dan bulan dalam bahasa Inggris menunjukkan bagaimana set kata yang kecil membuka banyak tugas kehidupan nyata.

Perlakukan membaca sebagai proyek tersendiri

Untuk bahasa yang berat aksara, jangan menunggu membaca "mengejar". Jadwalkan.

Pembagian mingguan sederhana yang efektif:

  • 4 hari: mendengarkan plus shadowing berbicara
  • 2 hari: membaca plus menulis (atau mengetik)
  • 1 hari: ulasan plus menonton bebas

Pelajari tata bahasa lewat pola yang bisa Anda dengar

Penjelasan tata bahasa membantu, tetapi tata bahasa menjadi bisa dipakai saat Anda bisa mengenalinya dengan cepat.

Itu sebabnya klip penutur asli sangat kuat: Anda mendengar struktur yang sama dalam puluhan konteks. Seiring waktu, polanya menjadi refleks.

Jika Anda penasaran bagaimana bahasa Inggris melakukan ini dalam tutur informal, panduan slang bahasa Inggris kami adalah pengingat yang bagus bahwa bahasa nyata itu kaya pola, bukan kaya aturan.

⚠️ Hindari 'jebakan terjemahan'

Jika Anda menerjemahkan setiap kalimat kata demi kata, Anda akan mandek pada bahasa dengan urutan kata yang berbeda. Latih pemahaman makna tanpa memetakan setiap kata ke bahasa Inggris. Subtitle dan transkrip harus mendukung pemahaman, bukan menggantikannya.

Rencana praktis 8 minggu untuk bahasa "sulit" apa pun

Ini rencana awal yang realistis yang memprioritaskan momentum dan kemajuan yang terukur.

Minggu 1-2: bootcamp bunyi dan aksara

Target:

  • Mengenali bunyi inti.
  • Mempelajari dasar aksara (jika ada).
  • Membangun 100 sampai 200 kata berfrekuensi tinggi.

Rutinitas harian (30 sampai 45 menit):

  • 10 menit: latihan pelafalan (minimal pairs jika memungkinkan)
  • 15 menit: mendengarkan klip dengan transkrip
  • 10 menit: ulasan spaced repetition

Minggu 3-5: pola kalimat dan pemahaman bertahan hidup

Target:

  • Memahami ujaran penutur asli yang lambat dan jelas dengan bantuan.
  • Menghasilkan kalimat dasar tanpa macet.

Rutinitas harian (45 sampai 60 menit):

  • 20 menit: loop klip (dengar, baca, ulang)
  • 15 menit: ulasan kosakata
  • 10 menit: tulis atau ucapkan 5 kalimat memakai satu pola

Minggu 6-8: kecepatan dan percaya diri

Target:

  • Memahami lebih banyak pada kecepatan alami, walau tidak semuanya.
  • Menangani interaksi umum: salam, permintaan, basa-basi.

Rutinitas harian (60 menit):

  • 30 menit: tonton dan tonton ulang adegan pendek
  • 15 menit: perbaikan pelafalan yang terarah
  • 15 menit: latihan berbicara (tutor, pertukaran, atau rekam diri)

Wawasan budaya: bahasa "sulit" sering punya ekspektasi konteks yang lebih tinggi

Kesulitan bukan hanya soal mekanik. Ada juga pragmatik, yaitu bagaimana Anda terdengar tepat secara sosial.

Contoh:

  • Dalam bahasa Korea dan Jepang, memilih bentuk santai terlalu cepat bisa terdengar tidak sopan, walau tata bahasa Anda benar.
  • Dalam konteks berbahasa Arab, salam bisa lebih panjang dan lebih ritual dibanding bahasa Inggris, dan melewatinya bisa terasa dingin.
  • Dalam bahasa Rusia, keterusterangan bisa normal dalam situasi di mana bahasa Inggris lebih suka frasa yang melunakkan.

Itulah sebabnya belajar dari adegan nyata itu penting. Anda bukan hanya belajar kata, Anda juga belajar apa yang orang lakukan dengan kata itu.

Sebagai perbandingan, bahasa Inggris punya "ranjau sosial" sendiri dalam situasi informal, terutama terkait bahasa tabu. Jika Anda ingin memahami bagaimana pergeseran ragam bekerja di media berbahasa Inggris, panduan kata makian bahasa Inggris kami menunjukkan bagaimana konteks mengubah makna dan dampaknya.

Memilih bahasa sulit Anda: tabel keputusan

Gunakan ini untuk memilih berdasarkan hambatan utama Anda.

Jika Anda paling kesulitan dengan...Anda mungkin paling merasa sulitKenapa
Mendengar kontras baruMandarin, Arab, RusiaNada atau sistem konsonan yang tidak familiar
Membaca dan literasiTionghoa, Jepang, ArabSet karakter besar atau vokal yang dihilangkan
Tata bahasa saat tertekanRusia, Korea, JepangKasus, akhiran, partikel, sistem honorifik
Motivasi dan konsistensiBahasa apa pun tanpa tarikan mediaWaktu adalah kesulitan yang sebenarnya

Bagaimana pembelajaran klip ala Wordy membantu untuk bahasa sulit

Bahasa sulit menghukum belajar pasif. Anda butuh paparan berulang pada pola yang sama sampai menjadi otomatis.

Klip pendek memberi Anda:

  • Pelafalan alami pada kecepatan nyata
  • Konteks bawaan, jadi kata lebih melekat
  • Bisa diulang, jadi Anda bisa drill tanpa bosan
  • Jembatan dari "benar versi buku teks" ke "yang benar-benar orang ucapkan"

Jika Anda ingin lebih banyak ide strategi belajar, jelajahi blog Wordy dan bangun rutinitas yang sesuai dengan hambatan utama Anda.

Poin-poin utama

Bahasa yang paling sulit bagi penutur bahasa Inggris sulit karena alasan yang spesifik: jarak, bunyi, aksara, dan cara tata bahasa mengemas informasi. Mandarin, Jepang, Korea, Arab, dan Rusia sering berada di puncak daftar karena menggabungkan banyak tantangan.

Anda tidak butuh bakat, Anda butuh rencana: mendengarkan harian dengan transkrip, kosakata berbasis frekuensi, dan jalur terpisah untuk membaca. Dengan paparan konsisten pada ujaran nyata, kesulitan menjadi bisa dikelola dan kemajuan menjadi terlihat.

Untuk lebih banyak cara agar input sehari-hari lebih melekat, pasangkan ini dengan panduan kami tentang slang bahasa Inggris dan angka dalam bahasa Inggris, lalu terapkan pola pikir belajar berbasis pola yang sama pada bahasa target Anda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bahasa tersulit untuk dipelajari oleh penutur bahasa Inggris?
Tidak ada satu bahasa yang paling sulit untuk semua orang, tetapi Mandarin, Jepang, Korea, dan Arab sering dinilai paling sulit bagi penutur asli bahasa Inggris karena menggabungkan bunyi yang tidak familiar, sistem tulisan baru, dan perbedaan tata bahasa besar. Tingkat sulit juga dipengaruhi tujuan, waktu belajar, dan paparan media asli.
Berapa jam yang dibutuhkan penutur bahasa Inggris untuk belajar bahasa Jepang atau Mandarin?
Patokan yang sering dipakai dalam pelatihan pemerintah AS memperkirakan sekitar 2.200 jam kelas untuk mencapai kemahiran kerja profesional dalam bahasa Jepang, Mandarin, atau Arab bagi penutur asli bahasa Inggris. Total di dunia nyata sangat bervariasi, tetapi intinya bahasa ini biasanya butuh kira-kira dua kali lebih lama dibanding bahasa Eropa yang lebih dekat.
Apakah bahasa Korea lebih sulit daripada bahasa Jepang untuk penutur bahasa Inggris?
Bahasa Korea sering terasa lebih mudah di awal karena Hangul relatif cepat dipelajari, sedangkan bahasa Jepang membutuhkan kana plus banyak kanji. Seiring waktu, Korea bisa menantang karena honorifik, tingkat tutur, dan akhiran kata kerja. Jepang tetap sulit karena banyaknya kanji dan banyak cara baca, serta pergeseran gaya sopan vs santai.
Apakah bahasa bernada selalu lebih sulit untuk penutur bahasa Inggris?
Nada menambah beban belajar karena bahasa Inggris tidak memakai tinggi-rendah nada untuk membedakan makna kata dengan cara yang sama. Namun, nada bisa dikuasai dengan latihan mendengar terarah, latihan pasangan minimal, dan banyak audio penutur asli. Banyak pelajar justru lebih kesulitan pada kecepatan, ujaran tersambung, dan banyaknya kosakata.
Apa cara tercepat belajar bahasa yang sulit bagi penutur bahasa Inggris?
Cara tercepat adalah input yang bisa dipahami dalam jumlah besar secara konsisten, ditambah latihan terarah: mendengar setiap hari dengan transkrip, spaced repetition untuk kosakata, dan umpan balik berbicara secara rutin. Klip pendek yang bisa diulang dari acara asli membantu karena Anda dapat memutar ulang kalimat yang sama sampai pelafalan dan pola tata bahasa otomatis, lalu memperluas materi.

Sumber & Referensi

  1. Foreign Service Institute, U.S. Department of State, Pelatihan Bahasa Asing: Peringkat Tingkat Kesulitan Bahasa, diakses 2026
  2. Ethnologue (SIL International), Ethnologue: Languages of the World, edisi ke-27, 2024
  3. Crystal, David, The Cambridge Encyclopedia of the English Language (ed. ke-3), Cambridge University Press, 2018
  4. Chiswick, Barry R. & Miller, Paul W., Linguistic Distance: A Quantitative Measure of the Distance Between English and Other Languages, Journal of Multilingual and Multicultural Development, 2005

Mulai belajar dengan Wordy

Tonton klip film asli dan tambah kosakata sambil jalan. Gratis untuk diunduh.

Unduh di App StoreDapatkan di Google PlayTersedia di Chrome Web Store

Panduan bahasa lainnya